Posts made by Rahma Aulia Putri Rahma

Nama : Rahma Aulia Putri
Npm :2213053123

Judul video Pendidikan moral anak sekolah (pendidikan pancasila)

di video ini guru menjelaskan didepan peserta didik tentang pendidikan moral anak sekolah dimana ketika guru sedang menjelaskan terlihat beberapa siswa malah main lempar kertas dan tentu saja mengganggu siswa lain yang sedang belajar, siswa juga menabrak seorang guru dan menjatuhkan buku tetapi tidak minta maaf ataupun tanggung jawab dengan apa yang dia perbuat malah lari begitu saja tanpa menghiraukan seorang guru.

Dari kedua contoh ini kita bisa lihat bahwa pendidikan moral di bangsa ini sudah mulai luntur dan memudar. maka dari itu Pendidikan moral dan pendidikan Pancasila adalah dua hal yang penting dalam sistem pendidikan di Indonesia, terutama untuk anak-anak sekolah. Berikut beberapa informasi tentang keduanya:
1. Pendidikan Moral:
*Pendidikan moral adalah pendidikan yang bertujuan untuk membentuk karakter dan moral individu, termasuk anak-anak sekolah.
* Tujuannya adalah mengajarkan nilai-nilai moral, etika, dan perilaku yang baik kepada siswa.
* Dalam konteks ini, pendidikan moral dapat mencakup konsep seperti kejujuran, integritas, rasa tanggung jawab, toleransi, kasih sayang, dan sikap positif terhadap sesama.
* Pendidikan moral membantu siswa memahami perbedaan antara tindakan yang benar dan salah dan memotivasi mereka untuk mengambil keputusan yang baikPendidikan Pancasila.
2. Pendidikan Pancasila adalah bagian penting dari kurikulum pendidikan di Indonesia, yang bertujuan untuk memahamkan siswa tentang dasar-dasar negara Indonesia, termasuk nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi negara.
* Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang terdiri dari lima sila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
* Pendidikan Pancasila bertujuan untuk memahamkan siswa tentang arti dan pentingnya Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta mendorong pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Keduanya, pendidikan moral dan pendidikan Pancasila, memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan nilai-nilai positif pada anak-anak sekolah di Indonesia. Mereka membantu menciptakan warga negara yang baik, yang memiliki landasan moral dan pemahaman tentang nilai-nilai dasar negara mereka.
Nama : Rahma Aulia Putri
NPM : 2213053123

judul video pentingnya pendidikan moral untuk anak sekolah dasar

video ini menjelaskan tentang Pengertian Pendidikan Moral
Pendidikan moral adalah suatu proses yang digunakan untuk menanamkan baik dan buruk mengenal perbuatan untuk mencapai kedewasaanPendidikan moral sangat penting untuk anak-anak sekolah dasar karena mereka harus memiliki sikap atau perilaku yang baik di lingkungan sekolah maupun keluarga

Penyebab Menurunnya Moral Pada Anak yaitu :
* Perundungan di Sekolah
* Kekerasan Fisik dalam Keluarga

Peranan Orang Tua dan Guru
* Orang Tua, Dalam hal ini kita sangat memerlukan. peran orang tua di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
* Guru berperan untuk memperkaya dan memperkokoh kepribadian anak
Nama : Rahma Aulia Putri
NPM : 2213053123

menurut saya
1. Hardskill:
•Sifat: Hardskill adalah kemampuan yang dapat diukur secara konkret dan dapat diajarkan dengan cara yang lebih terstruktur.
*Contoh: Kemampuan teknis, seperti pemrograman komputer, keahlian bahasa asing, matematika, dan kemampuan teknis lainnya.
*Penilaian: Biasanya diukur dengan tes, sertifikasi, atau penugasan konkret yang dapat menghasilkan hasil yang dapat diukur.
2. Softskill:
•Sifat: Softskill adalah kemampuan interpersonal dan keterampilan pribadi yang tidak selalu terukur dengan mudah dan seringkali melibatkan aspek perilaku dan kecerdasan emosional.
*Contoh: Kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kolaborasi, adaptabilitas, empati, dan kepemimpinan.
*Penilaian: Penilaian softskill lebih subjektif, sering kali melalui evaluasi oleh rekan kerja, atasan, atau situasi tertentu yang memerlukan kemampuan tersebut.
Kedua jenis kriteria ini penting dalam pengembangan karier dan penilaian karyawan, karena kombinasi hardskill dan softskill yang baik seringkali menjadi kunci kesuksesan dalam berbagai bidang pekerjaan.
Nama : Rahma Aulia Putri
NPM : 2213053123


Judul Artikel PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA MENGATASI KENAKALAN REMAJA

Oleh: Fahrudin


Penulis memaparkan tentang Agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran-pelanggaran moral, maka perlu adanya pembinaan nilai moral sejak dini kepada anak-anak dalam keluarga. Lingkungan keluarga merupakan tempat di mana anak-anak dibesarkan dan merupakan lingkungan yang pertama kali dijalanai oleh seorang anak di dalam mengarungi hidupnya, sehingga apa yang dilihat dan dirasakan oleh anak-anak dalam keluarga akan dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan jiwa seorang anak

Penulis juga menjelaskan tentang Kenakalan-kenakalan atau kerusakan-kerusakan moral yang disebutkan di atas adalah di antara macam-macam kelakuan anak-anak yang menggelisahkan orang tuanya sendiri dan juga ada yang menggelisahkan dirinya sendiri. Tidak sedikit orang tua yang mengeluh kebingungan menghadapi anak-anak yang tidak bisa lagi dikendalikan baik oleh orang tua itu sendiri maupun oleh guru-gurunya. Contoh- contoh dalam hal ini sangat banyak, dapat kita rasakan, kita saksikan dan kita perhatikan sendiri, dan kiranya tidak perlu dikemukakan di sini.
Berdasarkan uraian di atas, perlu kiranya kita memikirkan tentang proses pendidikan moral bagi anak-anak, khususnya dalam keluarga, sehingga anak-anak remaja kita saat memiliki moral yang baik yang akan berdampak pula terhadap kehidupan bangsa ini.
Nama : Rahma Aulia Putri
NPM :2213053123

Jurnal ini berjudul PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH

penulis memaparkan materi tentang pendidikan nilai dan moral di sekolah perlu dilaksanakan secara bersungguh-sungguh untuk membangun generasi bangsa yang berkualitas. Walaupun peran utama untuk mendidik moral anak adalah di tangan orang tua mereka, guru di sekolah juga berperan besar untuk mewujudkan moral peserta didik yang seharusnya. Keluarga, sekolah, dan masyarakat bersama-sama bertanggung jawab untuk mendidik anak-anak muda agar bermoral baik sekaligus pintar secara intelektual sehingga terwujud generasi muda yang unggul.
menurut penulis Sekolah yang baik adalah sekolah yang peduli dan fokus pada pendidikan moral atau pendidikan nilai di samping kegiatan pengajaran ilmu.

metode yang digunakan penulis yaitu gabungan antara teori dan hasil penelitian lapangan. Rangkuman berbagai teori diambil dari hasil pemikiran dan penelitian para pakar pendidikan moral seperti Kirschenbaum, Thomas Lickona, Darmiyati Zuchdi dan Nurul Zuriah

Tidak dapat dipungkiri bahwa pendidik utama di sekolah adalah guru. Guru yang baik tentu saja sangat strategis untuk terbentuknya moral siswa yang baik pula. Sebagaimana dinyatakan oleh Henry Giroux (1988: xxxiv) sekolah berfungsi sebagai ruang publik yang demokratis. Sekolah sebagai tempat demokratis yang didedikasikan untuk membentuk pemberdayaan diri dan sosial. Dalam arti ini, sekolah adalah tempat publik bagi peserta didik untuk dapat belajar pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan untuk hidup dalam demokrasi yang sesungguhnya.

penulis membandingkan tentang perbedaan moral anak sekarang dan dahulu seperti
Pendidikan moral pada masa sekarang menghadapi berbagai tantangan seiring dengan kemajuan zaman yang ditandai oleh keterbukaan informasi dan kecanggihan teknologi. Hal ini tentu berbeda sekali dengan masa lalu. Di lingkungan masyarakat religius tradisional, moral diwariskan kepada generasi berikutnya secara given yaitu indoktrinasi. Artinya suatu ajaran moral harus diterima karena memang sejak dahulu diajarkan demikian. Setelah itu, ajaran tersebut dilaksanakan. Peran akal sebatas berupaya memahami alasannya dan konsekuensinya.

penulis mengevaluasi pendidikan moral karena untuk mengetahui ketercapaian tujuan. Tujuan pendidikan nilai meliputi tiga kawasan, yakni penalaran nilai/moral, perasaan nilai/moral dan perilaku nilai/moral. Maka, evaluasi pendidikan nilai juga mencakup tiga ranah tersebut. berupa evaluasi penalaran moral, evaluasi karakteristik afektif, dan evaluasi perilaku (Darmiyati, 2009: 51).

penulis menyimpulkan bahwa pendidikan moral di sekolah penting dilakukan oleh guru dan segenap komponen warga sekolah agar tercapai pendidikan moral yang komprehensif. Komponen-komponen pendidikan moral di sekolah yang lain yang tidak kalah penting adalah cakupan materi, variasi metode, dan evaluasi yang menyeluruh.