Nama : Miftahul Jannah
Npm : 2253053012
Kelas : 3G
Analisis Jurnal 1
IDENTITAS JURNAL
Nama Jurnal : Jurnal Humanika
Judul jurnal : PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH
Penulis Jurnal : Rukiyati
Nomer : 1
Tahun terbit : September 2017
Kata Kunci: tujuan pendidikan, nilai moral, sekolah, komprehensif
ISI JURNAL
Sekolah merupakan lingkungan
mikrosistem. Sebagai sebuah mikrosistem, sekolah diperkirakan mempunyai pengaruh yang kuat yang dapat dilihat secara langsung dalam diri subjek didik. Di sekolah ada pegawai tata usaha, pramu kantor, tukang kebun, dan komite sekolah.
Semua subjek tersebut berperan untuk bersama-sama membangun moral peserta didik agar menjadi orang yang baik. Oleh karena pendidik adalah ujung tombak untuk mewujudkan moral yang baik dalam diri peserta didik, maka pendidik terlebih dahulu harus bermoral baik.
Pada intinya materi pendidikan
moral mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Pendidikan moral untuk hubungan manusia dengan alam semesta dapat diberikan dengan menguatkan nilai-nilai keseimbangan alam, menjaga kelestarian alam, tidak merusak alam, hemat, dan mendidik untuk menggunakan kembali barang-barang bekas (daur ulang) dalam bentuk yang baru. Pendidikan moral pada masa sekarang menghadapi berbagai
tantangan seiring dengan kemajuan zaman yang ditandai oleh keterbukaan informasi dan kecanggihan teknologi.
Hal ini tentu berbeda sekali dengan masa lalu. ada metode lain yang
lebih sesuai yaitu inkulkasi atau
penanaman nilai.
a. Inkulkasi nilai
B. Metode keteladanan
C. Metode klarifikasi nilai
D. Metode fasilitasi nilai
E. Metode keterampilan nilai moral
Npm : 2253053012
Kelas : 3G
Analisis Jurnal 1
IDENTITAS JURNAL
Nama Jurnal : Jurnal Humanika
Judul jurnal : PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH
Penulis Jurnal : Rukiyati
Nomer : 1
Tahun terbit : September 2017
Kata Kunci: tujuan pendidikan, nilai moral, sekolah, komprehensif
ISI JURNAL
Sekolah merupakan lingkungan
mikrosistem. Sebagai sebuah mikrosistem, sekolah diperkirakan mempunyai pengaruh yang kuat yang dapat dilihat secara langsung dalam diri subjek didik. Di sekolah ada pegawai tata usaha, pramu kantor, tukang kebun, dan komite sekolah.
Semua subjek tersebut berperan untuk bersama-sama membangun moral peserta didik agar menjadi orang yang baik. Oleh karena pendidik adalah ujung tombak untuk mewujudkan moral yang baik dalam diri peserta didik, maka pendidik terlebih dahulu harus bermoral baik.
Pada intinya materi pendidikan
moral mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Pendidikan moral untuk hubungan manusia dengan alam semesta dapat diberikan dengan menguatkan nilai-nilai keseimbangan alam, menjaga kelestarian alam, tidak merusak alam, hemat, dan mendidik untuk menggunakan kembali barang-barang bekas (daur ulang) dalam bentuk yang baru. Pendidikan moral pada masa sekarang menghadapi berbagai
tantangan seiring dengan kemajuan zaman yang ditandai oleh keterbukaan informasi dan kecanggihan teknologi.
Hal ini tentu berbeda sekali dengan masa lalu. ada metode lain yang
lebih sesuai yaitu inkulkasi atau
penanaman nilai.
a. Inkulkasi nilai
B. Metode keteladanan
C. Metode klarifikasi nilai
D. Metode fasilitasi nilai
E. Metode keterampilan nilai moral