Kiriman dibuat oleh Memorila Dini Oktavia 2213053289

3I 2023 Pendidikan nilai dan Moral -> Forum 1

oleh Memorila Dini Oktavia 2213053289 -
Memorila Dini Oktavia
2213053289

1. Menurut John Dewey, pendidikan moral harus diajarkan dalam konteks pengalaman nyata, Ia menekankan pentingnya belajar melalui pengalaman langsung. Dewey menganggap bahwa pendidikan moral merupakan proses demokratis di mana anak-anak mempelajari tentang cara berpartisipasi, berkolaborasi, dan memahami dampak dari tindakan mereka teradap orang lain.
Lawrence Stenhouse memandang pendidikan moral sebagai cara mengembangkan pemikirankritis anak-anak yang memungkinkan mereka untuk memahami dan menghadapi situasi moral dengan bijak.

2. Pendidikan nilai dan moral sangat penting untuk diajarkan kepada anak sekolah dasar karena dapat membantu mereka dalam mengembangkan pemahaman moral, berpikir kritis, dan menghadapi situasi moral sehari-hari. Selain itu pendidikan nilai dan moral juga membantu mereka membentuk karakter dan mempersiapkan diri untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dengan cara yang etis dan tanggung jawab.
Memorila Dini Oktavia
2213053289

A. sila ke-1 : dalam pengembangan
ilmu pengetahuan manusia perlu memahami batas kemampuannya dalam berfikir, karena tidak semua yang ada di alam ini mampu dijangkau oleh pemikiran manusia, dari keterbatasan kemampuan tersebut manusia harus mengembalikan kepada sang Pencipta segala sesuatu yang ada di alam ini. Sehingga dalam pengembangan ilmu pengetahuan, manusia harus imbang antara rasional dan irrasional, antara rasa dan akal.
• sila ke-2 : memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan. Ilmu dikembalikan pada fungsinya semula, yaitu untuk kemanusiaan, tidak hanya untuk kelompok tertentu. Sila ke-2 juga memberikan dasar-dasar moralitas bahwa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan haruslah secara beradab.
• sila ke-3 : ilmu dikembangkan untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa.
• sila ke-4 : mendasari pengembangan ilmu secara demokratis yang artinya setiap ilmuwan memiliki kebebasan untuk mengembangkannya juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memiliki sikap terbuka yang artinya siap dikritik/dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan lainnya.
• sila ke-5 : pengembangan ilmu dilakukan dengan menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan msyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya.
B. Harapan saya terhadap model pemimpin, warganegara dan ilmuan yang pancasilais yaitu mereka mampu menerapkan apa-apa saja yang terkandung dalam Pancasila sepanjang masa.
Karena pada Pancasila sudah mencakup segala hal baik yang bisa kita lakukan dan menjadi acuan bagi kehidupan kita di masa saat ini dan masa mendatang.
Memorila Dini Oktavia 2213053289 A. Benar jika latar belakang seseorang tidak menjamin seseorang kebal terhadap hoaks, seseorang dengan latar belakang pendidikan tinggi bisa juga menyebarkan berita hoaks. Hoax saat ini bisa dengan mudahnya menyebar melalui media sosial dan memengaruhi pola pikir masyarakat. Sebagai generasi penerus bangsa, kita dapat mengantisipasi hoax dengan cara jangan mudah percaya terhadap berita yang tersebar baik di sosial media ataupun bukan, menyaring kembali berita yang kita dapat. Kita juga bisa bersosialisasi mengajak masyarakat untuk memerangi hoax. B. Perkembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang ada di media sosial diantaranya banyak sekali berita hoax yang tersebar, pornografi, lunturnya budaya tradisional yang terjadi akibat pengaruh dari luar. Solusi untuk pengembangan iptek yang lebih baik dapat dilakukan dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar dan landasannya, kita mengikuti perkembangan iptek dengan tetap menerapkan nilai-nilai Pancasila. Perkembangan iptek juga akan baik apabila manusia-manusianya mampu memanfaatkan perkembangan iptek dengan baik. C. Solusi mengenai sikap konsumerisme yaitu dengan membeli barang sesuai dengan kebutuhan juga mengingat bahwasannya menghasilkan uang ituu tidak mudah, lebih mementingkan fungsi daripada gengsi, juga menanamkan sikap hemat. Sebagai mahasiswa PGSD yang merupakan calon guru, kita harus mengajarkan kepada peserta didik agar hidup hemat, serta belanja sesuai dengan kebutuhan bukan keinginan. Selain itu, kita juga harus mengajarkan kepada peserta didik untuk lebih mencintai produk dalam negri.
Memorila Dini Oktavia
2213053289

Analisis Jurnal "PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN
TEKNOLOGI"

Beberapa hal yang dibahas dalam jurnal ini :
• Konsep dasar pancasila
• Pancasila sebagai filsafat ilmu
• Implikasi sila-sila dalam pengembangan iptek

Perkembangan teknologi yang menyebabkan mudahnya informasi dari seluruh penjuru dunia masuk ke dalam bangsa kita. Segala kemudahan dalam berinteraksi juga semakin tidak dapat dibendung lagi. Hal tersebut didukung dengan adanya perkembangan media informasi yang menyediakan layanan-layanan dan berbagai fasilitas canggih untuk berkomunikasi. Semua kemajuan ini sangat membantu dan meringankan kita dalam melakukan aktivitas. Namun di sisi lain ini menjadi tantangan bagi bangsa kita untuk mengikuti perkembangan teknologi.
Hal ini menjadikan Pancasila sangat penting sebagai pegangan atau pedoman untuk filter berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada.

Pancasila adalah pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik, Pancasila juga merupakan dasar falsafah negara Indonesia yang lahir dari pemikiran mendalam anak bangsa dengan tujuan untuk dijadikan pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia.

Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Dalam perkembangannya, sebuah pengetahuan harus memperhatikan aspek Ketuhanan yang merupakan landasan dalam setiap berfikir manusia.
Pancasila sebagai filsafat ilmu memungkinkan masyarakat dapat memikirkan masalah-masalah dasar hidupnya secara rasional dengan bahasa, wawasan dan argumentasi yang universal.

Implikasi sila-sila dalam pengembangan iptek
• Sila ke-1 pada hakikatnya manusia adalah mahluk religi yang memiliki potensi untuk sampai pada kesadaran bahwa terdapat kekuatan, dengan segala kemahaan, yang mencipta dan menguasai jagad raya. Dalam Pengembangan ilmu pengetahuan manusia perlu memahami batas kemampuannya dalam berfikir, karena tidak semua yang ada di alam ini mampu dijangkau oleh pemikiran manusia, dari keterbatasan kemampuan tersebut manusia harus mengembalikan kepada sang Pencipta segala sesuatu yang ada di alam ini. Sehingga dalam pengembangan ilmu pengetahuan, manusia harus imbang antara rasional dan irrasional, antara rasa dan akal. Sila ke-1 menempatkan manusia dalam alam ini sebagai bagiannya dan Tuhan sebagai pusatnya.
• Sila ke-2 memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan. Ilmu dikembalikan pada fungsinya semula, yaitu untuk kemanusiaan, tidak hanya untuk kelompok tertentu. Sila ke-2 juga memberikan dasar-dasar moralitas bahwa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan haruslah secara beradab.
• Sila ke-3 memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari iptek. Dengan adanya iptek, persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, persaudaraan dan pesahabatan di berbagai daerah juga terjalin.
• Sila ke-4 mendasari pengembangan Iptek secara demokratis yang artinya setiap ilmuwan memiliki kebebasan untuk mengembangkan Iptek. Setiap ilmuwan juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memiliki sikap terbuka yang artinya siap untuk dikritik/dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan teori lainnya.
• Sila ke-5 mengimplementasikan pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya.
Memorila Dini Oktavia
2213053289

Banyak sekali peristiwa yang terjadi sebelum pada akhirnya Indonesia dapat memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.
Salah satu peristiwa yang terjadi sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya adalah dimana Amerika Serikat menjatuhkan bom di kota Hiroshima dan Nagasaki, pemgeboman ini dilakukan pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 menjelang akhir perang dunia II. Peristiwa ini menewaskakan sekitar 74 ribu warga dan mengahancurkan berbagai bangunan juga insfrastruktur kota. Akibat dari peristiwa itu juga mengakibatkan hibakusha (orang yang selamat dari ledakan) mengalami penderitaan jangka panjang.
Pada 15 Agustus tepatnya 6 hari setelah pengeboman nagasaki, Jepang menyerah pada sekutu yang membuka peluang bagi bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.
Pada saat itu Indonesia mengalami kekosongan kekuasaan dan akhirnya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia 2 hari setelahnya yaitu pada tanggal 17 Agustus 1945.