Posts made by Farida Juwita 2213053179

Nama : Farida Juwita
NPM : 2213053179
Kelas : 3G

Analisis video yang berjudul "Pendekatan Pentahelix Pendidikan Nilai dan Moral" oleh Tanisa Dwi Fitriani.

Dari video di atas, didapat pengertian terkait nilai dan moral. Nilai merupakan harga pada suatu konsep yang dihadapi, sedangkan moral berasal dari kata morse merupakan kebiasaan yang berulang-ulang oleh sekelompok orang. Dalam pendekatan Pentahelix, terdapat beberapa hal yakni :
1. Pemerintah. Yakni pada UU nomor 12 tahun 2012 terkait pendidikan tinggi pasal 35 ayat 3 tentang kurikulum, yang bertujuan untuk menanamkan nilai dan moral yakni dengan Agama, Pancasila Pkn dan Bahasa Indonesia yang wajib ada di dalam Pendidikan.
2. Masyarakat/Komunitas. Masyarakat dapat membantu penanaman nilai melalui kebiasaan-kebiasaan yang dilakukannya.
3. Akademisi. Seperti guru atau dosen yang secara lansung pasti memberikan pengetahuan ataupun nilai.
4. Pengusaha atau pemilik modal. Dalam penerapan nilai tentu berkaitan dengan komponen ini.
5. Media. Media elektronik seperti media sosial dapat membantu penanaman nilai.

Nilai tidak hanya semata-mata ditangkap dan diajarkan. Melainkan perlu dicerna, diinternalisasikan kemudian dibekukan dalam diri seseorang. Terdapat aliran dalam pengajaran nilai, seperti
- Aliran relativisme. Nilai bersifat subjektif, relatif, temporer, dan situasional sehingga tidak dapat diajarkan begitu saja.
- Aliran kebebasan atau value-free. Dimana nilai sebenernya tidak perlu diajarkan karena bertentangan dengan ketetapan manusia dalam kebebasan untuk menentukan pilihannya secara bebas dan mandiri.
Nama : Farida Juwita
NPM : 2213053179
Kelas : 3G

Analisis video yang berjudul "PENTINGNYA PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL" oleh Serly Setyowati.

Dalam pendidikan nilai dan moral, terdapat kesadaran moral yang saat ini kurang diperhatikan. Padahal, kesadaran moral berfungsi dalam mengarahkan seseorang agar mampu mempertimbangkan perilakunya secara matang atas dalam kehidupan sehari-hari. Minimnya kesadaran moral ini menimbulkan banyak kasus atau masalah yang terjadi. Tanpa adanya pendidikan moral, banyak masalah yang memprihatinkan terjadi pada peserta didik saat ini. Seperti sukar patuh kepada orang tua maupun guru, melakukan perundungan dan lainnya.

Dapat kita ketahui bahwa saat ini sudah terjadi kemrosotan moral dimana-mana, baik di media maupun lingkungan sosial. Pemerintah dan lembaga lembaga yang berkewajiban pun berupaya mengatasi masalah ini. Sehingga pendidikan moral merupakan hal yang penting dalam membentuk kepribadian serta karakter yang baik pada peserta didik.

Di sekolah, Pkn merupakan salah satu mata pelajaran yang mencakup ajaran nilai dan moral. Nilai dan moral juga disampaikan melalui isi dalam mata pelajaran ini. PKn mejadi wadah dalam pembangunan watak atau karakter peserta didik serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan nilai dan moral yang dituangkan ke dalam PKn untuk dapat mencapai keberhasilan dalam membantu meningkatkan pemahaman peserta didik. terhadap nilai dan moral.


Tentunya pendidik memiliki peran penting dalam mengajarkan pendidikan nilai dan moral ini. Pendidik dapat melakukan berbagai pendekatan dalam upaya menanamkan pendidikan nilai dan moral melalui mata pelajaran PKn. Yakni :
- Pendekatan Indoktrinasi yang berupaya dalam menanamkan nilai dan moral pada peserta didik.
- Pendekatan Klarifikasi dengan penyampaian nilai yang baik dan buruk kepada peserta didik
- Pendidik sebagai teladan atau contoh yang baik bagi peserta didik
- Pembiasaan perilaku dengan mulai membiasakan diri peserta didik untuk menerapkan nilai dan moral.
Nama : Farida Juwita
NPM : 2213053179
Kelas : 3G

Analisis jurnal 1
Judul : PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH
Penulis : Rukiyati

Setelah membaca jurnal di atas, didapat bahwa pendidikan moral tidak hanya berlaku di lingkungan keluarga, namun juga perlu dilaksanakan dengan terstruktur di sekolah. Terdapat banyak komponen penting dalam pendidikan nilai dan moral di sekolah yang bersifat komprehensif. Komponen ini terdiri atas beberapa aspek seperti :
1. Pendidik
Di mana guru memiliki peran penting dalam mengajarkan pendidikan nilai dan moral untuk dapat membangun moral yang baik pada peserta didik. Kemudian materi, metode, dan evaluasi untuk dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sebab guru merupakan tokoh utama dalam membantu mewujudkan moral ini, sehingga seorang guru tentu perlu memiliki moral yang baik terlebih dahulu.
2. Materi
Pada sekolah, pendidikan moral berupaya membentuk seserang menjadi bermoral baik dengan diri sendiri, terhadap sesama manusia, alam semesta dan moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Nilai-nilai seperti l belajar, disiplin, ulet, rajin merupakan bentuk pendidikan moral terhadap diri sendiri. Sedangkan pendidikan moral terhadap sesama dapat dibentuk dalam menjaga silaturahmi, toleransi, saling menolong dan menghargai. Pada alam semesta, pendidikan moral mengajarkan bahwa perlunya penguatan terhadap nilai-nilai keseimbangan alam, menjaga kelestarian alam, tidak merusak alam, hemat, serta mengajak untuk menggunakan kembali barang-barang bekas dengan tujuan untuk menjaga alam semesta. Serta pengajaran nilai moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang sesuai dengan sila pertama Pancasila.
3. Metode
Terdapat banyak metode yang dapat diterapkan, diantaranya :
a. Inkulkasi nilai. Dimulai dengan berupaya menanamkan nilai-nilai inti kepada peserta didik, seperti bertanggung jawab, toleransi, patriotisme dan belas kasih. Ini dilakukan dengan membangun literasi yang baik pada peserta didik.
b. Keteladanan. Ialah dengan menjadikan lingkungan kekuarga maupun masyarakat sebagi teladan dalam menanamkan nilai-nilai moral.
c. Klarifikasi nilai. Dengan metode ini, peserta didik diberikan pencerahan terkait moral yang baik untuk diterapkan. Sehingga metode ini dapat menjawab beberapa pertanyaan dan membangun sistem nilai mereka sendiri.
d. Metode fasilitasi nilai. Di sekolah, pendidik dan pihak sekolah menjadi fasilitator untuk peserta didik dapat merealisasikan nilai-nilai moral dalam dirinya. Contohnya, adanya fasilitias ibadah yang menanamkan nilai moral terhadap Sang Pencita, dan contoh lainnya.
e. Metode keterampilan nilai moral. Pembiasaan dapat menjadi sebuah langkah dalam mewujudkan keterampilan moral dalam diri peserta didik. Dengan mereka bertibdak kemudian menjadikannnya suatu komitmen, secara perlahan akan membentuk diri mereka menjadi baik.
4. Evaluasi
Dalam pendidikan moral, terdapat tiga ranah yang terdiri atas evaluasi penalaran moral, evaluasi karakteristik afektif, serta evaluasi perilaku. Dengan evaluasi, diharapkan dapat mencapai tujuan pendidikan moral yang ditetapkan. Dalam mencapai tujuan ini, peserta didik perlu memiliki kemampuan bernalar dalam bertindak atas suatu hal tertutama yang berkaitan dengan nilai dan moral.

Dengan seluruh komponen ini, pendidikan nilai moral di sekolah diharapkan dapat berjalan efektif
Nama : Farida Juwita
NPM : 2213053179
Kelas : 3G

Analisis jurnal
Judul : PENDEKATAN PENDIDIKAN NILAI SECARA KOMPREHENSIF SEBAGAI SUATU ALTERNATIF PEMBENTUKAN AKHLAK BANGSA
Penulis : Darmiyati Zuchdi

Pendekatan pendidikan nilai dan moral perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman. Dengan berkembangnya zaman, generasi saat ini tidak cukup apabila hanya menerima pendidikan nilai dan moral dengan pendekatan yang dahulu diterapkan. Pada generasi sebelumnya, pendidikan nilai dan moral cukup memadahi untuk membendung terjadinya perilaku yang menyimpang dari norma- lnorma kemasyarakatan, namun saat ini diperlukan pendekatan yang membantu atau mengajak generasi untuk dapat memilah baik buruknya nilai-nilai yang terdapat dalam kehidupan saat ini.

Dalam pendidikan nilai moral, istilah komprehensif meliputi berbagai aspek, yakni :
1) Isi pendidikan nilai haruslah komprehensif, meliputi semua penyimpangan yang berkaitan dengan nilai baik yang bersifat pribadi maupun pertanyaan-pertanyaan terkait etika secara umum.
2) Banyaknya metode yang harus digunakan dalam pendidikan nilai termasuk penanaman nilai dengan mengajarkan pembuatan keputusan moral yang baik. Dalam penanaman nilai ini perlu adanya teladan yang dapat mendorong mereka dalam mengarahkan keputusan maupun hal-hal lain dalam hidupnya.
3) Pendidikan nilai perlu diterapkan dalam keseluruhan proses pendidikan. Baik di kelas, kegiatan ekstrakurikuler, bimbingan dan penyuluhan, dalam kegiatan upacara, penghargaan serta semua aspek kehidupan. Misalnya, penekanan teladan tidak merokok dan lainnya.
4) Terjalinnya pendidikan nilai dalam kehidupan masyarakat. Tidak hanya dilingkungan sekolah, justru di lingkungan rumah perlu adanya pengajaran yang mendalam terkait keterampilan mengatasi masalah, berpikir kritis, kreatif, membuat keputusan sendiri denga penuh tanggung jawab, dan nilai lainnya kepada siswa sejak dini.

Sehingga, terdapat beberapa pendekatan yang dapat menggerakkan pendidikan nilai secara komprehensif :
1. Realisasi nilai, merupakan gerakan utama dalam pendidikan nilai dengan membantu seseorang dalam menentukan, menyadari, mengimplementasikan maupun bertindak mencapai nilai-nilai dalam kehidupan.
2. Pendidikan Watak, yakni dengan mengajarkan nilai-nilai yang diterima secara luas sebagai acuan atau landasan dalam bertindak dengan baik dan bertanggung jawab.
3. Pendidikan Kewarganegaraan dengan mengajarkan nilai-nilai Pancasila yang menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat.
4. Pendidikan Moral, yang mengajarkan pengetahuan, sikap, kepercayaan, ketrampilan, dan perilaku yang baik, jujur dalam istilah bermoral.
Dengan pendekatan yang komprehensif ini, dipercaya dapat menyesuaikan pada kehidupan saat ini yang semakin kompleks.