Kiriman dibuat oleh Memorila Dini Oktavia 2213053289

Memorila Dini Oktavia
2213053289

Video tersebut membahas tentang Instrumen Penilaian Pengembangan Nilai Agama dan Moral Anak Usia Dini


Instrumen penilaian merupakan alat untuk mengumpulkan data sebagai bahan pengolahan informasi guna mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik.

Penilaian tersebut tentu saja memiliki fungsi baik bagi peserta didik itu sendiri, orang tua maupun guru. Berikut fungsinya:
● bagi anak
- memelihara pertumbuhan anak agar lebih sehat dan konsisten
- perkembangan anak menjadi lebih optimal.
- mendapatkan stimulasi sesuai dengan minat perkembangannya.
- mendapatkan dukungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan perkembangannya
● bagi orang tua
- memperoleh informasi tentang pertumbuhan, perkembangan dan minat anak
- memudahkan orang tua dalam memberikan stimulasi berkelanjutan
- membuat keputusan bersama antara orangtua dengan pihak PAUD dan memberikan dukungan untuk memenuhi kebutuhan anak
● bagi guru
-mengetahui perkembangan sikap pengetahuan dan keterampilan anak
- mendapatkan informasi awal tentang hambatan atau gangguan dalam tumbuh kembang setiap anak
- mengetahui kesesuaian stimulasi dalam layanan dengan kebutuhan perkembangannya
- memberikan dukungan yang tepat kepada setiap anak
- memiliki data dan informasi tentang perkembangan anak

Prinsip-prinsip penilaian ada 6 yaitu, 1) mendidik, 2) berkesinambungan, 3) objektif, 4) akuntabel, 5) transparan, 6) sistematis, 7) menyeluruh, 8) bermakna.

Mekanisme penilaian terbagi menjadi empat:
- menyusun teknik instrumen penilaian serta menetapkan indikator capaian perkembangan anak
- melaksanakan proses penilaian sesuai dengan tahap, teknik, dan Instrumen penilaian
- mendokumentasikan penilaian proses dan hasil belajar anak secara akuntabel dan transparan
- melaporkan capaian perkembangan anak pada orangtua

Teknik penilaian terbagi menjadi empat:
- BB (belum berkembang)
- MB (mulai berkembang)
- BSH (berkembang sesuai harapan)
- BSB (berkembang sangat baik)

Penilaian mencakup seluruh aspek perkembangan yang terkait dengan kompetensi dasar (KD), bentuk penilaiannya berupa:
- penilaian harian
- penilaian mingguan
- penilaian bulanan
- penilaian semester
- portofolio anak
- dokumen lain yang diperlukan oleh setiap satuan PAUD
Memorila Dini Oktavia
2213053289

Analisis jurnal MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI KALANGAN MILLENIAL

Degradasi berarti kemunduran, kemerosotan atau penurunan dari suatu hal. Sedangkan moral menurut KBBI adalah akhlak atau budi pekerti. Maka dapat disimpulkan, degradasi moral merupakan suatu fenomena adanya kemerosotan atas budi pekerti seseorang maupun sekelompok orang.

Fenomena yang melatarbelakangi dosen agama islam Universitas Pamulang melakukan kegiatan PKM dengan tema tersebut:
- minimnya sopan santun (cara berbicara dan berpakaian)
- kenakalan remaja (sex bebas dan konsumsi obat-obat terlarang)
- jauh dari nilai-nilai agama

Tujuan dari PKM tersebut yaitu:
- memberikan pemahaman terkait degradasi moral di kalangan millennial
- memberikan pemahaman terkait upaya dalam menangkal degradasi moral di era digital

Manfaat dari kegiatan PKM tersebut yaitu peserta didik mendapatkan materi dan termotivasi untuk menangkal terjadinya
degradasi moral yang menjadi tantangan di kalangan millenial di era digital.
Memorila Dini Oktavia
2213053289

Analisis jurnal REKONSTRUKSI EVALUASI PENDIDIKAN MORAL MENUJU HARMONI SOSIAL

Pendidikan berperan sebagai agen perubahan yaitu merubah orang
yang kurang beradab menjadikan orang yang beradab atau merubah orang
yang perilakunya tidak baik menjadi baik.


Upaya pemberian pendidikan
moral menurut Teuku Ramli dapat dilakukan dengan lima pendekatan, yaitu:
1) Penanaman nilai (inculcation approach), 2) perkembangan moral kognitif (cognitive moral development approach), 3) analisis nilai (values clarification approach),
4) pembelajaran berbuat (action learning approach).


Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dan PKN jelas bertanggungjawab atas penanaman nilai-nilai moral bagi warga Indonesia. Sehingga menumbuhkan sikap 1) taat pada ajaran agama yang dianutnya serta tidak mudah terprovokasi oleh kelompok lain, 2) mengikuti teladan nabi Muhammad, 3) menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial, 4) menghargai hidup dalam perbedaan dilingkungan jangkauan pergaulan dan keberadaannya, 5) mempunyai semangat belajar untuk mengetahui berbagai wawasan keilmuan dan pemahaman tentang fenomena dan kejadian yang nampak di sekitar lingkungan, 6) mampu menalar dan mengurai secara mandiri berbagai aspek permasalahan di sekitar lingkungan hidupnya secara objektif, 7) mempunyai wawasan pendidikan politik 8) tumbuhnya semangat nasionalisme.
Memorila Dini Oktavia
2213053289

Video tersebut menjelaskan mengenai etika, nilai dan moral, ketiganya saling berkaitan karena semuanya berusaha mengarahkan manusia untuk memiliki pola pikir, sikap, dan perilaku yang baik dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Etika dan moral mempunyai pengertian yang hampir sama karena keduanya mengandung nilai dan norma untuk mengatur tingkah laku manusia yang mengacu pada kebiasaan yang berlaku di masyarakat.
Etika merupakan cara manusia memperlakukan sesama dan menjalani kehidupan dengan baik sesuai aturan yang berlaku di masyarakat.
Contoh etika:
- mengucap salam ketika bertamu atau memasuki rumah
- mencium tangan kedua orang tua ketika hendak pergi
- membuang sampah pada tempatnya

Moral adalah hal hal yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan yang baik sebagai kewajiban atau keharusan/sarana mengukur benar atau tidaknya tindakan manusia/pandangan tentang baik dan buruk, benar atau salah, apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan oleh manusia.

Nilai ialah sesuatu yang memberi makna hidup yang dijunjung tinggi yang mewarnai dan menjiwai tindakan atau perilaku seseorang. Nilai juga disebut penghargaan, penghormatan atau kualitas terhadap sesuatu yang dapat bermanfaat, menyenangkan, dan memuaskan.
Sifat nilai:
- bersifat relatif (bergantung oleh tempat dan waktu)
- bersifat subjektif (berbeda-beda bagi setiap orang)

Manfaat mempelajari etika, nilai dan moral
- menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan
- memiliki sikap toleran, etis, santun, dan adil dalam bertindak
- bertanggung jawab
- meningkatkan profesionalitas