Kiriman dibuat oleh ALYA RIFA DWI PANGESTU 2213053152

Alya Rifa Dwi Pangestu
2213053152

PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA
Aspek moralitas dilihat dari perspektif siswa adalah difokuskan kepada pengetahuan moral dan perilaku moral. Pendidikan karakter pada dasarnya dibentuk pada beberapa pilar yang saling berkaitan. Adapun pilar-pilar karakter ini adalah nilai-nilai luhur universal yang terdiri dari:(1) Cinta Tuhan dan alam semesta beserta isinya, (2) Tanggung jawab kedisiplinan dan kemandirian, (3) Kejujuran, (4) Hormat dan santun, (5) Kasih sayang, kepedulian, dan kerjasama, (6) Percaya diri, kreatif, kerja keras, dan pantang menyerah, (7)Keadilan dan kepemimpinan, (8) Baik dan rendah hati, dan (9) Toleransi, cinta damai, dan persatuan. Berdasarkan tujuan kajian/studi tentang moralitas (pengetahuan moral dan perilaku moral) pada siswa SMP Negeri yang terdapat Kota Pekanbaru, di antaranya adalah untuk mendapat penjelasan serta mendeskripsikan pengaruh pengetahuan moral terhadap perilaku moral siswakelas VIII SMP Negeri Kota Pekanbaru berdasarkan Pendidikan Orangtua. Pengetahuan moral (moral knowing) siswa kelas VIII SMP Negeri Kota Pekanbaru mempengaruhi Perilaku moral(moral action) siswa berdasarkan pendidikan orangtua. Hal-hal yang mendukung bahwa pendidikan orang tua siswa berdampak baik terhadap pengetahuan moral siswa dan mempengaruhi perilaku moral siswa.
Alya Rifa Dwi Pangestu
2213053152

MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI KALANGAN MILLENIAL
Banyak diantara kalangan millennial yang telah menunjukkan degradasi moral seperti minimnya sopan santun (cara berbicara dan berpakaian), kenakalan remaja (sex bebas dan konsumsi obat-obat terlarang), jauh dari nilai-nilai agama. Solusi untuk menangani adanya fenomena degradasi moral di era digital pada kalangan millennial ialah dengan memberikan wawasan keagamaan, meningkatkan keimanan dan ibadah, memberikan pemahaman bagaimana cara bermedia sosial yang baik. Siswa harus diarahkan dan dibantu agar tidak hanya cerdas dalam akdemis tapi juga mempunayi kemampuan softskill yang baik, terutama bagi siswa yang sedang mencari jati diri.
Alya Rifa Dwi Pangestu
2213053152

Dari video drama tersebut dapat disimpulkan bahwa pengaruh kemrosotan moral yang terjadi disebabkan oleh pengaruh lingkungan luar yang tidak menjamin anak akan selalu berada dalam lingkungan yang baik. Drama ini melibatkan situasi-situasi dalam kehidupan sehari-hari di mana anggota keluarga menghadapi tantangan moral dan harus membuat keputusan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Orang tua merupakan tempat pertama terbentuknya moral anak. Kasih sayang yang diberikan orang tua terhadap anak, membangun sistem interaksi yang bermoral antara anak dengan orang lain. Hubungan dengan orang tua yang hangat, ramah, gembira dan menunjukkan sikap kasih sayang merupakan pupuk bagi perkembangan moral anak.
Alya Rifa Dwi Pangestu
2213053152

Dari video tersebut dapat disimpulkan bahwa kehidupan moral dikampus merupakan suatu awal pembentukan karakter mahasiswa. Setiap kampus di Indonesia selalu mengupayakan kepada para mahasiswa nya untuk selalu berpegang teguh pada norma dan hukum yang berlaku. Hal ini bertujuan untuk melahirkan generasi muda yang berakhlak dan memiliki jiwa kritis dalam kehidupan bermasyarakat. Kesadaran akan nilai-nilai moral ini juga menjadi landasan bagi etika dalam pembelajaran juga untuk memotivasi mahasiswa mengabdikan pengetahuan dan keterampilan mereka demi kemajuan bangsa karena melalui pendidikan, perkembangan moral diharapkan mampu berjalan dengan baik, serasi dan sesuai dengan norma demi harkat dan martabat manusia itu sendiri.
Alya Rifa Dwi Pangestu
2213053152

Dari video tersebut dapat disimpulkan bahwa pelajaran pendidikan moral sama seperti mata pelajaran PPKN di sekolah sangat penting bagi anak-anak penerus bangsa. Dari situ mereka bisa belajar mengenai nilai moral dan penerapanya dalam kehidupan sehari-hari. pendidikan yang bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan sikap, nilai, dan moralitas yang sesuai dengan prinsip-prinsip Pancasila, yaitu ideologi dasar negara Indonesia.