Posts made by MIFTAHUL JANNAH 2253053012

Nama : Miftahul Jannah
Npm : 2253053012
Kelas : 3G

Analisis jurnal 2

Identitas Jurnal
Judul : PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL
DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA
MENGATASI KENAKALAN REMAJA
Volume, Nomor, dan Halaman:Volume 12, Nomor 1, halaman 41-54
Tahun : 2014
Penulis: Fahrudin
Kata kunci: Pendidikan nilai, kenakalan remaha, pendidikan keluarga

Hasil analisis
Pendidikan yang diberikan di lingkungan keluarga berbeda dengan pendidikan yang dilaksanakan di sekolah, karena pendidikan dalam keluarga bersifat informal yang tidak terikat oleh waktu dan program pendidikan secara khusus. Pendidikan dalam keluarga berjalan sepanjang masa, melalui proses interaksi dan sosialisasi di dalam keluarga itu sendiri. Esensi pendidikannya tersirat dalam integritas keluarga, baik di dalam komunikasi antara sesama anggota keluarga, dalam tingkah laku keseharian orang tua dan anggota keluarga lainnya juga dalam hal-hal lainnya yang berjalan dalam keluarga semuanya merupakan sebuah proses pendidikan bagi anak-anak.Oleh karena itu, orang tua harus selalu memberikan contoh tauladan yang baik kepada anak-anak mereka, karena apa pun kebiasaan orang tua di rumah akan selalu dilihat dan dicerna oleh anak-anak.
Sebagai lingkungan pendidikan yang pertama keluarga memainkan peran yang sangat besar dalam menanamkan nilai-nilai moral kepada anak. Karena itu orangtua sebagai penanggungjawab atas kehidupan keluarga harus memberikan pendidikan dan pengajaran kepada anak-anaknya dengan menanamkan ajaran agama dan akhlakul karimah. Sejalan dengan semakin pesatnya arus globalisasi yang dicirikan dengan derasnya arus informasi dan teknologi ternyata dari satu sisi memunculkan persoalan-persoalan baru yang kerap kita temukan pada diri individu dalam suatu masyarakat. Munculnya kenakalan remaja, tawuran antar pelajar, narkoba, penyimpangan seksual, kekerasan serta berbagai bentuk penyimpangan penyakit kejiwaan, seperti stress, depresi, dan kecemasan, adalah bukti yang tak ternafikan dari adanya dampak negatif dari kemajuan peradaban kita.
Hal ini kemudian secara tidak langsung berpengaruh tidak baik pula pada kemapanan dan tatanan masyarakat damai seperti kita semua harapkan .Fenomena ini dalam rumusan yang sederhana dapat dikatakan bahwa semakin moderen dan maju sebuah masyarakat akan semakin kompleks dan beragam problematika kehidupan yang akan dijumpai. Masalah moral adalah suatu masalah yang menjadi perhatian orang dimana saja, baik dalam masyarakat yang telah maju, maupun dalam masyarakat yang masihterbelakang. Karena kerusakan moral seseorang mengganggu ketenteraman yang lain. Jika dalam suatu masyarakat banyak yang rusak moralnya, maka akan
goncanglah keadaan masyarakat itu.
Nama : Miftahul Jannah
Npm : 2253053012
Kelas : 3G

Analisis jurnal 1

Identitas Jurnal
Judul : Pendidikan Moral Di Sekolah
Penulis : Rukiyati
Tahun : 2017
No : 1
Th : XVII
Nama jurnal : Jurnal Humanika
Kata Kunci : Tujuan pendidikan, nilai moral, sekolah dan komprehensif.

Hasil analisis
Pendidik Moral di Sekolah tidak dapat dipungkiri bahwa pendidik utama di sekolah adalah guru. Guru yang baik tentu saja sangat strategis untuk terbentuknya moral siswa yang baik pula. Sekolah adalah tempat publik bagi peserta didik untuk dapat belajar pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan untuk hidup dalam demokrasi yang sesungguhnya. Sekolah bukan sebagai perluasan tempat kerja atau sebagai lembaga garis depan dalam pertempuran pasar internasional dan kompetisi asing, sekolah sebagai ruang publik yang demokratis dibangun untuk membentuk siswa dapat mengajukan pertanyaan kritis, menghargai dialog yang bermakna dan menjadi agensi kemanusiaan. Peserta didik belajar wacana tentang organisasi umum dan tanggung jawab sosial. Dalam konteks inilah, guru berfungsi untuk mewujudkan peserta didik agar menjadi warga negara yang aktif dalam masyarakat yang demokratis.

Guru adalah ujung tombak untuk mewujudkan moral yang baik dalam diri peserta didik, maka guru terlebih dahulu harus bermoral baik pula. Dengan demikian, pendidikan moral yang dilaksanakan oleh guru akan lebih mudah diterima dan diteladani oleh para peserta didiknya.

Materi Pendidikan Moral pada intinya materi pendidikan, moral mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Pendidikan moral terhadap diri sendiri yang penting diberikan kepada peserta didik berkaitan dengan nilai- nilai kebersihan diri, kerajinan dalam belajar/bekerja, keuletan, disiplin waktu. Pendidikan moral untuk sesama manusia mencakup nilai-nilai moral sosial seperti kerjasama, toleransi, respek, berlaku adil, jujur, rendah hati, tanggung jawab dan peduli.
Nama : Miftahul Jannah
Npm : 2253053012
Kelas : 3G

Analisis video 2

Video tersebut memperlihatkan terdapat siswa SMA yang melempari kertas kepada guru ketika guru sedang menjelaskan materi dipapan tulis. Kemudian terdapat juga Seorang siswa menabrak seorang guru, sehingga buku yang dibawa terjatuh anak tersebut berlari dan tidak sama sekali meminta maaf kepada guru
Video itu juga menunjukkan cara berpakaian anak yang tidak menaati peraturan sekolah. Hal tersebut merupakan perilaku yang sangat disayangkan dan siswa itu tidak mempunyai etika,sopan, santun.

Kita sebagai calon guru harus memiliki jiwa yang sabar, tegas, berbicara menggunakan nada yang lembut, menasehati dengan baik serta membuat kesepakatan belajar antara siswa dan guru, Contohnya jika salah harus minta maaf.
Nama : Miftahul Jannah
Npm : 2253053012
Kelas : 3G

Tanggapan saya mengenai perbedaan hardskill dan softskill.
Hardskill dan softskill adalah dua konsep yang berbeda dalam konteks penilaian kemampuan seseorang. Hardskill merujuk pada kemampuan atau pengetahuan yang dapat diukur secara konkret dan spesifik. Ini termasuk pengetahuan teknis, keterampilan teknis, dan keahlian khusus yang diperoleh melalui pendidikan formal atau pelatihan.Contoh hardskill termasuk kemampuan dalam bahasa pemrograman, penggunaan perangkat lunak.Kriteria penilaian hardskill biasanya berfokus pada hasil kinerja yang dapat diukur, seperti produktivitas, efisiensi, tingkat keahlian, atau hasil tes yang terukur.

Di sisi lain, softskill merujuk pada kualitas pribadi dan interpersonal yang mempengaruhi cara seseorang berinteraksi dengan orang lain. Ini termasuk kemampuan komunikasi efektif, kepemimpinan, keterampilan kolaborasi, pemecahan masalah, adaptabilitas, dan kemampuan berpikir kritis. Softskill tidak terukur dengan cara yang sama seperti hardskill, dan penilaiannya lebih subjektif.
Kriteria penilaian softskill biasanya melibatkan pengamatan terhadap perilaku dan interaksi seseorang dengan orang lain, seperti kemampuan bekerja dalam tim, kemampuan mengatasi konflik, atau kemampuan beradaptasi dengan perubahan.
Nama : Miftahul Jannah
Npm : 2253053012
Kelas : 3G

ANALISIS JURNAL 2

Identitas Jurnal
Judul : Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini
Penulis : Lia Yuliana, M.Pd
Halaman : 1-10 halaman

Moral adalah ajaran tentang tingkah laku hidup yang berdasarkan pandangan hidup atau agama tertentu.

Pendidikan moral perlu ditanamkan kepada anak sejak usia dini, Karena anak pada usia dini merupakan saat yang baik untuk mengembangkan kecerdasan moral anak.
Yang dimaksud dengan pendidikan moral
adalah suatu program pendidikan (sekolah dan luar sekolah) yang mengorganisasikan dan "menyederhanakan" sumber-sumber moral dan disajikan dengan memperhatikan pertimbangan psikologis untuk tujuan pendidikan.
Nilai moral memiliki ciri-ciri yakni:
Berkaitan dengan hati nurani
Semua nilai minta untuk diakui dan diwujudkan, tetapi pada nilai-nilai moral tuntutan ini lebih mendesak dan lebih serius. Sehingga dapat diketahui bahwa di dalam moral yang menjadi tolak ukur suatu perbuatan itu bernilai baik atau buruk adalah adat istiadat yang berlaku di dalam masyarakat tertentu.
Di dalam nilai moral juga terdapat batasan-batasan berlakunya nilai tersebut.
Nilai abadi, yakni berlaku kapanpun dan dimanapun seperti kebebasan beragama.
Karena itulah, maka usia dini dikatakan sebagai usia emas, yaitu usia yang sangat berharga disbanding usia-usia selanjutnya.
Anak usia dini dikenal sebagai manusia yang unik, kadang-kadang melebihi dari orang-orang dewasa yang sulit diterka, diduga, bila dilihat dari bicara, tingkah laku maupun pikirannya. Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini
dapat dilakukan dengan berbagai macam metode yaitu bermain memberikan kesenangan kepada anak- anak, mereka dapat menuangkan imajinasi yang ada di pikiran secara bebas melalui bermain. Mengajarkan tata bicara yang sopan, baik, dan benar kepada anak-anak. Melatih anak-anak untuk menaati peraturan-peraturan tersebut. Mengajarkan kepada anak untuk belajar menerima konsekuensi atau akibat jika
melanggar peraturan tersebut.
Melalui cerita dapat menyampaikan pesan-pesan atau informasi moral yang
dapat menambah pengetahuan anak tentang nilai-nilai moral yang berlaku di masyarakat.
Selain itu juga menanamkan rasa kecintaan terhadap orang lain. Anak-anak harus belajar
menyayangi orang lain, tidak hanya keluarga tetapi semua orang. Menumbuhkan kemauan anak untuk bersosialisasi dengan orang lain
Bercakap-cakap mempunyai makna penting bagi perkembangan anak, sebab dapat meningkatkan keterampilan komunikasi dengan orang lain.