Posts made by yunita Lestari 2213053219

Nama : Yunita lestari
NPM : 2213053219
Kelas : 3F

Analisis Video 4
Etika dan moral dalam keluarga dan pembelajaran (daring SMAN 1 Pandeglang)

Melalui sosial media berbagai macam informasi yang kita temui menjadi tolak ukur dalam pemikiran dan perilaku kita, ada informasi positif dan informasi negative. Sebagai generasi muda tentu kita dituntut untuk mengikuti zaman, namun di sisi lain kita harus mampu melihat mana yang baik dan buruk untuk kehidupan kita karena kita generasi muda yang akan meneruskan bangsa ini. Maraknya kasus-kasus yang kita lihat di sosial media dan media televisi ini menggambarkan perilaku manusia saat ini dan juga menggambarkan perilaku generasi muda saat ini. Hal ini berhubungan dengan etika dan moral.
Secara etimologi moral berasal dari bahasa latin yaitu "mos" secara jamak yaitu "mores" yang berarti kebiasaan atau adat, dalam kamus bahasa Indonesia moral diterjemahkan sebagai aturan kesusilaan mengenai baik buruk salah maupun benar Sedangkan etika menurut Drs. H. Burhanudin Salam menyatakan puasanya etika merupakan cabang ilmu filsafat yang membicarakan tentang nilai dan norma membentuk perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari t
tiga persamaan etika dan moral
1. perbuatan tingkah laku dan sifat seseorang
2. prinsip atau aturan hidup manusia
3. bukan faktor keturunan
Nama : Yunita Lestari
NPM : 2213053219
Kelas : 3F

Analisis Video 3
8 Fungsi Keluarga ( Menerapkan dan Menanamkan Nilai-Nilai Moral dalam Keluarga )

Penanaman dan enerapan ilai-nilai moral melalui 8 fungsi keluarga
1. fungsi agama
Terdiri dari keimanan, ketakwaan, kejujuran, bersyukur, kepedulian, tenggang rasa, kerajinan, kesolehan, ketaatan, suka menolong, disiplin, kesabaran, dan kasih saying.
2.fungsi sosial budaya
Terdiri dari gotong royong, sopan santun, kerukunan, kepedulian, kebersamaan, toleransi, dan kebangsaan.
3. fungsi cinta kasih
Terdiri dari empati atau peka, keakraban, keadilan, pemaaf, kesetiaan, pengorbanan, suka menolong, dan bertanggung jawab.
4. fungsi perlindungan
terdiri dari pemaaf, tanggang rasa, dan ketabahan.
5. fungsi reproduksi
Terdiri dari bertanggung jawab, kesehatan, dan keteguhan.
6. fungsi sosialisasi dan pendidikan
Terdiri dari percaya diri, keluwesan, kebanggaan, kerajinan, kreativitas, bertanggung jawab, dan bekerja sama.
7. fungsi ekonomi
Terdiri dari hemat, ketelitian, disiplin, kepedulian, dan keuletan.
8. fungsi pemeliharaan lingkungan
Terdiri dari kebersihan dan kedisiplinan.
Nama : Yunita Lestari
NPM : 2213053219
Kelas : 3F

Analisis Video 2
Pendidikan Moral Anak Sekolah ( Pendidikan Pancasila )

Dari video tersbut menggambarkan periaku murid dengan moral yang buruk. Video tersebut menampilkan murid atau siswa yang tidak memiliki kesadaran moral yang kuat, ia melakukan tindakan kurang baik seperti melempari temanya dengan kertas saat jam pelajaran dimulai, menabrak guru tanpa meminta maaf bahkan meokok. Ini menunjukan kurangnya pemahaman tentang norma-norma etika dan tanggug jawab terhadap tindakan mereka.
Pendidikan moral memiliki peranan penting dalam hal ini. Melalui pendidikan moral kita dapat membentuk karakter dan perilaku positif dikalangan siswa. Pendidikan moral membantu siswa memahami peran nya dalam masyarakat dan dampak dari tindakan mereka terhadap orang lain.
Nama : Yunita Lestari
NPM : 2213053219
Kelas : 3F

Analisis  Video 1
Pentingnya pendidikan moral untuk anak sekolah dasar

pengertian pendidikan moral
Pendidikan moral merupakan suatu proses yang digunakan untuk menanamkan baik dan buruk mengenai perbuatan untuk mencapai kedewasaan. Pendidikan moral sangat penting untuk anak sekolah dasar karena mereka harus memiliki sikap atau perilaku yang baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. Pendidikan moral ini ditunjukkan untuk anak sekolah dasar sebagai salah satu pendidikan yang harus diterapkan oleh guru.
Adapun terdapat dua penyebab menurunnya moral pada anak
1.Perundungan di sekolah
Dalam era globalisasi sekarang ini pendidikan moral menjadi perhatian utama bagi anak sekolah dasar untuk memiliki kompetensi personal dan social, sehingga bisa menjadi warga negara yang baik. perundungan kerap terjadi di lingkungan sekolah yang dilakukan oleh anak sekolah dasar baik perempuan maupun laki-laki. Perundungan ini yang dimaksud adalah dengan menyakiti korban secara fisik maupun social. Perundungan ini biasanya terjadi karena kurangnya perhatian orang tua terhadap anak sehingga anak membuat keributan dengan cara merunduk teman-temannya agar dapat perhatian guru maupun orang tuanya.
2.Kekerasan fisik dalam keluarga
Hal lain yang menyebabkan perundungan oleh anak secara fisik yaitu dilakukan oleh saudara kandungnya di rumah kepada anak tersebut.
peranan orang tua dan guru
1.satu orang tua
Dalam hal ini kita sangat memerlukan peran orang tua di lingkungan keluarga maupun masyarakat orang tua juga merupakan model yang penting untuk perkembangan moral anak karena anak-anak suka meniru perilaku-perilaku orang tuanya.
2.peranan guru
Guru berperan untuk memperkaya dan memperkokoh kepribadian anak
Nama : Yunita Lestari
NPM : 2213053219
Kelas : 3F

Analisis Jurnal 2
Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini

Pendidikan memiliki pernana yang krusial dalam membentuk sosok idividu dengan karakter unggul dan moral yang baik. Pendidikan moral perlu ditanamkan kepada anak sejak usia dini, sebab usia dini merupakan saat yang baik untuk mengembangkan kecerdasan moral anak.
Di dalam moral yang digunakan sebagai acua untuk menilai apakah suatu tndakan baik atau buruk, itu bergantung pada adat istiadat yang berlaku dalam masyarakat. Nilai-nilai moral yang bersifat objectivistic dikategorikan sebagai moral kesusilaan, seperti kejujuran, keadilan, keikhlasan, tanggung jawab dan lain-lain. Adapun nilai-nilai moral yang bersifat relativistic dikategorikan sebagai moral kesopanan, seperti berbicara secara sopan, hormat kepada orang yang lebih tua, tidak bertamu pada jam istirahat dan sebagainya.

Di dalam penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini dapat menggunakan berbagai metode yaitu metode bermain, bercerita, pemberian tugas dan bercakap- cakap, penggunaan metode tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi dan karakter anak yang menjadi sumber pertimbangan utama. Sebab metode akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini.