གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Wulan Agustina

3J 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 3

Wulan Agustina གིས-
Nama : Wulan Agustina
Npm : 2213053011

1.Pendekatan Sadar Lingkungan:
Video menawarkan pendekatan yang sadar terhadap lingkungan dengan mengajak audien untuk merenung tentang peran dan tanggung jawab individu terhadap alam. Penekanan diberikan pada lemahnya kesadaran terhadap lingkungan, yang diatribusikan pada pandangan bahwa pemanfaatan alam dianggap sebagai sesuatu yang wajar.

2.Perbandingan dengan Kecanduan:
Perbandingan antara perilaku manusia terhadap lingkungan dengan kecanduan memberikan gambaran bahwa dampak negatif terkadang baru disadari ketika terjadi kerusakan. Analogi ini mencerminkan adanya ketidakpahaman atau kurangnya perhatian terhadap konsekuensi jangka panjang dari tindakan manusia terhadap lingkungan.

3.Perspektif Etika dan Moral:
Materi video merangkum masalah lingkungan dari perspektif etika dan moral, termasuk penyusutan sumber daya alam, polusi, bisnis, dan konservasi. Hal ini menunjukkan bahwa isu lingkungan dipandang sebagai masalah moral yang memerlukan pertimbangan etika dalam penanganannya.

4.Konservasi sebagai Investasi:
Pembicara menyoroti pentingnya konservasi sebagai investasi untuk generasi mendatang. Hal ini menunjukkan kesadaran akan dampak ekonomi jangka panjang dari eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya alam.

5.Kendala dalam Penerapan Hukum Lingkungan:
Video mencermati kendala dalam penerapan undang-undang lingkungan di Indonesia, menunjukkan bahwa regulasi saat ini mungkin kurang efektif dalam mengatasi isu lingkungan.

3J 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 2

Wulan Agustina གིས-
Nama : Wulan Agustina
Npm : 2213053011

1.Definisi Moral: Putri memberikan definisi moral sebagai aturan atau ajaran mengenai baik buruk yang melibatkan sumber dari diri sendiri, agama, orang tua, dan lingkungan.
2.Peran Lingkungan: Fayril menekankan peran lingkungan dalam pembentukan moral dan menyatakan bahwa lingkungan dengan moral yang baik akan menghasilkan individu dengan moral yang baik juga.
3.Faktor Krisis Pendidikan Moral: Terdapat pengidentifikasian tiga faktor penyebab krisis pendidikan moral, yaitu kurangnya pendidikan moral di keluarga, pengaruh globalisasi, dan kurangnya peran agama dan lingkungan.
4.Pentingnya Campur Tangan Pemerintah dan Masyarakat: Penulis menekankan pentingnya peran pemerintah dan masyarakat dalam memperbaiki lingkungan yang tidak mendukung pertumbuhan moral dan menciptakan lingkungan baru yang positif.
5.Peran Mahasiswa: Mahasiswa disoroti sebagai agen pembentukan moral, terutama di lingkungan perkuliahan. Mata kuliah yang mencakup pendidikan moral dianggap sebagai sarana untuk menyempurnakan pembentukan moral yang sudah dimiliki.
6.Emphasis pada Empati dan Kemanusiaan: Penulis menyoroti pentingnya menciptakan rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama dalam membentuk moral di lingkungan pendidikan.

Secara keseluruhan, pentingnya lingkungan, peran keluarga, agama, dan pendidikan dalam membentuk moral individu, sambil menekankan tanggung jawab pemerintah, masyarakat, dan mahasiswa dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan moral yang positif.

3J 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 1

Wulan Agustina གིས-
Nama : Wulan Agustina
Npm :2213053011

sebuah video yang menunjukkan tindakan-tindakan baik dan moral yang dilakukan oleh seorang pemuda.

Pendekatan Positif:
Video ini mengambil pendekatan positif terhadap tindakan pemuda yang ditampilkan dalam video. Menyoroti tindakan-tindakan baiknya seperti membantu sesama, peduli terhadap lingkungan, dan menunjukkan empati terhadap makhluk hidup.

Mengaitkan tindakan-tindakan tersebut dengan nilai-nilai moral seperti kepekaan terhadap kebutuhan orang lain, empati terhadap makhluk hidup, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Hal ini memperkuat pesan bahwa tindakan moral dapat membentuk masyarakat yang lebih baik. Dapat disimpulan bahwa video ini memiliki dampak positif dan mengedukasi penonton untuk melakukan kebaikan terhadap sesama. Kesimpulan ini menciptakan rangkuman yang kuat dari pesan yang ingin disampaikan.
Mengingatkan bahwa apa yang kita tanam akan kita tuai, dan tindakan baik atau buruk akan berdampak pada diri sendiri. Hal ini menjadi dorongan positif untuk mengambil inspirasi dari tindakan pemuda dalam video.

3J 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Tugas analisis

Wulan Agustina གིས-
Nama : Wulan Agustina
Npm : 2213053011

1. Keluarga:
Cara Menanamkannya:
Model Perilaku: Orang tua berperan sebagai model utama bagi anak-anak. Menunjukkan perilaku yang baik dan konsisten dengan nilai yang diinginkan akan memberikan contoh yang kuat.
Komunikasi Terbuka: Membuka saluran komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak dapat membantu anak memahami nilai-nilai dan moral yang diinginkan.
Keterlibatan Aktif: Melibatkan anak dalam kegiatan keluarga dan memberikan tanggung jawab dapat membantu mereka memahami arti kerjasama dan tanggung jawab.
Hambatan:
Ketidakkonsistenan: Jika orang tua tidak konsisten dalam menerapkan nilai dan moral, anak mungkin mengalami kebingungan dan kesulitan menginternalisasi nilainya.
Tekanan Eksternal: Faktor lingkungan atau tekanan dari luar keluarga dapat mempengaruhi proses penanaman nilai.
Strategi/Trik:
Cerita dan Contoh: Menggunakan cerita atau contoh kehidupan sehari-hari untuk mengilustrasikan nilai-nilai moral dapat membantu anak memahaminya dengan lebih baik.
Penguatan Positif: Memberikan penguatan positif ketika anak menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai yang diinginkan.

2. Sekolah:
Cara Menanamkannya:
Pendidikan Karakter: Mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam kurikulum sekolah dapat membantu menanamkan nilai dan moral secara sistematis.
Pemberdayaan Guru: Memberdayakan guru untuk menjadi agen perubahan moral dengan memberikan dukungan dan pelatihan yang cukup.
Hambatan:
Kurangnya Sumber Daya: Kurangnya sumber daya, baik manusia maupun materi, dapat menjadi hambatan dalam memberikan pendidikan karakter yang efektif.
Tuntutan Akademis yang Tinggi: Prioritas pada prestasi akademis kadang-kadang dapat menggeser fokus dari pendidikan karakter.
Strategi/Trik:
Program Ekstrakurikuler: Menyediakan kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan karakter dan etika.
Pelibatan Orang Tua: Melibatkan orang tua dalam upaya penanaman nilai di sekolah dapat meningkatkan konsistensi antara lingkungan keluarga dan sekolah.

3. Masyarakat:
Cara Menanamkannya:
Model Sosial: Masyarakat dapat memberikan model sosial yang positif melalui media massa, tokoh masyarakat, dan kegiatan komunitas.
Pendidikan Masyarakat: Program pendidikan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan nilai dan moral.
Hambatan:
Diversitas Nilai: Masyarakat seringkali memiliki keragaman nilai dan norma, yang dapat menjadi hambatan dalam mencapai konsensus mengenai nilai yang diinginkan.
Pengaruh Negatif Media: Media massa yang tidak sehat dapat mempengaruhi persepsi nilai dan moral masyarakat.
Strategi/Trik:
Proyek Bersama: Masyarakat dapat mengembangkan proyek bersama yang berfokus pada nilai-nilai positif untuk membangun kesatuan dan tanggung jawab bersama.
Penguatan Komunitas: Membangun komunitas yang kuat dapat membantu dalam mendukung penanaman nilai dan moral secara konsisten.
Strategi Umum untuk Ketiga Lingkungan:
1.Konsistensi: Konsistensi dalam menyampaikan pesan dan menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai yang diinginkan adalah kunci.

2.Partisipasi Aktif: Mendorong partisipasi aktif anak-anak dalam kegiatan yang mendukung pembentukan karakter dapat meningkatkan pemahaman dan pengalaman mereka.

3.Penguatan Positif: Memberikan penghargaan dan penguatan positif ketika anak menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai dan moral yang diinginkan.

4.Edukasi Komprehensif: Memastikan bahwa edukasi mengenai nilai dan moral melibatkan pendekatan komprehensif yang mencakup aspek kognitif, emosional, dan sosial.

5.Orang Tua: Melibatkan orang tua dalam setiap langkah proses pendidikan karakter, dari keluarga hingga sekolah, untuk menciptakan keterhubungan yang erat dan konsisten.

Melalui pendekatan holistik dan kerjasama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat, penanaman nilai dan moral dapat menjadi lebih efektif dan berkelanjutan dalam membentuk karakter anak-anak.

3J 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 2

Wulan Agustina གིས-
Nama : Wulan Agustina
Npm : 2213053011

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek moralitas yaitu; pengaruh pengetahuan moral terhadap perilaku moral Siswa SMP Negeri Kota Pekanbaru berdasarkan pendidikan orang tua. Hasil kajian menunjukkan terdapat pengaruh pengetahuan moral terhadap perilaku Moral siswa SMP Kelas VIIIKota Pekanbaru berdasarkan pendidikan orangtua.

Kata Kunci: Pengetahuan Moral, Perilaku Moral, Pendidikan Orang Tua PENDAHULUAN Tinjauan tentang Konsep Dasar Moral Pada era globalisasi dewasa ini di mana perkembangan informasi tersebar luas yang dapat diakses dengan sangat mudah, hal ini menyebabkan berbagai nilainilai atau anasir dari luar yang negatif tidak lagi dapat disaring sehingga dengan mudah mempengaruhi pemikiran dan karakter generasi (generasi masa kini) JURNAL MORAL KEMASYARAKATAN -VOL.2, NO.1, JUNI 2017 PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA Ilham Hudi Hal.
Di negara-negara maju, pembangunan karakter menjadi satu elemen penting dalam proses pendidikan guna menerapkan kembali nilai-nilai yang baik dan menyaring segala bentuk unsur negatif yang dapat mempengaruhi tingkahlaku kalangan anak-anak dan tidak terkecuali kalangan remaja.
Di sekolah siswa memerlukan institusi dan sesi formal untuk mendapatkan pengetahuan moral (moral knowing), untuk menghargai nilai-nilai murni (moral feeling) dan untuk melaksanakan moral (moral action) yang baik.
Oleh karena itu sesi formal haruslah dimuat dalam kurikulum sekolah, di sini kurikulum berperan penting sebagai pemandu yang dapat mengarahkan pendidikan nilai-nilai moral dan karakter kepada siswa.
Bahkan konsepsi di atas terkait erat dalam konsepsi karakter dalam Pendidikan Karakter di Indonesia.

Moral merujuk nilai yang dianggap oleh individu dan masyarakat sebagai nilai sesuatu yang baik dan patut.
Sementara pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai karakter bangsa pada diri peserta didik, sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat, dan warga negara yang religius, nasionalis, produktif dan kreatif Istilah karakter secara terminologi, menurut Lickona (1991) karakter sebagai: 3Character so conceived has three interrelated parts: moral knowing, moral feeling and moral behavior..DUDNWHU\DQJPXOLDPHQXUXWQ\DEHUPXODGHQJDQpengetahuan tentang kebaikan, lalu menimbulkan komitmen (niat) terhadap kebaikan JURNAL MORAL KEMASYARAKATAN -VOL.2, NO.1, JUNI 2017 PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA Ilham Hudi Hal.
Hal ini bermakna, pengetahuan yang diperoleh diaplikasikan dalam bentuk tindakan melalui latihan dan pendidikan yang berterusan untuk membedakan mana-mana pengaruh yang baik dan keburukan.
Untuk tujuan ini, seorang siswa hendaklah dididik secara sadar akan pengetahuan moral (moral knowing), menghargai nilai-nilai yang baik (moral feeling) dan melakukan kebiasaan moral yang baik (moral habits).

Pengetahuan Moral (Moral Knowing) Ada beragam pengetahuan moral yang dapat kita manfaatkan ketika kitaberhadapan dengan tantangan-tantangan moral dalam hidup. Enam pengetahuan moral berikut diharapkan dapat menjadi tujuan pendidikan karakter.