Kiriman dibuat oleh Keyla Nabela Larasati 2213053108

Nama : Keyla Nabela Larasati
NPM : 2213053108
Kelas : 2D

Identitas Jurnal
1. Nama Jurnal : Jurnal Penelitian Politik
2. Halaman : 69-81
3. Volume : Vol. 16
4. Nomor : No. 01
5. Tahun Terbit : Juni 2019
6. Judul Jurnal : Demokrasi dan Pemilu Presiden 2019
7. Nama Penulis : R. Siti Zuhro
8. Kata Kunci : Pendalaman Demokrasi, Pemilu Presiden, Politisasi Identitas, Pemerintahan Efektif, Membangun Kepercayaan

Analisi jurnal

Artikel ini mamaparkan tentang demokrasi Indonesia melalui fenomena pemilihan presiden 2019. Demokrasi Indonesia telah melalui beberapa kali pemilu, tetapi masih perlu kerja keras untuk memperdalam dan mengkonsolidasikan demokrasi yang ada di Indonesia. Proses demokratisasi berlangsung tidak hanya pada tataran prosedural institusi politik, tetapi juga pada tataran sosial. Demokrasi akan terkontril jika aktor-aktor politik, ekonomi, pemerintah dan masyarakat sipil mampu mengatasi tindakan demokrasi sebagai alternatif yang bagus untuk meraih kekuasaan.

Demokrasi di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti budaya politik, perilaku aktor dan kekuatan politik. Meskipun pemilihan kepala daerah secara langsung merupakan langkah penting dalam pendalaman demokrasi, proses demokrasi di tingkat nasional setelah melewati tiga kali pemilihan presiden langsung, tetap menjadi tantangan dalam hal peningkatan kualitas pemilu pemilihan presiden dan penguatan proses demokrasi. Artikel ini menyoroti pentingnya menjaga stabilitas sosial politik nasional dan keutuhan NKRI dalam rangka pendalaman demokrasi Indonesia.
Nama : Keyla Nabela Larasati
NPM : 2213053108
Kelas : 2D

Analisis Video

Manusia adalah mahluk yang cenderung tidak ingin dikekang, dan meminta kebebasan. Sistem Demokrasi adalah sistem yang sangat baik untuk dijalani oleh suatu negara, karena banyak membawa dampak positif, tapi akhir akhir ini sistem Demokrasi telah banyak melenceng dari apa yang diharapkan. Psikologi kolektif orang-orang yang terbangun dari pengaruh perkembangan teknologi, membuat demokrasi menjadi semakin tidak sehat dan tujuannya yang sebenarnya baik menjadi pudar. Kalau kita bandingkan negara demokrasi dengan non demokrasi, secara umum negara demokrasi lebih kaya, negara penganut demokrasi punya angka korupsi yg lebih rendah
warga negara demokrasi lebih bahagia dan sehat dan warga negara demokrasi menikmati lebih banyak jaminan atas HAM.