Nama : F. Riska Elisa
NPM : 2213053249
A. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Menyiratkan adanya hubungan yang terus terjalin antara Tuhan Yang Maha Esa dengan manusia dan alam semesta beserta isinya.
Sila Kemanusiaan Adil dan beradab Menyiratkan adanya konsep tentang manusia yang utuh (hubungan jasmani dan rohani) .
Sila Persatuan Indonesia,
Menandakan terpadunya karakter ilmu dengan faham kebangsaan Indonesia, sekaligus penolakan terhadap faham etnisisma dan etnosentrisma.
Sila Kerakyatan yang dipimpin permusyawaratan/perwakilan oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
Menyiratkan bahwa rakyat atau wakil-wakil rakyat dalam menjalankan kekuasaannya harus dipimpin oleh kebijaksanaan, dengan penuh rasa tanggungjawab, baik secara vertikal kepada Tuhan YME maupun secara horizontal kepada seluruh rakyat Indonesia, dan tidak sekali-kali atas dasar kekuatan maupun legalitas formal. Semakin dekat manusia dengan sumber kebenaran absolut yaitu Tuhan YME, maka dia akan semakin bijaksana.
Sila Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia
Menyiratkan bahwa keadilan itu bukan keadilan formal, suatu keadilan yang lahir karena perundang-undangan, melainkan keadilan yang bertumpu pada habitat sosialnya, yaitu masyarakat Indonesia, yang berkarakter komunalistik-religius.
B. Harapan saya mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang ialah pemimpin yang berjiwa Pancasila sebab pemimpin berjiwa Pancasila ialah pemimpin yang mengerti benar akan hakikat pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia. Serta warga negara yang bersikap demokratis dan memiliki jiwa Pancasila pula dengan ilmuwan bangsa Indonesia.
NPM : 2213053249
A. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Menyiratkan adanya hubungan yang terus terjalin antara Tuhan Yang Maha Esa dengan manusia dan alam semesta beserta isinya.
Sila Kemanusiaan Adil dan beradab Menyiratkan adanya konsep tentang manusia yang utuh (hubungan jasmani dan rohani) .
Sila Persatuan Indonesia,
Menandakan terpadunya karakter ilmu dengan faham kebangsaan Indonesia, sekaligus penolakan terhadap faham etnisisma dan etnosentrisma.
Sila Kerakyatan yang dipimpin permusyawaratan/perwakilan oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
Menyiratkan bahwa rakyat atau wakil-wakil rakyat dalam menjalankan kekuasaannya harus dipimpin oleh kebijaksanaan, dengan penuh rasa tanggungjawab, baik secara vertikal kepada Tuhan YME maupun secara horizontal kepada seluruh rakyat Indonesia, dan tidak sekali-kali atas dasar kekuatan maupun legalitas formal. Semakin dekat manusia dengan sumber kebenaran absolut yaitu Tuhan YME, maka dia akan semakin bijaksana.
Sila Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia
Menyiratkan bahwa keadilan itu bukan keadilan formal, suatu keadilan yang lahir karena perundang-undangan, melainkan keadilan yang bertumpu pada habitat sosialnya, yaitu masyarakat Indonesia, yang berkarakter komunalistik-religius.
B. Harapan saya mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang ialah pemimpin yang berjiwa Pancasila sebab pemimpin berjiwa Pancasila ialah pemimpin yang mengerti benar akan hakikat pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia. Serta warga negara yang bersikap demokratis dan memiliki jiwa Pancasila pula dengan ilmuwan bangsa Indonesia.