Posts made by yunita Lestari 2213053219

Nama : Yunita Lestari
NPM : 2213053219
Kelas : 3F

Analisis Jurnal 1
PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI LAMPEUNEURUT
Secara garis besar jurnal ini membahas tentang Bagaimana penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut. penanaman nilai-nilai moral adalah bertujuan menanamkan nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang mempunyai moral yang baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan mungkin mengahancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang.
 
Seperti yang telah kita ketahui bahwa generasi saat ini telah mengalami kemrosotan moral, ada beberapa faktor yang menyebabkan merosotnya moral anak, diantaranya yaitu: “a) Penyalahgunaan sebagian ajaran moral, b) Penyalahgunaan Konsep- Konsep Moral, c) Masuknya Budaya Westernisasi (budaya kebarat-baratan), d) Perkembangan Teknologi, e) Lemahnya Mental Generasi Bangsa, dan f) Kurangnya Materi Aplikasi tentang Budi Pekerti” (dalam Anggun,2013:5).

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan di dalam jurnal tersebut dapat disimpulkan bahwa guru-guru di SD Negri Lampeuneurut berhasil menanamkan 10 nilai moral yang sangat penting kepada para peserta didik. Nilai-nilai ini mencakup nilai religius, sosialitas, gender, keadilan, demokrasi, kejujuran, kemandirian, daya juang, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap lingkungan.
Nama : Yunita Lestari
NPM : 2213053219
Kelas : 3F

Analisis Video 2
“Pendidikan Moral di Sekolah Dasar”
Pendidikan moral adalah usaha yang dilakukan secara terencana untuk mengubah segala perilaku tindakan kelakuan yang dilakukan peserta didik sehingga mampu berinteraksi dengan lingkungan masyarakatnya sesuai dengan nilai moral dan kebudayaan masyarakat setempat .Adapun tahap-tahap perkembangan moral sebagai berikut 1. Usia 6-12 bulan; 2. Usia 12-18 bulan; 3. Usia 18-30 bulan; 4. Usia 30-36 bulan; 5, Usia 3-4 tahun; 6. Usia 4-6 tahun; 7. Usia 7-8 tahun; 8. Usia 9-11 tahun; 9. Usia 12-15 tahun; 10. Usia 16-20 tahun; 11. Dewasa muda (Usia 20-40 tahun); 12. Dewasa Tengah (Usia 40-65 tahun); 13. Dewasa tua (Usia 65 tahun).
Implikasi perkembangan sosial dan pribadi anak dalam KBM di sekolah dasar
implikasi dalam KBM baik pribadi dan sosial sangat diperlukan dalam belajar. Anak terkadang memerlukan teman untuk membantu proses belajarnya, akan tetapi ada juga anak yang bisa melakukannya sendiri atau mandiri .

Permasalahan serta solusi perkembangan moral anak sekolah dasar
1. Hilangnya kejujuran
Anak yang terbiasa berbohong akan membuatnya menjadi pribadi yang mudah berbohong dan bahkan akan takut apabila berkata jujur.
2. Hilangnya rasa tanggung jawab guru
Seorang guru bertanggung jawab dalam membimbing anak untuk membiasakan tanggung jawab. Contoh kecilnya ketika peserta didik tidak mengerjakan pekerjaan rumah yang telah diberikan oleh guru, maka guru berhak menghukum atau menyuruh siswa untuk mengerjakan soal yang akan diberikan oleh gurunya. Hal ini mengajarkan siswa tentang konsekuensi apabila tidak bertanggung jawab.
3 rendahnya disiplin
Misalnya ketika ada peserta didik yang sering terlambat, maka sebaiknya seorang guru maupun kepala sekolah bersikap tegas, karena jika tidak ada ketegasan maka peserta didik akan terbiasa terlambat.
4. Kurang bisa bekerja sama
Contohnya pada saat kerja kelompok, solusinya adalah dengan membiasakan anak untuk terlibat dalam kerjasama bersama teman-temannya.
5. Mengambil hak orang lain
Contohnya mencuri, solusinya dengan mengajarkan anak untuk menerima apa yang dia miliki dan tidak boleh mengambil hak orang lain.
Nama : Yunita Lestari
NPM : 2213053219
Kelas : 3F


Analisis Video 1
"Tanggung jawab diri dalam keluarga"

Tanggung jawab diri dalam keluarga merupakan hal yang sangat penting untuk menjaga kesejahteraan serta keharmonisan dalam keluarga. berikut merupakan beberapa contoh tanggung jawab dalam keluarga:
1. mendengar nasihat Ayah
2. membantu ibu hingga menemani Kakak
4. menjaga keselamatan adik

Pentingnya tanggung jawab dalam keluarga
1. Hubungan keluarga menjadi erat
Apabila kita melaksanakan tanggung jawab dalam keluarga hal tersebut akan membuat keluarga kita menjadi lebih harmonis contohnya ketika libur sekolah kita dapat bersilaturahmi ke rumah kakek dan nenek sebingga hubungan baik tetap terjalin.
2. Keselamatan keluarga terjamin
Contohnya ketika sedang ditinggal di rumah sendirian, Kita sebagai anak bertanggung jawab menjaga rumah agar tetap aman dengan Mengunci pintu maupun pagar sehingga tidak hanya rumah yang aman, kita pun akan selamat dari hal-hal yang tidak diinginkan.
3. Meringankan tugas keluarga
Kita sebagai seorang anak juga memiliki tanggung jawab untuk membantu kedua orang tua kita sehingga tidak terlalu menyusahkan mereka.
4. Membanggakan keluarga
Kita sebagai seorang anak memiliki tanggung jawab untuk belajar bersungguh-sungguh sehingga dapat membanggakan keluarga.
Nama : Yunita Lestari
NPM : 2213053219

Analisis Jurnal 2
MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI KALANGAN MILLENIAL
Jurnal ini membahas tentang kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema “Menangkal Degradasi Moral di Era Digita bagi Kalangan Milenial” yang dilaksanaka oleh tim pengabdian kepada masyarakat program studi Manajemen Universitas Pamulung. Dosen-dosen Agama Islam di Universitas Pamalung melihat adanya penurunan nilai moral di kalangan generasi milenial pada era digital ini. Banyak dari generasi milenial ini yang menunjukan gejala degradasi moral seperti kurangnya etika dalam berbicara dan berpakaian, perilaku kenakalan remaja seperti seks bebas hingga penyalahgunaan obat-obat terlarang, serta sudah banyak dari mereka yang menjauhi nilai-nilai agama.
Hal inilah yang kemudian melatarbelakangi para dosen Agama Universitas Pamulung untuk memberikan materi pelatihan mellui presentasi dan diskusi kepada siswa0siswi di Mts Inssan Madani. Mereka memahami bahwa siswa-siswi ini adalah generasi penerus bangsa yang akan dihadapkan pada tantangan dari fenomena degradasi moral, dan mereka ingin membantu mereka memahami nilai-nilai moral yang lebih baik agar dapat berkontribusi positif dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu kewajiban dosen untuk memenuhi kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menjadi aksi dari keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan nasional. Adapun saran dari pelatihan menangkal degradasi moral dalam rangka kegiatan PKM ini adalah hendaknya tim dosen ataupun berbagai pihak lainnya turut serta dalam mendukung program untuk membuat para generasi muda, termasuk pemuda agar mempunyai bekal moral yang baik yang berguna bagi mereka. Tidak hanya itu Siswa harus diarahkan dan dibantu agar tidak hanya cerdas dalam akdemis tapi juga mempunayi kemampuan softskill yang baik, terutama bagi siswa yang sedang mencari jati diri. Harapannya pelatihan-pelatihan semacam ini dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan.
Nama : Yunita Lestari
NPM : 2213053219

Analisis Jurnal 1
REKONSTRUKSI EVALUASI PENDIDIKAN MORAL MENUJU HARMONI SOSIAL

Tantangan moral yang menjadi fokus utama dalam perdebatan mengenai identitas bangsa merupakan tanggungjawab bersama seluruh lapisan masyarakat. Namun, pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk dan menghasilkan generasi muda yang unggul, baik dari segi intelektual maupun moral. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan terus menerus dalam sistem pendidikan untuk menjawab kebutuhan moral generasi masa depan.

Secara teoritis, Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan suatu proses pendidikan yang dilakukan oleh pendidik dengan tujuan memberikan pengetahuan, pemahaman, dan pengalaman dalam praktik ajaran agama islamkepada para peserta didik. Sementara itu, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan pendidikan politik yang memiliki tujuan untuk membantu peserta didik menjadi warga Negara yang memiliki kematangan politik dan dapat aktif berkontribusi dalam membangun system politk yang demokratis. Kedua mata pelajaran ini mengandung unsur-unsur moral yang mencakup norma-norma perilaku yang berakhlak, pemahaman agama dan negara yang melindunginya, serta materi tentang toleransi, yang mengajarkan pentingnya menghargai perbedaan di tengah-tengah masyarakat.

Pendidikan moral di sekolah, terutama melalui mata pelajaran seperti Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Kewarganegaraan, memiliki tanggung jawab khusus dalam menanamkan nilai-nilai moral kepada warga Indonesia.