གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Qurota A'yunin 2213053183

Nama : Qurota A'yunin
NPM: 2213053183

Video ini membahas pentingnya nilai-nilai yang ditanamkan dan diaplikasikan melalui fungsi-fungsi keluarga. Terdapat delapan fungsi utama keluarga yang memengaruhi nilai-nilai moral seseorang, yaitu:

Pertama, fungsi agama mengajarkan nilai-nilai seperti keimanan, ketaqwaan, kejujuran, dan lain sebagainya.

Kedua, fungsi sosial budaya meliputi nilai-nilai gotong royong, sopan santun, dan toleransi.

Ketiga, fungsi cinta kasih sayang membawa nilai-nilai seperti empati, keadilan, dan kesetiaan.

Keempat, fungsi perlindungan mengajarkan nilai-nilai pemaaf, tanggap, dan ketabahan.

Kelima, fungsi reproduksi menekankan nilai-nilai bertanggung jawab, kesehatan, dan keteguhan.

Keenam, fungsi sosialisasi dan pendidikan membawa nilai-nilai seperti percaya diri, kreativitas, dan bekerja sama.

Ketujuh, fungsi ekonomi melibatkan nilai-nilai hemat, ketelitian, dan kepedulian.

Terakhir, fungsi pemeliharaan lingkungan mengajarkan nilai-nilai kebersihan dan kedisiplinan.

Oleh karena itu, keluarga memiliki peran sentral dalam membentuk dan mengembangkan nilai-nilai moral seseorang.

3J 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> FORUM pertanyaan

Qurota A'yunin 2213053183 གིས-
Nama : Qurota A'yunin
NPM: 2213053183

Kriteria nilai hardskill dan softskill merupakan dua aspek penting dalam menilai kemampuan seseorang. Hardskill mengacu pada keterampilan konkret dan terukur yang dapat diukur melalui pendidikan formal atau pelatihan khusus, seperti kemampuan teknis, penguasaan bahasa asing, atau keahlian matematika. Sebagai contoh, dalam dunia kerja, seseorang yang memiliki hardskill kuat dalam penggunaan perangkat lunak atau pemrograman akan dianggap memiliki nilai tambah dalam industri teknologi informasi.

Di sisi lain, softskill merujuk pada karakteristik pribadi dan keterampilan antarpribadi yang memengaruhi cara seseorang berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain. Ini termasuk kemampuan komunikasi efektif, kepemimpinan, keterampilan manajemen waktu, serta kemampuan untuk bekerja dalam tim. Softskill memainkan peran penting dalam membentuk budaya kerja yang sehat dan produktif, serta memungkinkan individu untuk beradaptasi dan berkembang dalam lingkungan profesional yang dinamis.

Perbedaan utama antara hardskill dan softskill terletak pada sifatnya. Hardskill bersifat terukur dan dapat dipelajari melalui pengalaman formal atau pelatihan khusus, sementara softskill berkaitan dengan aspek kepribadian dan interaksi sosial yang berkembang dari pengalaman sehari-hari. Kedua aspek ini sama-sama penting dalam membentuk profil profesional seseorang, dan keduanya dapat saling melengkapi untuk menciptakan individu yang efektif dan kompeten dalam dunia kerja.
Nama : Qurota A'yunin
NPM: 2213053183

Dalam video ini memperlihatkan bagaimana seorang anak muda menangani krisis moral . Pendidikan moral seperti ini sudah lama ketinggalan jaman dan kurang efektif.

Dalam video ini terlihat siswa SMA sedang memberikan penjelasan detail kepada guru yang masih menjelaskan materi tertulis. Ini adalah pengalaman yang sungguh mengecewakan .
Dinyatakan bahwa anak tersebut tidak menghormati dan menghargai orang yang lebih tua atau orang yang lebih senior . Dan saat istirahat di kelas . Seorang anak muda berteman dengan seorang guru , dan akhirnya buku yang diberikannya hilang . Seorang anak hendaknya selalu membantu gurunya dalam membacakan dan mencatat . Namun agak kabur dan lari . Video di atas juga menunjukkan bagaimana cara membesarkan anak yang tidak menaati peraturan sekolah.

Tidak hanya itu, tapi saat ini masih berada di lingkungan sekolah anak yang bersangkutan melakukan tindakan seperti merokok dan minum minuman keras . Contoh degradasi moral pada anak tersebut di atas seharusnya tidak dilakukan.
Seharusnya pendidikan moral diajarkan kepada anak sejak dini untuk mencegah adanya degradasi moral di generasi selanjutnya.
Nama : Qurota A'yunin
NPM: 2213053183

Dalam artikel jurnal yang berjudul “Proses Pendidikan Nilai Moral di Lingkungan Keluarga Sebagai Upaya Mengatasi Kenakalan Remaja” membahas tentang pentingnya pendidikan moral dalam keluarga sebagai sarana untuk mengatasi kenakalan remaja.Artikel tersebut menekankan bahwa lingkungan keluarga memainkan peran penting dalam membentuk nilai-nilai moral dan keyakinan anak. Ia berpendapat bahwa pendidikan moral sejak dini diperlukan untuk menanamkan moral yang baik pada anak dan mencegah pelanggaran moral.

Artikel tersebut menyarankan bahwa langkah pertama dalam menanamkan akhlak yang baik pada anak adalah dengan menumbuhkan keimanan dan keimanan yang kuat kepada Tuhan. Dinyatakan bahwa nilai-nilai agama berperan sebagai kompas moral, yang memandu tindakan dan keputusan seseorang. Selain nilai-nilai agama, anak juga harus dibimbing dalam mengembangkan nilai-nilai moral seperti kejujuran, keadilan, kesederhanaan, dan kesabaran.

Artikel ini menyoroti tiga program Westernisasi yang berdampak negatif terhadap nilai-nilai moral: kesenangan, makanan, dan mode. Program-program tersebut telah menyusup ke masyarakat dan turut menyebabkan kemerosotan nilai-nilai moral. Oleh karena itu, penting untuk memberikan pendidikan moral kepada anak untuk menangkal pengaruh negatif tersebut.

Artikel ini juga mengakui dampak globalisasi dan kemajuan teknologi terhadap isu-isu moral, seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, dan masalah kesehatan mental. Dinyatakan bahwa ketika masyarakat menjadi lebih modern dan maju, mereka juga menghadapi tantangan moral yang lebih kompleks. Salah satu faktor utama penyebab merosotnya nilai moral adalah lemahnya keyakinan agama pada anak. Artikel tersebut berargumentasi bahwa ketika keyakinan berakar kuat pada identitas seseorang, maka keyakinan tersebut bertindak sebagai kompas moral, yang memandu tindakan dan keputusan mereka.

Artikel tersebut menunjukkan bahwa orang tua memainkan peran penting dalam memastikan perkembangan moral anak-anak mereka. Mereka harus menjaga hubungan yang harmonis dan menjadi teladan bagi anak-anaknya. Selain itu, orang tua harus memberikan bimbingan dalam memanfaatkan waktu luang dengan cara yang konstruktif secara moral.

Kesimpulannya, artikel ini menekankan pentingnya pendidikan moral dalam keluarga sebagai sarana untuk mengatasi kemerosotan nilai moral dan memerangi kenakalan remaja. Hal ini menyoroti perlunya orang tua untuk menanamkan nilai-nilai agama dan moral pada anak-anak mereka dan memberikan bimbingan dalam menghadapi tantangan masyarakat modern. Artikel tersebut juga mengakui dampak Westernisasi, globalisasi, dan kemajuan teknologi terhadap masalah moral. Secara keseluruhan menekankan peran keluarga dalam membentuk nilai-nilai moral dan moral anak.
Nama : Qurota A'yunin
NPM : 2213053183

Dalam vidio ini dijelaskan bahwa di dunia yang modern dan mengglobal saat ini, informasi dan peningkatan kehidupan manusia mudah diakses melalui media sosial. Ada informasi positif dan aktif yang tersedia bagi kita, seiring generasi muda siap belajar dan terlibat dalam kegiatan sosial. Namun kita juga harus sadar akan pentingnya etika dan moralitas dalam kehidupan kita.

Etika dan moralitas sangat penting bagi setiap orang, karena keduanya memandu tindakan kita dalam hidup. Namun, potensi perubahan positif dalam kehidupan kita dibatasi oleh sistem pendidikan dan lingkungan sekolah serta masyarakat.

Aspek terpenting dalam kehidupan manusia adalah keluarga, karena merupakan kelompok terpenting bagi manusia. Ada berbagai cara untuk mengajarkan etika dan moralitas, seperti pengajaran nilai-nilai moral dan pentingnya menjaga keseimbangan kehidupan kerja yang sehat.

Lingkungan pendidikan sangat penting dalam memahami etika dan moralitas, karena membantu mengendalikan perilaku siswa dan kondisi sekolah. Pemerintah telah menerapkan kebijakan yang mendorong siswa untuk mengikuti pembelajaran online, namun bukan berarti siswa harus patah semangat untuk mengikuti pembelajaran online.

Kesimpulannya, pentingnya etika dan moralitas dalam masyarakat modern dan global tidak bisa dilebih-lebihkan. Penting bagi sekolah untuk menyediakan lingkungan yang kondusif bagi siswa untuk belajar dan mengembangkan pemahaman mereka tentang dunia.