Memorila Dini Oktavia
2213053289
Analisis Jurnal "PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN
TEKNOLOGI"
Beberapa hal yang dibahas dalam jurnal ini :
• Konsep dasar pancasila
• Pancasila sebagai filsafat ilmu
• Implikasi sila-sila dalam pengembangan iptek
Perkembangan teknologi yang menyebabkan mudahnya informasi dari seluruh penjuru dunia masuk ke dalam bangsa kita. Segala kemudahan dalam berinteraksi juga semakin tidak dapat dibendung lagi. Hal tersebut didukung dengan adanya perkembangan media informasi yang menyediakan layanan-layanan dan berbagai fasilitas canggih untuk berkomunikasi. Semua kemajuan ini sangat membantu dan meringankan kita dalam melakukan aktivitas. Namun di sisi lain ini menjadi tantangan bagi bangsa kita untuk mengikuti perkembangan teknologi.
Hal ini menjadikan Pancasila sangat penting sebagai pegangan atau pedoman untuk filter berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada.
Pancasila adalah pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik, Pancasila juga merupakan dasar falsafah negara Indonesia yang lahir dari pemikiran mendalam anak bangsa dengan tujuan untuk dijadikan pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia.
Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Dalam perkembangannya, sebuah pengetahuan harus memperhatikan aspek Ketuhanan yang merupakan landasan dalam setiap berfikir manusia.
Pancasila sebagai filsafat ilmu memungkinkan masyarakat dapat memikirkan masalah-masalah dasar hidupnya secara rasional dengan bahasa, wawasan dan argumentasi yang universal.
Implikasi sila-sila dalam pengembangan iptek
• Sila ke-1 pada hakikatnya manusia adalah mahluk religi yang memiliki potensi untuk sampai pada kesadaran bahwa terdapat kekuatan, dengan segala kemahaan, yang mencipta dan menguasai jagad raya. Dalam Pengembangan ilmu pengetahuan manusia perlu memahami batas kemampuannya dalam berfikir, karena tidak semua yang ada di alam ini mampu dijangkau oleh pemikiran manusia, dari keterbatasan kemampuan tersebut manusia harus mengembalikan kepada sang Pencipta segala sesuatu yang ada di alam ini. Sehingga dalam pengembangan ilmu pengetahuan, manusia harus imbang antara rasional dan irrasional, antara rasa dan akal. Sila ke-1 menempatkan manusia dalam alam ini sebagai bagiannya dan Tuhan sebagai pusatnya.
• Sila ke-2 memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan. Ilmu dikembalikan pada fungsinya semula, yaitu untuk kemanusiaan, tidak hanya untuk kelompok tertentu. Sila ke-2 juga memberikan dasar-dasar moralitas bahwa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan haruslah secara beradab.
• Sila ke-3 memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari iptek. Dengan adanya iptek, persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, persaudaraan dan pesahabatan di berbagai daerah juga terjalin.
• Sila ke-4 mendasari pengembangan Iptek secara demokratis yang artinya setiap ilmuwan memiliki kebebasan untuk mengembangkan Iptek. Setiap ilmuwan juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memiliki sikap terbuka yang artinya siap untuk dikritik/dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan teori lainnya.
• Sila ke-5 mengimplementasikan pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya.