Posts made by Nisa Az Zukhrufi

3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> FORUM pertanyaan

by Nisa Az Zukhrufi -
Nama : Nisa Az Zukhrufi
Npm : 2213053142

perbedaan kriteria nilai hardskill dan kriteria softskill

1. kriteria nilai hardskill
hard skill adalah pengetahuan dan keterampilan akademis yang spesifik yang dapat dipelajari, dilatih dan dapat diukur. hardskill dapat dibuktikan dengannya nilai, ijazah, sertifikat atau penghargaan serta gelar.
Contoh hardskill : menggunakan software komputer, adobe creative, microsoft office

2. kriteria nilai softkill
softskill adalah kualitas pribadi seseorang, bersifat pribadi serta lebih sulit untuk di ukur atau sulit dibuktikan karena terkait dengan karakteristik tiap individu. Softskill yang dimiliki seseorang terkait kecerdasaan emosional, kepribadian dan kemampuan berinteraksi dengan orang lain.
contoh softskill : komunikasi, berpikir kritis, bekerja dalam tekanan, pemecah masalah, kerjasama, kreativitas

Nama : Nisa Az Zukhrufi

Npm : 2213053142


Analisis jurnal 2

Nama jurnal : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Nomor : 1

Volume : 12

Halaman : 41-54

Tahun terbit : 2014

Nama penulis : Fahrudin

Judul : PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA MENGATASI KENAKALAN REMAJA

Pembahasan

A. PENDAHULUAN

Keluarga merupakan institusi pendidikan utama dan pertama bagi anak. Pendidikan dalam keluarga bersifat informal, Pendidikan dalam keluarga berjalan sepanjang masa, melalui proses interaksi dan sosialisasi di dalam keluarga. Sebagai lingkungan pendidikan yang pertama keluarga memainkan peran yang sangat besar dalam menanamkan nilai-nilai moral kepada anak.

B. PERANAN KELUARGA BAGI ANAK

Keluarga merupakan lingkungan pertama bagi setiap individu di mana ia berinteraksi. Dari interaksi dengan lingkungan pertama inilah individu memperoleh unsur-unsur dan ciri-ciri dasar daripada kepribadiannya. Keluarga merupakan pendidikan pertama dan utama, pertama karena keluarga merupakan lingkungan awal sebelum anak itu mengenal luar dan utama karena keluarga menjadi lingkungan sosial dan emosional dimana hal itu sangat memberikan kualitas pengalaman sehingga menjadi faktor determinan untuk pembentukan kepribadian seorang anak.

Menurut M.I Silaeman (1978: 84), fungsi keluarga itu ada delapan jenis, yaitu: (1) fungsi edukasi, (2) fungsi sosialisasi, (3) fungsi proteksi, (4) fungsi afeksi, (5) fungsi religius, (6) fungsi ekonomi, (7) fungsi rekreasi, (8) fungsi biologis.

C. PERANAN NILAI MORAL BAGI ANAK-ANAK

Dalam KBBI, “moral” diartikan sebagai keadaan baik dan buruk yang diterima secara umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, budi pekerti dan susila.

  1. Moral sebagai ajaran kesusilaan, berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan tuntutan untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik dan meningalkan perbuatan jelek yang bertentangan dengan ketentuan yang berlaku dalam suatu masyarakat.
  2. Moral sebagai aturan, berarti ketentuan yang digunakan oleh masyarakat untuk menilai perbuatan seseorang apakah termasuk baik atau sebaliknya buruk.
  3. Moral sebagai gejala kejiwaan yang timbul dalam bentuk perbuatan, seperti berani, jujur, sabar, gairah dan sebagainya Sofyan Sauri (2010:34).

D. FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KEMEROSOTAN MORAL

  1. Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak.
  2. Lingkungan masyarakat yang kurang sehat
  3. Pendidikan moral tidak terlaksana menurut mestinya, baik di rumah tangga, sekolah maupun masyarakat.
  4. Suasana rumah tangga yang kurang baik.
  5. Diperkenalkannya secara populer obat-obat terlarang dan alat-alat anti hamil.
  6. Banyaknya tulisan-tulisan, gambar-gambar, siaran-siaran, kesenian-kesenian yang tidak mengindahkan dasar-dasar dan tuntunan moral
  7. Kurang adanya bimbingan untuk mengisi waktu luang (leisure time) dengan cara yang baik, dan yang membawa kepada pembinaan moral.
  8. Tidak ada atau kurangnya markas-markas bimbingan dan penyuluhan bagi anak-anak dan pemuda-pemuda.
  9. Pengaruh westernisasi, yaitu berupa yahudinisasi dan kristenisasi.

E. PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL UNTUK MENGATASI KENAKALAN REMAJA DALAM KELUARGA

  1. Penanaman pendidikan keimanan sejak dini kepada anak-anak.
  2. Menanamkan pendidikan moral kepada anak-anak.
  3. Menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis, khususnya hubungan Ibu Bapak dan anggota keluarga, sehingga pergaulan dan kehidupan mereka dapat menjadi contoh bagi anak-anak, terutama anak yang belum berumur enam tahun.

Nama : Nisa Az Zukhrufi

Npm : 2213053142

Analisis Jurnal 1

Nama jurnal : Jurnal Humanika

Nomor : 1

Halaman : 1-11

Tahun terbit : 2017

Nama penulis : Rukiyati

Judul : PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH

Pembahasan

Sekolah merupakan lingkungan mikrosistem, mikrosistem adalah sebuah pola dari aktivitas, peran dan relasi interpersonal yang dialami oleh seseorang yang sedang tumbuh berkembang.

Perlu dilakukan perencanaan terkait pendidikan moral di sekolah yang bersifat komprehensif, yang melibatkan berbagai komponen : pendidik, materi, metode, dan evaluasi agar pendidikan moral di sekolah dapat berjalan dengan lebih optimal.

1. Pendidik moral di sekolah

Guru adalah ujung tombak untuk mewujudkan moral yang baik dalam diri peserta didik, maka guru terlebih dahulu harus bermoral baik. Dengan demikian, pendidikan moral yang dilaksanakan oleh guru akan lebih mudah diterima dan diteladani oleh para peserta didiknya.

2. Materi pendidikan moral

Pendidikan moral terhadap diri sendiri berkaitan dengan nilai-nilai kebersihan diri, kerajinan dalam belajar/bekerja, keuletan, disiplin waktu. Pendidikan moral untuk sesama manusia mencakup nilai-nilai moral sosial seperti kerjasama, toleransi, respek, berlaku adil, jujur, rendah hati, tanggung jawab. Pendidikan moral untuk hubungan manusia dengan alam semesta dapat diberikan dengan menguatkan nilai-nilai keseimbangan alam, menjaga kelestarian alam, tidakmerusak alam, hemat, dan mendidik untuk menggunakan kembali barang-barang bekas (daur ulang). 

3. Metode Pendidikan Moral

Kirschenbaum (1995: 31) mengusulkan 100 cara atau metode pendidikan moral, yang dipayungi dalam lima kategori besar metode pendidikan moral yaitu penanaman (inkulkasi) nilai-nilai dan moralitas, modeling nilai-nilai dan moralitas, fasilitasi nilai-nilai dan moralitas, kecakapan untuk mengembangkan nilai dan melek moral, pelaksanaan program pendidikan nilai disekolah.

4. Evaluasi Pendidikan Moral

Evaluasi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan. Tujuan pendidikan nilai meliputi tiga kawasan, yakni penalaran nilai/moral, perasaan nilai/moral dan perilaku nilai/moral. Evaluasi pendidikan moral sebenarnya yang terakhir dan sangat penting adalah perilaku. Perilaku moral dievaluasi secara akurat dengan melakukan observasi (pengamatan) dalam jangka waktu yang relatif lama dan secara terus-menerus.

Nama : Nisa Az Zukhrufi

NPM : 2213053142

Analisis Video 4

ETIKA DAN MORAL DALAM KELUARGA DAN PEMBELAJARAN DARING (SMAN 1 PANDEGLANG)

Di zaman modernisasi dan globalisasi mengakses informasi. Berbagai informasi yang kita temui menjadi tolak ukur pemikiran dan perilaku, Tapi disisi lain kita sebagai generasi muda harus mampu memilih baik dan buruk.

Moral secara etimologi berasal dari bahasa latin "mos" secara jamak "mores" artinya kebiasan atau adat. Menurut KBBI moral adalah aturan kesusilaan mengenai baik buruk salah salah maupun benar. 

Etika menurut Drs. H. Burhanudin Salam menyatakan etika cabang ilmu filsafat yang membicarakan tentang nilai dan norma membentuk perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari.

3 persamaan etika dan moral

  1. Etika dan moral mengacu pada perbuatan, tingkah laku dan sifat seseorang
  2. Etika dan moral, prinsip atau aturan hidup manusia
  3. Etika dan moral bukan faktor keturunan, tapi potensi positif yang dilakukan melalui pendidikan, pembiasaan, dan keteladanan serta dukungan lingkungan dari keluarga, sekolah, masyarakat secara berkesinambungan.

Hal paling mendasar ialah keluarga, pada kehidupan keluarga terdapat aturan seperti keagaman, sopan santun, kejujuran.

Etika dan Moral yang Terabaikan

  1. Tidak pamit atau cium tangan kepada orang tua
  2. Tidak minta maaf saat melakukan kesalahan
  3. Tidak membantu
  4. Tidak bertutur kata dengan lembut dan sopan
  5. Membantah perintah

Pengembangan Etika dan Moral => perlunya dukungan dari pendidikan salah satunya sekolah karena disekolah terdapat aturan

Tata cara belajar online yang sesuai nilai dan norma => yang utama adalah sopan santun, memiliki rasa tanggungjawab sebagai siswa

Contoh etika berkomunikasi dengan baik

  1. Perhatikan waktu ketika menghubungi guru
  2. Bahasa yang baik dan sopan
  3. Awali dengan salam
  4. Ucapkan kata maaf
  5. Perkenalkan diri secara lengkap
  6. To the point
  7. Akhiri pesan dengan mengucap terimakasih

Etika berkomunikasi digrup chat

  1. Gunakan nama asli
  2. Tampilkan foto asli
  3. Hindari pembicaraan diluar topik pembelajaran
  4. Bicara dan komentar yang baik dan sopan
Nama : Nisa Az Zukhrufi
NPM : 2213053142

Analisis Video 3
Materi 8 Fungsi Keluarga | Menerapkan dan Menanamkan Nilai moral dalam Kelurga

Penanaman dan penerapan nilai-nilai moral melalui 8 fungsi keluarga

1. Fungsi Agama

  • Nilai moral : keimanan, ketaqwaan, kejujuran, bersyukur, kepedulian, tenggang rasa, kerajinan, kesalehaan, ketaatan, suka menolong, displin, kesabaran, dan kasih sayang
2. Fungsi Sosial Budaya
  • Nilai moral : Gotong royong, sopan santun, kerukunan, kepedulian, kebersamaan, toleransi, kebangsaan
3. Fungsi Cinta Kasih
  • Nilai moral : empati (peka), keakraban, keadilan, pemaaf, kesetian, pengorbanan, suka menolong, bertangung jawab
4. Fungsi Perlindungan
  • Nilai moral : pemaaf, tanggap, ketabahan
5. Fungsi Reproduksi
  • Nilai moral : bertanggung jawab, kesehatan, dan keteguhan
6. Fungsi Sosialiasi dan Pendidikan
  • Nilai moral : percaya diri, keluwesan, kebanggaan, kerajinan, kreatifitas, bertanggung jawab, bekerjasama
7. Fungsi Ekonomi
  • Nilai moral : hemat, ketelitian, displin, kepedulian, keuletan
8. Fungsi Pemeliharaan Lingkungan
  • Nilai moral : kebersihan dan kedisplinan