Kiriman dibuat oleh Okvi Nurbaeti 2213053296

Nama: Okvi Nurbaeti
NPM: 2213053296
Kelas: 3J

Jurnal dengan judul "Membina Nilai Moral Sosial Budaya Indonesia di Kalangan Remaja" mengangkat isu pentingnya mengembangkan dan melestarikan nilai-nilai moral, sosial, dan budaya Indonesia di kalangan remaja. Jurnal ini memiliki tujuan untuk mengenali nilai-nilai budaya Indonesia yang perlu dijaga dan ditanamkan dalam pikiran serta perilaku remaja.

Jurnal ini mencakup dua pendekatan kunci dalam pemahaman perilaku individu, yaitu pendekatan individual yang mempertimbangkan faktor-faktor psikologis seperti motivasi, nilai-nilai, pengalaman, dan sikap individu dalam membentuk perilaku, serta pendekatan sosial yang menekankan peran faktor-faktor sosial seperti norma sosial, tekanan sosial, pengaruh kelompok, dan media massa dalam membentuk perilaku.

Selain itu, jurnal ini mengulas berbagai teori psikologi yang relevan, termasuk psikoanalisis, teori behaviorisme, dan internalisasi nilai Pancasila pada anak-anak dan remaja. Dalam konteks pembinaan nilai moral, sosial, dan budaya di Indonesia, jurnal ini menekankan pentingnya kerjasama antara orang tua, masyarakat, dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang mendukung nilai-nilai positif.

Secara keseluruhan, jurnal ini memberikan wawasan yang mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi perilaku manusia dan pentingnya internalisasi nilai-nilai budaya dalam pendidikan anak-anak dan remaja di Indonesia. Ini menjadi landasan untuk mengembangkan strategi pendidikan moral yang efektif. Jurnal ini merinci berbagai teori dan konsep psikologi serta upaya internalisasi nilai-nilai moral, sosial, dan budaya Indonesia di kalangan anak-anak dan remaja.

Kesimpulan dari jurnal ini adalah bahwa pembentukan nilai-nilai moral, sosial, dan budaya di kalangan anak-anak dan remaja Indonesia adalah tanggung jawab bersama dari orang tua, masyarakat, dan pemerintah. Jika ketiganya bekerja sama dengan efektif dalam mendidik generasi muda tentang nilai-nilai dan moral, maka generasi ini memiliki potensi untuk menjadi pilar kuat dalam pembangunan bangsa. Mereka akan menjadi individu yang cerdas, memiliki hati yang baik, dan memiliki keterampilan yang berguna. Dengan demikian, Indonesia dapat maju sebagai bangsa yang memiliki nilai-nilai moral dan budaya yang kaya, sesuai dengan kehendak Tuhan Yang Maha Esa.
Nama: Okvi Nurbaeti
NPM: 2213053296
Kelas: 3J

Jurnal ini membahas tentang implementasi nilai-nilai moral Pancasila di SD Negeri Osiloa Kupang Tengah dengan tujuan utama mencetak generasi yang memiliki ketahanan terhadap tindakan korupsi. Dalam artikel ini, penulis menekankan pentingnya pendidikan moral yang dimulai sejak dini untuk menanamkan nilai-nilai ini kepada anak-anak.
Artikel tersebut juga menjelaskan secara rinci metode yang digunakan dalam proyek pelayanan masyarakat, yang fokus pada upaya sosialisasi nilai-nilai Pancasila kepada siswa di sekolah dasar. Dalam bagian hasil dan diskusi, penekanan diberikan pada aktivitas yang dilakukan selama proyek dan hasil observasi yang diperoleh selama pelaksanaannya.

Pada bagian pembahasan ini, terdapat beberapa teori pendidikan nilai moral yang mendasari pemahaman tentang nilai, moral, dan hukum dalam konteks pelayanan kepada manusia. Berikut adalah poin-poin utama yang dibahas:
1. Fungsi Nilai, Moral, dan Hukum:
- Nilai, moral, dan hukum memiliki fungsi utama untuk melayani manusia.
- Pertama, mereka berfungsi sebagai pengingat bagi manusia untuk melakukan kebaikan, baik untuk diri sendiri maupun sesama sebagai bagian dari masyarakat.
- Kedua, mereka membantu menarik perhatian manusia pada masalah-masalah moral yang sering diabaikan.
- Ketiga, nilai, moral, dan hukum dapat memperhatikan dan mengatasi gejala "Pembiasaan emosional," di mana seseorang mungkin menjadi terlalu terbiasa dengan perilaku yang tidak etis.
2. Pengendalian dan Pengaturan:
- Selain melayani manusia, nilai, moral, dan hukum juga memiliki peran dalam pengendalian dan pengaturan perilaku dalam masyarakat.
- Sistem hukum memiliki peran penting sebagai alat perlindungan terhadap kepentingan-kepentingan yang telah dilindungi oleh agama, kaidah kesusilaan, dan kaidah kesopanan.
- Hal ini karena nilai-nilai moral dan kaidah-kaidah tersebut mungkin tidak cukup kuat untuk secara efektif melindungi dan menjamin kepentingan yang beragam di dalam masyarakat.
3. Hukum Positif:
- Hukum yang berlaku secara nyata dalam masyarakat disebut sebagai hukum positif.
- Istilah "positif" digunakan untuk menunjukkan perbedaan dan kejelasan hukum dibandingkan dengan kaidah-kaidah sosial yang mungkin kurang jelas dan ambigu dalam bentuk dan tujuannya.
- Hukum positif didukung oleh sarana dan perlengkapan yang memadai sehingga dapat diterapkan oleh anggota masyarakat.
4. Keadilan Hukum dan Moralitas Masyarakat:
- Dalam kasus dilema hukum atau konflik dalam masyarakat, penting untuk mengutamakan prinsip keadilan hukum yang didasarkan pada moralitas masyarakat.
- Setiap individu, baik masyarakat umum maupun aparat hukum, harus berupaya mengembalikan penyelesaian masalah tersebut ke dalam kerangka keadilan hukum yang juga mencerminkan nilai-nilai moral masyarakat.

Jadi, pembahasan ini menyoroti peran penting nilai, moral, dan hukum dalam pelayanan kepada manusia, pengendalian perilaku, dan pembentukan sistem hukum yang jelas dan efektif dalam melindungi kepentingan-kepentingan masyarakat. Selain itu, moralitas masyarakat dianggap sebagai landasan penting untuk menyelesaikan konflik dan dilema hukum.

Kesimpulan dari jurnal ini adalah bahwa pendidikan moral Pancasila memiliki peran yang sangat penting dalam mengurangi potensi korupsi di kalangan generasi muda. Melalui upaya penanaman nilai-nilai moral Pancasila sejak dini kepada siswa SD, generasi muda dapat dibentuk untuk memiliki kesadaran sosial yang tinggi dan tanggung jawab terhadap masyarakat, serta membentuk budaya anti korupsi sejak usia dini. Metode sosialisasi yang diterapkan dalam program ini terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi dan semangat belajar siswa. Oleh karena itu, model pendidikan moral Pancasila ini dapat dijadikan sebagai contoh untuk meningkatkan pendidikan moral Pancasila dan mencegah korupsi di sekolah-sekolah lain di Indonesia.
Nama: Okvi Nurbaeti
NPM: 2213053296
Kelas: 3J

Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari memang sangat penting untuk menjaga harmoni, persatuan, dan kemajuan bangsa Indonesia. Berikut adalah beberapa contoh penerapan nilai-nilai Pancasila dalam situasi sehari-hari:
1. Ketuhanan yang Maha Esa: Menghormati kebebasan beragama dan berkeyakinan dengan tidak mencampuri keyakinan orang lain. Contohnya adalah menghadiri upacara keagamaan teman dari berbagai agama atau keyakinan, serta tidak melakukan tindakan diskriminatif berdasarkan agama.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab: Menunjukkan empati dan toleransi terhadap perbedaan pendapat serta berperilaku adil dalam segala aspek kehidupan. Misalnya, memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, atau budaya mereka.
3. Persatuan Indonesia: Menghargai keragaman budaya, bahasa, dan suku bangsa dalam negara. Misalnya, merayakan berbagai festival budaya yang diadakan oleh berbagai suku di Indonesia dan berpartisipasi dalam kegiatan yang memperkuat rasa persatuan, seperti upacara bendera atau peringatan nasional.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan: Menggunakan hak suara dalam pemilihan umum dan menjalankan tanggung jawab sebagai warga negara dengan baik, seperti mengikuti perkembangan politik, memberikan masukan konstruktif, dan tidak terlibat dalam tindakan politik yang merugikan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia: Menghindari tindakan diskriminatif, mendukung program-program sosial yang bertujuan untuk mengurangi kesenjangan sosial, serta berkontribusi dalam upaya memajukan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat yang lebih luas.

Melaksanakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari akan membantu menciptakan masyarakat yang lebih adil, harmonis, dan sejahtera, sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
Dengan menerapkan tindakan-tindakan ini dibawah ini, kita dapat menjaga integritas dan relevansi nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat Indonesia:
1. Pendidikan Generasi Muda. Memastikan bahwa pendidikan formal dan non-formal mencakup pengajaran tentang Pancasila dan pembinaan karakter yang kuat. Hal ini akan membantu generasi muda memahami dan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan mereka.
2. Contoh yang Baik. Menjadi teladan bagi orang lain dengan mempraktikkan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan sehari-hari. Ketika orang melihat contoh positif, mereka cenderung terinspirasi untuk mengikutinya.
3. Keterlibatan Sosial. Aktif terlibat dalam kegiatan sosial, masyarakat, atau politik yang konsisten dengan nilai-nilai Pancasila. Ini bisa termasuk berkontribusi pada pembangunan masyarakat, mengadvokasi keadilan sosial, atau berpartisipasi dalam organisasi kemasyarakatan.
4. Dialog dan Toleransi. Mendorong dialog yang konstruktif antar kelompok masyarakat yang berbeda dan menghargai perbedaan pendapat. Ini membantu menciptakan lingkungan yang inklusif dan harmonis.
5. Mengawasi dan Mengkritik. Melakukan pengawasan terhadap pemerintah dan institusi untuk memastikan agar mereka tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila. Kritik yang konstruktif dapat membantu memperbaiki kebijakan dan praktik yang tidak sesuai dengan nilai-nilai tersebut.
Dengan upaya kolektif dalam menjalankan langkah-langkah ini, masyarakat Indonesia dapat mempertahankan dan memperkuat fondasi Pancasila sebagai panduan moral dan sosial dalam era modern.
Nama: Okvi Nurbaeti
NPM: 2213053296
Kelas: 3J

Tugas Analisis Jurnal
Jurnal ini berjudul "Pentingnya Pendidikan Nilai Moral Bagi Generasi Penerus" yang ditulis oleh Ahmad Nawawi.
Jurnal ini mengulas signifikansi pendidikan nilai dan moral bagi generasi muda yang akan memimpin Indonesia ke depan. Jurnal tersebut menjelaskan bahwa pendidikan nilai dan moral bukan hanya berperan dalam membentuk karakter yang positif, melainkan juga dalam meningkatkan kualitas hidup dan menciptakan lingkungan sosial yang lebih baik. Terlebih lagi, pendidikan ini menjadi sangat penting karena generasi muda memiliki peran penting dalam memastikan kelangsungan negara. Tujuan utama pendidikan nilai moral adalah menciptakan generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan dan kepribadian, serta mampu mengaplikasikan nilai-nilai moral dan agama dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, artikel ini juga memberikan solusi untuk mengatasi kendala tersebut. Salah satunya adalah dengan menerapkan pendidikan nilai dan moral sejak dini dan melibatkan berbagai pihak seperti keluarga, sekolah, pemerintah, dan lembaga pendidikan dalam upaya ini. Artikel ini juga menekankan pentingnya mengintegrasikan pendidikan nilai dan moral ke dalam sistem pendidikan nasional.
Secara keseluruhan, artikel ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya pendidikan nilai dan moral bagi generasi mendatang di Indonesia. Selain itu, artikel ini juga mengidentifikasi hambatan yang perlu diatasi dan menawarkan beberapa solusi untuk meningkatkan pendidikan nilai dan moral di negara ini.

Dari jurnal ini, dapat disimpulkan bahwa pendidikan nilai moral adalah solusi untuk mengatasi krisis moral yang terjadi di masyarakat. Jurnal ini juga menggarisbawahi pentingnya mempertimbangkan aspek budaya dalam pendidikan nilai moral, mengingat nilai-nilai moral dapat bervariasi di berbagai konteks budaya. Oleh karena itu, pendidikan nilai moral harus menghormati dan memadukan nilai-nilai budaya lokal dengan prinsip-prinsip moral yang universal. Selain itu, penting juga untuk memiliki metode evaluasi yang efektif untuk mengukur perubahan perilaku dan sikap generasi muda setelah mendapatkan pendidikan nilai moral. Pertanyaan ini menjadi penting dalam merancang program pendidikan moral yang sukses.
Artikel ini juga mencatat tantangan dalam upaya menanamkan nilai dan moral pada generasi muda, termasuk dampak negatif dari media massa dan teknologi, kurangnya perhatian dan pendidikan nilai dan moral di lingkungan keluarga, keterbatasan partisipasi pemerintah dan lembaga pendidikan, pengaruh negatif dari lingkungan sekitar, dan kurangnya kesadaran serta tanggung jawab individu.
Nama: Okvi Nurbaeti
NPM: 2213053296

Tugas Analisis Jurnal
Jurnal ini berjudul “ Pendidikan Nilai dan Moral dalam Sistem Kurikulum Pendidikan di Aceh”. Judul ini terdiri dari 10 kata dan judul ini sudah sesuai dengan isi dari jurnal yang ditulis, yaitu isi jurnal sudah membahas mengenai pentingnya pendidikan moral dan nilai dalam sistem kurikulum pendidikan di Aceh, Indonesia. Pemerintah Aceh telah menerapkan sistem pendidikan Islam yang sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh pemerintah pusat. Implementasi pembelajaran Islam di Provinsi Aceh didasarkan pada Qanun No. 9/2015, yang berfokus pada ajaran Islam. Sistem pendidikan di Aceh didasarkan pada budaya dan nilai-nilai Islam. Artikel ini menekankan pentingnya pendidikan moral dan nilai dalam membentuk karakter siswa dan berkontribusi pada perkembangan bangsa.

Jurnal ini ditulis oleh “ Iwan Fajri, Rahmat, Dadang Sundawa, & Mohd Zailani Mohd Yusoff” penulisan nama pada jurnal ini sudah benar karena nama penulis ditulis tanpa gelar.

Pendahuluan dalam jurnal penulis menjelaskan pengetahuan dan teknologi menyebabkan interaksi budaya semakin terbuka, yang otomatis berkaitan dengan sistem pendidikan. Peran lembaga pendidikan juga penting untuk memperkuat perubahan sosial yang terjadi di Aceh. Perubahan gaya hidup sosial yang begitu pesat menyebabkan kurangnya kecintaan terhadap sosial budaya di kalangan remaja. Persoalan nilai-nilai moral siswa dalam satu dekade terakhir menjadi perhatian pemerintah Aceh, termasuk para orang tua siswa.

Dari yang telah dibahas dapat disimpulkan bahwa pendidikan moral dan nilai memiliki peran penting bagi pendidikan di Aceh. Pemerintah Aceh telah menerapkan kurikulum Islam yang mencakup mata pelajaran inti dan muatan lokal yang berbasis budaya dan nilai-nilai Islam.