Nama : Mitha Prinanda Febri
Npm : 2213053084
analisis jurnal
Sikap adalah seperangkat tanggapan yang konsisten terhadap objek sosial, yang mengisyaratkan bahwa sikap adalah reaksi atau respon yang masih tertutup oleh seseorang terhadap suatu stimulus atau objek.
Menurut Eagle dan Chaiken (1993), A. Wawan dan Dewi M. mengemukakan dalam bukunya bahwa sikap dapat ditempatkan dalam proses kognitif, afektif (emosional) dan perilaku sebagai hasil dari evaluasi objek sikap. Dari definisi di atas, jelas bahwa, secara umum, sikap terdiri dari komponen kognitif (pemikiran yang biasanya terkait dengan berbicara dan belajar), perilaku (cenderung memengaruhi respons yang sesuai dan tidak sesuai), dan komponen emosional (menyebabkan respons konsekuen).
Karakteristik sikap.
Sikap tidak dilahirkan sejak lahir, tetapi dibentuk atau dipelajari selama perkembangan sehubungan dengan objeknya.Sikap dapat berubah, oleh karena itu sikap dapat dipelajari dan sikap dapat berubah pada orang, jika ada kondisi dan keadaan tertentu yang mendorong sikap pada orang. . Sikap tidak berdiri sendiri, tetapi selalu memiliki hubungan tertentu dengan objeknya. Dengan kata lain, sikap secara konstan dibentuk, dipelajari atau diubah terhadap objek tertentu yang didefinisikan dengan jelas. Objek dari suatu sikap adalah suatu hal yang spesifik, tetapi dapat juga merupakan kumpulan dari hal-hal tersebut. Sikap memiliki aspek motivasional dan emosional yang sifatnya membedakan sikap dengan keterampilan atau pengetahuan.
Tingkatan Sikap Menurut Notoadmodjo (2003), sikap menurut Wawan dan Dewi (2010) terdiri dari beberapa tingkatan, yaitu: :
(1) Penerimaan (Acceptance) Penerimaan artinya orang (subyek) menginginkan dan memperhatikan suatu stimulus yang diberikan . (objek),
(2) Answer (bereaksi) Memberikan jawaban ketika ditanya, melakukan tugas yang diberikan adalah sikap demonstratif, karena Anda mencoba menjawab pertanyaan atau melakukan tugas tertentu. Terlepas dari apakah pekerjaan itu benar atau salah, berarti orang tersebut menerima ide tersebut,
(3) Nilai Mengajak orang lain untuk mengerjakan masalah atau berdiskusi dengan orang lain menunjukkan sikap tingkat ketiga,
(4) Responsif (bertanggung jawab ).
(5) Tanggung jawab terhadap semua orang yang dipilih beserta segala resikonya adalah sikap yang paling tinggi.
Fungsi Sikap Sikap Katz memiliki beberapa fungsi yaitu:
(1) Fungsi instrumental atau fungsi pengatur atau fungsi berguna, fungsi ini berkaitan dengan sarana dan tujuan. Orang melihat sejauh mana suatu objek sikap dapat digunakan sebagai alat atau sarana untuk mencapai tujuan. Jika objek sikap dapat membantu orang tersebut mencapai tujuannya, maka orang akan memiliki sikap positif terhadap objek tersebut. Di sisi lain, jika objek sikap menghalangi pencapaian tujuan, orang akan memandang objek sikap yang relevan secara negatif,
(2) Fungsi pertahanan ego, Ini adalah sikap yang diambil seseorang untuk melindungi ego atau akunnya. Seseorang mengambil sikap ini ketika ego orang itu terancam,
(3) Fungsi ekspresi nilai, Sikap seseorang adalah cara orang mengekspresikan nilai-nilainya. Dengan mengekspresikan diri, Anda mendapatkan kepuasan karena bisa menunjukkan diri Anda. Ketika individu mengambil sikap tertentu, mereka menggambarkan keadaan sistem nilai yang berlaku pada individu yang bersangkutan,
(4 ) Tugas pengetahuan Orang memiliki keinginan untuk ingin memahami melalui pengalamannya. Ini berarti bahwa jika seseorang memiliki sikap tertentu tentang suatu objek, itu berbicara tentang pengetahuan orang tersebut tentang objek sikap itu.
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) selalu menjadi bagian terpenting dalam memajukan pembangunan negara. Kecepatan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang karena tuntutan dan kebutuhan masyarakat yang juga semakin berkembang di berbagai bidang. Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila Secara etimologis, istilah “science” berarti ilmu (dalam bahasa Inggris), yang berarti pengetahuan.