Nama: Safira Sita Salsabilla
NPM : 2213053027
Analisis Jurnal 2
A. Identitas Jurnal
Judul: PENDEKATAN PENDIDIKAN NILAI SECARA KOMPREHENSIF SEBAGAI SUATU ALTERNATIF PEMBENTUKAN AKHLAK BANGSA
Penulis: Darmiyati Zuchdi
Tahun terbit: 2001
Halaman: 8 Halaman
Kata kunci: pendidikan nilai/moral, pendekatan komprehensif, pembentukan karakter
B. Hasil Analisis
Pendekatan Komprehensif
Istilah komprehensif yang digunakan dalam pendidikan nilai mencakup berbagai aspek. Pertama, isi pendidikan nilai harus komprehensif, meliputi semua permasalahan yang berkaitan dengan nilai mulai pilihan nilai-nilai yang bersifat pribadi sampai pertanyaan-pertanyaan yang mengenai etika secara umum. Kedua, metode pendidikan nilai juga harus komprehensif, termasuk didalamnya inkulkasi (penanaman) nilai, pemberian teladan, dan penyiapan generasi muda agar dapat mandiri dengan mengajarkan dan memfasilitasi pembuatan keputusan moral secara bertanggung jawab dan keterampilan- keterampilan hidup yang lain. Ketiga, Pendidikan nilai hendaknya terjadi dalam keseluruhan proses pendidikan di kelas, dalam kegiatan ekstrakurikuler, dalam proses bimbingan dan penyuluhan, dalam прасага прасага pemberiaan penghargaan, dan semua aspek kehidupan. Keempat pendidikan nilai hendaknya terjadi melalui kehidupan dalam masyarakat.
1. Realisasi nilai
Realisasi nilai merupakan istilah yang diutarakan oleh Sidney Simon pada tahun 1980. Semua pendekatan untuk menolong individu menentukan, menyadari, mengimplemen tasikan, bertindak dan mencapai nilai-nilai yang mereka yakini dalam kehidupan. termasuk pendekatan realisasi nilai.
2. Pendidikan Watak
Tujuan pendidikan watak adalah mengajarkan nilai-nilai yang diterima secara Juas sebagai landasan perilaku yang baik dan bertanggung jawab Nilai-nilai ini juga digambarkan sebagai perilaku moral.
3. Pendidikan Kewarganegaraan
Di Amerika Serikat kurikulum untuk pendidikan kewargane garaan berisi "nilai-nilai fundamental" : kesejahteraan masyarakat, hak-hak indivi- dual, keadilan, persamaan hak, kebinekam, kebenaran, dan patriotisme. Di Indonesia, nilai-nilai Pancasila telah di ajarkan di semus jenjang pendidikan.
4. Pendidikan Moral
Pendidikan moral mencakup penge- tahuan, sikap, kepercayaan, ketrampilan, dan perilaku yang baik, jujur, dan penyayang dapat dinyatakan dengan istilah" bermoral" Tujuan utama pendidikan moral adalah menghasilkan individu yang otonom, yang memahami nilai-nilai moral dan memiliki komitmen untuk bertindak konsisten dengan nilai-nilai tersebut.
Di atas pengetahuan moral, ketrampilan bernalar mengenai persoalan moral, serta perasaan kasihan dan mengutamakan kepentingan orang lain, ada sikap lain yang menunjukan kematangan moral. Hal ini disebut "tendensi moral". Beberapa dari tendensi moral ini adalah: suara hati- menyadari standar moral dan etika dan prihatin apabila seseorang tidak mengindah- kanya mencintai kebaikan-memiliki komitmen pada kebenaran dan bertindak benar, dan sebagainya.