གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Keyla Nabela Larasati 2213053108

Nama : Keyla Nabela Larasati
NPM : 2213053108
Kelas : 2D
Prodi : PGSD

ANALISIS VIDEO
SUPREMASI HUKUM
(Penegakan Hukum yang Berkeadilan)

-Demokrasi dan demokratisasi dengan momentum yang memuncak seiring masa reformasi memberi pekerjaan rumah yang besar kepada hukum
-Demokrasi tersebut tidak dapat dihadapi dengan cara demokrasi hukum masalalu dibawah kekuasaan otoriter dan sentralistik
-Tuntutan partisipasi makin menguat baik legislatif,eksekutif maupun yudikatif semua dihadapkan oleh tantangan yang sama
-Semboyan negara menutut untuk mewujdukan dengan sebaik baiknya
-Di masalalu sentralisme yang otoriter telah menenggelamkan semboyan negara, maka prularisme dalam berhukum muncul sebagai tantangan
-Usaha untuk mensejahterakan rakyar, mengurangi kemiskinan,pengangguran berkaitan erat dengan roda perekonomian.
-Pertahanan kita bukanlah alat alat perang, bukan sains dan bukan pula bersembunyi diruang bawah tanah, pertahanan kita adalah hukum dan keteraturan
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Keyla Nabela Larasati
NPM : 2213053108
Kelas : 2D

Analisis Jurnal

A. IDENTITAS JURNAL
1. Nama Jurnal : Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan
2. Vol : 7
3. Nomor : 2
4. Halaman : 97-107
5. Tahun penerbit: Oktober 2019
6. Judul Jurnal : DEMOKRASI SEBAGAI WUJUD NILAI-NILAI SILA KEEMPAT PANCASILA DALAM PEMILIHAN UMUM DAERAH DI INDONESIA
7. Nama Penulis : Galih Puji Mulyono, Rizal Fatoni

B. ABSTRAK JURNAL
1. Jumlah Paragraf: 1 Paragraf
2. Uraian paragraf: Abstrak di sajikan dengan format bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Di dalam abstrak penulis menjelaskan Pemilihan umum merupakan cerminan dari sistem demokrasi. Sebagai negara hukum, Indonesia memegang demokrasi dalam pelaksanaan proses berbangsa dan bernegara dalam penyelenggaraan sistem pemilihan umumnya. Oleh karena itu, sebagai negara hukum yang memegang teguh prinsip negara hukum, maka seharusnya juga memegang teguh prinsip demokrasi.
3. Kata kunci: Demokrasi, Pancasila, Pemilihan Umum.

C. PENDAHULUAN JURNAL
Pendahuluan jurnal penulis membahas mengenai ideologi negara Indonesia Pancasila. Yang merupakan dasar Negara yaitu sebuah konsepsi yang dirancang atas kesepakatan bersama dengan tujuan dapat menjawab tantangan dan masalah bangsa dan Negara. Peneliti juga membahas mengenai Metode yang dilakukan, meliputi jenis penelitian, metode pendekatan, spesifikasi penelitian, serta jenis, teknik pengumpulan data serta teknik analisis data.
Penjelasan metode dalam pendahuluan jurnal di jelaskan secara rinci, sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami nya.

D. HASIL dan PEMBAHASAN
A. Sila Keempat Pancasila Sebagai Sumber Nilai dalam Pemilihan Umum Daerah di Indonesia
Pancasila sebagai fundamental norma dan ideologi bangsa menimbulkan kesadaran bahwa pancasila mengandung nilai-nilai yang menjadi landasan fundamental dalam penyelengaraan negara.

B. Pelaksanaan Demokrasi Sila Keempat Pancasila Sebagai Sumber Nilai Pemilihan Umum Daerah di Indonesia
Pilkada yang tidak sesuai dengan pancasila sila keempat berupa pelanggaran, kecurangan yang dilakukan oleh penyelenggara, peserta pilkada, dan tim pendukung, serta masyarakat dapat diberikan sanksi pidana yang telah di atur didalam Pasal 177, dan178 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur.

E. Kesimpulan
Simpulan
Dalam bagian kesimpulan, penulis menyebutkan kembali apa yang menjadi topik utama dalam pembahasan yang sudah di sebutkan sebelumnya. Bagian kesimpulan di tulis secara ringkas namun memuat hal yang sangat berbobot .
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama: Keyla Nabela Larasati
Npm: 2213053108
Kelas: 2D

Analisis video

Di video tersebut memberikan beberapa kesimpulan mengenai perkembangan demokrasi di Indonesia
1. Perkembangan demokrasi di masa revolusi kemerdekaan
(Pada masa pemerintahan revolusi kemerdekaan sangat terbatas.)

2. Perkembangan demokrasi parlementer (1945-1959)
(Masa kejayaan demokrasi di Indonesia, karena hampir semua elemen demokrasi dapat di temukan di perwujudan kehidupan politik di Indonesia. Tetapi, demokrasi parlementer ini gagal. Hal ini di sebabkan karena :
a) dominannya politik aliran membawa konsekuensi terhadap konflik (Partai "Islam", Partai "Nasionalis", dan Partai Non-"Islam")
b) Basis sosial ekonomi masih sangat lemah
c) Persamaan kepentingan antara presiden Soekarno dengan kalangan Angkatan Darat, sama-sama tidak senang dengan proses politik yang sedang berjalan.

3. Perkembangan demokrasi terpimpin (1959-1965)
(Politik pada masa ini dengan tolak ukur yang sangat kuat antara ketiga kekuatan politik yang utama pada waktu itu( ABRI, Soekarno, dan PKI.))

4. Perkembangan demokrasi dalam pemerintahan orde baru
(Demokrasi Pancasila (orba) pada tiga tahun pertama, kekuasaan seolah-olah akan di distribusikan kepada kekuatan masyarakat. Setelah tiga tahun, dominannya peranan ABRI, birokratisasi dan sentralisasi pengambilan keputusan politik, pembatasan peran dan fungsi politik, campur tangan pemerintah dalam persoalan partai politik dan publik, masa mengambang, monolitisasi ideologi negara, dan inkorporasi lembaga pemerintah).

5. Perkembangan demokrasi pada masa reformasi (1998-dengan sekarang)
(Demokrasi yang di terapkan pada era reformasi ini adalah demokrasi Pancasila dengan karakteristik yang berbeda dengan orde baru dan sedikit mirip dengan demokrasi parlementer tahun 1950-1959. Karakteristik demokrasi era reformasi:
a) Pemilu yang di laksanakan (1999-2004) jauh lebih demokratis dari pada sebelumnya
b) Rotasi kekuasaan di laksanakan mulai pemerintahan pusat sampai pada tingkat desa
c) Pola rekruitmen politik untuk pengisian jabatan politik di lakukan secara terbuka
d) Sebagian besar hak dasar bisa terjamin seperti adanya kebebasan menyatakan pendapat.
Kreator dalam video menambahkan harapan bahwa suatu saat demokrasi era reformasi akan mendapatkan jati dirinya sendiri.