Nama: M. Naufal Khansa
NPM: 2255061019
Kelas: PSTI B
Analisis Jurnal Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa
Indonesia merupakan sebuah negara multikultural dan multietnis dengan lebih dari 300 suku bangsa hidup didalamnya. Dengan begitu bukanlah perkara yang mudah untuk membangun maupun mempertahankan persatuan dan kesatuan diantara masyarakat indonesia. Maka dari itu perlulah sebuah identitas nasional yang mampu menaungi tanpa mengurangi seluruh keragaman yang ada di indonesia. Salah satu bentuk pemanfaatan keberagaman dan kearifan budaya lokal sebagai perekat identitas nasional adalah dengan adanya semoboyan bangsa “Bhinneka Tunggal Ika”. Oleh karena itulah memahami kebudayaan Indonesia dari berbagai segi penting artinya dalam rangka menemukan integrasi sebagai unsur penting dalam usaha persatuan bangsa. Kebudayaan Indonesia berakar dari kebudayaan etnik (lokal) di Indonesia yang memiliki keragaman. Maka dari itu, pantaslah motto “Bhinneka Tunggal Ika” menjadi bingkai dalam memahami isi dan nilai kebudayaan ini.
Secara konsepsual kearifan lokal merupakan bagian dari kebudayaan. Haryati Subadio (1986:18-19) mengatakan kearifan lokal (local genius) secara keseluruhan meliputi, bahkan mungkin dapat dianggap sama dengan cultural identity yang dapat diartikan dengan identitas atau keperibadian budaya suatu bangsa. Seperti yang telah dijelaskan Pespowardojo (dalam Astra, 2004:114) ia secara tegas menyebutkan bahwa sifat-sifat hakiki kearifan lokal adalah:
1. Mampu bertahan terhadap budaya luar
2. Memiliki kemampuan mengakomodasi unsur-unsur budaya luar
3. Mempunyai kemampuan mgintegrasi unsur-unsur budaya luar ke dalam budaya asli
4. Mampu mengendalikan
5. Mampu memberikan arah pada perkembangan budaya
Melihat dari sifat-sifat hakiki kearifan lokal, kita dapat menyimpulkan bahwa dengan memanfaatkan kearifan lokal di negeri ini, yang berbingkai “Bhinneka tunggal Ika” kita sama-sama dapat membentuk jati diri negara indonesia sehingga dapat bertahan di dalam gempuran zaman yang semakin canggih ini. Dengan begitu keberagaman kultur dan budaya nasional tidak akan hilang ditelan zaman.
NPM: 2255061019
Kelas: PSTI B
Analisis Jurnal Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa
Indonesia merupakan sebuah negara multikultural dan multietnis dengan lebih dari 300 suku bangsa hidup didalamnya. Dengan begitu bukanlah perkara yang mudah untuk membangun maupun mempertahankan persatuan dan kesatuan diantara masyarakat indonesia. Maka dari itu perlulah sebuah identitas nasional yang mampu menaungi tanpa mengurangi seluruh keragaman yang ada di indonesia. Salah satu bentuk pemanfaatan keberagaman dan kearifan budaya lokal sebagai perekat identitas nasional adalah dengan adanya semoboyan bangsa “Bhinneka Tunggal Ika”. Oleh karena itulah memahami kebudayaan Indonesia dari berbagai segi penting artinya dalam rangka menemukan integrasi sebagai unsur penting dalam usaha persatuan bangsa. Kebudayaan Indonesia berakar dari kebudayaan etnik (lokal) di Indonesia yang memiliki keragaman. Maka dari itu, pantaslah motto “Bhinneka Tunggal Ika” menjadi bingkai dalam memahami isi dan nilai kebudayaan ini.
Secara konsepsual kearifan lokal merupakan bagian dari kebudayaan. Haryati Subadio (1986:18-19) mengatakan kearifan lokal (local genius) secara keseluruhan meliputi, bahkan mungkin dapat dianggap sama dengan cultural identity yang dapat diartikan dengan identitas atau keperibadian budaya suatu bangsa. Seperti yang telah dijelaskan Pespowardojo (dalam Astra, 2004:114) ia secara tegas menyebutkan bahwa sifat-sifat hakiki kearifan lokal adalah:
1. Mampu bertahan terhadap budaya luar
2. Memiliki kemampuan mengakomodasi unsur-unsur budaya luar
3. Mempunyai kemampuan mgintegrasi unsur-unsur budaya luar ke dalam budaya asli
4. Mampu mengendalikan
5. Mampu memberikan arah pada perkembangan budaya
Melihat dari sifat-sifat hakiki kearifan lokal, kita dapat menyimpulkan bahwa dengan memanfaatkan kearifan lokal di negeri ini, yang berbingkai “Bhinneka tunggal Ika” kita sama-sama dapat membentuk jati diri negara indonesia sehingga dapat bertahan di dalam gempuran zaman yang semakin canggih ini. Dengan begitu keberagaman kultur dan budaya nasional tidak akan hilang ditelan zaman.