Posts made by Dian Anjani Cahyaningrum Sasongko 2253053018

Nama : Dian Anjani Cahyaningrum Sasongko
NPM : 2253053018

Dari jurnal 2 ini , saya dapat beberapa informasi. Moral merupakan pandangan tentang baik dan buruk, benar dan salah, apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan, Pendidikan moral diselenggarakan di berbagai lembaga pendidikan, termasuk di lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD). PAUD atau usia prasekolah merupakan masa anak belum memasuki pendidikan formal. PAUD merupakan landasan pembentukan karakter moral manusia, sehingga membentuk perilaku dasar dan kemampuan dalam setiap tahap perkembangannya untuk kemudian menjadi warga negara yang baik. Untuk itu, perlu ditanamkan nilai-nilai moral pada anak usia dini. Pentingnya pendidikan nilai-nilai moral sejak dini agar kepribadian anak dapat berkembang secara optimal sesuai potensi dan kapasitas anak serta berkembangnya sikap dan perilaku positif pada anak. Pendidikan moral menyangkut sikap dan kepribadian, sehingga pembelajaran tidak sebatas mengembangkan kemampuan intelektual saja tetapi lebih memperhatikan pengembangan kepribadian, sikap dan perilaku peserta didik. Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2000: 52-55) nilai moral memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Berkaitan dengan tanggung jawab kita
2. Berkaitan dengan hati nurani
3. Mewajibkan
4. Bersifat formal

Nilai-nilai moral yang bersifat objectivistic dikategorikan sebagai moral kesusilaan, seperti kejujuran, keadilan, keikhlasan, tanggung jawab dan lain-lain. Adapun nilai-nilai moral yang bersifat relativistic dikategorikan sebagai moral kesopanan, seperti berbicara secara sopan, hormat kepada orang yang lebih tua, tidak bertamu pada jam istirahat dan sebagainya. Di dalam penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini dapat menggunakan berbagai metode yaitu metode bermain, bercerita, pemberian tugas dan bercakap- cakap, penggunaan metode tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi dan karakter anak yang menjadi sumber pertimbangan utama. Sebab metode akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini.
Nama : Dian Anjani Cahyaningrum Sasongko
NPM : 2253053018

Dari jurnal 1 ini , saya dapat beberapa informasi. Pada dasarnya pembentukan anak secara mendasar tergantung kepada orang- orang yang membentuknya dan situasi lingkungan yang mendukungnya. Anak yang hidup pada kondisi lingkungan yang membentuk kepribadian baik tentu akan menjadi baik selama belum terkontaminasi dengan hal – hal yang buruk, begitu juga sebaliknya ketika anak hidup pada kondisi lingkungan yang buruk tentu akan terbentuk kepribadian yang buruk selama belum terkontaminasi dengan hal – hal yang baik yang bisa mengubah. Jadi penanaman nilai-nilai moral adalah bertujuan menanamkan nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang mempunyai moral yang baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan mungkin menghancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dapat disimpulkan bahwa guru di SD Negeri Lampeuneurut sudah menanaman nilai-nilai moral kepada siswanya, nilai-nilai yang ditanamkan adalah nilai agama (religius) , nilai kejujuran , nilai kemandirian , nilai tanggung jawab , nilai gender , nilai keadilan , nilai menghargai , nilai sosialitas , nilai daya juang , nilai hidup sehat. Penanaman nilai-nilai moral bukan hanya dapat dilakukan saat proses belajar mengajar tetapi saat berada di luar kelas juga dapat ditanamkan seperti dilingkungan sekolah maupun di rumah karena dengan adanya berkesinambungan akan menjadikan siswa mempunyai moral yang baik. Dan siswa yang sudah mempunyai nilai moral harus terus dibimbing/diajarkan agar nilai moral tersebut tidak hilang karena apabila sudah ada dasarnya maka segala sesuatu akan lebih mudah.
Nama : Dian Anjani Cahyaningrum Sasongko
NPM : 2253053018

Dari vidio tersebut saya dapat menganalisi tentang pentingnya penilaian pengembangan nilai agama dan moral pada pendidikan anak usia dini, yang bertujuan untuk supaya guru dapat mendeskripsikan ketercapaian perkembangan masing-masing anak termasuk didalamnya perkembangan moral dan agama melalui penilaian tersebut guru dapat mengukur sejauh mana perkembangan masing-masing peserta didik serta dapat mengetahui dan menerapkan di aspek perkembangan yang mungkin belum dapat dicapai atau mungkin yang sudah dapat dicapai. Adapun beberapa prinsip dalam penilaian diantaranya : Prinsip-prinsip penilaian ialah : 1. Mendidik, 2. Berkesinambungan, 3. Objektif, 4. Akuntabel, 5. Transparan, 6. Sistematis, 7. Menyeluruh., 8. Bermakna. Lalu ada beberapa tekhnik dalam penilaian ini diantaranya :
1. Menyusun teknik, Instrumen penilaian serta menetapkan indikator pencapaian perkembangan anak.
2. Melaksanakan proses penilaian sesuai dengan tahap, teknik, dan Instrumen penilaian.
3. Mendokumentasikan mendokumentasikan Penilaian proses dan hasil belajar anak secara akuntabel dan transparan
4. Melaporkan capaian perkembangan
Nama : Dian Anjani Cahyaningrum Sasongko
NPM : 2253053018

Dari vidio tersebut saya dapat menganalisi tentang pentingnya etika, nilai dan moral yang berlaku dari usia muda sampai usia tua , dengan hal ini hendaknya manusia memiliki pola pikir, sikap dan perilaku yang baik dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Etika sendiri kita gunakan dimanapun kita berada contohnya seperti saat bertamu kerumah teman hendaknya memberi salam terlebih dahulu tidak asal main teriak memanggil namanya, bila dimasyarakat kita dapat merapkan etika membuang sampai pada tempatnya karena bila dilihat masyarkat indonesia masih saja suka membuang sampah sembarangan. Nilai dan moral juga bisa ditetapkan dilingkungan masyarakat seperti mengucapkan kata "permisi" jika melihat orang yang lebih tua dan mengucapkan kata "tolong" jika ingin meminta bantuan dan mengucapkan kata "terimakasih" bila sudah ditolong atau diberi sesuatu.
Nama : Dian Anjani Cahyaningrum Sasongko
NPM : 2253053018

Dari jurnal 2 ini saya mendapatkan beberapa materi penting. Degradasi moral merupakan suatu fenomena adanya kemerosotan atas budi pekerti seseorang maupun sekelompok orang sesuai dalam konteks Bangsa Indonesia. Adapun kalangan millennial saat ini akrab terdengar dan dapat diartikan secara sederhana sebagai orang-orang yang memiliki interaksi kuat terhadap sosial media melalui gawai seperti PC, HP, tablet, dan benda-benda digital. Artinya kalangan millennial memiliki akses yang bebas dengan globalisasi dunia, yang tentunya pasti akan mempengaruhi moral. Masa depan suatu bangsa sesungguhnya dipegang oleh para pemuda yang merupakan masyarakat yang berada pada usia remaja, maka dari itu penting sekali bangsa ini untuk meningkatkan kualitas para pemudanya untuk Indonesia yang lebih baik. Dalam rangka kegiatan pengabdian dimasyarakat yang tertera pada jurnal ini memiliki sebuah tujuan yaitu kiranya para generasi muda mempunyai bekal moral yang baik yang berguna bagi mereka. Tidak hanya itu anak-anak remaja harus diarahkan dan dibantu agar tidak hanya cerdas dalam akademis tapi juga mempunyai kemampuan softskill yang baik, terutama baik anak-anak remaja yang sedang mencari jati diri. Harapannya pelatihan-pelatihan semacam ini dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan pada setiap jenjang pendidikan.