Posts made by Qurota A'yunin 2213053183

Nama :Qurota A'yunin
NPM :2213053183

Dalam video diatas kita belajar belajar mengenai   pengamalan sila Pancasila dalam kehidupan  sehari-hari. Pengamalan sila Pancasila artinya penerapan  nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
Mulai dari sila yang pertama sila pertama berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa Hai dilambangkan dengan lambang bintang ,pada sila pertama mengajak kita untuk percaya   kepada Tuhan dan melaksanakan perintahnya, beberapa contoh pengamalan sila   pertama bersyukur kepada Tuhan melaksanakan  ibadah sesuai dengan agama yang dianut tidak memaksakan suatu agama kepada orang lain  berdoa sebelum dan sesudah makan menghormati   agama orang lain.
Sila ke-2  bunyi silanya kemanusiaan yang adil dan beradab   akhir-akhir mengecil kedua dilambangkan dengan   gambar rantai sila ke-2 kita diajak untuk  bersikap saling mencintai sesama manusia,beberapa contoh pengamalan sila  kedua membantu korban bencana alam membantu,adik belajar tidak berbuat kasar kepada  orang lain menolong teman yang kesulitan dan bersikap sopan pada orangtua .
Sila ketiga berbunyi   persatuan Indonesia sila ke-3 dilambangkan  dengan pohon beringin nah di sila ketiga   kita diajak untuk cinta terhadap bangsa Indonesia  atau cinta tanah air contoh pengamalan sila ke-3 mengikuti upacara bendera dengan tertib mencintai dan bangga menggunakan  barang atau produk buatan Indonesia   bermain dengan teman dengan rukun cara  melestarikan budaya daerah dan berteman   dengan tidak membeda-bedakan suku dan  agama.
Sila ke-4 bunyinya kerakyatan  yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan   dalam permusyawaratan perwakilan sila  keempat dilambangkan dengan kepala banteng sila ke-4 kita diajak untuk  bermusyawarah dalam menyelesaikan   suatu masalah beberapa contoh pengamalan  sila ke-4 menyampaikan pendapat berdiskusi   atau kerja kelompok menerima hasil musyawarah  dengan lapang dada saling menghargai pendapat   musyawarah dalam pemilihan Ketua Kelas.
Sila terakhir atau sila ke 5 ini silanya keadilan  sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sila kelima   dilambangkan dengan padi dan kapas pada sila  kelima kita diajak untuk bersikap adil terhadap   sesama nah beberapa contoh pengamalan sila  kelima tidak berbuat curang kepada orang lain menghargai hasil karya orang lain tidak boros dan Suka menabung melaksanakan hak dan kewajiban secara  seimbang dan bergotong-royong ketika   membersihkan kelas.
dan itulah hasil dari analisis vidio diatas yang berisi tentang pengalaman kelima sila pancasila beserta contohnya.
Nama: Qurota A'yunin
NPM:2213053183
Judul :PENERAPAN NILAI MORAL PANCASILA DALAM MEWUJUDKAN GENERASI ANTI KORUPSI DI SD NEGERI OSILOA KUPANG TENGAH!

Dalam artikel ini memuat bahwasanya Nilai Moral pancasila adalah suatu pedoman bagi masyarakat untuk bertindak hidup sebagaimana telah diatur dalam pancasila atau ideologi Indonesia, dengan kata lain moral pancasila adalah sikap bermasyarakat yang baik dimana harus dilakukan oleh masyarakat. Pendidikan Moral Pancasila merupakan pendidikan yang berupaya untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pengajarannya menitik beratkan pada penghayatan dan pengalaman butir-butir yang ada pada Pancasila (36 butir Pancasila) sebagaimana termuat dalam Tap MPR RI No. II/MPR/1978 tentang pedoman penghayatan dan pengalaman Pancasila atau Eka Prasetya Pancarya.
Dalam artikel ini juga menjabarkan bahwa moral adalah ajaran tentang hal yang baik dan buruk, yang menyangkut tingkah laku dan perbuatan manusia. Seorang pribadi yang taat kepada aturan-aturan, kaidahkaidah dan norma yang berlaku dalam masyarakatnya, dianggap sesuai dan bertindak benar secara moral. Jika sebaliknya yang terjadi, maka pribadi itu dianggap tidak bermoral. Moral dalam perwujudannya dapat berupa peraturan, prinsip-prinsip yang benar, baik, terpuji, dan mulia. Moral dapat berupa kesetiaan, kepatuhan terhadap nilai dan norma yang mengikat kehidupan masyarakat, negara, dan bangsa.
Dalam penerapan nilai moral paada siswa sd osiloa kupang tengah tim mulai membagikan media pada siswa di kelas VA kemudian tim memberikan materi kepada siswa tersebut. Tujuan dari Penerapan Nilai Moral Pancasila Sejak Dini Dalam Mewujudkan Generasi Anti Korupsi di SD Negeri Osiloa Kupang Tengah ialah membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas dengan jiwa Pancasila yang baik guna menghadapi dinamika perubahan, menembangkan pendidikan nasional yang meletakan pendidikan moral Pancasila sebagai jiwa utama dalam penyelenggaraan pendidikan bagi peserta didik dengan dukungan keterlibatan publik yang di lakukan melalui pendidikan jalur formal, nonformal dan informal, merevitalisasi dan memperkuat potensi pendidik, tenaga pendidikan, peserta didik ,masyarakat dan lingkungan keluarga.Pada dasarnya nilai, moral, dan hukum mempunyai fungsi yaitu untuk melayani manusia. pertama, berfungsi mengingatkan manusia untuk melakukan kebaikan demi diri sendiri dan sesama sebagai bagian dari masyarakat. kedua, menarik perhatian pada permasalahan-permasalahan moral yang kurang ditanggapi manusia. Ketiga, dapat menjadi penarik perhatian manusia kepada gejala “Pembiasaan emosional” Selain itu fungsi dari nilai, moral dan hukum yaitu dalam rangka untuk pengendalian dan pengaturan. Pentingnya system hukum ialah sebagai perlindungan bagi kepentingan-kepentindgan yang telah dilindungi agama, kaidah kesusilaan dan kaidah kesopanan karena belum cukup kuat untuk melindungi dan menjamin mengingat terdapat kepentingan-kepentingan yang tidak teratur. Untuk melindungi lebih lanjut kepentingan yang telah dilindungi kaidah-kaidah tadi maka diperlukanlah system hukum. Hukum yang mengatur kehidupan masyarakat dan nyata berlaku dalam masyarakat , disebut hukum positif. Istilah hukum positif dimaksudkan untuk menandai “diferensi” (perbedaan) dan hukum terhadap kaidah-kaidah lain dalam masyarakat tampil lebih jelas tegas, dan didukung oleh perlengkapan yang cukup agar diikuti oleh anggota masyarakat .
Nama:Qurota A'yunin
NPM:2213053183
Judul:PENTINGNYA PENDIDIKAN NILAI MORAL BAGI GENERASI PENERUS
Ahmad NawawiJurusan PLB FIP UPI Bandung
Artikel ini berisi tentang penye bab krisis multi dimensi, termasuk krisis moral yang menimpa bangsa indonesia adalah karena telah terabaikannya “pendidikan moral” dalam artian pendidikan agama, budi pekerti, akhlaq, nilai moral bagi generasi penerus.
Juga berisi tentang pendidikan nilai moral/agama itu sangat penting bagi tegaknya satu
bangsa. Tanpa pendidikan nilai moral (agama, budi pekerti, akhlak) kemung kinan besar suatu bangsa bisa hancur.

Pendidikan dalam arti yang luas
meliputi semua perbuatan dan usaha dari generasi tua untuk mengalihkan
pengetahuannya, pengalamannya, kecakapannya serta keterampilannya kepada generasi muda sebagai usaha menyiapkannya agar dapat meme nuhi fungsi hidupnya baik jasmaniah maupun rohaniah (Soegarda Poerbakawaca dan Harahap, H.A.H., 1981: 257).Sedangkan “nilai” merupakan suatu ide - sebuah konsep - mengenai sesuatu yang dianggap penting dalam kehidupan.Moral menurut kamus Poerwadarminta (1989:592), adalah ajaran tertentu baik buruk yang diterima umum mengenaiperbuatan, sikap, kewajiban; akhlak, budi pekerti, susila. Jadi pendidikan nilai moral adalah suatu usaha sadar yang dilakukan oleh manusia (orang dewasa) yang terencana untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik (anak, generasi penerus) menanamkan keTuhanan, nilai-nilai estetik dan etik, nilai baik dan buruk, benar dan salah,mengenai perbuatan, sikap dan kewajiban; akhlak mulia, budi pekerti luhur agar mencapai kedewasaannya dan bertanggung jawab.
Dalam artikel ini juga dijelaskan dampak kurangnya pendidikan moral yang diajarkan kepada siswa menjadi buruknya kehidupan sosial mereka.Penyebabnya ada banyak antara lain media sosial yang terlalu bebas mereka akses seperti konten-konten yang tak pantas,dampak teknologi bagi mereka yang kurang pengawasan akan mengantarkan kepada keburukan perilaku mereka ,pergaulan bebas,tawuran kenakalan remaja ,bullying dll.
Remaja sebagai generasi penerus bangsa memiliki peran dan posisi yang strategis. Mereka merupakan harapan masa depan bangsa. Maju atau mundurnya bangsa dan Negara ada di pundak mereka.Oleh karena itu melihat dan memperhatikan fenomena dan kondisi ideal remaja sebagai generasi penerus, maka pendidikan nilai moral perlu ditanamkannsejak dini dan harus dikelola secara serius. Dilaksanakan dengan perencanaan yang matang dan program yang berkualitas.
Artikel ini juga berisi ajakan kepada kita untuk sama-sama berperan dalam meningkatkan pendidikan moral kepada anak kita sejak dini .
Nama:Qurota A'yunin
NPM: 2213053183

1. seberapa pentingnya pendidikan nilai moral bagi gerenasi bangsa Indonesia?
Pendidikan nilai moral sangat penting bagi tegaknya bangsa indonesia agar dapat membentuk karakter dan pribadi yang lebih baik dan membangun generasi bangsa yang berkualitas serta menjadi penerus bangsa yang berintegritas,pedidikan nilai moral/agama juga sangat penting bagi para remaja sebagai generasi penerus bangsa, agar martabat bangsa terangkat,kualitas hidup meningkat, kehidupan menjadi lebih baikSelain itu ini merupakan salah satu alternatif solusi penyelesaian untuk mengantisipasi kenakalan remaja, seks bebas, pornofgrafi, kekerasan,bullying.
2. berikan hambatan atau tantangan dalam menegakkan nilai dan moral tersebut dikalangan generasi muda!
Pengajaran pendidikan dan moral pada sekolah yang masih minim dan terabaikan,hal ini terbukti adanya jumlah jam pelajaran yang bernuansa pendidikan agama dan budi pekerti sangat minim,yaitu hanya 2 sampai 4 jam perminggu dari jumlah jam 34 sampai 42 jam perminggu ini terbukti masih sangat kurang untuk menanamkan kehidupan moral pada siswa .selain itu juga beberapa hal yang dapat menjadi hambatan peningkatan nilai moral pada generasi muda adalah lingkungan baik sekolah maupun tempat anak-anak bermain yang kurang baik kehidupan sosial mereka yang kurang terkontrol dan cederung bebas dapat merusak proses pembelajaran nilai moral pada generasi muda , kemajuan teknologi seperti internet dimana anak-anak dan remaja dengan mudah mengakses pornografi, sifat keingintahuan remaja, dan juga kurangnya pengawasan dari orang tua,pendampingan orang tua saat proses belajar sangat penting.
3. berikan dampak positif serta negatif yang ditimbulkan dari penerapan nilai dan moral dikalangan generasi muda!
Dampak Positif:
1.Membentuk Karakter yang Baik:
Generasi muda yang telah diajarkan dengan nilai dan moral yang baik cenderung memiliki karakter yang kuat dan dapat diandalkan. Mereka lebih mampu membuat keputusan yang tepat dan bertindak secara etis serta dapat membedakan mana baik mana buruk.
2. Meningkatkan Empati dan Kepedulian Sosial:
Penerapan nilai dan moral mengajarkan generasi muda untuk memahami dan menghargai perasaan serta kebutuhan orang lain. Ini membantu mereka menjadi individu yang lebih peduli terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
3.Mendorong Tanggung Jawab Pribadi
Nilai dan moral yang diterapkan dengan baik mengajarkan generasi muda untuk bertanggung jawab terhadap tindakan dan keputusan mereka sendiri.
4. Menciptakan Lingkungan yang Sehat dan Aman
Menerapkan nilai dan moral yang baik membantu menciptakan lingkungan yang bebas dari perilaku negatif seperti kekerasan, intimidasi, dan pelecehan

Dampak Negatif:
1. Pengabaian Nilai dan Moral
Ada kasus di mana generasi muda dapat mengabaikan atau menentang nilai dan moral yang diajarkan oleh masyarakat atau keluarga mereka. Hal ini bisa terjadi karena berbagai faktor seperti pengaruh teman sebaya atau tekanan sosial.
2. Keterbatasan Pemahaman dan Toleransi
Terlalu mengikat pada satu set nilai dan moral tertentu dapat menyebabkan keterbatasan dalam memahami pandangan dan kepercayaan orang lain.
3. Keterlambatan Perkembangan Individu
Terlalu banyak aturan atau penekanan pada nilai tertentu dapat menghambat perkembangan individu dalam menemukan identitas mereka sendiri.
4.Ketegangan Generasi
Perbedaan dalam penafsiran atau penekanan terhadap nilai dan moral bisa menyebabkan ketegangan antara generasi muda dan generasi lebih tua.
Nama : Qurota A'yunin
NPM : 2213053183
Judul :PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DALAM SISTEM KURIKULUM PENDIDIKAN DI ACEH
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 3 (September, 2021)

Berdasarkan analisis jurnal yang sudah saya baca saya menemukan bahwa perubahan pesat dalam kehidupan sosial merupakan salah satu perbincangan paling signifikan tentang hukum dan moral siswa. . Dimana pendidikan memegang peranan yang sangat berarti dalam pembuatan akhlak di golongan peserta didik, apalagi jadi tumpuan budaya warga. Dalam menjawab perihal tersebut pemerintah Aceh tidak hanya menyelenggarakan pendidikan yang sesuai dengan yang diamanatkan secara nasional, pemerintah Aceh pula melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kekhususan yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah Aceh. Penyelenggaraan pembelajaran Islami di Provinsi Aceh mengacu pada Qanun No 9 Tahun 2015 pergantian atas Qanun Aceh No 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran. Penyelenggaraan pendidikan di seluruh satuan pendidikan berpedoman pada ajaran Islam,dengan indikator sistem pengelolaan sekolah memiliki nilai transparansi, akuntabilitas, pendekatan keteladanan, pengembangan budaya berorientasi islami dan penerapan kurikulum islami sebagaimana diatur dalam qanun.
Nilai merupakan bentuk perilaku konkrit, atau penerapan akhlak. Akhlak baik yang melandasi moral disebut nilai ketika diwujudkan dalam bentuk perilaku yang terlihat. Manusia sebagai makhluk sosial mengakomodir masyarakatnya dengan menyerap nilai-nilai, sikap, dan kepercayaannya. Nilai tidak hanya mempengaruhi budaya tetapi juga dipengaruhi oleh budaya, termasuk kualitas menjadi warga negara yang baik.
Proses pendidikan di sekolah harus diarahkan pada pembentukan nilai-nilai kebaikan siswa.Di Indonesia, pendidikan nilai telah diatur dalam sistem pendidikan nasional. Ada delapan belas nilai yang perlu diintegrasikan guru dalam pembelajaran. Kedelapan belas nilai tersebutadalah religius, jujur, toleransi, disiplin, pekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, ingin tahu, nasionalis, patriotik, menghargai prestasi, ramah dan komunikatif, cinta damai, gemar membaca, sadar lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab. Penanaman nilai kepada siswa di sekolah dapat dicapai melalui berbagai cara. Ada enam strategi dalam pembentukan nilai yang membutuhkan proses keberlanjutan seperti pembiasaan nilai, nilai budaya, pengetahuan moral, perasaan dan cinta yang baik, akting moral, dan nilai keteladanan.

Berdasarkan berbagai literatur yang ada, konsep mengenai moral dalam islam sangat sedikit referensi yang lebih relevan dengan istilah islam. Moral disini akan dijelaskan menurut Quran dan Hadis, dan beberapa ahli yang dikaitkan dengannya. Beberapa jenis literatur kata akhlak Islam terdiri dari empat: hikmah (hikmah), keberanian (shaja'ah), kesederhanaan ('iffah), dan keadilan ('adl).Perspektif psikologis Islam moral terkait dengan jiwa (nafsiyah) dan yang termasuk didalamnya disebut juga ma'nawiyyah. Satu catatan penting tentang nilai-nilai moral Islam dalam psikologi Islam adalah juga bahwa semua sumber literatur bersumber dari Alquran dan Hadits. Alquran dan telah disebutkan banyak nilai moral yang harus dimasukkan setiap Muslim ke dalam karakternya. Nilai-nilai akhlak dalam sastra Islam adalah makna yang baik dan menentukan sikap positif dan negatif, dan tidak ditinggalkan untuk motivasi semata, mereka digerakkan oleh iman. 

Dalam artikel ini di jelaskan bahwa Integrasi budaya Islam dalam Manajemen Sekolah bertujuan untuk membentuk pola perilaku warga sekolah,budaya Islam di sekolah diperlakukan melalui beberapa aspek; (1) Budaya Disiplin, (2) Budaya berkomunikasi dengan sopan, dan (3) Menciptakan lingkungan madrasah yang kondusif dan Islami. Budaya Islam yang dikembangkan di sekolah mengacu pada syariat Islam yang berlaku di Aceh dan selanjutnya dibuat dalam bentuk peraturan di sekolah. Strategi membangun budaya Islam di sekolah adalah; (1) Penerapan Peraturan sekolah, (2), mendandani / menekan seragam madrasah mengikuti kaidah sekolah dan Qanun Syariah Islam, (3) berkomunikasi dengan guru dan teman belajar dengan menggunakan bahasa yang sopan, (4) menampilkan perilaku yang berkaitan dengan budaya Aceh dan pendidikan qanun Aceh.

Jadi dapat disi,pulkan bahwa penyelenggaraan pendidikan di seluruh satuan pendidikan berpedoman pada ajaran Islam. Pelaksanaan pendidikan di Sekolah di Aceh secara keseluruhan sudah Islami, dengan indikator sistem pengelolaan madrasah memiliki nilai transparansi, akuntabilitas, pendekatan keteladanan, pengembangan budaya berorientasi islami dan penerapan kurikulum islami sebagaimana diatur dalam qanun. Pendidikan nilai dan moral di satuan pendidikan di Aceh diselenggarakan selain sesuai dengan pendidikan nasional, juga mengacu pada penerapan melalui kurikulum islami yang berpedoman sesuai dengan qanun pendidikan di Aceh. Proses pembelajaran yang dilaksanakan di Aceh berbasis dan berorientasi kepada budaya islami yang berbasis syariat islam di Aceh.