Posts made by yunita Lestari 2213053219

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 2

by yunita Lestari 2213053219 -
Nama : Yunita Lestari
NPM : 2213053219
Kelas : 3F

Analisis Video 2

Video tersebut menunjukkan sebuah berita seorang pelajar yang tewas akibat berkelahi dengan temannya dan yang membuat miris adalah perkelahian yang dilakukan terjadi dilingkungan sekolah . Tentu hal tersebut merupakan berita yang sangat tragis dan menyedihkan. Perkelahian anatar pelajar dilingkungan sekolah adalah masalah yang sangat serius dan memerlukan perhatian khusus dari pihak sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Peristiwa seperti ini mengingatkan kembali kepada kita akan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman inklusif dan mendukung pertumbuhan serta perkembangan positif para siswa.

Beberapa hal yang perlu kita perhatikan dari peristiwa yang telah terjadi ialah adanya kelalaian pihak sekolah, hal ini berkaitan dengan kurangnya pengawasan dan kedisiplinan dari pihak sekolah terhadap siswa sehingga siswa dapat melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Guru juga dapat berperan dalam terjadinya tindakan kekerasan yang terjadi dilingkungan sekolah, yaitu dengan dilakukannya evaluasi terhadap guru-guru yang mengajar di sekolah tersebut. Siswa juga diharapkan mendapat konseling untuk membantu mereka mengatasi masalah dan konflik yang terjadi. Dan yang terakhir adalah pemberian pendidikan moral yang tentu sangat penting dalam mengatasi isu kekerasan di lingkungan sekolah. Pendidikan moral dapat membantu siswa memahami nilai-nilai yang baik dan buruk serta mengembangkan kemampuan untuk berpikir kritis dan mengambil keputusan yang tepat.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 1

by yunita Lestari 2213053219 -
Nama : Yunita Lestari
NPM : 2213053219
Kelas ; 3F

Analisis Video 1

Video tersebut memberikan analogi tentang kereta yang akan menabrak 5 orang yang terikat di suatu rel namun terdapat belokan dan satu orang terikat juga di rel tersebut, lalu manakah yang lebih pantas diselamatkan? Apakah mengorbankan satu orang untuk menyelamatkan 5 orang dapat dibenarkan demi kepentingan yang lebih besar Beberapa orang mungkin berpendapat bahwa tindakan ini merupakan tindakan yang bermoral karena menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi banyak orang namun ada juga yang berpendapat bahwa tindakan tersebut tidak bermoral karena melibatkan tindakan aktif membahayakan satu individu dalam kehidupan nyata Dilema semacam ini seringkali lebih kompleks daripada analogi kereta mengorbankan yang lebih sedikit untuk menyelamatkan yang lebih banyak bisa menjadi dasar moral dalam beberapa situasi Adapun penggunaan argumen moral seperti ini oleh penguasa atau kelompok tertentu dapat menjadi alasan yang meragukan misalnya penggunaan etika untuk membenarkan peperangan atau diskriminasi terhadap minoritas yang sering kali menjadi kontroversial dan dapat membahayakan hak-hak individu serta prinsip-prinsip keadilan.
Nama: Yunita Lestari
NPM : 221053219
Kelas : 3F

Pembentukan nilai-nilai moral, sosial, dan budaya di kalangan anak-anak dan remaja merupakan tanggung jawab bersama dari orang tua, masyarakat, dan pemerintah. Hal ini merupakan prinsip dasar yang telah dikenal sejak awal kemerdekaan Republik Indonesia dan diidentifikasi sebagai Tri Pusat Pendidikan oleh Ki Hajar Dewantoro pada tahun 1964. Konsep Tri Pusat Pendidikan ini menggarisbawahi pentingnya peran tiga entitas utama ini dalam membentuk karakter generasi muda.Namun, dalam realitas kehidupan sehari-hari, seringkali kita melihat ketidaksinergisan yang optimal antara ketiga lingkungan pendidikan tersebut. Dalam berbagai konteks pendidikan, terdapat penyimpangan dari nilai-nilai moral dan norma yang tidak selaras dengan realitas sosial budaya masyarakat Indonesia.

Menghadapi masa depan, penting bagi ketiga lingkungan pendidikan ini untuk meningkatkan kerjasama yang lebih kuat, koordinasi yang lebih sistematis, dan saling mendukung. Semua ini harus dilakukan dengan landasan nilai-nilai agama yang suci. Kita sebagai anak bangsa harus memiliki tekad untuk mengembalikan kokohnya jati diri bangsa ini. Tujuannya adalah agar kita menjadi bangsa yang cerdas secara intelektual, lembut dalam hati nurani, dan terampil dalam tindakan.Dalam perjalanan menuju masa depan yang lebih cemerlang, kita harus berusaha untuk menjadi bangsa yang maju. Kita harus memastikan bahwa pendidikan yang diberikan kepada generasi muda tidak hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada nilai-nilai moral dan budaya. Kita ingin menjadi bangsa yang memiliki integritas moral yang kuat dan budaya yang kaya, sesuai dengan warisan leluhur kita.Semua upaya ini juga seharusnya dilakukan dengan penuh rasa hormat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Keberhasilan dalam membentuk generasi yang berakhlak baik dan berbudaya akan menjadi berkah dan ridho-Nya. Dengan tekad yang kuat, kerjasama yang baik, dan komitmen bersama, kita dapat menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang maju, bermoral, dan berbudaya sesuai dengan visi kita yang luhur.
Nama : Yunita Lestari
NPM : 2213053219

Pengertian moral adalah suatu tuntutan perilaku yang baik yang dimiliki individu sebagai moralitas, yang tercermin dalam pemikiran/konsep, sikap, dan tingkah laku. Sedangkan nilai atau “value” (bahasa Inggris) termasuk bidang kajian filsafat. Persoalan-persoalan tentang nilai dibahas dan dipelajari salah satu cabang filsafat yaitu filsafat nilai (Axiology, Theory of Value). Filsafat sering juga diartikan sebagai ilmu tentang nilai-nilai. Nilai moral Pancasila adalah suatu pedoman bagi masyarakat untuk bertindak hidup sebagaimana telah diatur dalam Pancasila atau ideologi Indonesia. Pendidikan Moral Pancasila merupakan pendidikan yang berupaya untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Adapun nilai moral dan hukum memiliki keterkaitan yang sangat erat. Moralitas identik dengan perbuatan baik dan buruk (etika) yang mana cara pengukurannya adalah melalui nilai-nilai yang terkandung dalam perbuatan tersebut. Nilai, moral, dan hukum mempunyai fungsi yaitu untuk melayani manusia. Pertama, berfungsi mengingatkan manusia untuk melakukan kebaikan demi diri sendiri dan sesama sebagai bagian dari masyarakat. Kedua, menarik perhatian pada permasalahan-permasalahan moral yang kurang ditanggapi manusia. Ketiga, dapat menjadi penarik perhatian manusia kepada gejala “Pembiasaan emosional”. Selain itu, fungsi dari nilai, moral, dan hukum yaitu dalam rangka untuk pengendalian dan pengaturan. Pentingnya sistem hukum ialah sebagai perlindungan bagi kepentingan-kepentingan yang telah dilindungi agama, kaidah kesusilaan, dan kaidah kesopanan karena belum cukup kuat untuk melindungi dan menjamin mengingat terdapat kepentingan-kepentingan yang tidak teratur. Hukum yang mengatur kehidupan masyarakat dan nyata berlaku dalam masyarakat, disebut hukum positif.


3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video

by yunita Lestari 2213053219 -
Nama : Yunita Lestari
NPM : 213053219
Kelas : 3F

Dari video tersebut dapat kita ketahui apa saja nilai-nilai yang perlu kita teladani dan lakuka dalam kehidupa sehari-hari
1. Ketuhanan yang maha esa
Sila pertama mengajak kita untuk percaya terhadap tuhan dan melaksanakan perintahnya. Adapun contoh pengamalan pancasila pada sila pertama ialah:
• bersyukur pada tuhan
• beribadah sesuai dengan agama yang dianut
• tidak memaksakan suatu agama kepada orang lain
• berdoa sebelum dan sesudah makan
• menghormati agama orang lain
2. Kemanusiaan yang adil dan beradap
Sila kedua mengajak kita untuk bersikap saling mencintai sesama manusia. Berikut beberapa contoh pengamalan pancasila pada sila kedua ialah:
• membantu korban bencana alam
• membantu adik belajar
• bersikap sopan kepada orang tua
• tidak berperilaku kasar kepada orang lain
• menolong teman yang sedang kesulitan
3.Persatan Indonesia
Sila ketiga ini mengajak kita untuk mencintai tanah air. Berikut beberapa contoh pengamalan pancasila sila ketiga ialah:
• mengikuti upacara bendera dengan tertib
• mencintai dan bangga menggunakan barang buatan Indonesia
• berteman tidak membeda-bedakan suku dan agama
• melestarikan kebudayaan daerah
• bermain dengan rukun
4. Kerayatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Pada sila ke empat ini, kita diajak untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan sebuah masalah. Berikut beberapa contoh pengamalan pancasila pada sila ke empat ialah:
• menyampaikan pendapat
• saling menghargai pendapat
• menerima musyawarah dengan lapang dada
• berdiskusi/kerja kelompok
• musyawarah dalam pemilihan ketua kelas
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
Pada sila ke lima ini, kita diajak untuk bersikap adil pada sesama. Beikut merupakan contoh pengamalan pancasila pada sila kelima ialah:
• tidak curang kepada orang lain
• menghargai hasil karya orang lain
• tidak boros dan suka menabung
• bergotong royong saat membersihkan kelas
• menunakan hak dan kewajiban dengan seimbang


Setelah mengetahui apa saja contoh-contoh pengamalan dalam pancasila, tentu kita juga perlu tindakan nyata dalam pengamalanya pada kehidupan sehari-hari. Berikut beberpa hal yang bisa dilakukan agar kita dapat dapat meneladani dan menerapkan nilai nilai tersebut:
• Memanfaatkan platform media sosial dan teknologi informasi untuk menyebarkan nilai-nilai Pancasila
• Meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan
• Menunjukkan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari tentang bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diimplementasikan
• Menggunakan tokoh pemengaruh (influencer) di media sosial sebagai media untuk menyebarkan nilai-nilai Pancasila