Kiriman dibuat oleh Annisatul Alfaidah

Nama: Annisatul Alfaidah
NPM: 2213053078

Dalam vidio ini memaparkan bahwa dizaman dunia yang modernisasi dan globalisasi saat ini, informasi dan peningkatan kehidupan manusia mudah diakses melalui media sosial. Bahkan kita bisa melihat kehidupan seseorang hanya dengan media sosial. Ada informasi positif dan negatif yang tersedia bagi kita, seiring generasi muda siap belajar dan terlibat dalam kegiatan sosial. Oleh karena itu kita harus menyaring berbagai informasi yang ada. Kita juga harus sadar akan pentingnya etika dan moralitas dalam kehidupan kita. Etika dan moral sering kali terabaikan padahal itu adalah hal penting.

Etika dan moralitas sangat penting bagi setiap individu, karena keduanya menjadi tolak ukur tindakan dan perilaku kita dalam hidup. Tetapi terkadang terbatas karena lingkungan yang tidak mendukung.
Salah satu Aspek terpenting dalam kehidupan manusia adalah keluarga. Ada berbagai cara untuk mengajarkan etika dan moralitas, seperti pengajaran nilai-nilai moral dan pentingnya menjaga keseimbangan kehidupan kerja yang sehat. Dan keluarga bisa menjadi peranan utama untuk pembentukan moral.

Selain itu Lingkungan pendidikan juga sangat penting dalam memahami etika dan moralitas. Pemerintah telah menerapkan kebijakan yang mendorong siswa untuk mengikuti pembelajaran online, namun bukan berarti siswa harus patah semangat untuk mengikuti pembelajaran online. Etika dan moral harus tetap diterapkan. Apalagi tentang etika berkomunikasi.

Jadi perlu kita ketahui bahwa etika dan moral dalam perkembangan modernisasi dan globalisasi ini harus di tegakkan. Jangan sampai nilai moral dan etika luntur hanya karena adanya globalisasi.

Video ini sangat mengedukasi kita agar sadar tentang etika dan moral dalam kehidupan. Dalam bertindak, dalam berkomunikasi, dalam berperilaku, dll.
Nama: Annisatul Alfaidah
NPM: 2213053078

Identitas Jurnal
Nama Jurnal : Jurnal Humanika
Volume : Tidak terdapat volume pada jurnal ini
Nomor : 1
Halaman : 1-11
Tahun Terbit : 2017
Judul Jurnal : PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH
Nama Penulis : Rukiyati

Analisis isi jurnal ini mengungkapkan beberapa poin penting mengenai pendidikan moral di sekolah.

Pertama, jurnal ini menekankan pentingnya pendidikan moral di sekolah untuk membentuk generasi berkualitas. Meskipun peran utama dalam mendidik moral anak-anak ada pada orang tua, guru juga memiliki peran yang signifikan dalam membentuk nilai-nilai moral siswa. Jurnal ini menekankan perlunya pendidikan moral yang komprehensif di sekolah, yang meliputi pendidik, materi, metode, dan evaluasi.

Kedua, jurnal ini menyoroti peran guru sebagai pendidik moral dan pentingnya nilai-nilai moral yang dimiliki oleh guru itu sendiri. Guru dianggap sebagai model yang baik dalam membentuk nilai-nilai moral siswa. Jurnal ini juga membahas berbagai aspek pendidikan moral, termasuk moralitas diri, moralitas terhadap orang lain dan lingkungan, serta moralitas terhadap Tuhan.

Selain itu, jurnal ini membahas berbagai metode pendidikan moral yang dapat dilakukan, seperti membaca buku, bercerita, dan memberikan fasilitas yang mendukung nilai-nilai moral. Evaluasi pendidikan moral juga dianggap penting untuk mengetahui pencapaian tujuan pendidikan moral. Evaluasi dapat dilakukan melalui pengukuran afek atau perasaan seseorang secara tidak langsung menggunakan skala Likert. Namun, perilaku moral sulit dievaluasi dan memerlukan observasi dalam jangka waktu yang lama.

Secara keseluruhan, jurnal ini memberikan wawasan tentang pentingnya pendidikan moral di sekolah, peran guru sebagai pendidik moral, dan berbagai metode dan tantangan dalam pendidikan moral di era teknologi saat ini.
Nama: Annisatul Alfaidah
NPM: 2213053078

Identitas Jurnal
Nama Jurnal:Jurnal Pendidikan Agama Islam -Ta’lim
Judul Jurnal:PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL
DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA
MENGATASI KENAKALAN REMAJA
Nama Penulis: Fahrudin
Tahun Terbit: 2014
Vol, No: Vol. 12 No. 1

Artikel jurnal berjudul “Proses Pendidikan Nilai Moral di Lingkungan Keluarga Sebagai Upaya Mengatasi Kenakalan Remaja”
Artikel jurnal ini membahas tentang pentingnya pendidikan moral dalam keluarga sebagai sarana untuk mengatasi kenakalan remaja. Artikel tersebut menekankan bahwa lingkungan keluarga memainkan peran penting dalam membentuk nilai-nilai moral dan keyakinan anak. Ia berpendapat bahwa pendidikan moral sejak dini diperlukan untuk menanamkan moral yang baik pada anak dan mencegah pelanggaran moral.

Artikel tersebut menyarankan bahwa langkah pertama dalam menanamkan akhlak yang baik pada anak adalah dengan menumbuhkan keimanan dan keimanan yang kuat kepada Tuhan. Selain nilai-nilai agama, anak juga harus dibimbing dalam mengembangkan nilai-nilai moral seperti kejujuran, keadilan, kesederhanaan, dan kesabaran.

Artikel tersebut juga mengakui dampak globalisasi dan kemajuan teknologi terhadap isu-isu moral, seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, dan masalah kesehatan mental. Dinyatakan bahwa ketika masyarakat menjadi lebih modern dan maju, mereka juga menghadapi tantangan moral yang lebih kompleks.

Salah satu faktor utama penyebab merosotnya nilai moral adalah lemahnya keyakinan agama pada anak.

Artikel tersebut menunjukkan bahwa orang tua memainkan peran penting dalam memastikan perkembangan moral anak-anak mereka. Mereka harus menjaga hubungan yang harmonis dan menjadi teladan bagi anak-anaknya. Selain itu, orang tua harus memberikan bimbingan dalam memanfaatkan waktu luang dengan cara yang konstruktif secara moral.

Kesimpulannya, artikel ini menekankan pentingnya pendidikan moral dalam keluarga sebagai sarana untuk mengatasi kemerosotan nilai moral dan memerangi kenakalan remaja. Hal ini menyoroti perlunya orang tua untuk menanamkan nilai-nilai agama dan moral pada anak-anak mereka dan memberikan bimbingan dalam menghadapi tantangan masyarakat modern. Artikel tersebut juga mengakui dampak Westernisasi, globalisasi, dan kemajuan teknologi terhadap masalah moral. Secara keseluruhan menekankan peran keluarga dalam membentuk nilai-nilai moral dan moral anak.

3J 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> FORUM pertanyaan

oleh Annisatul Alfaidah -
Nama: Annisatul Alfaidah
NPM: 2213053078

Perbedaan kriteria nilai hardskill dan kriteria softskil
Menurut saya
Kriteria nilai hardskill
Hardskill adalah kemampuan yang bisa diukur dan didapatkan melalui pendidikan, pelatihan, atau pengalaman. Biasanya, hardskill dapat diukur dalam bentuk angka atau standar tertentu, seperti sertifikat, gelar, atau hasil tes. Contoh hardskill meliputi kemampuan pemrograman, penggunaan perangkat lunak khusus, analisis data, bahasa asing, dan keahlian teknis lainnya. Hardskill cenderung lebih mudah diukur dan dievaluasi.

Sedangkan Soft skills adalah kemampuan yang tidak terlihat. Softskill adalah kemampuan yang berkaitan dengan interaksi sosial, kepemimpinan, komunikasi, dan kemampuan beradaptasi, yang tidak selalu dapat diukur secara kuantitatif. Softskill sering kali lebih sulit diukur dan dievaluasi daripada hardskill, karena mereka melibatkan aspek perilaku dan interpersonal. Contoh softskill seperti kemampuan komunikasi, kerjasama tim, kreativitas, kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi dan menyelesaikan masalah. Softskill sering kali menjadi faktor penting dalam kesuksesan profesional, terutama dalam situasi kerja yang melibatkan interaksi antarmanusia

Kemampuan ini menurut saya harus dikuasi dengan seimbang agar mempermudah kan kita dalam berbagai pekerjaan. Untuk penilaian sendiri itu sesuai dengan kebutuhan pekerjaan yang dibutuhkan.
Nama: Annisatul Alfaidah
NPM: 2213053078

Analisis Video 3

Dalam video ini memaparkan mengenai nilai-nilai yang ada dalam keluarga
Penanaman dan Penerapan Nilai-nilai Melalui dan Fungsi keluarga

1. Fungsi Agama
Nilai moral: Keimanan, Ketaqwaan, Kejujuran, Bersyukur, Kepedulian, Tenggang Rasa, Kerajinan, Kesalehan, Ketaatan, Suka Menolong, Disiplin, Kesabaran, dan Kasih Sayang.

2. Fungsi Sosial Budaya
Nilai moral: Gotong Royong, Sopan Santun, Kerukunan, Kepedulian, Kebersamaan, Toleransi, Kebangsaan.

3. Fungsi Cinta Kasih Sayang
Nilai Moral: Empati (peka), Keakraban, Keadilan, Pemaaf, Kesetiaan, Pengorbanan, Suka Menolong, Bertanggungjawab.

4. Fungsi Perlindungan
Nilai Moral: Pemaaf, Tanggap, Ketabahan.

5. Fungsi Reproduksi
Nilai Moral: Bertanggung jawab, Kesehatan, Keteguhan

6. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan
Nilai Moral: Percaya diri, Keluwesan, Kebanggaan, Kerajinan, Kreativitas, Bertanggung jawab, Bekerja sama

7. Fungsi Ekonomi
Nilai moral: Hemat, Ketelitian, Displin, Kepedulian, Keuletan

8. Fungsi Pemeliharaan Lingkungan
Nilai moral: Kebersihan, Kedisiplinan

Jadi keluarga adalah peran utama dalam pengembangan nilai-nilai moral. Keluarga sangat menentukan bagaimana moral seseorang.