Nama : Farida Juwita
NPM : 2213053179
Kelas : 3G
Analisis jurnal 1
Judul : PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH
Penulis : Rukiyati
Setelah membaca jurnal di atas, didapat bahwa pendidikan moral tidak hanya berlaku di lingkungan keluarga, namun juga perlu dilaksanakan dengan terstruktur di sekolah. Terdapat banyak komponen penting dalam pendidikan nilai dan moral di sekolah yang bersifat komprehensif. Komponen ini terdiri atas beberapa aspek seperti :
1. Pendidik
Di mana guru memiliki peran penting dalam mengajarkan pendidikan nilai dan moral untuk dapat membangun moral yang baik pada peserta didik. Kemudian materi, metode, dan evaluasi untuk dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sebab guru merupakan tokoh utama dalam membantu mewujudkan moral ini, sehingga seorang guru tentu perlu memiliki moral yang baik terlebih dahulu.
2. Materi
Pada sekolah, pendidikan moral berupaya membentuk seserang menjadi bermoral baik dengan diri sendiri, terhadap sesama manusia, alam semesta dan moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Nilai-nilai seperti l belajar, disiplin, ulet, rajin merupakan bentuk pendidikan moral terhadap diri sendiri. Sedangkan pendidikan moral terhadap sesama dapat dibentuk dalam menjaga silaturahmi, toleransi, saling menolong dan menghargai. Pada alam semesta, pendidikan moral mengajarkan bahwa perlunya penguatan terhadap nilai-nilai keseimbangan alam, menjaga kelestarian alam, tidak merusak alam, hemat, serta mengajak untuk menggunakan kembali barang-barang bekas dengan tujuan untuk menjaga alam semesta. Serta pengajaran nilai moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang sesuai dengan sila pertama Pancasila.
3. Metode
Terdapat banyak metode yang dapat diterapkan, diantaranya :
a. Inkulkasi nilai. Dimulai dengan berupaya menanamkan nilai-nilai inti kepada peserta didik, seperti bertanggung jawab, toleransi, patriotisme dan belas kasih. Ini dilakukan dengan membangun literasi yang baik pada peserta didik.
b. Keteladanan. Ialah dengan menjadikan lingkungan kekuarga maupun masyarakat sebagi teladan dalam menanamkan nilai-nilai moral.
c. Klarifikasi nilai. Dengan metode ini, peserta didik diberikan pencerahan terkait moral yang baik untuk diterapkan. Sehingga metode ini dapat menjawab beberapa pertanyaan dan membangun sistem nilai mereka sendiri.
d. Metode fasilitasi nilai. Di sekolah, pendidik dan pihak sekolah menjadi fasilitator untuk peserta didik dapat merealisasikan nilai-nilai moral dalam dirinya. Contohnya, adanya fasilitias ibadah yang menanamkan nilai moral terhadap Sang Pencita, dan contoh lainnya.
e. Metode keterampilan nilai moral. Pembiasaan dapat menjadi sebuah langkah dalam mewujudkan keterampilan moral dalam diri peserta didik. Dengan mereka bertibdak kemudian menjadikannnya suatu komitmen, secara perlahan akan membentuk diri mereka menjadi baik.
4. Evaluasi
Dalam pendidikan moral, terdapat tiga ranah yang terdiri atas evaluasi penalaran moral, evaluasi karakteristik afektif, serta evaluasi perilaku. Dengan evaluasi, diharapkan dapat mencapai tujuan pendidikan moral yang ditetapkan. Dalam mencapai tujuan ini, peserta didik perlu memiliki kemampuan bernalar dalam bertindak atas suatu hal tertutama yang berkaitan dengan nilai dan moral.
Dengan seluruh komponen ini, pendidikan nilai moral di sekolah diharapkan dapat berjalan efektif