Kiriman dibuat oleh Andika Purbaya 2213053169

Nama : Andika Purbaya
Npm : 2213053169
Kelas : 3G

Analisis jurnal 2

Setelah membaca jurnal tersebut saya beranalisis bahwasanya Pendidikan moral perlu ditanamkan kepada anak sejak usia dini, sebab usia dinimerupakan saat yang baik untuk mengembangkan kecerdasan moral anak. Dari pendapat di atas, moral dimaksudkan masih sebagai seperangkat ide, nilai, ajaran,prinsip, atau norma. Akan tetapi lebih konkret dari itu, moral juga sering dimaksudkan sudah berupa tingkah laku, perbuatan, sikap atau karakter yang didasarkan pada ajarannilai, prinsip atau norma. Untuk menciptakan dan mengarahkan seseorang menjadi lebih bermoral maka diperlukanlah pendidikan moral, dengan pendidikan moral dimaksudkan agar manusiabelajar menjadi manusia yang bermoral. Yang dimaksud dengan pendidikan moral adalah: suatu program pendidikan (sekolah dan luar sekolah) yang mengorganisasikan dan "menyederhanakan" sumber-sumber moral dan disajikan dengan memperhatikan pertimbangan psikologis untuk tujuan pendidikan. (NurulZuriah, 2007:22).

Di dalam moral yangmenjadi tolak ukur suatu perbuatan itu bernilai baik atau buruk adalah adat istiadat yang berlaku di dalam masyarakat tertentu. Nilai-nilai moral yang bersifat objectivistic dikategorikan sebagai moral kesusilaan, seperti kejujuran, keadilan, keikhlasan, tanggung jawab dan lain-lain. Adapun nilai-nilai moral yang bersifat relativistic dikategorikan sebagai moral kesopanan, seperti berbicara secara sopan, hormat kepada orang yang lebih tua, tidak bertamu pada jam istirahat dan sebagainya. Pelaksanaan Penanaman Nilai-nilai moral pada anak usia dini dapat diselenggarakan melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diselenggarakan sebelum jenjang Sekolah Dasar. PAUD dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal,non formal, dan/atau informal. PAUD pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman K- anak-kanak (TK) dan Raudatul Athfal (RA). PAUD pada jalur pendidikan non formal berbentuk Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), dan Satuan PAUDSejenis (SPS), (Nurul Zuriah, 2007: 23) pada jalur pendidikan non formal cara penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini bisa dilakukan melalui pendidikan keluarga dan pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan. Dalam pendidikan nonformal tidak memiliki kurikulum baku, sehingga dapat menggunakan penggunaan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakter anak akan dapat memfasilitasi perkembangan berbagai potensi dan kemampuan anak secara optimal serta tumbuhnya sikap dan perilaku positif bagi anak.
Nama : Andika Purbaya
Kelas : 3G
Npm : 2213053169

Analisis jurnal

Setelah membaca jurnal tersebut dapet saya analisis bahwasanya pada jurnal menjelaskan bahwa Penanaman nilai-nilai moral bertujuan menanamkan nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang mempunyai moral yangbaik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan mungkin mengahancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang. Guru di SDNegeri Lampeuneurut telah menanamkan 10 nilai moral yaitu nilai religius, nilaisosialitas, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilaikemandirian, nilai daya juang, nilai tanggungjawab, dan nilai penghargaan terhadaplingkungan.

Adapun cara untuk menanamkan nilai-nilai tersebut adalah denganmenyisipkan ke semua mata pelajaran yang diajarkannya, melalui lingkungansekolah dan kerjasama dengan orang tua. Penanaman nilai-nilai moral bukan hanya dapat dilakukan saat proses belajarmengajar tetapi saat berada di luar kelas juga dapat ditanamkan seperti dilingkungan sekolah maupun di rumah karena dengan adanya berkesinambungan akan menjadikan siswa mempunyai moral yang baik.
Nama : Andika Purbaya
Npm : 2213053169
Kelas : 3G

Analisis Jurnal 2 yang berjudul :
MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI KALANGAN MILLENIAL

Setelah membaca jurnal tersebut dapat diketahui bahwanya jurnal tersebut memuat Kegiatan PKM dengan tema “Menangkal Degradasi Moral di Era Digital bagi kalangan Millenial di Mts Insan Madani Kp. Rahong Desa Tegallega Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogo Bogor yang telah dilaksanakan oleh tim pengabdian kepada masyarakat program studi Manajemen Universitas Pamulang. Tujuan dari PKM ini adalah memberikan pemahaman terkait degradasi moral di kalangan millennial, memberikan pemahaman terkait upaya dalam menangkal degradasi moral di era digital.

Manfaat dari kegiatan PKM ini adalah peserta didik mendapatkan materi dan termotivasi untuk menangkal terjadinya degradasi moral yang menjadi tantangan di kalangan millennial di era digital. Kegiatan PKM yang dilaksanakan memiliki beberapa tahapan yang dilakukan sebelu berkunjung langsung. Yang pertama dilakukan ialah tahap persiapan, yakni dengan melakukan survei awal. Pada tahap ini, dilakukan wawancara dengan kepala sekolah Mts Insan Madani terkait prosedur kegiatan PKM. Diantaranya pemantapan lokasi dan peserta PKM, penyusunan bahan pelatihan PKM. Pada kegiatan pelatihan ini di isi oleh 2 pemateri yaitu Ahmad Yani Nasution berisikan“Fenomena Degradasi Moral di Era Digital pada kalangan millennial”, dengan moderator Firdaus. Selanjutnya dilanjutkan oleh Muhammad Jazuli dengan judul materi “Solusi Menghadapi Degradasi Moral ”, yang dimoderatori oleh Ahmad
Yani Nasution.
Nama : Andika Purbaya
Npm : 2213053169
Kelas : 3G

Analisis Jurnal

Setelah membaca jurnal tersebut saya beranalisis bahwasanya moral yang menjadi permasalahan identitas bangsa menjadi tanggungjawab semua elemen masyarakat, khususnya pendidikan yang memiliki peran signifikan dalam membentuk dan melahirkan generasi bangsa
yang unggul secara intelektual dan moralitas. Sehingga evaluasi pendidikan perlu kiranya melakukan perbaikan secara terus menerus dan serius dalam memenuhi kebutuhan kegelisahan moral generasi bangsa. Dan melalui pendidikan moral di sekolah khususnya yang tercakup dalam materi pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ditambah lagi dengan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang secara jelas bertanggungjawab atas penanaman nilai-nilai moral bagi warga Indonesia. PAI dan PKn diharapkan sangat menentukan bagaimana isi materi bisa diajarkan dengan baik melalui tahap perencanaan pembelajaran hingga tahap evaluasi pada peserta didik di sekolah. Lebih dari itu unsur evaluasi yang dianggap paling menentukan seberapa berhasilkah tujuan itu tercapai perlu melihat kembali dan menata kembali suasana belajar sekolah dengan mempertimbangkan keberadaan
peserta didik itu sendiri dari segi lingkungan ia tinggal dan melangsungkan kehidupan (Muali, 2016). Sebab, acuan kurikulum pemerintah yang berlaku
secara umum tidak bisa memastikan keadaan pada tiap-tiap institusi pendidikan. Praktisi pendidikan termasuk pimpinan sekolah dan guru perlu
merumuskan ulang model evaluasi pendidikan moral yang tidak sekedar berdasarkan hasil nilai ulangan harian. Misalnya selama ini sekolah lebih
banyak menekankan hafalan, dan ketepatan dalam menjawab soal pilihan ganda. Karena penilaian dari system seperti itu jelas bukan tolak ukur keberhasilan peserta didik pada mata pelajaran moral dan pancasila.
Nama: Andika Purbaya
NPM: 2213053169
Kelas: 3G

Analisis vidio 2

Setelah Melihat video tersebut saya beranalisis bahwasanya Penilaian ini merupakan salah satu tugas pokok yang penting dan yang harus dilakukan oleh guru PAUD. Hal ini bertujuan supaya guru dapat mendeskripsikan ketercapaian perkembangan masing-masing anak termasuk didalamnya perkembangan moral dan agama. Instrumen penilaian yaitu alat yang digunakan untuk mengumpulkan data sebagai bahan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik dengan berbagai cara dan beragam alat penilaian belajar peserta didik.

Manfaat penilaian, yaitu:
1. Bagi anak untuk memelihara pertumbuhan anak agar lebih sehat dan konsisten, jadi dengan penilaian guru dapat mengukur perkembangan setiap anak sehingga tahu ketika adanya gejala kesehatan pada pertumbuhan masing-masing anak, perkembangan anak menjadi lebih optimal, anak mendapatkan stimulasi sesuai dengan minat perkembangannya.

2. Bagi orang tua orang tua akan memperoleh informasi tentang pertumbuhan perkembangan dan minat anak pada satuan PAUD, memudahkan orang tua dalam memberikan stimulasi yang sesuai dan berkelanjutan ketika di rumah.

3. Bagi guru manfaat bagi guru untuk mengetahui perkembangan sikap pengetahuan dan keterampilan anak, mendapatkan informasi awal tentang hambatan atau gangguan dalam tumbuh kembang setiap anak.

Prinsip-prinsip penilaian ini terbagi menjadi delapan yang pertama, yaitu:
1. Mendidih jadi proses hasil penilaian ini dapat dijadikan dasar untuk memotivasi mengembangkan dan membina anak agar tumbuh dan berkembang secara optimal.
2. Berkesinambungan berkesinambungan ini penilaian dilakukan secara rencana bertahap dan terus-menerus untuk mendapatkan gambaran tentang pertumbuhan dan perkembangan anaknya.
3. Objektif jadi penilaian harus dilakukan secara adil.
4. Akuntable penilaian dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan kriteria yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan
5. Transparan jadi penilaian dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan hasil penilaian dapat diakses oleh orang tua dan semua pihak Hai yang berkepentingan.
6. Sistematis penilaian ini dilakukan secara teratur teratur dan terprogram sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan dengan menggunakan berbagai instrumen.
7. Menyeluruh jadi penilaian ini mencakup semua aspek pertumbuhan dan perkembangan baik sikap pengetahuan maupun keterampilan.
8. Bermakna jadi hasil penilaian akan memberikan informasi yang bermanfaat bagi anak orang tua, guru, dan pihak lain yang relevan.

Mekanisme penilaian, yaitu:
1. Menyusun teknik instrumen penilaian serta penetapan indikator pencapaian perkembangan anak.
2. Melaksanakan proses penilaian sesuai dengan tahap, teknik, dan instrumen penilaian.
3. Mendokumentasikan penilaian proses dan hasil belajar serta secara akuntabel dan transparan.
4 melaporkan pejabat perkembangan anak pada orang tua.

Teknik penilaian ini terbagi menjadi 4, yaitu:
1. BB ini artinya belum berkembang jadi bila anak-anak ini dalam melakukan kegiatan harus dibantu dibimbing dan dicontohkan
2. MB artinya mulai berkembang jadi bilang anak-anak melakukan kegiatan tetapi harus diingatkan harus sedikit dibantu oleh guru.
3. BSH artinya berkembang sesuai harapan jadi bila anak ini dapat melakukan kegiatannya secara mandiri konsisten tanpa harus diingatkan atau dicontohkan oleh guru.
4. BSB ini adalah capaian yang tertinggi untuk perkembangan anak-anak. BSB ini artinya berkembang sangat baik Jadi jika anak-anak ini sudah dapat melakukan kegiatannya secara mandiri dan sudah dapat membantu temannya yang belum mencapai kemampuan sesuai dengan indikator anak-anak seperti ini dapat diberi nilai BSB yaitu berkembang sangat baik.

Bentuk-bentuk penilaian, yaitu:
1. Penilaian harian
2. Penilaian mingguan
3. Penilaian bulanan
4. Penilaian semester
5. Fotofolio anak
6. Dokumen lain yang diperlukan oleh setiap satuan PAUD