གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Ivo Yuniarta 2213053231

Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053231
Kelas: 2G

Analisis Jurnal

A.Identitas Jurnal
1. Nama Jurnal : Jurusan penyimpanan, struktur arsitektur, universitas djuanda
2. Judul Jurnal : SEMANGAT BELA NEGARA DI TENGAH PANDEMI COVID-19 ( THE NASIONAL SEMANGAT PERTAHANAN DI TENGAH PANDEMI COVID-19)
3. Nama Penulis : Syahrul kemal
4. Kata Kunci : bela Negara, aktualisasi bela Negara, pandemi covid-19, kesadaran bela Negara

B. Pendahuluan
Pendidikan kewarganegaraan dan bela Negara itu adalah hal yang sangatlah
penting bagi warga Negara karena hal tersebut mencerminkan kecintaan dan
setiaan warga Negara kepada negaranya tersebut makana hal tersebut sangatlah penting bagi suatu Negara. Banyak kasus social yang terjadi contohnya covid-19 tetapi dengan Bersatu, gotong royong, bekerja sama adalah salah satu solusi untuk mengatasi masalah yang sedang terjadi ini 209 negara didunia sedang mengalami covid-19 musuh yang dihadapi ini ialah penyakit virus atau covis-19. Kesadaran bela Negara itu hakikatnya kesediaan untuk berbakti terhadap Negara dan sediaan berkorban membela Negara.

C. Bela negara dan pelaksanaannya saat pandemi
- Bela Negara
Bela Negara adalah sikap dan perilaku warga Negara yang dijiwai oleh kecintaan dan kesetiaan terhadap bangsa dan Negara kesatuan republic Indonesia (NKRI) berdasarkan pancasila dan undang undang dasar 1945 dalam menjalankan kehidupan bangsa dan negar seutuhnya.

- Dasar Hukum Bela Negara
1. Pasal 27 ayat 3 UUD 1945 menaytakan bahwa semua warga
Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan Negara.
2. Pasal 30 ayat 1 UUD 1945 menyatakan bahwa tiap tiap warga
Negara berhak dan berkewajiban ikut serta dalam pertahanan dan
keamanan Negara.

Bela Negara bukan hanya saja kita angkat senjata melainkan banyak cara lain yang kita bisa lakukan dengan mudah mulai dari lingkungan terkecil saja.contoh yang kita bisa lakukan saat pandemic begini yaitu dengan cara mematuhi semua aturan yang dikeluarkan oleh pemeritah agar
kita tidak terkena penyakit virus covid-19 ini serta tidak menyebarkan berita
bohong atau belum tentu kebenarannya (hoax) karena dapat mengakibatkan hal yang kurang baik. Dan melindungi para tenaga mediss yang sedang melakukan dedikasinya terhadap Negara.

D. Penutup
Bela Negara adalah suatu hal yang sangatlah positif karena semua tindakan yang kita lakukan mendapatkan manfaat terhadap diri kita da sekitar kita. Bela Negara
pun tidak memaksakan kehendak orang lain dilakukan dengan apa yang kita mampu lakukan saja tidak memaksakan apa yang kita tidak bisa kita lakukan. Serta mengandung beberapa unsur dasar Negara.
Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053231
Kelas: 2G

Analisis vidio yang berjudul "Ketahanan Nasional – Pendidikan Kewarganegaraan "

Ketahanan nasional merupakan keuletan, keterampilan, ketangguhan, serta kemampuan mengembangkan potensi nasional dalam menghadapi acaman yang ada. Terdapat tantangan,ancaman, hambatan, gangguan seperti acaman bersifat langsung, luar, dalam serta tidak langsung. Adapun kemampuan mengembangkan kekuatan nasional yaitu dengan memperkuat integritas bangsa, identitas bangsa, kelangsungan hiduo dan perjuangan mencapai tujuan nasional. Indonesia harus memiliki kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi ancaman yang datang.

Jenis ancaman
1. Ancaman unsur Trigatra : Lokasi dan posisi geografis Indonesia, Keadaan dan kekayaan alam dan kemampuan penduduk
2. Ancaman unsur Panca Gatra : Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, dan Hankam

Sebagai bangsa indonesia kita harus menghadapi ancaman-acaman yang datang dengan perwujudan aspek alamiah (tri gatra) dan perwujudan aspek sosial (panca gatra).
Perwujudan asepek alamiah (tri gatra) yaitu:
a. Lokasi dan geografi dengan peningkatan potensi laut dan darat posisi dengan negara tetangga
b. Sumber daya alam yaitu dengan kesadaran nasional pemangfaatan alam
c. Kesadaran dan kemampuan pendudukyaitu dengan cara meningkatkan pendidikan

Perwujudan aspek sosial (panca gatra) yaitu:
a. Idiologi yaitu rangkaian nilai mampu menampung aspirasi
b. Politik yaitu dengan berdemokrasi (kekuasaan tertinggi berada di tanggan rakyat)
c. Ekonomi yairu dengan sarana, modal dan teknologi
d. Sosial budaya yaitu dengan menjaga tradisi, pendidikan serta kepemimpinan
e. Hankam yaitu dengan berpatidipasi serta kesadaran masyarakat
Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053231
Kelas: 2G

Analisis soal 2

1. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawab:
Dalam hal peraturan hukum, dalam rangka penegakan HAM menyangkut pembentukan dan penguatan undang-undang yang melindungi hak-hak individu. Ini termasuk undang-undang yang melarang diskriminasi, perlakuan tidak manusiawi atau merendahkan martabat, serta undang-undang yang melindungi hak-hak sipil dan politik, hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya, serta hak-hak kelompok minoritas. Sistem peradilan yang adil dan independen penting untuk memastikan bahwa individu yang melanggar HAM dihukum secara adil, sementara korban pelanggaran HAM memperoleh keadilan dan pemulihan yang pantas. Dalam rangka penegakan HAM memiliki dampak yang positif dalam memastikan keadilan, kesetaraan, dan perlindungan hak-hak individu dan kelompok. Dengan menghormati dan melindungi HAM, masyarakat dapat berkembang dalam lingkungan yang aman, inklusif, dan demokratis, di mana setiap orang memiliki kesempatan untuk hidup dengan martabat dan kebebasan.

2. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Jawab:
Indonesia memiliki keberagaman budaya, etnis, agama, dan bahasa. Prinsip inklusivitas dan toleransi merupakan aspek penting dalam demokrasi. Kemampuan untuk menghargai dan menghormati perbedaan merupakan pondasi yang kuat bagi demokrasi yang berkelanjutan. Dalam demokrasi Indonesia, nilai-nilai ini mendorong partisipasi aktif semua kelompok masyarakat dan perlindungan hak-hak minoritas. ecara keseluruhan, nilai-nilai adat istiadat dan budaya asli masyarakat Indonesia dapat memperkaya dan memperkuat demokrasi. Dalam mengembangkan demokrasi yang berkelanjutan, penting untuk menggabungkan prinsip-prinsip demokrasi universal dengan nilai-nilai lokal yang menghormati dan mencerminkan identitas budaya Indonesia.
Menurut pendapat saya prinsip berketuhanan yang Maha Esa tidak boleh menjadi alat untuk membatasi kebebasan beragama atau menciptakan diskriminasi terhadap kelompok agama tertentu. Prinsip ini harus diterapkan dengan penuh penghargaan terhadap keberagaman agama dan keyakinan yang ada di Indonesia, dan memastikan bahwa hak asasi individu dihormati dan dilindungi. Secara keseluruhan, prinsip berketuhanan yang Maha Esa dalam demokrasi Indonesia mengakui peran penting agama dan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan masyarakat. Namun, harus tetap ditegaskan bahwa demokrasi harus menjunjung tinggi kebebasan beragama, persamaan hak, dan kesetaraan dalam kehidupan politik, tanpa diskriminasi terhadap agama atau keyakinan tertentu.

3. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawab:
Secara umum, praktik demokrasi Indonesia mengacu pada prinsip-prinsip yang tercantum dalam Pancasila dan UUD NRI 1945. Namun, tantangan tetap ada dalam implementasi yang konsisten dan penerapan yang lebih baik untuk memastikan bahwa tindakan dan kebijakan pemerintah sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan konstitusi. Nilai hak asasi manusia secara keseluruhan telah diakui dalam praktik demokrasi Indonesia. Ada undang-undang dan mekanisme perlindungan HAM yang didirikan, seperti Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Komisi HAM DPR. Namun, tantangan masih ada dalam memastikan penegakan yang konsisten dan efektif terhadap hak-hak asasi manusia di semua aspek kehidupan, termasuk hak-hak minoritas, perempuan, anak-anak, dan kelompok rentan lainnya.

4. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawab:
Sikap saya mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat sangat perihatin sebab anggota parlemen mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik pribadi yang berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat, hal ini dapat dianggap sebagai pelanggaran etika dan kepercayaan publik. Perwakilan rakyat seharusnya bertindak sebagai wakil yang setia dan memperjuangkan kepentingan rakyat yang mereka wakili. Ketika anggota parlemen tidak memprioritaskan kepentingan masyarakat, tetapi justru mengedepankan kepentingan pribadi, partai politik, atau kelompok tertentu, itu dapat merusak prinsip dasar demokrasi. Praktik semacam itu mengaburkan tanggung jawab mereka sebagai wakil rakyat yang harus menghormati kehendak dan kepentingan yang sebenarnya dari konstituennya.

5. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawab:
Dalam demokrasi penting untuk menempatkan hak asasi manusia sebagai prinsip inti dan memberikan perlindungan yang efektif bagi semua individu tanpa memandang kekuasaan kharismatik yang dimiliki oleh pihak-pihak tertentu. Kesetaraan, kebebasan, dan martabat manusia harus dijunjung tinggi dan tidak boleh dikorbankan demi tujuan yang tidak jelas atau kepentingan pribadi. ekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi atau agama dapat memiliki pengaruh yang kuat terhadap masyarakat dan memobilisasi loyalitas serta emosi rakyat. Namun, penting untuk menganalisis hubungan antara kekuasaan kharismatik tersebut dengan konsep hak asasi manusia dalam konteks demokrasi dewasa saat ini.