Kiriman dibuat oleh Vita Novianti 2213053238

Nama : Vita Novianti
NPM : 2213053238
Kelas : 3F

Prof . Dr. H. Nursid S,
dalam bukunya (2008, 31-44) bahwa manusia baru dapat dikatakan manusia yang sebenarnya, bila ada di dalam masyarakat.Dari pendapat tersebut kita dapat memahami bahwasanya manusia memiliki kedudukan sosial yang berhubungan erat dengan sekitar.
Upaya-upaya untuk meningkatkan rasa sosial tersebut bisa dimulai dari pendidikan di rumah, pendidikan disekolah dll. Hubungan antar sesama dapat berbentuk sikap saling menghargai, saling percaya, serta sikap saling tolong menolong.

Jati diri generasi muda dapat dibentuk oleh tradisi masyarakat ataupun suatu usaha yang terprogram. Namun pada dasarnya apapun pembentukan jati diri generasi muda tidak bisa dilepaskan dari peran pendidikan.

Seseorang disepanjang kehidupan akan dipengaruhi oleh pendidik yakni tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat. Saat dirumah pendidikan dilakukan oleh orang tua.
Keluarga sebagai primary group yang memiliki peran penting dalam pembentukan kepribadian. Disekolah dilakukan oleh tenaga pendidik atau seorang guru yang mana tugas seorang guru adalah mengembangkan potensi anak secara berkelanjutan.
Dan saat dimasyarakat dilakukan oleh tokoh masyarakat yang ada disekitar.

Dalam pembentukan perilaku peserta didik dalam kondisi masyarakat yang pluralistis juga membutuhkan peranan pendidikan agama. Dengan landasan pendidikan agama menjadikan peserta didik dan warga bangsa yang selalu menjunjung tinggi, dan menerapkan dalam hidup sehari-hari pola perilaku yang sesuai dengan agama yang dianutnya.

Semua upaya-upaya internalisasi nilai-nilai Pancasila yang dimulai dari kelompok primer yaitu lingkungan keluarga, sampai dengan lingkungan yang lebih luas/kelompok sekunder yaitu lingkungan tetangga, teman sebaya (peer group), lembaga pendidikan formal dan pendidikan non formal. akan lebih berhasil dan berdaya guna dan optimal apabila semua upaya tersebut dilandasi oleh ajaran agama Islam sebagaimana tercantum dalam sila pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa.
Nama : Vita Novianti
NPM: 2213053238
Kelas: 3F

Nilai moral pancasila dapat dijadikan panduan bagi kita dalam melakukan segala tindakan seperti yang telah diatur dalam pancasila atau ideologi Indonesia.

Pendidikan Moral Pancasila ialah salah satu upaya untuk mengembangkan nilai-nilai yang terkandung dalamnya Pancasila. Yang pembelajarannya mengfokuskan pada penghayatan dan pengalaman butir-butir Pancasila (36 butir Pancasila) sebagaimana termuat dalam Tap MPR RI No. II/MPR/1978 tentang pedoman penghayatan dan pengalaman Pancasila atau Eka Prasetya Pancarya.

1. Pengalaman sila kesatu, Ketuhanan Yang Maha Esa
a. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
b. Menghormati pemeluk agama lain
c. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.
d. Membina kerukunan dengan antar pemeluk agama yang berbeda-beda


2. Pengalaman sila kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradap
a. Tidak bertindak buruk atau semau-mau terhadap orang lain
b. Saling menyayangi dengan sesama
c. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan

3. Pengalaman sila ketiga persatuan Indonesia.
1. Cinta tanah air Indonesia
2. Bangga terhadap tanah air Indonesia
3. Memajukan kelestarian yang ada di Indonesia

4. Pengalaman sila keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
a. Melakukan musyawarah dalam mengambil keputusan
b. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain
c. Mengutamakan kepentingan bangsa daripada kepentingan pribadi atau golongan

5. Pengalaman sila kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
a. Menghormati hak orang lain
b. Bersikap adil dengan siapapun
c. Tidak melakukan korupsi atau pemerasan kepada orang lain

Pentingnya penanaman nilai moral pancasila sejak dini karena hal itu dapat menjadi pedoman bagi anak-anak agar tidak terjerumus dengan hal-hal yang negatif.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Diskusi

oleh Vita Novianti 2213053238 -
Nama : Vita Novianti
NPM : 2213053238
Kelas : 3F

1. Mengapa penting pendidikan nilai dan moral diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar?
Jawaban:
Pendidikan nilai dan moral sangat penting untuk diberikan kepada peserta didik terutama pada jenjang sekolah dasar. Pendidikan nilai dan moral menjadi dasar dalam upaya menumbuhkan karakter yang baik bagi anak-anak. Nilai-nilai yang terkandung didalamnya diharapkan dapat membentuk karakter peserta didik menjadi pribadi yang beragama, berakhlak mulia, serta memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi.

Sekolah adalah salah satu lingkungan yang bisa berkontribusi dalam membangun karakter anak. Oleh karena itu dengan adanya pembelajaran pendidikan nilai dan moral sangat membantu tenaga pendidik untuk menyampaikan dan memberikan teladan yang baik terkait nilai-nilai yang harus diterapkan di kehidupan. Dan yang terutama menjadi sumber pengetahuan dan pembelajaran bagi peserta didik agar senantiasa melakukan tindakan postif dan berkarakter yang baik.

2. Apa tujuan utama pendidikan nilai dan moral ?
Tujuan utama pendidikan nilai dan moral yakni membentuk generasi bangsa Indonesia yang berkualitas dengan memiliki karakter dan kepribadian yang baik, mengembangkan rasa empati dan peduli, membangun hubungan yang baik dengan masyarakat, serta menjaga generasi yang bertanggung jawab dengan senantiasa menghormati hukum, nilai-nilai demokrasi, dan hak asasi manusia.
Nama : Vita Novianti
NPM : 2213053238
Kelas : 3F

Analisis jurnal
"PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DALAM SISTEM KURIKULUM PENDIDIKAN DI ACEH"

Aceh sebagai provinsi yang memiliki otonomi khusus selain bidang agama, budaya dan politik. Namun juga pada bidang pendidikan. Dalam proses penyelenggaraan nya selain berpedoman dengan peraturan yang dikeluarkan oleh pusat juga berpedoman pada qanun. Penyelenggaraan pendidikan Islami di Provinsi Aceh mengacu pada Qanun Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.

Pengimplementasian kurikulum pendidikan Islam dilakukan agar sesuai dengan kekhasan dan sosial budaya masyarakat Aceh. Dan bertujuan untuk mengembangkan seluruh aspek kepribadian peserta didik dalam mewujudkan masyarakat Aceh (ureung Aceh) yang berperadaban dan bermartabat.

Islam berupaya membaurkan semua aspek kehidupan materialistis atau spiritual, dan berupaya membangun tujuan individu yang searah dengan tujuan masyarakat dan mengintegrasikan perkataan dengan perbuatan. Serta menyeimbangkan kebutuhan dalam kehidupan ini dan keinginannya dalam kehidupan.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Diskusi

oleh Vita Novianti 2213053238 -
Nama : Vita Novianti
NPM : 2213053238
Kelas : 3F

1. Apa keuntungan belajar pendidikan nilai dan moral?
Jawaban:

Belajar pendidikan nilai dan moral memiliki beberapa keuntungan, yakni sebagai berikut:

1). Pembentukan karakter
Pembelajaran pendidikan dan moral adalah salah satu upaya untuk membentuk karakter peserta didik. Dalam pembelajaran terkandung nilai-nilai moral seperti jujur, toleransi, bertanggung jawab serta empati.

2). Mempererat hubungan pertemanan
Dalam pembelajaran pendidikan nilai dan moral terkandung nilai-nilai moral yang dapat mempererat hubungan sosial seseorang. Contohnya nilai tolong menolong dengan sikap tersebut dapat menjadikan hubungan sosial yang baik.

3). Membentuk etika yang baik agar tidak melakukan hal yang menyimpang
Dengan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam pembelajaran pendidikan nilai dan moral maka peserta didik dapat memfilter tindakan yang baik dan tidak baik berdasarkan nilai-nilai yang ada, dan hendaknya peserta didik dapat merealisasikan perilaku positif dalam kehidupannya.

2. Sebutkan peraturan yang menjelaskan pentingnya pembelajaran pendidikan nilai dan moral bagi peserta didik di sekolah dasar.
Jawaban:

1). Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pasal 1 ayat 1 yang menyebutkan bahwa guru harus dapat melaksanakan pembelajaran yang menjelaskan bahwasanya seorang guru atau tenaga pendidik harus mampu mengarahkan peserta didik untuk secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, Pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan lainnya yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

2) Pasal 3 Undang-Undang Sisdiknas
Yang menjelaskan bahwasanya pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan atau meningkatkan kemampuan, watak serta peradaban bangsa. Yang bertujuan agar peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

3. Apa yang kalian ketahui tentang moral anak sekolah dasar, di rumah, sekolah dan masyarakat ?
Jawaban :

1) Saat dirumah
Orang tua adalah guru pertama dan utama bagi anak.Pendidikan yang dilaksanakan oleh orangtua dirumah memiliki peran yang penting karna menjadi dasar terbentuknya moral anak tersebut. Pendidikan keluarga menekankan pada aspek moral atau pembentulan kepribadian, contohnya sikap jujur, bertanggung jawab, saling menyayangi dan lain-lain.

2) Saat disekolah
Selain dirumah moral seorang anak juga dibentuk dan dikembangkan saat dilingkungan sekolah. Yang artinya seorang tenaga pendidik juga memiliki peranan yang penting karna menjadi sumber inspirasi dan teladan. Dengan memberi pembelajaran pendidikan nilai dan moral serta diikuti tindakan yang positif akan mendorong peserta didik untuk memiliki moral yang baik.

3) Saat dimasyarakat
Seorang anak memiliki jiwa bermain yang tinggi oleh karena itu mereka akan banyak berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Lingkungan yang baik akan mendorong moral yang baik contohnya meningkatkan sikap sosial kerjasama. Sedangkan lingkungan yang kurang baik akan menjadikan anak tersebut berprilaku dan bermoral yang menyimpang. Karena anak akan mudah terpengaruh dengan lingkungan.

Oleh karena itu lingkungan rumah, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat sekitar harus bekerja sama dan saling memberi kontribusi yang positif agar dapat meningkatkan dan mengembangkan moral yang baik pada anak.