Posts made by F. Riska Elisa 2213053249

Nama : F. Riska Elisa
NPM : 2213053248

Dari videi diatas terdapat beberapa contoh nilai moral yang baik dilingkungan masyarakat seperti:
1. Sikap tolong menolong
2. Menyapa orang dengan bahasa yang baik.
3. Menghargai pendapat orang lain.
4. Saling bertegur Sapa.
5. Mengikuti pembekalan dengan baik.

Adapun juga contoh nilai moral yang tidak ataupun kurang baik dilingkungan masyarakat seperti :
1. Mencuri
2. Membuang sampah sembarangan
3. Memandang rendah orang lain.
4. Berkendara dengan kecepatan tinggi.
5. Membuang sampah disungai.
6. Berkelahi dengan sesama teman dan tidak melerai teman yang berkelahi.

Jadi dapat disimpulkan bahwa nilai moral adalah hal yang penting dimana nilai moral adalah suatu nilai yang menjadi standar baik atau buruknya seseorang.
Nama : F. Riska Elisa
NPM : 2213053249
Kelas : 3/I

Berdasarkan juranal diatas yang dapat saya simpulkan yaitu
Tolak ukur yang mendalam berperilaku moral sesuai dengan nilai, etika, atau kesopanan sesuai dengan nilai aturan atau
kebenaran. Moral adalah adat istiadat aturan kesopanan. Solusi untuk meningkatkan moral diperlukan adanya tricenter informal seperti misalnya keluarga dan masyarakat. Dalam keluarga seperti bagaimana orang tua dalam keluarga yang mendidik putranya dengan baik dan benar.
Moral yang pantas untuk di masa depan, yaitu moralitas mampu mengedepankan nilai-nilai moral, khususnya nilai-nilai Pancasila, karena Pancasila itu pandangan hidup bangsa mampu menjadi tolak ukur
kehidupan masyarakat Indonesia.
Nama : F. Riska Elisa
NPM.: 2213053249

1).Fungsi Agama
Fungsi agama keluarga adalah membimbing dan mengajarkan kepada anggota keluarga kehidupan beragama. Misalnya mengajarkan mengaji dan membaca kitab suci, keberadaan Tuhan Yang Maha Esa, dan patuh dan taat dalam menjalankan perintah Allah.

2).Fungsi Sosial Budaya
Keluarga berfungsi sosial budaya memiliki makna bahwa perkembangan anak keluarga atau anggota keluarga mempunyai peranan penting dalam menanamkan pola tingkah laku dalam hidup bermasyarakat. Dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai yang baik dalam diri anak tersebut, menanamkan nilai dan norma sesuai dengan tingkah laku dan usia, dan mewariskan nilai-nilai budaya keluarga.

3).Fungsi Cinta dan Kasih Sayang
Dalam keluarga memberikan rasa cinta dan kasih sayang, rasa aman, serta memberikan perhatian diantara anggota keluarga.

4). Fungsi Perlindungan
Tujuannya adalah melindungi anggota keluarga dari tindakan-tindakan yang tidak baik. Keluarga memunculkan suasana aman, nyaman, adil, dan terlindungi. Keluarga tempat mengadu semua masalah yang anggota keluarga tersebut lakukan.

5).Fungsi Reproduksi
Fungsi reproduksi ini memiliki makna bahwa keluarga adalah sarana manusia guna menyalurkan hasrat seksual kepada manusia yang lain yang memiliki perbedaan jenis kelamin secara legal di mata hukum dan sah secara agama, sehingga manusia tersebut dapat melangsungkan hidupnya karena dengan fungsi biologi ia akan memiliki keturunan berupa anak. Selain itu, fungsi reproduksi bertujuan meneruskan keturunan, anak tersebut akan dirawat dan dibesarkan.

6). Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan
Fungsi keluarga sebagai sosialisasi dan pendidikan mengajarkan anggota keluarga dari mulai lahir hingga menjadi dewasa yang berpribadi baik. Keluarga memiliki tugas mengajarkan setiap anggotanya dari waktu-kewaktu guna menjadi pribadi yang baik sebelum mereka terjun ke dalam kehidupan masyarakat yang sebenarnya.

7). Fungsi Ekonomi
Fungsi ekonomi keluarga dijadikan sebagai tempat yang baik dalam memnuhi kebutuhan hidup anggota keluarga didalamnya, serta membagi tugas dan peranan setiap keluarga, misalnya ayah bertugas mencari nafkah, sedangkan ibu mengurus pekerjaaan rumah tangga.

8). Fungsi Lingkungan
Semua bentuk tingkah laku anggota keluarga berawal dari keluarga. Cara yang dapat ditempuh melalui fungsi ini adalah menjaga kelesatarian lingkungan sekitar, menciptakan lingkungan yang aman, bersih, sehat dan damai.
Nama : F. Riska Elisa
NPM : 2213053249
Kelas : 3/I

Yang dapat saya simpulkan dari jurnal diatas yaitu
Di jelaskan dalam jurnal.bahwa terdapat berbagai isu moralitas yang terjadi dalam kehidupan masyarakat seperti penggunaan narkoba dan obat-obatan terlarang, pornografi, KKN( Kolusi, Korupsi dan Nepotisme).

Adapun beberapa cara mengatasi permasalah moralitas yaitu
1). Faktor spiritual,
Seperti kita ketahui bahwa dalam agama-agama, terdapat nilai- nilai yang mengatur kehidupan moralitas, oleh karena itu pendidikan agama terhadap masyarakat sangatlah perlu, agama apapun yang ia anut.

2). Faktor keluarga,
Memelihara keharmonisan keluarga dan ketentraman rumah tangga sangat menentukan bagi pencegahan dan keterlibatan anggota keluarga masuk kedalam permasalahan moralitas yand ada. Seperti yang kita pahami bahwa keluarga adalah sebagai dasar pendidikan, artinya biasanya anggota keluarga selalu membawa kebiasaannya dirumah kedalam
masyarakat.

3). Faktor lingkungan dan pergaulan
adalah salah satu faktor yang sering
menyebabkan orang jatuh kedalam
permasalahan moralitas, seperti ungkapan
“pergaulan yang buruk merusak kebiasaan
baik” artinya dimana pun kita berada dan
dengan siapa kita bergaul, ini akan berdampak pada cara hidup kita. Oleh
karena itu kita harus jeli terhadap situasi
lingkungan kita dan juga harus memperhatikan kepada siapa kita bergaul.
Karena apabila kita tidak dapat berhati- hati, lingkungan dan pergaulan kita dapat
membawa kita masuk kedalam
permasalahan moralitas tersebut

4). Faktor Pendidikan,
Secara umum semakin tinggi pendidikan seseorang, maka semakin luas pengetahuan dan pengalamannya. Dan biasanya tingkat pendidikan yang dijalani seseorang akan juga mempengaruhi cara hidupnya dan cara berpikirnya. Dengan demikian, seseorang itu akan semakin memahami mana yang baik untuk dilakukan dan mana yang tidak baik untuk dilakukan.Maka akan semakin sulit pula ia terbawa kepada permasalahan moralitas yang tidak baik.
Nama : F. Riska Elisa
NPM : 2213053249
Kelas : 3/I

Yang dapat saya simpulkan dari video diatas yaitu di dalam video bercerita tentang seorang guru muda yang mengikuti kurikulum bahasa Indonesia dan kemudian dibawa ke daerah terpencil di Kalimantan. Kisah dalam video merupakan kisah nyata pengalaman anak-anak muda yang rela melepaskan peluang karir dan kehidupan stabil di kota besar untuk menjadi guru dan mengajar di desa-desa terpencil di seluruh dunia selama setahun. Semoga dengan hal ini pemerintah dapat membuka mata agar pendidikan dan kehidupan masyarakat dan daerah terpencil di Kalimantan , dapat mendapat perhatian lebih agar pendidikan dapat merata di seluruh wilayah Indonesia.