གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Adventinus Bernadianto 2213053165

PGSD_PPIPS_C_Ganjil 24/25 -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

Adventinus Bernadianto 2213053165 གིས-
Nama : Adventinus Bernadianto
NPM : 2213053165

Izin menjawab pertanyaan dari saudara Ricky, menurut kelompok kami,
Teori belajar kontekstual menekankan bahwa pembelajaran harus relevan dengan pengalaman hidup siswa dan dikaitkan dengan konteks dunia nyata.Dalam pembelajaran IPS, penerapan teori ini dapat membantu siswa mengembangkan empati sosial dengan cara berikut:

1. Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning): Teori kontekstual mempromosikan pembelajaran berbasis masalah yang mendorong siswa untuk mengeksplorasi isu-isu sosial yang terjadi di lingkungan sekitar mereka. Dengan memecahkan masalah nyata seperti kemiskinan, lingkungan, atau konflik sosial, siswa dapat lebih memahami dan merasakan dampaknya secara langsung, sehingga memupuk empati

2. Keterlibatan Langsung dengan Masyarakat: Melalui kegiatan proyek yang melibatkan kerja sama dengan komunitas lokal, siswa dapat melihat bagaimana isu-isu sosial berdampak pada masyarakat secara nyata. Ini bisa mendorong mereka untuk berkontribusi dalam solusi dan lebih peka terhadap kebutuhan sosial, yang mengembangkan empati secara alami

3. Pengalaman Belajar yang Relevan: Siswa belajar untuk mengaitkan apa yang mereka pelajari di kelas dengan kehidupan sehari-hari mereka. Ketika mereka melihat bahwa pelajaran IPS relevan dengan pengalaman mereka sendiri atau pengalaman orang-orang di sekitar mereka, empati terhadap isu-isu sosial tumbuh secara alami karena mereka memahami dampak nyata dari isu-isu tersebut

PGSD_PPIPS_C_Ganjil 24/25 -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

Adventinus Bernadianto 2213053165 གིས-
Nama : Adventinus Bernadianto
NPM : 2213053165

Izin menjawab pertanyaan dari saudara Dani, menurut kelompok kami,
Metode pengajaran yang terlalu fokus pada teori belajar behavioristik cenderung mengutamakan pengulangan dan reward untuk membentuk perilaku siswa. Dalam pembelajaran IPS, hal ini dapat mengarah pada beberapa dampak negatif jika kurangnya metode interaktif diterapkan:

1. Minimnya Keterlibatan Siswa: Pembelajaran yang terlalu pasif dengan metode behavioristik bisa membuat siswa bosan dan tidak terlibat secara aktif dalam proses belajar. Karena teori ini lebih fokus pada respons terhadap stimulus (misalnya, jawaban benar diberikan penghargaan), siswa mungkin hanya belajar untuk menghafal tanpa memahami secara mendalam materi IPS yang sifatnya kompleks dan membutuhkan pemahaman konteks

2. Kurangnya Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis: Behaviorisme cenderung berfokus pada penguatan perilaku tertentu daripada pemahaman konseptual. Dalam IPS, yang menuntut analisis sosial dan sejarah, pendekatan ini bisa menghambat siswa dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan refleksi terhadap isu-isu sosial yang lebih luas.

3. Empati Sosial yang Tidak Terasah: IPS mengajarkan tentang masyarakat dan lingkungan sosial. Kurangnya metode interaktif menghalangi siswa untuk benar-benar memahami dan merasakan isu-isu sosial yang ada di sekitar mereka. Behaviorisme yang tidak dipadukan dengan diskusi, refleksi, atau interaksi sosial dapat menutup peluang bagi siswa untuk mengembangkan empati terhadap masalah yang dihadapi masyarakat tersebut
Nama : Adventinus Bernadianto
NPM : 2213053165

IZIN BERTANYA KEPADA KELOMPOK 3

Apakah pembelajaran tematik yang mencakup IPS di Kurikulum Merdeka mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa? Jika ya, bagaimana mekanismenya?

Terima kasih