Kiriman dibuat oleh Rahma Aulia Putri Rahma

Nama : Rahma Aulia Putri
NPM : 2213053123

jurnal berjudul PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA
oleh : Ilham Hudi

Aspek moralitas dilihat dari perspektif siswa adalah difokuskan kepada pengetahuan moral dan perilaku moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek moralitas yaitu; pengaruh pengetahuan moral terhadap perilaku moral Siswa SMP Negeri Kota Pekanbaru berdasarkan pendidikan orang tua.

Penelitian ini mencoba mengidentifikasi pengaruh pengetahuan moral terhadap perilaku moral siswa SMP di Kota Pekanbaru berdasarkan pendidikan orang tua. Meskipun demikian, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan:

1. Metodologi Penelitian: Informasi mengenai metode penelitian yang digunakan, seperti rinciannya dalam analisis regresi, perlu lebih disajikan. Penggunaan sampel dari 9 SMP mungkin cukup kecil untuk mewakili populasi yang lebih besar.
2. Keterbatasan Data: Tidak disebutkan apakah penelitian mempertimbangkan faktor lain yang dapat memengaruhi perilaku moral, selain dari pengetahuan moral dan pendidikan orang tua. Keterlibatan faktor lain seperti lingkungan sosial atau pengaruh media bisa menjadi pertimbangan yang relevan.
3. Pentingnya Penelitian: Penelitian menyentuh pada kekhawatiran globalisasi dan pengaruh negatifnya terhadap nilai-nilai moral, namun belum memberikan kerangka yang kuat untuk mengukur dampaknya secara spesifik di konteks penelitian ini.
4. Pengaruh Media Massa: Penelitian menyebutkan pengaruh media massa terhadap perilaku siswa, namun tidak memberikan analisis mendalam tentang bagaimana media massa dapat mempengaruhi pengetahuan moral dan perilaku moral siswa.
5. Konsep Moral dan Karakter: Meskipun penelitian membahas konsep moral dan karakter, perlu ada klarifikasi lebih lanjut tentang bagaimana pengetahuan moral mempengaruhi pembentukan karakter siswa.
6. Rekomendasi dan Implikasi: Penelitian dapat lebih diperkaya dengan memberikan rekomendasi konkrit untuk penerapan pendidikan karakter di sekolah, dengan melibatkan guru, orang tua, dan lingkungan masyarakat.

Pemahaman lebih lanjut tentang faktor-faktor yang memengaruhi moralitas siswa dapat memberikan wawasan lebih dalam terhadap pengembangan program pendidikan karakter yang efektif.
Nama : Rahma Aulia Putri
NPM : 2213053123

Jurnal ini membahas pentingnya menangkal degradasi moral di era digital bagi kalangan milenial, dengan fokus pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Para dosen agama dari Universitas Pamulang melihat dampak negatif perkembangan teknologi digital terhadap pembelajaran PAI di suatu MTs di Bogor. Kegiatan pengabdian dilakukan selama tiga hari dengan kerjasama berbagai pihak, dan hasilnya memberikan bekal softskill kepada remaja di MTs tersebut.

Saran dari pelatihan mencakup dukungan dari tim dosen dan pihak lainnya untuk membantu generasi muda memiliki bekal moral dan softskill yang baik. Juga, diharapkan pelatihan semacam ini terus dilaksanakan dan ditingkatkan pada setiap jenjang pendidikan.

Kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) ini dianggap sebagai kewajiban dosen dalam memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Harapannya, PKM ini dapat memberikan manfaat kepada semua pihak yang terlibat, sambil memberikan pembelajaran tentang realitas kehidupan kepada perguruan tinggi. Selain itu, diharapkan PKM ini dapat menjadi inspirasi untuk mendukung kegiatan serupa di masa mendatang.
Nama : Rahma Aulia Putri
NPM :2213053123

Penanaman nilai dan moral dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat merupakan upaya kolaboratif untuk membentuk karakter anak. Cara efektif untuk menanamkan nilai-nilai ini melibatkan konsistensi, keteladanan, dan pendekatan positif.

Dalam keluarga, orang tua dapat menjadi contoh utama dengan menunjukkan nilai-nilai tersebut dalam tindakan sehari-hari. Diskusi terbuka tentang nilai-nilai penting juga memungkinkan anak untuk memahaminya.

Di sekolah, pendidik dapat mengintegrasikan pembelajaran moral dalam kurikulum. Aktivitas berbasis kolaborasi, seperti proyek kelompok, dapat membantu anak menginternalisasi nilai-nilai sosial.

Beberapa hambatan umum dalam penanaman nilai moral melibatkan kompleksitas lingkungan sosial. Beberapa di antaranya termasuk:
* Pengaruh Media: Media modern memiliki dampak besar pada nilai-nilai yang diterima anak-anak.
* Tantangan dalam Lingkungan Sekitar: Lingkungan sosial, terutama di komunitas yang menghadapi tekanan sosio-ekonomi, dapat menciptakan tantangan besar dalam penanaman nilai moral.
* Kurangnya Keteladanan: Kurangnya contoh dan keteladanan dari tokoh-tokoh penting dalam kehidupan anak-anak, baik di rumah, di sekolah, atau di masyarakat, dapat menghambat pemahaman dan penerapan nilai-nilai tersebut.
* Tekanan Teman Sebaya: Anak-anak cenderung dipengaruhi oleh teman sebayanya.

Strategi yang efektif mencakup penggunaan cerita atau kisah inspiratif, pembelajaran melalui permainan, dan reward positif untuk perilaku yang sesuai dengan nilai. Melibatkan anak dalam kegiatan sukarela juga dapat memperkuat nilai-nilai sosial.

Keberlanjutan penanaman nilai dapat dijamin melalui penguatan positif dan umpan balik terus-menerus, menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan moral, serta melibatkan orang tua, pendidik, dan masyarakat secara bersama-sama.