གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Annisatul Alfaidah

3J 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal-1

Annisatul Alfaidah གིས-
Nama: Annisatul Alfaidah
NPM: 2213053078

Identitas Jurnal
Nama jurnal: JURNAL PEMIMPIN - PENGABDIAN MASYARAKAT ILMU PENDIDIKAN
Penulis: Asti Yunita Benu, Agnes Maria Diana Rafael, Imanuel Baok, Intan Yunita Tungga, Maria M Nina Niron, Niski Astria Ndolu,
Vebiyanti P Leo
Vol: 2
No: 1
Tahun Terbit: januari 2022
Judul Jurnal: PENERAPAN NILAI MORAL PANCASILA DALAM
MEWUJUDKAN GENERASI ANTI KORUPSI DI
SD NEGERI OSILOA KUPANG TENGAH!

Abstrak: Dalam abstrak menjelaskan Pendidikan Moral Pancasila bertujuan
untuk menumbuhkembangkannilai-nilaiyang terkandung dalam Pancasila, serta menjadi standar baik atau buruknyaperbuatan manusia.

Pendahuluan: Dalam pendahuluan menjelaskan pengertian nilai moral yang ada dalam Pancasila . Nilai Moral pancasila adalah suatu pedoman bagi masyarakat untuk bertindak hidup sebagaimana telah diatur dalam pancasila atau ideologi Indonesia, dengan kata lain moral pancasila adalah sikap bermasyarakat yang
baik dimana harus dilakukan oleh masyarakat.
Nilai-nilai yang ada dalam Pancasila sudah terbagi menjadi 5 sila
1. Ketuhanan yang maha esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
di dalam jurnal pengamalan pengalaman nilai-nilai dalam kelima sila tersebut sudah dijelaskan.

Moral berasal dari kata mos (mores) = kesusilaan, tabiat, kelakuan. Moral adalah ajaran tentang hal yang baik dan buruk, yang menyangkut tingkah laku dan perbuatan manusia. jadi penerapan nilai moral ini sangat penting.

Metode
Metode yang digunakan adalah sosialisasi kepada siswa kelas III-V di SD Negeri Osiloa, tentang menanamkan
sikap dan nilai kejujuran, nilai kedisiplinan, nilai tanggung jawab serta nilai keadilan.

Hasil dan pembahasan
Tujuan dari Penerapan Nilai Moral Pancasila Sejak Dini
Dalam Mewujudkan Generasi Anti Korupsi di SD Negeri Osiloa Kupang Tengah ialah membangun dan membekalipeserta didik sebagai generasi emas dengan jiwa Pancasila yang baik guna menghadapi dinamika perubahan,menembangkan pendidikan nasional yang meletakan pendidikan moral Pancasila sebagai jiwa utama dalampenyelenggaraan pendidikan bagi peserta didik dengan dukungan keterlibatan publik yang di lakukan melaluipendidikan jalur formal, nonformal dan informal, merevitalisasi dan memperkuat potensi pendidik, tenagapendidikan, peserta didik ,masyarakat dan lingkungan keluarga. Dari sosialisasi penerapan nilai moral pancasila dalam mewujudkan generasi anti korupsi di SD Negeri Osiloa KupangTengah, bahwa dengan menanamkan nilai moral sejak dini dapat mencengah ajakan/dorongan negatifuntuk melalukan korupsi sejak dini. Penanaman nilai moral pancasila kepada peserta didik dapat membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas dalam mewujudkan budaya anti korupsi sejak dini.
Jadi pendidikan nilai moral ini sangat penting untuk diterapkan dikehidupan, dan harus diajarkan sedini mungkin.
Sudah jelas artikel ini membahas mengenai pentingnya moral dan pendidikan nilai Pancasila untuk ditanamkan sedini mungkin. Sehingga bisa membekali generasi muda untuk bisa menjadi generasi yang berkarakter

3J 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video

Annisatul Alfaidah གིས-
Nama: Annisatul Alfaidah
NPM: 2213053078

Jadi dari video yang saya tonton, ada banyak sekali nilai-nilai dari Pancasila yang harus kita teladani. Dari:

1. Sila pertama (ketuhanan yang maha esa) mengajak untuk percaya kepada Tuhan dan melaksanakan perintahnya.
misalnya seperti selalu bersyukur, melaksanakan ibadah sesuai agama yang dianut, tidak memaksakan agama kepada orang lain berdoa dalam setiap melakukan kegiatan, dan menghormati dan menghargai agama lain.

2. Sila kedua (Kemanusiaan yang adil dan beradab) mengajak untuk saling mencintai sesama manusia.
Contohnya membantu korban bencana alam, membantu orang tua dan keluarga, tidak berbuat kasar, selalu menolong teman dan bersikap sopan.

3. Sila ketiga (persatuan Indonesia) mengajak untuk cinta tanah air atau bangsa Indonesia. Contohnya seperti mengikuti upacara dengan tertib, mencintai dan menggunakan produk buatan Indonesia, bermain dengan rukun, melestarikan budaya dan tidak memilih-milih saat berteman.

4. Sila keempat (kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau perwakilan) mengajak untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan suatu masalah. contohnya yaitu menghargai dan menghormati pendapat orang lain yang berbeda, menyampaikan pendapat kita sendiri, berdiskusi, dan menerima hasil musyawarah dengan lapang dada

5. Sila kelima (keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia) mengajak kita untuk bersikap adil. contohnya tidak berbuat curang menghargai hasil karya orang lain, tidak boros dan suka menabung serta melaksanakan hak dan kewajiban dengan baik.

jadi itulah tadi contoh-contoh penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari yang saya dapatkan setelah menonton video dan yang dapat kita contoh dan laksanakan.
Tetapi di era modern saat ini banyak generasi muda mengabaikan nilai-nilai yang ada dalam Pancasila. jadi cara untuk menerapkan nilai-nilai tersebut di era modern ini adalah dengan
1. mengenalkan dan mengajarkan sedini mungkin kepada anak-anak generasi muda akan pentingnya nilai dan moral yang ada dalam masyarakat. Kenalkan budaya-budaya daerah, sopan santun, tata krama, adat istiadat dan norma-norma yang ada dalam masyarakat.
2. jadikan teknologi yang semakin maju ini untuk kita bisa menyebarluaskan akan pentingnya pendidikan nilai dan moral yang ada dalam Pancasila
3. menerapkan atau memberi pembelajaran mengenai pendidikan nilai dan moral di sekolah, baik di sekolah dasar maupun di sekolah menengah bahkan di perguruan tinggi
4. Carilah tokoh-tokoh muda yang digemari oleh generasi muda yang bisa dicontoh oleh mereka untuk bisa mengembangkan pendidikan nilai dan moral
5. Yakinkan dan sadarkan generasi muda akan pentingnya pendidikan nilai dan moral untuk berlangsungnya kehidupan

3J 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal -2

Annisatul Alfaidah གིས-
Nama: Annisatul Alfaidah
NPM: 2213053078

Nama Jurnal: INSANIA
Volume: 16
Nomor: 2
Halaman: 119-133
Judul jurnal: Pentingnya Pendidikan Nilai Moral Bagi Generasi Penerus
Penulis: Ahmad Nawawi

Abstrak
pendidikan nilai moral di Indonesia sejak tahun 1968 sampai saat ini masih terbengkalai belum ditanggulangi secara terencana dan serius. pendeta ini dibuat untuk mencoba mengeksplorasi berdasarkan literatur meninjau dan menganalisis kondisi yang nyata di lapangan untuk mendapatkan solusi apa yang bisa diterapkan untuk membangun nilai dan moral di negara Indonesia.

Hasil analisis jurnal yang saya baca adalah artikel jurnal ini mengkaji tentang bagaimana pentingnya pendidikan nilai dan moral bagi generasi penerus bangsa. Perkembangan teknologi semakin cepat arus globalisasi semakin berkembang dan pengetahuan semakin dewasa sehingga penerapan pendidikan nilai dan moral terabaikan. Pendidikan nilai dan moral di negara kita sangat tidak diutamakan dan dianggap tidak serius sehingga generasi muda sekarang ini banyak sekali yang tidak memiliki moral yang baik. padahal pendidikan nilai moral atau agama sangat penting bagi tegaknya suatu bangsa, tanpa pendidikan nilai dan moral kemungkinan suatu bangsa itu akan tidak maju dan hancur. pendidikan harus diterapkan atau ditanamkan sekarang juga karena akan memiliki pengaruh yang sangat besar bagi masyarakat untuk bangsa yang akan datang.

Ciri-ciri yang menunjukkan adanya pendidikan moral yaitu cukup memperhatikan insting dan dorongan-dorongan spontan dan konstruktif, cukup membuka kondisi untuk membentuk pendapat yang baik, cukup memperhatikan perlunya ada kepekaan untuk menerima dan sikap responsif pendidikan moral mungkin memilih secara bijaksana mana yang benar dan mana yang tidak. pendidikan nilai moral adalah suatu usaha yang dilakukan terencana untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik menanamkan nilai-nilai yang baik dan berbudi luhur serta bertanggung jawab. 

ruang lingkup materi pendidikan nilai moral antara lain ketuhanan kejujuran budi pekerti akhlak mulia kepedulian dan empati kerjasama dan integritas, humor, mandiri dan percaya, loyalitas, sabar, rasa bangga akal, sikap respect tanggung jawab dan toleransi serta ketaatan, penuh perhatian dan tahu terima kasih.
pendidikan nilai moral didukung oleh beberapa teori perkembangan antara lain yaitu perkembangan sosial dan moral siswa yang dikemukakan oleh Lawrence kohlberg dan Albert bandura.menurut Lawrence kohlbert pemikiran sebagai perilaku kualitatif dalam perkembangan titik berlangsung pada tahap-tahap yang teratur dan berkaitan dengan perkembangan kognitif moralitas. Proses belajar berkesinambungan sampai masa dewasa, dan juga dapat ditetapkan dalam usia-usia tertentu. sedangkan menurut Albert banduram perilaku bergantung pada orang lain dan kondisi stimulus hasil dari kondisioning dan modeling belajar berlangsung sepanjang hayat dan ada perbedaan usia perolehan.

Adapun fenomena tingkah laku amoral remaja seperti berbohong, menipu, perilaku mencontek di sekolah, tidak menaati peraturan, melanggar norma, mencaci maki, sampai ada tingkat yang paling mengkhawatirkan atau mencemaskan yaitu tawuran dan mencuri.
padahal seharusnya kondisi ideal remaja sebagai generasi penerus yaitu memiliki peran dan posisi yang strategis mereka merupakan harapan bangsa dan masa depan. remaja sebagai generasi penerus juga memiliki kemampuan potensial yang bisa diolah menjadi kemampuan aktual selain itu juga memiliki potensi kecerdasan intelektual, emosi dan sosial, berbahasa dan kecerdasan seni yang bisa diolah menjadi kecerdasan aktual yang dapat membawa mereka pada prestasi yang tinggi dan kesuksesan.
dengan memperhatikan fenomena dan kondisi adalah remaja sebagai generasi penerus maka pendidikan nilai moral perlu ditanamkan sejak dini dan harus dikelola secara serius dilaksanakan dengan perencanaan matang dan program yang berkualitas. seharusnya orang tua guru, teman sebaya yang menjadi idola atau para aktor sinetron atau film hendaknya menjadi contoh teladan perilaku yang baik dan mencerminkan tingkah laku yang mengandung nilai-nilai moral yang baik.

3J 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 1

Annisatul Alfaidah གིས-
Nama: Annisatul Alfaidah
NPM: 2213053078

1. Seberapa penting pendidikan nilai dan moral bagi bangsa Indonesia?
Menurut saya pendidikan nilai dan moral itu sangat penting bagi generasi bangsa indonesia, yang mengangkat harkat dan martabat bangsa, meningkatkan kualitas kehidupan ke arah yang lebih baik, aman dan nyaman serta sejahtera. Pendidikan nilai dan moral menurut saya sebagai pegangan untuk tingkah laku atau tindakan yang akan dilakukan. manusia semakin cerdas, pengetahuan se makin dewasa, dan teknologi pun semakin canggih malah membuat moral seseorang menurun. Dan sedihnya lagi pendidikan nilai dan moral di negara indonesia ini terabaikan. Padahal pendidikan nilai dan moral sangat penting untuk tegaknya suatu bangsa. Tanpa pendidikan moral maka suatu bangsa bisa hancur.
Jadi sudah seharusnya pendidikan nilai diutamakan. pendidikan nilai moral perlu ditanamkan sejak dini dan harus dikelola secara serius. nilai moral antara lain meliputi: ke-Tuhanan, budi pekerti luhur, akhlak mulia, baik-buruk, benarsalah, kepedulian dan empati, kerjasama, suka menolong, berani, keteguhan hati, adil, kejujufran dan integritas, humor, mandiri dan percaya diri, loyalitas, sabar, rasa bangga, banyak akal, sikap respek, toleransi, ketaatan, penuh perhatian, komitmen, tahu berterima kasih dan tanggungjawab.

2. Hambatan dan Tantangan dalam menegakkan nilai dan moral
•Globalisasi, dimana adanya globalisasi membuat banyak sekali perubahan dalam kehidupan masyarakat di dalamnya, masuknya berbagai ideologi, teknologi bahkan kebudayaan dapat merubah tatanan kehidupan dalam masyarakatnya. Jika seseorang tidak bisa menyaring arus globalisasi dengan baik maka menimbulkan krisis moral pada anak remaja yang menerimanya. Banyak sekali fenomena yang menunjukkan bahwasanya para generasi mudah di era sekarang ini (era modern) tidak memiliki moral dalam dirinya, dimana hal itu mereka dapatkan dari hasil meniru kebiasaan dan kebudayaan dari luar yang tidak baik dan menyimpang melalui internet dan media sosial yang tidak bisa di cegah. Teknologi seperti halnya smartphone memang memberikan berbagai kemudahan di dalam kehidupan, namun tidak dapat di pungkiri bahwa teknologi akan memberikan dampak buruk apabila penggunanya tidak memakainya secara bijaksana. Ketika anak menonton video yang tidak baik, biasanya juga langsung terpengaruh.
•Lingkungan, lingkungan juga sangat mempengaruhi dan menjadi hambatan saat penerapan pendidikan nilai dan moral. Lingkungan yang baik akan mendukung pendidikan nilai dan mora itu dan sebaliknya nya lingkungan yang tidak baik bisa mempengaruhi hal tidak baik
•kesadaran individu itu sendiri, banyak anak yang susah sekali untuk dididik.
•kurangnya peran orang tua
Orang tua terkadang tidak peduli dengan bagaimana perkembangan nilai dan moral dalam diri anaknya

3. Dampak positif dan Dampak Negatif yang ditimbulkan dari penerapan nilai dan moral

Dampak positif:
1. Menjadikan generasi yang berkarakter
Dengan adanya penegakan nilai dan moral, maka seseorang akan menjadi orang yang memiliki karakter yang baik dan kuat.
2. Menjadikan manusia yang memiliki tanggung jawab, displin dan kepedulianyang tinggi.
3. Menjadikan seseorang lebih memiliki sopan santun, dapat menghormati dan menghargai sesama
4. Menjadi generasi yang aktif di masyarakat
Penanaman nilai dan moral yang baik maka akan bisa berinteraksi di lingkungan yang baik
5. Menjadi generasi yang bisa beradaptasi dengan arus globalisasi dengan baik, mampu memilih mana yg baik dan mana yang buruk.
6. Menjadikan kita sebagai pemimpin yang amanah dan dapat dipercayai ketika kita memiliki nilai dan moral yang bagus

Dampak negatif
Tidak semua generasi bangsa memiliki kesadaran dan rasa tanggung jawab sehingga walau sudah diterapkan pendidikan nilai dan moral mereka masih saja memiliki sikap buruk
Lingkungan yang tidak mendukung juga mempengaruhi penerapan pendidikan nilai dan moral.
Terkadang arus globalisasi menuntut kita untuk bterua berkembang mengikutinya.
Pendidikan nilai dan moral terkadang dirumah, disekolah, dimasyarakat itu berbeda jadi membuat konflik ditengah-tengahnya.

3J 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal

Annisatul Alfaidah གིས-
Nama: Annisatul Alfaidah
NPM: 2213053078

Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha dengan judul Pendidikan Nilai dan Moral dalam Sistem Kurikulum Pendidikan di Aceh

Setelah membacanya Hasil Analisis Jurnal yang saya temukan adalah
Jurnal tersebut mengkaji tentang perubahan pesat dalam kehidupan sosial tentang hukum dan moral peserta didik, pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam membentuk akhlak peserta didik. Perubahan yang sangat cepat ini berdampak pada kehidupan sosial melalui proses aspek kognitif dan emosi.

Untuk itu Peneliti meneliti mengenai pendidikan di Aceh dan secara spesifik mengenai pendidikan nilai dan moral yang diselenggarakan di provinsi Aceh berdasarkan kurikulum yang ada di Aceh.
Proses pendidikan di sekolah harus mengarah pada pembentukan nilai-nilai kebaikan peserta didik. Di Indonesia pendidikan nilai telah diatur dalam sistem pendidikan nasional. Ada 18 nilai yang perlu diintegrasikan guru dalam pembelajaran. k
Ke-18 nilai tersebut adalah religius, jujur, toleransi, disiplin, pekerja keras, kreatif mandiri, demokratis, ingin tahu, nasionalis patriotik, menghargai prestasi, ramah dan komunikatif, cinta damai, gemar membaca, sadar lingkungan, peduli sosial dan bertanggung jawab. Nilai-nilai itu dikembangkan dengan memadukan nilai dengan isi kurikulum tertulis kurikulum tidak tertulis serta kegiatanku kurikuler dan ekstrakurikuler maksudnya pembelajaran tersebut tidak hanya di kelas tetapi juga bisa di luar kelas. Penanaman nilai dan moral kepada peserta didik di sekolah dapat dicapai melalui berbagai cara.
Ada 6 strategi dalam pembentukan nilai yang memerlukan proses berkelanjutan seperti pembiasaan nilai, nilai budaya, pengetahuan moral, perasaan dan cinta,  dan nilai keteladanan. Selain itu perlu kerja keras mulai dari perencanaan dalam hal ini kurikulum sampai dengan pendidik yang harus diberikan pemahaman terhadap nilai. Pendidikan nilai juga bisa disebut sebagai pendidikan karakter, pendidikan moral dan pendidikan etika. Pendidikan nilai ini menjadi semakin penting di semua jenjang sekolah pada masa sekarang ini. Kegagalan dalam implementasi pendidikan nilai biasanya disebabkan oleh banyak hal seperti guru atau pendidik belum memiliki keterampilan yang cukup untuk mengintegrasikan nilai dalam pembelajaran di kelas. Guru perlu mempelajari strategi yang digunakan untuk mengajarkan nilai yang baik kepada peserta didik melalui pendidikan formal maupun nonformal. Nilai-nilai utama yang harus dimiliki oleh seorang guru atau pendidik untuk mendukung keberhasilan implementasi kurikulum adalah keyakinan bahwa semua peserta didik dapat belajar, merawat dan memperhatikan semua peserta didik, menghormati keragaman, komitmen dan dedikasi terhadap profesi, kerjasama, berbagi dan kerja tim yang kuat, semangat belajar, keunggulan dan inovasi.

Pendidikan di Aceh saat ini sedang mempersiapkan kurikulum  yang disusun berdasarkan ajaran qanun Aceh tentang penyelenggaraan pendidikan islam
Penyelenggaraan pendidikan Islam di provinsi Aceh mengacu pada qanun nomor 9 tahun 2015. Pelaksanaan pendidikan di sekolah Aceh secara keseluruhan sudah Islami dengan indikator sistem pengelolaan madrasah memiliki nilai transparasi, akuntabilitas, pendekatan keteladanan pengembangan budaya berorientasi Islami dan penerapan kurikulum Islami. pendidikan nilai dan moral di satuan pendidikan di Aceh diselenggarakan selain sesuai dengan pendidikan nasional juga mengacu pada penerapan melalui kurikulum Islam yang berpedoman sesuai dengan qanun pendidikan di Aceh. Konsep mengenai moral dalam Islam sangat sedikit referensi yang lebih relevan dengan istilah Islam. Beberapa jenis literatur kata akhlak Islam terdiri dari 4 yaitu hikmah, keberanian kesederhanaan dan keadilan.
Kurikulum Islami yang mengatur satuan pendidikan di Aceh melalui dinas pendidikan diterapkan di sekolah. penerapan ini melalui perumusan fisik sekolah yang berdasarkan nilai-nilai Islami perumusan strategi pembelajaran berbasis nilai Islami, integrasi dalam setiap mata pelajaran, dan muatan lokal berbasis Islam.