Posts made by INDAH APRILIA WINDIYANI

Nama : Indah Aprilia Windiyani
NPM : 2213053033

Analisis Jurnal 2
Judul: "Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini"


Moral menurut Sjarkawi, (2006: 28), mengemukakan bahwa moral merupakan pandangan tentang baik dan buruk, benar dan salah, apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan. Selain itu moral juga merupakan seperangkat keyakinan dalam suatu masyarakat berkenaan dengan karakter atau kelakuan dan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.
Nilai-Nilai Moral
Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2000: 52-55) nilai moral memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Berkaitan dengan tanggung jawab
2. Berkaitan dengan hati nurani
3. mewajibkan kita secara absolute dan dengan tidak bisa ditawar-
tawar.
4. Bersifat formal

Pengertian anak usia dini
Menurut Isjoni, (2009: 19-24), Anak usia dini adalah individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat.
Anak usia dini merupakan anak yang berusia 0-6 tahun. Anak usia dini memiliki karakteristik tersendiri (Isjoni, 2009:24-26), diantaranya yaitu:
a. Usia 0-1 tahun
1). Mempelajari keterampilan motorik
2). Mempelajari menggunakan panca indera.
3).Mempelajari komunikasi sosial.
b. Usia 2-3 tahun
1). Anak sangat aktif mengeksplorasi benda.
2). Mulai mengembangkan kemampuan berbahasa.
3). Mulai mengembangkan emosi.
c. Usia 4-6 tahun
1). Berkaitan dengan perkembangan fisik,
2).Perkembangan bahasa semakin baik.
3). Perkembangan kognitif sangat pesat.
4). Bentuk permainan anak masih bersifat individu.

Menurut,Hamid Darmadi, (2007: 56-57) Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini dapat dilakukan dengan berbagai macam metode yaitu :
1. Metode bermain,
2. Metode Bercerita,
3. Metode Pemberian Tugas, untuk melatih kesabaran seorang anak, mengajari untuk bertanggung jawab terhadap apa yang telah menjadi tugasnya,
4. Metode Bercakap-Cakap, melalui bercakap-cakap pendidik mengajarkan aturan, nilai, dan norma yang berlaku di masyarakat.
Cara pelaksanaan penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini
Pada pendidikan non formal, cara penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini bisa dilakukan melalui pendidikan keluarga dan pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan.
Pendidikan formal dapat dilakukan melalui kegiatan pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan lingkungan bermain, kegiatan inti dan kegiatan penutup.
Nama: Indah Aprilia Windiyani
NPM: 2213053033

Analisis Jurnal

Identitas jurnal
Nama jurnal: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Prodi PGSD FKIP Unsyiah
Volume: 1
Nomor: 1
Tahun: 2016
Judul: Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Siswa di Sd Negeri Lampeuneurut
Penulis: Ruslan, Rosma Elly, Nurul Aini

Penanaman nilai-nilai moral bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang mempunyai moral yang baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan mungkin menghancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan merosotnya moral anak, diantaranya yaitu: “a) Penyalahgunaan sebagian ajaran moral, b) Penyalahgunaan Konsep- Konsep Moral, c) Masuknya Budaya Westernisasi (budaya kebarat-baratan), d)Perkembangan Teknologi, e) Lemahnya Mental Generasi Bangsa, dan f)Kurangnya Materi Aplikasi tentang Budi Pekerti” (dalam Anggun,2013:5).

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Nilai moral yang banyak ditanamkan yaitu kebiasaan berdoa sebelum memulai pelajaran, tidak membedakan siswa yang pintar dan kurang pintar, mengajarkan saling menghargai perbedaan pendapat, mengajarkan melakukan sendiri tugas yang menjadi tanggung jawabnya, mengajarkan sikap berani dan sportif, dan mengajarkan pentingnya pembagian tugas piket secara bergiliran. Sedangkan untuk nilai-nilai moral yang tidak banyak ditanamkan yaitu mengajarkan sikap baris-berbaris yang tertib, tidak membedakan perlakuan antara siswa laki-laki dan perempuan saat pembelajaran, mengajarkan mengoreksi hasil ulangan/soal secara jujur, dan mengajarkan menjaga lingkungan hidup.

Penanaman nilai-nilai moral bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang mempunyai moral yang baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan mungkin menghancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang. Guru menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa melalui semua mata pelajaran, dengan cara menyisipkan nilai- nilai moral tertentu, maupun guru itu sendiri yang menjadi contoh panutan karena jika guru memberikan contoh yang konkret kepada siswa maka akan lebih cepat untuk diterima.

Nilai kemandirian: Mengajarkan melakukan sendiri tugas yang menjadi tanggung jawabnya seperti member latihan individu tanpa ada yang menyontek dan apabila kedapatan akan diberi sanksi yang tegas. Nilai tanggung jawab: Mengajarkan Pentingnya pembagian tugas tugas piket secara bergiliran, karena tidak akan menciptakan kecemburuan diantara masing-masing siswa apabila semua siswa mendapatkan piket dan pekerjaan yang dilakukan bersama-sama akan cepat selesai.
Nilai gender: Mengajarkan tidak membedakan perlakuan antara siswa laki-laki dan perempuan karena semua sama di mata seorang guru dan memberi kesempatan yang sama kepada keduanya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Nilai keadilan: tidak membedakan siswa yang pintar dan kurang pintar karena tugas guru membimbing semua siswanya agar menjadi pintar jadi tidak ada perlakuan yang berbeda antara siswa yang pintar dan kurang pintar hanya saja memberi lebih banyak bimbingan/arahan kepada siswa yang kurang pintar.
Daya juang: mengajarkan sikap berani dan sportif, ini terlihat ketika di dalam kelas siswa berani bahkan berebut untuk maju ke papan tulis menyelesaikan soal dan berani mengemukakan pendapatnya. Hidup sehat: dengan mengajarkan hidup sehat akan menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman dalam belajar. Dan sopan- santun: merupakan hal yang sangat perlu diajarkan kepada siswa karena di dalam kehidupan sehari-hari siswa harus bersikap sopan baik kepada guru maupun teman-temannya.

Adapun nilai-nilai moralitas dan budi pekerti yang perlu ditanamkan pada jenjangSekolah Dasar adalah sebagai berikut:
1). Nilai Religius
2). Nilai Sosialitas
3).Nilai Gender
4). Nilai Keadilan
5). Nilai Demokrasi
6). Nilai Kejujuran
7). Nilai Kemandirian
8). Nilai Daya juang
9). Nilai Tanggung jawab, dan
10). Nilai Penghargaan terhadap lingkungan”
(dalam Zuriah, 2007:46-50).

Nama: Indah Aprilia Windiyani

NPM : 2213053032

ANALISIS VIDEO 2

Pendidikan Moral di Sekolah Dasar

Pendidikan Moral adalah usaha yang dilakukan secara terencana untuk mengubah sikap, perilaku, tindakan kelakuan yang dilakukan peserta didik agar mampu berinteraksi dengan lingkungan masyarakatnya sesuai dengan nilai moral  dan kebudayaan setempat.

Tahap tahap perkembangan moral

1. Usia 6- 12 Bulan orang tua akan memandu dan melindungi bayi

2. Usia 12- 18 bulan membuat komitmen sesuai dengan keadaan 

3. Usia 18- 30 bulan anak menunjukan perilaku menolong, merasa salah, merasa malu, empati 

4. Usia 30- 36 bulan agresi fisik berkurang, lebih banyak verbal

5. Usia 3- 4 tahun perilaku menolong lebih lazim motifnya agar mendapat pujian dan mencari penolakan 

6. Usia 4- 6 tahun penalaran moral makin terlihat

7. Usia 7- 8 tahun penalaran moral makin fleksibel

8. Usia 9-  11 tahun penalaran moral makin dipandu oleh rasa keadilan, anak ingin menjadi baik dan agresif beralih ke hubungan

9. usia 12- 15 tahun moral mencerminkan peningkatan kesadaran akan keadilan dan pembuat aturan yang kooperatif

10. usia 16- 20 tahun relativisme memainkan peran penting dalam penalaran moral

11. usia 20- 40 (usia dewasa muda) penilaian moral bisa menjadi lebih sulit

12. 40- 65 tahun (dewasa tengah) penilaian moral bisa menjadi lebih rumit

13. 65 tahun (dewasa tua)

*Implikasi Perkembangan Sosial dan Pribadi Anak dalam KBM di Sekolah Dasar

Implikasi dalam KBM baik perkembangan pribadi dan sosial sangat diperlukan dalam belajar, anak memerlukan pemandu untuk proses belajar, namun anak terkadang bisa melakukannya sendiri

*Implikasi Identitas gender dalam perkembangan moral anak sekolah dasar

Guru sebaiknya mengajarkan murid tentang identitas gender supaya moral atau perilaku mereka sesuai dengan gendernya

Permasalahan serta solusi perkembangan moral anak sekolah dasar

- Hilangnya kejujuran

- Hilangnya rasa tanggung jawab

- Rendahnya disiplin

- Kurang bisa bekerja sama

- Mengambil hak orang lain

Nama: Indah Aprilia Windiyani
NPM: 2213053033

Analisis Video 1
Pendidikan Moral Tangung Jawab Diri dalam Keluarga.
Tanggung jawab yang dapat diterapkan di dalam keluarga antara lain :
1. Mendengar nasehat Ayah
Kita harus mendengar nasihat ayah karena ayah hidup lebih lama dari pada kita beliau tau mana yang baik dan mana yang buruk .
2. Menemani kakak
Bisa menemani kakak pergi ke warung atau kemana mana
3. Menjaga keselamatan adik
Bermain dan jangan tinggalkan adik dalam keadaan berbahaya
4. Membantu Ibu
Kita harus bertanggung jawab dalam mebantu ibu cobtoh nya membantu cuci piring , membantu lap kaca dan sebagainya .

Kepentingan tanggung jawab di dalam keluarga yaitu :
-Hubungan keluarga menjadi erat
-Keselamatan keluarga terjamin
-Meringankan tugas keluarga
-Membanggakan keluarga
Nama : Indah Aprilia Windiyani
Npm : 2213053033

ANALISIS JURNAL 2
Nama jurnal : Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Mengabdi Untuk Negeri
Nomor : 1
Volume : 3
Halaman : 79 - 84
Tahun terbit : 2019
Nama penulis : Ahmad Yani Nasution, Moh Jazuli
Judul : MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI KALANGAN MILLENIAL

PENDAHULUAN
Sebuah perguruan tinggi berkewajiban melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi berupa pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat
(P3KM) . Diharapkan dengan P3KM tersebut keberadaan perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi besar kepada pengembangan keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat. Universitas Pamulang (Unpam) adalah salah satu Perguruan Tinggi Swasta yang secara konsisten menyelenggarakan P3KM. Pelaksanaan P3KM di Universitas Pamulang di bawah kendali Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M),

Tujuan dari PKM ini adalah memberikan pemahaman terkait degradasi moral di kalangan millennial, memberikan pemahaman terkait upaya dalam menangkal degradasi moral di era digital. Manfaat dari kegiatan PKM ini adalah peserta didik mendapatkan materi dan termotivasi untuk menangkal terjadinya degradasi moral yang menjadi tantangan di kalangan millennial di era digital.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Kegiatan PKM yang dilaksanakan memiliki beberapa tahapan yang dilakukan sebelu berkunjung langsung. Yang pertama dilakukan ialah tahap persiapan, yakni dengan melakukan survei awal. Pada tahap ini, dilakukan wawancara dengan kepala sekolah Mts Insan Madani terkait prosedur kegiatan PKM. Diantaranya pemantapan lokasi dan peserta PKM, penyusunan bahan pelatihan PKM.
Adapun pemateri pada pelatihan ini adalah Ahmad Yani Nasution berisikan “Fenomena Degradasi Moral di Era Digital pada kalangan millennial”, dengan moderator Firdaus. Selanjutnya dilanjutkan oleh Muhammad Jazuli dengan judul materi “Solusi Menghadapi Degradasi Moral ”, yang dimoderatori oleh Ahmad Yani Nasution.