Posts made by Ivo Yuniarta 2213053231

Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053231
Kelas: 3G

Identitas Jurnal
Judul : Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini
Penulis : Lia Yuliana, M.Pd
Halaman : 1-10 halaman
Tanggal Reviewer : 1 November 2023

Hasil Analisis 
Moral merupakan pandangan tentang baik dan buruk , benar dan salah, apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan. Pendidikan moral perlu ditanamkan kepada anak sejak usia dini, karena usia dini merupakan saat yang baik untuk mengembangkan kecerdasan moral anak. Pendidikan moral
adalah suatu program pendidikan (sekolah dan luar sekolah) yang
mengorganisasikan dan “menyederhanakan” sumber-sumber moral dan disajikan dengan memperhatikan pertimbangan psikologis untuk tujuan pendidikan. nilai adalah suatu kualitas atau penghargaan terhadap sesuatu, yang dapat menjadi dasar penentu,tingkah laku seseorang. Nilai moral memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Berkaitan dengan tanggung jawab kita.
- Berkaitan dengan hati nurani
- Mewajibkan
- Bersifat formal

Anak usia dini adalah individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Anak usia dini memiliki ciri khas (Isjoni, 2009:24-26), diantaranya:
a. Usia 0-1 tahun
Pada masa bayi perkembangan fisik mengalami kecepatan luar biasa, paling cepat dibandingkan usia berikutnya.
B. Usia 2-3 tahun
Pada usia ini memiliki ciri-ciri yang sama pada usia selanjutnya, secara fisik mengalami pertumbuhan yang sangat pesat.
C. Usia 4-6 tahun
Karakteristik usia ini fisik, anak sangat aktif melakukan kegiatan, perkembangan bahasa semakin baik, perkembangan kognitif sangat pesat, bentuk permainan anak masih bersifat individu.

Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini dapat dilakukan dengan berbagai macam metode yaitu:
1. Metode bermain
Melalui metode bermain karena dengan bermain anak-anak untuk mampu bersosialisasi dengan orang lain. Bermain memberikan kesenangan kepada anak-anak, mereka dapat menuangkan imajinasi yang ada di pikiran secara bebas melalui
bermain.
2. Metode Bercerita
Melalui cerita dapat menyampaikan pesan-pesan atau informasi moral yang dapat menambah pengetahuan anak tentang nilai-nilai moral yang berlaku di masyarakat.
3. Metode Pemberian Tugas
Dengan metode pemberian tugas dapat melatih kesabaran anak, menaati aturan bersama, melatih kerjasama, dll.
4. Metode Bercakap-cakap
Bercakap-cakap mempunyai makna penting bagi perkembangan anak, karena dapat meningkatkan keterampilan komunikasi dengan orang lain. Dengan bercakap-cakap banyak sekali pengetahuan yang dapat diberikan kepada anak, karena pada
pada dasarnya anak suka sekali bertanya.

Pada jalur pendidikan formal cara penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini dapat dilakukan melalui kegiatan dengan jadwal pembelajaran tatap muka yang ditentukan meliputi :
1. Persiapan Kegiatan Pembelajaran
2. Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran
- Penataan lingkungan bermain
- Kegiatan Inti Pembelajaran
- Kegiatan

Kesimpulan 
Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam mewujudkan warga negara yang berkepribadian tinggi dan berakhlak mulia, sehingga dapat menciptakan SDM yang berkualitas tinggi. Peranan pendidikan tersebut kapan saja sangat dibutuhkan, lebih-lebih mengingat salah satu permasalahan bangsa yang sangat
ditakuti saat ini adalah moral dan akhlak. Perlunya penanaman nilai-nilai moral, baik di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat secara keseluruhan.
Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053231
Kelas: 3G

Identitas Jurnal
Judul : PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI
LAMPEUNEURUT
Volume, Nomor dan Halaman: Volume 1, Nomor 1, halaman 68-77
Tahun : 2016
Penulis: Ruslan, Rosma Elly , dan Nurul Aini
Tanggal Reviewer : 1 November 2023
Kata kunci: Penanaman, nilai-nilai moral

Hasil Analisis
Kemerosotan moral generasi muda, perlunya penanganan yang lebih intensif dimana kita perlu menanamkan nilai moral sedini mungkin. Kemerosotan moral yang dialami jika tidak diberikan perhatian khusus akan berakibat buruk bagi generasi mendatang. Pendidikan moral merupakan salah satu pendekatan yang dianggap sebagai gerakan utama dalam penanaman nilai moral pada anak. Penanaman nilai-nilai moral adalah bertujuan menanamkan nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang mempunyai moral yang baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka mungkin akan menghancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang. Akhlak adalah perilaku jiwa, yang dapat dengan mudah dilahirkan, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. Apabila perilaku tersebut mengeluarkan beberapa perbuatan baik dan terpuji, baik menurut akal maupun tuntunan agama, perilaku tersebut disebut akhlak yang baik. Ada beberapa faktor yang menyebabkan merosotnya moral anak, diantaranya yaitu:
a) Penyalahgunaan sebagian ajaran moral,
b) Penyalahgunaan Konsep-Konsep Moral,
c) Masuknya Budaya Westernisasi (budaya kebarat-baratan),
d) Perkembangan Teknologi,
e) Lemahnya Mental Generasi Bangsa , dan
f) Kurangnya Materi Aplikasi tentang Budi Pekerti.

Hasil wawancara yang dilakukan dengan guru-guru di SD Negeri Lampeuneurut dijabarkan bahwa guru mengajarkan siswa untuk
melakukan ciuman di dalam/ diluar kelas dengan baik namun kadang-kadang sedikit nakal, suka berkelahi kecil, menganggu teman namanya juga masih anak-anak yang mempunyai banyak sifat yang berbeda. Guru penanaman nilai-nilai moral dilakukan dengan cara menanamkan setiap mata pelajaran yang diajarkan, baik berupa nasehat, teguran ataupun tingkah laku guru yang menjadi contoh panutan mereka. Sebagian besar siswa tidak berbohong kepada guru karena sudah menanamkan nilai-nilai kejujuran dan kebenaran  konsekuensinya jika hal tersebut dilakukan. Guru sudah menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa Karena secara keseluruhan dari observasi menunjukkan 64% adalah ya. Sedangkan yang tidak menanamkan nilai-nilai moral 36%. Nilai moral yang banyak ditanamkan yaitu kebiasaan berdoa sebelum memulai pelajaran, tidak membedakan siswa yang pintar dan kurang pintar, mengajarkan saling menghargai perbedaan pendapat, mengajarkan melakukan sendiri tugas yang menjadi tanggung jawabnya, mengajarkan sikap berani dan sportif, dan mengajarkan pentingnya pembagian tugas piket secara bergiliran . Sedangkan untuk nilai-nilai
moral yang tidak banyak ditanamkan yaitu mengajarkan sikap baris-berbaris yang tertib, tidak membedakan perlakuan antara siswa laki-laki dan perempuan saat pembelajaran, mengajarkan mengajarkan hasil ulangan/soal secara jujur, dan mengajarkan menjaga lingkungan hidup.

Kesimpulannya
Guru di SD Negeri Lampeuneurut telah menanamkan 10 nilai moral yaitu nilai religius, nilai sosialitas, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilai kemandirian, nilai daya juang, nilai tanggungjawab, dan nilai yang diberikan terhadap lingkungan. Adapun cara untuk menanamkan nilai-nilai tersebut adalah dengan menyisipkan ke semua mata pelajaran yang diajarkannya, melalui lingkungan sekolah dan kerjasama dengan orang tua.
Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053231
Kelas: 3G

Analisis Vidio yang berjudul "Pendidikan Moral di Sekolah Dasar."

Pendidikan moral adalah usaha yang dilakukan secara terencana untuk mengubah Sikap perilaku tindakan kelakuan yang dilakukan peserta didik agar mampu berinteraksi dengan lingkungan masyarakatnya sesuai dengan nilai moral dan kebudayaan masyarakat setempat. Tahap-tahap perkembangan moral, yaitu:
1. Usia 6-12 bulan
Orang Tua akan menggunakan untuk memandu mengendalikan dan melindungi bayi.
2. Usia 12-18 bulan
Membuat komitmen dan patuh sesuai dengan keadaan merupakan awal tanda hati nurani perhatian terhadap objek yang cacat atau rusak mencerminkan kecemasan diri dalam melakukan hal yang salah.
3. Usia 18-30 bulan
Anak mungkin menunjukkan perilaku menolong rasa bersalah, malu, dan empati mendorong perkembangan moral akurasi terkait mainan dan ruang muncul.
4. Usia 30 sampai 36 bulan
Lebih banyak verbal.
5. Usia 3-4 tahun
Perilaku menolong yang lain menjadi lebih lazim motifnya untuk mendapat pujian dan menarik penolakan rasa bersalah dan kepedulian mengenai berbuat salah memuncak.
6. Usia 4-6 tahun
Penalaran moral makin fleksibel
7. Usia 7-8 tahun
Penalaran moral makin fleksibel empati dan perilaku pro sosial meningkat agresi terutama jenis permusuhan berkurang
8. Usia 9-11 tahun
Penalaran moral makin dipandu oleh rasa keadilan anak ingin menjadi baik untuk memelihara tatanan sosial agresif beralih ke hubungan.
9. Usia 12-15 tahun
Namun moral mencerminkan peningkatan kesadaran akan keadilan dan pembuat aturan yang kooperatif
10. Usia 16-20 tahun
Relativisme mainkan peran penting dalam penalaran moral .
11. Dewasa muda pada usia 20-40 tahun
Penilaian moral bisa menjadi lebih rumit.
12. Dewasa tengah pada usia 40-65 tahun
Penilaian moral bisa membeli lebih rumit.
13. Dewasa tua pada lebih 65 tahun
penilaian moral bisa menjadi lebih rumit.

Implikasi perkembangan sosial dan pribadi anak dalam KBM di sekolah dasar. Pada implikasi dalam KBM perkembangan pribadi dan sosial sangat diperlukan dalam belajar anak kadang memerlukan teman untuk membantu proses belajar tapi anak bisa melakukannya sendiri atau Mandiri. Implikasi identitas gender dalam perkembangan moral anak sekolah dasar, yaitu guru sebaiknya mengajarkan murid mengenai identitas gender supaya mengontrol atau perilaku mereka Sesuai dengan Winner nya Sebenarnya bukan hanya guru saja tetapi orang tua juga memiliki peranan yang sangat penting. permasalahan serta solusi perkembangan anak SD, yaitu:
1. Hilangnya kejujuran
Ketika anak sudah terbiasa bersikap bohong itu akan membuang anak menjadi pribadi yang pembohong dan akan ketakutan ketika bersikap jujur. masalah ini sering terjadi di sekolah ataupun di tempat lainnya misalnya, ketika sedang lafalkan ujian sekarang ada selesai siswa yang mencontek atau bakal bekerjasama dengan temannya. solusi atau untuk mengatasinya yaitu dengan mengajarkan anak untuk lebih percaya diri akan jawabannya mengajarkan anak untuk bersikap jujur ketika anak lebih caranya jujur Jangan memarahinya karena jika anak dimarahi maka ia akan takut ketika berbicara jujur dan memilih untuk penuh bicara bohong
2. Hilangnya rasa tanggung jawab
Guru diharuskan untuk membimbing anak didiknya dan mengajarkan anaknya untuk memiliki rasa tanggungjawab misalnya ketika anak diberikan Tugas atau pekerjaan rumah ada saja siswa yang tidak mengerjakan tugasnya padahal selama saja bahwa siswa itu tidak memiliki rasa tanggungjawab solusi dari hilangnya rasa tanggung jawab yaitu mengajarkan anak untuk bersikap tanggungjawab halte kecil yang bisa guru lakukan yaitu ketika ada sesuai adegan mengerjakan tugasmu apa tekan diminta untuk maju ke depan dan mengerjakan soal yang akan diberikan oleh gurunya.
3. Rendahnya disiplin
Misalnya masih saja ada siswa yang tidak tepat waktu untuk datang ke sekolah. Jika ada siswa yang sedang terlambat ke sekolah sebaiknya guru dan kepala sekolah bersikap tegas jika guru tanpa prasekolah tidak bersifat tegas akan membuat tersebut menjadi terbiasa dan mampu data waktu.
4. Kurang bisa bekerjasama
Misalnya tapi kerja kelompok solusinya yaitu membiasakan anak untuk lebih banyak dalam seja sama Jangan biarkan kesel tidak aktif ketika kerjasama.
5. Mengambil hak orang lain
Misalnya mencuri solusinya yaitu membiasakan anak untuk menerima apa ya dia miliki dan tidak boleh mengambil hak milik orang lain.
Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053231
Kelas: 3G

Analisis Vidio yang berjudul "Pendidikan Moral Tanggungjawab Diri dalam Keluarga".

Tanggung jawab
1. Mendengar nasehat ayah
Kita sebagai seorang anak harus mendengarkan nasehat ayah
2. Membantu ibu
Kita harus menjadi anak yang bertanggung jawab contohnya membantu ibu mencuci piring, mengelap kaca, menghantarkan makanan, dan sebagainya.
3. Menemani kakak
Kita seorang adik harus menemani kakak agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan seperti penculikan.
4. Menjaga keselamatan adik
Kita sebagai seorang kakak harus menemani adik bermain, menjaga adik, dan memperhatikan adik.

Tanggungjawab keluarga penting karena hubungan keluarga menjadi erat akan menjadi harmonis, keselamatan keluarga terjamin, meringankan tugas keluarga, membanggakan keluarga. Perlu melaksanakan tanggungjawab terhadap keluarga sebab keluarga berasa bangga, keluarga berasa senang, dan hubungan erat. Perasaan apabila melaksanakan tanggungjawab terhadap keluarga tentunya senang, bangga, puas hati karena kita sudah laksanakan tanggungjawab dengan baik jadi orang tua jadi makin sayang pada kita.
Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053231
Kelas: 3G

Identitas Jurnal
Judul : MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI KALANGAN MILLENIAL
Volume, Nomor dan Halaman: Vol. 3, No. 1, Halaman 79 - 84
Tahun : 2020
Penulis: Ahmad Yani Nasution dan Moh Jazuli
Tanggal Reviewer : 25 Oktober 2023
Kata kunci: Degradasi Moral, Era Digital Dan Millenial

Isi Jurnal
Degradasi berarti kemunduran, kemerosotan atau penurunan dari suatu hal. Sedangkan moral adalah akhlak atau budi pekerti menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jika kita interpretasikan keduanya maka degradasi moral merupakan suatu fenomena adanya kemerosotan atas budi pekerti seseorang maupun sekelompok orang sesuai dalam konteks Bangsa Indonesia. Adapun kalangan milennial saat ini akrab
terdengar dan dapat diartikan secara sederhana sebagai orang-orang yang memiliki interaksi kuat terhadap sosial media melalui gawai seperti PC, HP, tablet, dan benda-benda digital.

Tujuan dari PKM ini adalah memberikan pemahaman terkait degradasi moral di kalangan milenial, memberikan pemahaman terkait upaya dalam menangkal degradasi moral di era digital. Manfaat dari kegiatan PKM ini adalah peserta didik mendapatkan materi dan termotivasi untuk menangkal terjadinya degradasi moral yang menjadi tantangan di kalangan milenial di era digital. Solusi yang dipilih untuk menangani adanya fenomena degradasi moral di era digital pada kalangan milennial ialah dengan memberikan wawasan keagamaan, meningkatkan keimanan dan ibadah, memberikan pemahaman bagaimana cara bermedia sosial yang baik.

Kesimpulan dan Saran
Saran dari pelatihan menangkal degradasi moral dalam rangka kegiatan PKM ini adalah hendaknya tim dosen ataupun berbagai pihak lainnya turut serta dalam mendukung program untuk membuat para generasi muda, termasuk pemuda agar mempunyai bekal moral yang baik yang berguna bagi mereka. Tidak hanya itu Siswa harus diarahkan dan dibantu agar tidak hanya cerdas dalam akademis tapi juga mempunyai kemampuan softskill yang baik, terutama bagi siswa yang sedang mencari jati diri. Harapannya pelatihan-pelatihan semacam ini dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan.