Nama : Wulan Agustina
NPM : 2213053011
Jurnal ini membahas tentang pentingnya pendidikan nilai dan moral bagi generasi penerus di Indonesia. Seperti dikatakan oleh Pam Schiller dan
Tamera Bryant (2002: viii), bahwa jika kita meninggalkan pelajaran
tentang nilai moral yang kebanyakan sudah berubah, kita, sebagai suatu
Negara, beresiko kehilangan sepotong kedamaian dari budaya kita.
Pendidikan nilai moral sangat penting bagi generasi muda Pentingnya pendidikan nilai moral bagi generasi penerus
Dengan tersosialisasikan pendidikan moral diharapkan generasi penerus dapat memahami, menganalisis, menjawab masalah-masalah yang dihadapi bangsa, dan dapat membangun kehidupan moral bangsa secara berkesinambungan, konsisten yang bersumber pada nilai-nilai moral bangsa sehingga cita-cita bangsa dan tujuan nasional bisa terwujudkan.
Perkembangan nilai-nilai moral dalam pendidikan didukung oleh teori-teori seperti teori perkembangan sosial dan moral oleh Lawrence Kohlberg dan Albert Bandura.Teori perkembangan moral Kohlberg terdiri dari tiga tingkatan besar: moralitas pra-konvensional, moralitas konvensional, dan moralitas pasca-konvensional, yang masing-masing memiliki dua tahap perkembangan.
Anak" mempelajari respon-respon baru dengan
cara pengamatan terhadap perilaku model/contoh dari orang lain yang
menjadi idola, seperti guru, orang tua, teman sebaya, dan atau insane
film yang setiap saat muncul di tayangan televise.
NPM : 2213053011
Jurnal ini membahas tentang pentingnya pendidikan nilai dan moral bagi generasi penerus di Indonesia. Seperti dikatakan oleh Pam Schiller dan
Tamera Bryant (2002: viii), bahwa jika kita meninggalkan pelajaran
tentang nilai moral yang kebanyakan sudah berubah, kita, sebagai suatu
Negara, beresiko kehilangan sepotong kedamaian dari budaya kita.
Pendidikan nilai moral sangat penting bagi generasi muda Pentingnya pendidikan nilai moral bagi generasi penerus
Dengan tersosialisasikan pendidikan moral diharapkan generasi penerus dapat memahami, menganalisis, menjawab masalah-masalah yang dihadapi bangsa, dan dapat membangun kehidupan moral bangsa secara berkesinambungan, konsisten yang bersumber pada nilai-nilai moral bangsa sehingga cita-cita bangsa dan tujuan nasional bisa terwujudkan.
Perkembangan nilai-nilai moral dalam pendidikan didukung oleh teori-teori seperti teori perkembangan sosial dan moral oleh Lawrence Kohlberg dan Albert Bandura.Teori perkembangan moral Kohlberg terdiri dari tiga tingkatan besar: moralitas pra-konvensional, moralitas konvensional, dan moralitas pasca-konvensional, yang masing-masing memiliki dua tahap perkembangan.
Anak" mempelajari respon-respon baru dengan
cara pengamatan terhadap perilaku model/contoh dari orang lain yang
menjadi idola, seperti guru, orang tua, teman sebaya, dan atau insane
film yang setiap saat muncul di tayangan televise.
