Foklore bukan lisan tentang makanan tradisional dan obat-obatan tradisional merupakan salah satu bentuk
foklore yang cukup populer di Indonesia.
Foklore ini biasanya berupa
cerita rakyat, dongeng, legenda, mitos, dan puisi rakyat yang menceritakan tentang asal-usul, cara membuat, dan manfaat dari makanan tradisional dan obat-obatan tradisional.
Berikut adalah beberapa contoh
foklore bukan lisan tentang makanan tradisional dan obat-obatan tradisional di Indonesia:
Cerita rakyat "Nasi Tumpeng" menceritakan tentang asal-usul nasi tumpeng, yaitu makanan tradisional Jawa yang sering disajikan dalam upacara adat. Menurut
cerita rakyat ini, nasi tumpeng pertama kali dibuat oleh Dewi Sri, dewi padi dalam mitologi Jawa. Dewi Sri membuat nasi tumpeng untuk merayakan panen padi yang berhasil.
Dongeng "Jamu Gendong" menceritakan tentang asal-usul jamu gendong, yaitu penjual jamu tradisional yang sering ditemui di pasar-pasar tradisional di Indonesia. Menurut dongeng ini, jamu gendong pertama kali dibuat oleh seorang nenek bernama Mbok Jamu. Mbok Jamu membuat jamu untuk mengobati penyakit-penyakit yang sering dialami oleh masyarakat.
Legenda "Sirih Kuning"menceritakan tentang asal-usul sirih kuning, yaitu tanaman obat tradisional yang sering digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Menurut legenda ini, sirih kuning pertama kali ditemukan oleh seorang pemuda bernama Arjuna. Arjuna menemukan sirih kuning di dalam hutan dan kemudian menggunakannya untuk mengobati luka-lukanya.
Mitos "Akar Bajakah"menceritakan tentang khasiat akar bajakah untuk mengobati kanker. Menurut mitos ini, akar bajakah merupakan obat tradisional yang sangat ampuh untuk mengobati kanker. Akar bajakah ini berasal dari Kalimantan Tengah dan telah digunakan oleh masyarakat setempat sejak lama untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk kanker.
Puisi rakyat "Buah Nanas"menceritakan tentang manfaat buah nanas untuk kesehatan. Menurut puisi rakyat ini, buah nanas memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, seperti menyembuhkan sariawan, menurunkan kolesterol, dan mencegah kanker.
Foklore bukan lisan tentang makanan tradisional dan obat-obatan tradisional memiliki beberapa fungsi, yaitu:
Fungsi hiburan, yaitu untuk menghibur masyarakat.
Fungsi pendidikan, yaitu untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang pentingnya makanan tradisional dan obat-obatan tradisional.
Fungsi sosial, yaitu untuk mengintegrasikan masyarakat.
Fungsi religius, yaitu untuk mengekspresikan keyakinan religius masyarakat.
Foklore bukan lisan tentang makanan tradisional dan obat-obatan tradisional dapat menjadi sarana untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa. Oleh karena itu, penting untuk menjaga dan melestarikan
foklore ini, baik secara lisan maupun tertulis.