Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama: Azzahra Luthfiah Armina
NPM: 2213053036
Kelas: 2D
Prodi: PGSD
ANALISIS SOAL 2
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Setelah membaca artikel tersebut, Menurut pendapat saya penegakan HAM di Indonesia bisa dibilang tergolong rendah dan disebut juga sebagai Awan Gelap untuk HAM di Indonesia. Beberapa contoh tahun kelam: tidak ada proses keadilan dan akuntabilitas atas pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamanan, menguatnya pembatasan kebebasan berekspresi dan kebebasan beragama yang sewenang-wenang melalui aturan maupun praktik kebijakan, diskriminasi berbasis gender yang mengakar serta pelanggaran hak-hak perempuan yang diikuti oleh pernyataan pejabat yang diskriminatif dan merendahkan martabat perempuan, kegagalan pemerintah dalam menghadirkan keadilan, pengungkapan kebenaran, dan pemulihan untuk korban pelanggaran HAM masa lalu, pelanggaran HAM yang masih berlangsung bahkan meningkat tajam di Papua, berlanjutnya penjatuhan dan penerapan hukuman kejam baik melalui vonis mati maupun juga tindakan-tindakan eksekusi hukum di luar pengadilan, dengan cara tembak di tempat, HAM mengalami kemacetan, mutu HAM mengalami kemunduran, dan banyak serangan terhadap para pembela HAM. Dampak positif yang saya dapatkan setelah membaca artikel tersebut adalah kesadaran akan pentingnya HAM bagi kehidupan kita, mampu menegakkan HAM dalam kehidupan.
B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa?
Demokrasi di Indonesia dipengaruhi oleh nilai-nilai adat istiadat dan budaya asli masyarakat Indonesia. Demokrasi di Indonesia merupakan sebuah sistem politik yang didasarkan pada nilai-nilai adat istiadat dan budaya asli masyarakat Indonesia. Nilai-nilai adat istiadat dan budaya ini mencakup beragam elemen seperti gotong royong, musyawarah, keadilan, kebersamaan, dan toleransi serta salah satu prinsip fundamental dalam demokrasi Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti "berbeda-beda tetapi tetap satu". Prinsip ini mencerminkan keberagaman etnis, budaya, dan agama di Indonesia, yang menjadi salah satu karakteristik utama negara Indonesia. Prinsip demokrasi Indonesia yang berketuhanan yang Maha Esa tercermin dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, bahwa "Tuhan Yang Maha Esa" merupakan dasar negara Indonesia. Prinsip ini menegaskan bahwa agama dan spiritualitas memiliki peran penting dalam tatanan sosial dan politik Indonesia. Dalam kondisi ini, prinsip demokrasi yang berketuhanan yang Maha Esa menunjukkan adanya pengakuan terhadap pluralitas agama di Indonesia. Negara Indonesia diakui sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan menghormati keberagaman keyakinan agama yang dimiliki oleh warganya. Keterkaitan demokrasi dengan nilai-nilai ketuhanan yang Maha Esa dapat memiliki beberapa maksud yaitu prinsip ini dapat memperkuat nilai-nilai etika dan moral dalam kehidupan politik, prinsip ini juga dapat memperkuat rasa solidaritas dan persatuan dalam masyarakat Indonesia.
C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Praktik demokrasi di Indonesia saat ini diatur oleh Konstitusi Indonesia, yaitu Pancasila sebagai dasar negara dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945). Praktik demokrasi di Indonesia juga seharusnya menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia. Pancasila yang sebagai dasar negara Indonesia, terdiri dari lima sila yang meliputi Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Praktik demokrasi Indonesia diharapkan mencerminkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Pancasila. Sementara itu, UUD NRI 1945 adalah konstitusi Indonesia yang menyatakan prinsip-prinsip dasar negara dan memberikan kerangka hukum bagi praktik demokrasi di Indonesia. UUD NRI 1945 menegaskan hak asasi manusia dalam berbagai pasalnya, seperti kebebasan berpendapat, hak atas kebebasan berserikat dan berkumpul, hak atas kebebasan beragama, hak atas keadilan. Kondisi demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan. Masalah tersebut yaitu pembatasan kebebasan berpendapat, kebebasan berekspresi, dan kebebasan media serta terdapat juga isu-isu seperti korupsi, kekerasan politik, dan pelanggaran hak asasi manusia yang masih menjadi perhatian.
D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Kondisi di mana anggota parlemen menggunakan jabatannya untuk memajukan agenda politik pribadi, yang bertentangan dengan kepentingan nyata masyarakat, merupakan masalah yang cukup umum dalam politik. Jika anggota parlemen menggunakan posisinya untuk tujuan pribadi atau kelompok, hal ini dapat merusak integritas sistem demokratis dan merugikan masyarakat yang mereka wakili. Penting bagi sistem politik memiliki mekanisme pengawasan yang efektif. Transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik yang kuat merupakan elemen penting dalam memastikan anggota parlemen bertanggung jawab dan melayani kepentingan masyarakat dengan jujur dan bertanggung jawab. Pemilihan yang adil dan bebas, serta kebebasan pers dan akses informasi yang luas, juga merupakan faktor penting untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan oleh anggota parlemen dan penting juga bagi masyarakat untuk terlibat secara aktif dalam politik dan melakukan pemantauan terhadap tindakan para wakil mereka. Indonesia adalah negara demokrasi, di mana kedaulatan berada ditangan rakyat.
E. Bagaimana pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi atau agama kadang-kadang memanfaatkan mereka untuk menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat. Karena mereka juga punya tujuan dan punya politik untuk menguasai negeri ini dengan mengandalkan sosok yang dianggap tokoh besar itulah senjata mereka.