Kiriman dibuat oleh Safira Sita Salsabilla 2213053027

Nama: Safira Sita Salsabilla
NPM : 2213053027

Analisis Vidio 2
Dari Vidio yang berjudul "PENDEKATAN PENTAHELIX PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL" dapat dianalisis bahwa Nilai artinya memberikan harga pada suatu konsep yang dihadapi sedangkan moral berasal dari kata "morse," yang berarti kebiasaan-kebiasaan berulang oleh sekelompok orang.

Beberapa Pendekatan Pentahelix antara lain sebagai berikut.
1. Pemerintah
Pemerintah membuat UU Nomor 12 tahun 2012 mengenai pendidikan tinggi pasal 35 tentang kurikulum ayat 3 yang mana agama, Pancasila, pendidikan kewarganegaraan, dan bahasa Indonesia wajib ada di dalam dunia pendidikan sebagai upaya penanaman nilai.
2. Masyarakat atau komunitas
Kebiasaan-kebiasaan di masyarakat akan membantu untuk menanamkan nilai
3. Akademisi
Guru maupun dosen atau siapapun yang bekerja di bidang akademisi pasti akan melakukan transfer of knowledge serta transfer of value di dalamnya.
4. Pengusaha atau pemilik
Penerapan nilai erat kaitannya dengan bidang tersebut
5. Media
Penanaman nilai dapat di lakukan melalui berbagai media elektronik dan berbagai media sosial.

Herman(1972) mengemukakan bahwa value is neither taught nor cought, it is learned yang bermakna bahwa substansi nilai tidak semata mata di tangkap dan di ajarkan namun harus juga dicerna kemudian diinternalisasikan dan dibakukan di dalam diri kita. Cara menilai kualitas orang dapat dilihat dari penerapan nilai di dalam dirinya.

Beberapa aliran dalam pengajaran nilai yaitu sebagai berikut.
1. Aliran Relativisme
Nilai tidak bisa diajarkan karena hakikat nilai bersifat relatif, subjektif, temporer, dan situasional.
2. Aliran Kebebasan atau Value Free
Nilai tidak perlu dan tidak boleh diajarkan karena bertentangan dengan kodrat kebebasan dasar manusia untuk menentukan pilihannya secara bebas dan mandiri. Penanaman nilai dan Penerapan nilai salah satu penting bagi kehidupan seorang manusia untuk menjalani kehidupan.
Nama: Safira Sita Salsabilla
NPM : 2213053027

Analisis Jurnal 2
A. Identitas Jurnal
Judul: PENDEKATAN PENDIDIKAN NILAI SECARA KOMPREHENSIF SEBAGAI SUATU ALTERNATIF PEMBENTUKAN AKHLAK BANGSA
Penulis: Darmiyati Zuchdi
Tahun terbit: 2001
Halaman: 8 Halaman
Kata kunci: pendidikan nilai/moral, pendekatan komprehensif, pembentukan karakter

B. Hasil Analisis
Pendekatan Komprehensif
Istilah komprehensif yang digunakan dalam pendidikan nilai mencakup berbagai aspek. Pertama, isi pendidikan nilai harus komprehensif, meliputi semua permasalahan yang berkaitan dengan nilai mulai pilihan nilai-nilai yang bersifat pribadi sampai pertanyaan-pertanyaan yang mengenai etika secara umum. Kedua, metode pendidikan nilai juga harus komprehensif, termasuk didalamnya inkulkasi (penanaman) nilai, pemberian teladan, dan penyiapan generasi muda agar dapat mandiri dengan mengajarkan dan memfasilitasi pembuatan keputusan moral secara bertanggung jawab dan keterampilan- keterampilan hidup yang lain. Ketiga, Pendidikan nilai hendaknya terjadi dalam keseluruhan proses pendidikan di kelas, dalam kegiatan ekstrakurikuler, dalam proses bimbingan dan penyuluhan, dalam прасага прасага pemberiaan penghargaan, dan semua aspek kehidupan. Keempat pendidikan nilai hendaknya terjadi melalui kehidupan dalam masyarakat.

1. Realisasi nilai
Realisasi nilai merupakan istilah yang diutarakan oleh Sidney Simon pada tahun 1980. Semua pendekatan untuk menolong individu menentukan, menyadari, mengimplemen tasikan, bertindak dan mencapai nilai-nilai yang mereka yakini dalam kehidupan. termasuk pendekatan realisasi nilai.

2. Pendidikan Watak
Tujuan pendidikan watak adalah mengajarkan nilai-nilai yang diterima secara Juas sebagai landasan perilaku yang baik dan bertanggung jawab Nilai-nilai ini juga digambarkan sebagai perilaku moral.

3. Pendidikan Kewarganegaraan
Di Amerika Serikat kurikulum untuk pendidikan kewargane garaan berisi "nilai-nilai fundamental" : kesejahteraan masyarakat, hak-hak indivi- dual, keadilan, persamaan hak, kebinekam, kebenaran, dan patriotisme. Di Indonesia, nilai-nilai Pancasila telah di ajarkan di semus jenjang pendidikan.

4. Pendidikan Moral
Pendidikan moral mencakup penge- tahuan, sikap, kepercayaan, ketrampilan, dan perilaku yang baik, jujur, dan penyayang dapat dinyatakan dengan istilah" bermoral" Tujuan utama pendidikan moral adalah menghasilkan individu yang otonom, yang memahami nilai-nilai moral dan memiliki komitmen untuk bertindak konsisten dengan nilai-nilai tersebut.

Di atas pengetahuan moral, ketrampilan bernalar mengenai persoalan moral, serta perasaan kasihan dan mengutamakan kepentingan orang lain, ada sikap lain yang menunjukan kematangan moral. Hal ini disebut "tendensi moral". Beberapa dari tendensi moral ini adalah: suara hati- menyadari standar moral dan etika dan prihatin apabila seseorang tidak mengindah- kanya mencintai kebaikan-memiliki komitmen pada kebenaran dan bertindak benar, dan sebagainya.
Nama: Safira Sita Salsabilla
NPM : 2213053027

Analisis Jurnal 1
A. Identitas Jurnal
Judul : Pendidikan Moral Di Sekolah
Penulis : Rukiyati
Tahun : 2017
No : 1
Th : XVII
Nama jurnal : Jurnal Humanika
Kata Kunci : Tujuan pendidikan, nilai moral, sekolah dan komprehensif.

B. Hasil Analisis
Sekolah merupakan lingkungan mikrosistem. Di dalam mikrosistem ini, seorang individu berinteraksi langsung dengan orang tua, guru-guru, teman sebaya dan yang lain.Tidak dapat dipungkiri bahwa pendidik utama di sekolah adalah guru. Sekolah sebagai tempat demokratis yang didedikasikan untuk membentuk pemberdayaan diri dan sosial. Oleh karena guru adalah ujung tombak untuk mewujudkan moral yang baik dalam diri peserta didik, maka guru terlebih dahulu harus bermoral baik pula. Dengan demikian, pendidikan moral yang dilaksanakan oleh guru akan lebih mudah diterima dan diteladani oleh para peserta didiknya.

Pada intinya materi pendidikan moral mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Zuriah, 2010). Kirschenbaum (1995: 31) mengusulkan 100 cara atau metode pendidikan moral, yang dipayungi dalam lima kategori besar metode pendidikan moral yaitu penanaman (inkulkasi) nilai-nilai dan moralitas, modeling nilai-nilai dan moralitas, fasilitasi nilai-nilai dan moralitas, kecakapan untuk mengembangkan nilai dan melek moral, pelaksanaan program pendidikan nilai di sekolah.

Di samping keempat aspek (isi, metode, proses dan pendidik), pendidikan nilai juga memerlukan evaluasi yang komprehensif untuk mengetahui ketercapaian tujuan. Tujuan pendidikan nilai meliputi tiga kawasan, yakni penalaran nilai/moral, perasaan nilai/moral dan perilaku nilai/moral. Maka, evaluasi pendidikan nilai juga mencakup tiga ranah tersebut. berupa evaluasi penalaran moral, evaluasi karakteristik afektif, dan evaluasi perilaku (Darmiyati, 2009: 51). Terkait dengan evaluasi pendidikan moral, dalam teori pendidikan Islam juga menitikberatkan pada evaluasi sikap dan perilaku.
Nama: Safira Sita Salsabilla
NPM : 2213053027
Kelas: 3G

Vidio tersebut menjelaskan tentang "PERAN PENDIDIK SD DALAM MENANAMKAN PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL MELALUI PPKN"
Kesadaran nilai moral mengarahkan anak untuk mampu membuat pertimbangan secara matang atas perilakunya dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun di masyarakat. Masalah moral adalah masalah yang sekarang ini sangat menyita perhatian, terutama dari para Pendidik, Alim Ulama, Pemuka masyarakat, dan orang tua. Pendidikan moral sangat penting disosialisasikan kepada seluruh peserta didik demi kemajuan sekolah, bangsa, dan negara.

Pentingnya PPKN dalam Pendidikan Nilai dan Moral adalah sebagai berikut.
a. Pembangunan watak atau karakter
b. Secara makro PKn juga merupakan wahana sosial- pedagogis pencerdasan kehidupan bangsa
c. Acuan penerapan keberhasilan pendidikan moral di sekolah
d. Jembatan untuk menuju pendidikan moral yang baik

Peran Pendidik Menanamkan Pentingnya Pendidikan Nilai Moral melalui PPKN yaitu:
1. Pendekatan Indoktrinasi yang akan membantu peserta didik untuk tumbuh menjadi dewasa.
2. Klarifikasi Nilai
3. Teladan atau Contoh
4. Pembiasaan dalam Perilaku

Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan
A. Memberikan pengertian, pengetahuan, dan pemahaman tentang Pancasila
B. Menanamkan nilai-nilai moral Pancasila ke dalam diri anak didik
C. Meletakkan dan membentuk pola pikir yang sesuai dengan Pancasila
D. Menggugah kesadaran anak didik sebagai warga negara dan warga
E. Menberiakan motivasi agar dalam setiap langkah laku lampahnya bertindak dan berperilaku sesuai Pancasila
F. Mempersiapkan anak didik untuk menjadi warga negara dan warga masyarakat Indonesia yang baik
G. Pentiangunan watak dan karakter