Kiriman dibuat oleh Issa Virnama 2213053043

Nama : Issa Virnama Della
Npm : 2213053043

Pendidikan moral diberikan di berbagai macam lembaga pendidikan, salah satunya di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). PAUD atau usia pra sekolah adalah masa di mana anak belum memasuki pendidikan formal. PAUD merupakan basis pembentukan karakter moral manusia, sehingga terbentuk perilaku dan kemampuan dasar sesuai dengan tahap perkembangannya agar selanjutnya dapat menjadi warga negara yang baik. Untuk itu diperlukan penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini. Pentingnya penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini agar karakter anak dapat berkembang dengan potensi dan kemampuan anak secara optimal serta tumbuhnya sikap dan perilaku positif bagi anak. Pendidikan moral menyangkut sikap dan kepribadian, sehingga di dalam pembelajarannya tidak hanya terbatas pada pengembangan kemampuan intelektualnya saja tetapi lebih kepada pengembangan karakter, sikap, dan perilaku peserta didik.

Menanamkan nilai-nilai moral sejak dini sangat penting untuk membentuk karakter yang baik pada anak. Nilai-nilai etika yang diajarkan sejak dini menjadi landasan bagi perilaku dan sikap yang diambil anak di kemudian hari.
Ada beberapa cara untuk menanamkan nilai-nilai moral pada anak usia dini, antara lain:

1. Memberikan contoh yang baik snak cenderung meniru tingkah laku orang dewasa yang dilihat dan diikutinya sebagai panutan, teladan. Oleh karena itu, orang tua atau wali harus mencontohkan perilaku yang baik dan mengajarkan nilai-nilai moral yang penting, seperti kejujuran, empati, rasa hormat, dan tanggung jawab.

2. Perkenalkan cerita dengan nilai moral anak kecil menyukai dongeng. Orang tua atau wali dapat bercerita dengan nilai-nilai moral positif seperti kejujuran, toleransi, kerjasama, dan lain-lain. Hal ini akan membantu meningkatkan kemampuan berbahasa anak dan membuka pikirannya terhadap nilai-nilai moral yang baik.

3.Ciptakan aturan dan konsekuensi anak kecil memerlukan batasan dan struktur untuk membantu mereka memahami apa yang harus dan tidak boleh mereka lakukan. Orang tua atau wali harus menetapkan aturan dan konsekuensi yang jelas dan konsisten. Hal ini akan membantu anak-anak memahami batasan yang perlu mereka ikuti, seperti tindakan yang tepat untuk diambil saat berinteraksi dengan orang lain, pilihan yang tepat mengenai diet dan olahraga, dll.

4.Pujian dan penghargaan anak kecil membutuhkan dorongan dan motivasi untuk memperkuat perilaku yang baik. Orang tua atau wali dapat memberikan pujian dan penghargaan kepada anak ketika ia menunjukkan perilaku yang baik atau menjaga nilai-nilai moral yang telah diajarkan.

Kesimpulannya, penanaman nilai-nilai moral pada masa kanak-kanak sangat penting. Orang tua atau wali hendaknya memberikan contoh perbuatan baik, menceritakan kisah-kisah yang bernilai moral, menetapkan aturan dan konsekuensi, serta pujian dan penghargaan. Dengan cara ini, nilai-nilai moral yang baik dapat dicapai dan diperkuat dalam kehidupan anak di masa depan.
Nama : Issa Virnama Della
Npm : 2213053043

Dalam konteks persoalan nilai moral, yang dapat dilakukan guru adalah dengan menanamkan nilai moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanaman nilai moral pada siswa SD Negeri Lampeunerat. Lebih khusus lagi penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanaman nilai moral pada siswa SD Negeri Lampeuneurut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan teknik observasi. Teknik wawancara dilakukan dengan mewawancarai 10 orang guru kelas. Agar data wawancara dapat diandalkan, peneliti menggunakan alat pencatatan berupa alat tulis dan media elektronik seperti telepon genggam.

Selain itu juga mengandalkan teknik observasi yang diterapkan, khususnya teknik observasi non partisipan. Dengan melakukan observasi, peneliti bertindak sebagai pengamat sendiri tanpa terlibat dalam penanaman nilai-nilai moral pada diri siswa. Seluruh data kemudian diolah dengan menggunakan langkah-langkah analisis data kualitatif yaitu pencatatan data, pemodelan data (visualisasi data), kesimpulan/verifikasi, dan persentase Berdasarkan Hasil Dari hasil analisis data, dapat disimpulkan kesimpulan peneliti sebagai berikut. Pertama, guru menanamkan nilai-nilai moral pada siswa dengan mengenalkan 10 nilai moral, yaitu nilai agama, nilai seksual, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, kemandirian, nilai agresif, nilai tanggung jawab.
Dan menghormati lingkungan. Untuk semua mata pelajaran yang diajarkan. Kedua, sebagian besar siswa tidak berbohong kepada guru karena dijiwai nilai kejujuran. Ketiga, hubungan siswa dengan teman baik, keempat, untuk memperdalam ilmu agama, selain agama di sekolah juga belajar di tempat belajar dan TPA. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut secara umum sudah baik karena guru menanamkan nilai-nilai moral pada siswa, walaupun ada beberapa guru yang belum sepenuhnya memahami nilai-nilai tersebut. itu harus ditanamkan. Kemudian menanamkan nilai-nilai moral dalam setiap mata pelajaran, memberikan nasehat sehari-hari, guru menjadi teladan bagi siswa, melalui lingkungan sekolah dan berkoordinasi dengan orang tua. Selain itu, siswa SD Negeri Lampeuneurut juga mempunyai perilaku yang baik karena telah mengetahui beberapa nilai moral dan memudahkan guru untuk menekuninya. Ulasan ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan nilai-nilai etika dalam pembelajaran di SD Negeri Lampeuneurut. Penulis menjelaskan bagaimana sekolah ini menerapkan program “Gerakan Etika dan Kebudayaan Nasional” untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai moral siswa. Perilaku dan Siswa Selama proses penelitian, penulis menyimpulkan bahwa pelaksanaan program “Gerakan Etika dan Kebudayaan Nasional” efektif dalam mendidik nilai-nilai moral bagi siswa. Beberapa strategi yang digunakan sekolah untuk mengajarkan nilai-nilai moral antara lain dengan penggunaan cerita, lagu dan dongeng, serta menyediakan waktu khusus untuk berdiskusi dan merenungkan nilai-nilai moralitas. Selain itu, sekolah juga mengadakan kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka dan seni budaya untuk membangun karakter siswa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa di SD Negeri Lampeuneurut memiliki pemahaman yang baik tentang nilai-nilai moral seperti kejujuran, kerja keras, dan toleransi Mereka juga mampu mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan memiliki sikap yang positif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Nama : Issa Virnama Della
Npm : 221305304
3

Pendidikan moral tentang tanggung jawab pribadi dalam keluarga sangat penting dalam membentuk kepribadian dan perilaku individu. Video ini bertujuan untuk membantu siswa memahami pentingnya menjadi anggota keluarga yang bertanggung jawab dan memenuhi perannya dalam keluarga. Dalam video tersebut disebutkan bahwa tanggung jawab anggota keluarga adalah tanggung jawab individu. Hal ini dapat didorong melalui praktik dan perilaku positif, seperti membantu orang tua, menghargai aktivitas keluarga, dan menjaga lingkungan rumah tetap bersih dan rapi.

Selain itu, video tersebut juga menekankan perlunya komunikasi yang baik antar anggota keluarga untuk mempererat hubungan dan saling pengertian. Secara keseluruhan, video ini memberikan pandangan yang positif dan ditekankan pada pentingnya sikap bertanggung jawab dalam keluarga. Pembelajaran moral ini dapat mempersiapkan siswa untuk mengambil tanggung jawab dalam kehidupan mereka melewati tahun-tahun pendidikan sekolah dan mempersiapkan mereka untuk menjadi individu yang bertanggung jawab dan bermanfaat di masyarakat.
Nama : Issa Virnama Della
Npm : 2213053043
Kelas : 3J

Kalangan millenial. Masa depan suatu bangsa sesungguhnya dipegang oleh para pemuda yang merupakan masyarakat yang berada pada usia remaja, maka dari itu penting sekali bangsa ini untuk meningkatkan kualitas para pemudanya untuk Indonesia yang lebih baik. Para Dosen agama Universitas Pamulang melihat fenomena yang berkembang di masyarakat tentang semakin menjauhnya Agama terhadap kehidupan bermasyarakat yang diakibatkan perkembangan teknologi digital yang semakin merebak di era digital akhirnya berdampak pada perkembangan pembelajaran PAI di lingkungan MT's Insan Madani Kp. Rahong Desa Tegallega Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor, dengan mengkaji masalah tersebut maka diperlukan tindakan nyata minimal mengadakan sosialisasi dan implementasi tentang pentingnya pemanfaatan teknologi sehingga dapat dijadikan solusi yang tepat.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tema "Menangkal Degradasi Moral di Era Digital bagi kalangan Millenial dilaksanakan oleh tim pengabdian kepada masyarakat program studi Manajemen Universitas Pamulang yang terdiri dari para dosen agama Universitas Pamulang untuk menjawab fenomena di atas. Kegiatan berlangsung selama tiga hari. Acara ini terlaksana atas kerjasama dengan berbagai pihak seperti Yayasan Sasmita Jaya, dosen Program Studi Manajemen serta pengurus di Mts Insan Madani. Pelatihan ini berhasil memberikan bekal softskill kepada anak-anak remaja di Mts tersebut.

Jurnal ini membahas tentang upaya menangkal degradasi moral di era digital bagi kalangan millenial. Penulis menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan media sosial memberikan dampak besar pada kehidupan sosial dan mental manusia, terutama pada generasi millenial. Keputusan etis dan moral semakin terkikis dan terkadang nilai-nilai tersebut diabaikan di era digital.

Penulis menjelaskan bahwa upaya menangkal degradasi moral di era digital dapat dilakukan melalui beberapa cara, seperti pendidikan moral, pengawasan, dan pengendalian atas pemakaian teknologi dan media sosial. Pendidikan moral harus diberikan sejak dini dan secara berkelanjutan, sehingga generasi millenial memiliki pemahaman yang baik mengenai nilai-nilai moral yang penting dalam kehidupan sosial.

Selain itu, penulis memaparkan bahwa ada beberapa cara praktis yang dapat dilakukan dalam pengawasan dan pengendalian pemakaian teknologi dan media sosial. Salah satunya adalah dengan membatasi waktu penggunaan media sosial, mengurangi jumlah penggunaan, dan menggunakan media sosial dengan bijak. Jurnal ini cukup relevan dengan perkembangan teknologi dan media sosial saat ini. Degradasi moral dan kurangnya kesadaran etis sudah terlihat di era digital, terutama pada kalangan millenial. Oleh karena itu, upaya untuk menangkal degradasi moral perlu dilakukan secara sungguh-sungguh. Pendidikan moral yang dimulai dari dini dan pengendalian pemakaian teknologi dan media sosial merupakan solusi yang tepat untuk menangkal degradasi moral di era digital.
Nama : Issa Virnama Della
Npm : 2213053043
Kelas : 3J

Jurnal ini adalah sebuah jurnal yang fokus pada evaluasi program pendidikan moral yang diimplementasikan dalam sistem pendidikan. Tujuannya adalah untuk memperbaiki kualitas pendidikan moral dan sosial yang diberikan pada siswa.

Jurnal ini membahas berbagai topik, mulai dari jenis program pendidikan moral yang efektif, pengaruh pendidikan moral terhadap tingkah laku siswa, hingga evaluasi program dan implementasi kebijakan pendidikan moral.

Beberapa temuan penting dalam jurnal evaluasi pendidikan moral menuju sosial adalah bahwa program pendidikan moral yang efektif adalah yang menggabungkan pendekatan kognitif dan afektif. Selain itu, peningkatan kualitas pendidikan moral dapat meningkatkan moralitas dan tingkah laku siswa di sekolah dan masyarakat.

Jurnal ini sangat penting bagi para profesional pendidikan, peneliti, dan pembuat kebijakan untuk memperbaiki kualitas pendidikan moral dan sosial di sekolah.

Tantangan moral yang menjadi permasalahan identitas bangsa menjadi tanggungjawab semua elemen masyarakat, khususnya pendidikan yang memiliki peran signifikan dalam membentuk dan melahirkan generasi bangsa yang unggul secara intelektual dan moralitas. Sehingga evaluasi pendidikan perlu kiranya melakukan perbaikan secara terus menerus dan serius dalam memenuhi kebutuhan kegelisahan moral generasi bangsa. Dan melalui pendidikan moral di sekolah khususnya yang tercakup dalam materi pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ditambah lagi dengan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang secara jelas bertanggungjawab atas penanaman nilai-nilai moral bagi warga Indonesia. Sehingga menumbuhkan sikap toleransi, 3) Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial, 4) Menghargai hidup dalam perbedaan dilingkungan jangkauan pergaulan dan keberdaannya, 5) Mempunyai semangat belajar untuk mengetahui berbagai wawasan keilmuan dan pemahaman tentang fenomena dan kejadian yang namapak di sekitar lingkungan, sehingga bisa berpkir dan bersikap bijak ketika dihadapkan dengan gesekan perbedaan dan perpecahan antar golongan, 6) Mampu menalar dan mengurai secara mandiri berbagai aspek permasalahan disekitar lingkungan hidupnya secara objektif, 7) Mempunyai wawasan pendidikan politik; tentang ketatanegaraan sehingga dapat menempatkan diri sebagai bagian dari warga Negara, 8) Tumbuhnya semangat nasionalisme yang turut serta menjunjung keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.