Kiriman dibuat oleh FARISA ALICIA 2213053026

Nama : FARISA ALICIA
NPM : 2213053026

Izin menjawab pertanyaan dari saudari muadhatus

Dalam Kurikulum Merdeka, beberapa strategi diterapkan untuk memastikan bahwa penilaian dalam mata pelajaran IPS tidak hanya menilai pengetahuan, tetapi juga kemampuan siswa dalam berpikir kritis dan menyelesaikan masalah. Salah satu strateginya adalah penilaian berbasis proyek, di mana siswa terlibat dalam proyek-proyek yang menuntut pemahaman mendalam dan aplikatif terhadap konsep-konsep IPS, mendorong mereka untuk menganalisis informasi dan menemukan solusi untuk masalah nyata. Penilaian otentik juga diterapkan, yang mencerminkan situasi nyata atau kontekstual, sehingga guru dapat menilai kemampuan siswa dalam mengaitkan materi IPS dengan masalah sosial yang relevan, bukan hanya melalui tes atau hafalan. Selain itu, asesmen formatif dan reflektif digunakan selama proses pembelajaran untuk memantau perkembangan siswa dan memberikan umpan balik, sementara refleksi membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Diskusi dan kolaborasi juga menjadi bagian penting, di mana siswa didorong untuk berdiskusi dan bekerja sama, sehingga mereka dapat mempertimbangkan berbagai sudut pandang dan menyelesaikan masalah secara kolektif. Terakhir, penggunaan portofolio dan observasi langsung oleh guru memberikan gambaran lebih menyeluruh mengenai perkembangan kemampuan berpikir kritis dan penyelesaian masalah siswa dalam berbagai aktivitas pembelajaran. Dengan strategi ini, penilaian dalam IPS mencakup aspek keterampilan kritis dan kolaboratif, tidak terbatas pada pengetahuan kognitif semata.
Nama : FARISA ALICIA
NPM : 2213053026

Izin menjawab pertanyaan saudari ninda

Struktur kurikulum IPS dalam Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas bagi guru untuk merancang pembelajaran yang inovatif dan relevan melalui capaian pembelajaran (CP) yang lebih terbuka, pembelajaran berbasis proyek, dan integrasi nilai Profil Pelajar Pancasila. Namun, keberhasilan penerapannya bergantung pada kreativitas dan kompetensi guru, serta ketersediaan pelatihan dan sumber daya yang memadai. Panduan yang diberikan cukup fleksibel, tetapi mungkin masih kurang jelas bagi guru yang membutuhkan arahan lebih praktis dalam implementasi.