Nama : Miftahul Jannah
Npm : 2253053012
Kelas : 3G
Analisis jurnal 1
IDENTITAS JURNAL
Nama Jurnal : Cakrawala Pendidikan
Judul jurnal : PENDIDIKAN NILAI MORAL DITINJAU DARI PERSPEKTIF GLOBAL
Penulis Jurnal : Sudiati
Tahun terbit : Juni, 2009
Kata Kunci: moral value education, global perspective (pendidikan nilai moral, perspektif global)
Dalam Indonesia adanya pandangan yang terlalu simplistik mengenai pendidikan nilai sebagai wahana
penyadaran nilai-nilai yang sektariansubjetif dan belum banyak menyentuh nilai universal-objektif. kelemahan pendidikan agama antara lain terjadi karena materi pendidikan agama Islam,
termasuk bahan ajar akhlak, cenderung terfokus pada pengayaan pengetahuan (kognitif), sedangkan pembentukan sikap (afektif) dan pembiasaan (psikomotorik) sangat minim.
Dalam India, Ruang lingkup pendidikan nilai meliputi (a) pendekatan
dan metodologi pendidikan nilai pada tingkat dasar dan menengah, (b) untuk tingkat dasar program lebih dititikberatkan pada pengindentikasian nilainilai yang perlu ditanamkan kepada
siswa dengan strategi dan teknik yang tepat, (c) pengembangan konseling melalui pendekatan agama, (d) program pengembangan afektif bagi para instruktur pelatihan pendidik.
Dalam malaysia, Pendidikan nilai dilakukan di sekolah dasar dan pengembangannya dilakukan secara langsung dan tidak
langsung.
Dalam tradisi Cina, pendidikan memiliki hubungan erat dengan kewajiban moral. Tradisi ini menempatkan pendidikan nilai sebagai bagian penting dalam percaturan pendidikan.
Pendidikan nilai merupakan bagian dari pendidikan afeksi karena aspek sistem nilai merupakan salah satu bagian dari aspek afeksi. Selengkapnya, aspek afektif meliputi harga diri, minat, motivasi, sikap, sistem nilai, dan keyakinan.
Model pendidikan afektif yang dipandang relevan dengan pendidikan nilai adalah model komunikasi, model kepekaan perhatian, model analisis transaksional, model membangun hubungan manusiawi, dan model kejiwaan sosial.
Pendekatan dapat dipilih sesuai dengan banyaknya nilai yang dipilih untuk ditanamkan dan dikembangkan. Banyak sumber pengembangan nilai-nilai dan banyak faktor lain yang membatasinya.
pendidikan nilai
moral dapat diselenggarakan dengan
menggunakan
(i) metode dogmatis,
(ii) metode deduktif,
(iii) metode induktif, atau
(iv) metode reflektif .
Kesimpulan
Pendidikan nilai moral merupakan tuntutan dan sekaligus kebutuhan pada tatanan global bagi umat manusia sebagai pengejawantahan hidup bersama, berbangsa, dan bernegara. Pendidikan nilai moral juga merupakan alternatif pemecahan masalah yang bersifat lokal, regional, nasional, dan internasional.
Npm : 2253053012
Kelas : 3G
Analisis jurnal 1
IDENTITAS JURNAL
Nama Jurnal : Cakrawala Pendidikan
Judul jurnal : PENDIDIKAN NILAI MORAL DITINJAU DARI PERSPEKTIF GLOBAL
Penulis Jurnal : Sudiati
Tahun terbit : Juni, 2009
Kata Kunci: moral value education, global perspective (pendidikan nilai moral, perspektif global)
Dalam Indonesia adanya pandangan yang terlalu simplistik mengenai pendidikan nilai sebagai wahana
penyadaran nilai-nilai yang sektariansubjetif dan belum banyak menyentuh nilai universal-objektif. kelemahan pendidikan agama antara lain terjadi karena materi pendidikan agama Islam,
termasuk bahan ajar akhlak, cenderung terfokus pada pengayaan pengetahuan (kognitif), sedangkan pembentukan sikap (afektif) dan pembiasaan (psikomotorik) sangat minim.
Dalam India, Ruang lingkup pendidikan nilai meliputi (a) pendekatan
dan metodologi pendidikan nilai pada tingkat dasar dan menengah, (b) untuk tingkat dasar program lebih dititikberatkan pada pengindentikasian nilainilai yang perlu ditanamkan kepada
siswa dengan strategi dan teknik yang tepat, (c) pengembangan konseling melalui pendekatan agama, (d) program pengembangan afektif bagi para instruktur pelatihan pendidik.
Dalam malaysia, Pendidikan nilai dilakukan di sekolah dasar dan pengembangannya dilakukan secara langsung dan tidak
langsung.
Dalam tradisi Cina, pendidikan memiliki hubungan erat dengan kewajiban moral. Tradisi ini menempatkan pendidikan nilai sebagai bagian penting dalam percaturan pendidikan.
Pendidikan nilai merupakan bagian dari pendidikan afeksi karena aspek sistem nilai merupakan salah satu bagian dari aspek afeksi. Selengkapnya, aspek afektif meliputi harga diri, minat, motivasi, sikap, sistem nilai, dan keyakinan.
Model pendidikan afektif yang dipandang relevan dengan pendidikan nilai adalah model komunikasi, model kepekaan perhatian, model analisis transaksional, model membangun hubungan manusiawi, dan model kejiwaan sosial.
Pendekatan dapat dipilih sesuai dengan banyaknya nilai yang dipilih untuk ditanamkan dan dikembangkan. Banyak sumber pengembangan nilai-nilai dan banyak faktor lain yang membatasinya.
pendidikan nilai
moral dapat diselenggarakan dengan
menggunakan
(i) metode dogmatis,
(ii) metode deduktif,
(iii) metode induktif, atau
(iv) metode reflektif .
Kesimpulan
Pendidikan nilai moral merupakan tuntutan dan sekaligus kebutuhan pada tatanan global bagi umat manusia sebagai pengejawantahan hidup bersama, berbangsa, dan bernegara. Pendidikan nilai moral juga merupakan alternatif pemecahan masalah yang bersifat lokal, regional, nasional, dan internasional.