Kiriman dibuat oleh Siti Nurhaliza

Nama : Siti Nurhaliza
Npm : 2253053028

Jurnal ini membahas tentang penanaman nilai-nilai moral bagi bangsa indonesia khususnya pada sd negeri lampeuneurut

Bangsa Indonesia telah mengalami kemerosotan moral menyangkut persoalan kejujuran, kebenaran, dan keadilan. Pada dasarnya pembentukan anak secara mendasar tergantung kepada orang- orang yang membentuknya dan situasi lingkungan yang mendukungnya. penanaman nilai-nilai moral adalah bertujuan menanamkan nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang mempunyai moral yang baik.
Hasil wawancara dan observasi menunjukkan bahwa guru-guru di SD Negeri Lampeuneurut telah berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa. Nilai-nilai moral yang ditanamkan mencakup aspek religius, kejujuran, kemandirian, tanggung jawab, gender, keadilan, sosialitas, daya juang, hidup sehat, dan sopan-santun. Guru-guru tidak hanya mengajarkan nilai-nilai ini dalam kelas, tetapi juga di luar kelas dan dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Selain itu, penanaman nilai-nilai moral bertujuan untuk mengatasi pengaruh buruk yang dapat memengaruhi moral anak-anak. Dengan menanamkan nilai-nilai ini, diharapkan anak-anak di masa depan akan memiliki moral yang baik. Namun, terdapat beberapa guru yang mungkin kurang memahami nilai-nilai moral yang seharusnya ditanamkan. Oleh karena itu, penting untuk terus membimbing siswa agar mempertahankan dan mengembangkan nilai-nilai moral yang telah ditanamkan.

Penanaman nilai-nilai moral ini merupakan komponen penting dalam pendidikan karakter dan pembentukan pribadi siswa. Dengan adanya perhatian pada nilai-nilai moral ini, diharapkan generasi muda akan menjadi individu yang baik, jujur, bertanggung jawab.
Nama : Siti Nurhaliza
NPM : 2253053028

Video ini sangat cocok ditonton oleh kita sebagai calon seorang pendidik yang harus bisa memberikan penilaian yang tepat kepada peserta didik instrumen penilaian pengembangan nilai agama dan moral guru ini bertugas tidak hanya mengevaluasi atau merencanakan saja tetaapi jga menilai hasil belajar setiap anak. Devinisi instrumen penilaian yaitu alat yang digunakan untuk mengumpulkan data untuk sebagai bahan pengelolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik dengan berbagai cara dan beragam alat penilaian belajar peserta didik.Penilaian memiliki berbagai manfaat bagi semua pihak
a. manfaat bagi anak yaitu untuk memelihara pertumbuhan anak agar lebih sehat dan konsisten
b. manfaat bagi orang tua yaitu orang tua akan memperoleh informasi tentang pertumbuhan perkembangan anak
c. manfaat bagi guru yaitu untuk mengetahui perkembangan sikap keterampilan anak
Prinsip prinsip penilaian
1. Mendidik
2. Berkesinambungan
3. Objektif
4. Akuntabel
5. Trasparan
6. Sistematis
7. Meneluruh
8. Bermakna

Teknik dan lingkup penilaian
teknik ini mencakup tingkat pencapain perkembangan anak dan instrumen yang dapat dijadikan pedoman penilaian perkembangan anak yang meliputi instrumen penilaian proses,catatan anekdot,rubrik dan instrumen penilaian hasil kemampuan anak.

Teknik penilaian
1. BB , artinya belum berkembang
2. MB , artinya mulai berkembang
3. BSH , artinya berkembang sesuai harapan
4. BSB , artinya berkembang sangat baik
Nama : Siti Nurhaliza
NPM : 2253053028
Dalam vidio ini membahas tentang etika, nilai, dan moral. Video ini smagat bagus dan cocok ditonton untuk menambah pengetahuan kita tentang nilai dan moral serta penerapannya
Etika, nilai, dan moral saling berkaitan, sebab semuanya berusaha mengarahkan manusia agar memiliki pola pikir, sikap, dan perilaku yang baik dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Etika adalah cara manusia memperlakukan sesama dan menjalani hidup dan kehidupan dengan baik, sesuai aturan yang berlaku di masyarakat.
Etika dan moral mempunyai pengertian yang sama yang dimana keduanya mengandung nilai dan norma untuk mengatur tingkah laku manusia yang mengacu pada kebiasaan yang berlaku pada masyarakat.
sifat dan jenis nilai
1. bersifat relatif,artinya nilai bergantung oleh tempat dan waktu
2. bersifat subjektif,artinya nilai berbeda beda bagi setiap orang
Moral adalah hal hal yang dapat mendorong manusia untuk melakukan tindakan yang baik sebagai kewajiban atau keharusan.Moral juga bisa disebut sebagai sarana untuk mengukur benar atau tidak nya sikap dan tindakan manusia.
Nama : Siti Nurhaliza
NPM : 2253053028

Jurnal tersebut membahas tentang upaya untuk menangkal degradasi moral di kalangan generasi milenial dalam era digital melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari. Acara ini terlaksana atas kerjasama dengan berbagai pihak seperti Yayasan Sasmita Jaya, dosen Program Studi Manajemen serta pengurus di Mts Insan Madani. Pelatihan ini berhasil memberikan bekal softskill kepada anak-anak remaja di Mts tersebut. Saran dari pelatihan menangkal degradasi moral dalam rangka kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah hendaknya tim dosen ataupun berbagai pihak lainnya turut serta dalam mendukung program untuk membuat para generasi muda, termasuk pemuda agar mempunyai bekal moral yang baik yang berguna bagi mereka.

Kesimpulan : Dalam kegiatan PKM tersebut adalah hendaknya tim dosen ataupun berbagai pihak lainnya turut serta
dalam mendukung program untuk membuat para generasi muda, termasuk pemuda agar mempunyai bekal moral yang baik yang berguna bagi mereka. Tidak hanya itu Siswa harus diarahkan dan dibantu agar tidak hanya cerdas dalam akdemis tapi juga mempunayi kemampuan softskill yang baik, terutama bagi siswa yang sedang
mencari jati diri. Harapannya pelatihan-pelatihan semacam ini dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu kewajiban dosen untuk memenuhi kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menjadi aksi dari keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan nasional. Dari kegiatan ini, masyarakat juga akan mendapatkan bekal untuk menyelesaikan permasalahan dan menjawab tantangan dalam kehidupannya.
Nama : Siti Nurhaliza
NPM : 2253053028
Dalam artikel ini membahas tentang isu-isu terkait politik identitas di Indonesia seperti munculnya munculnya kepentingan local, perbedaan agama dan ideology, Sejalan dengan arus globalisasi, potret pendidikan Islam dewasa ini melahirkan dua sudut pandang yang berbeda seperti pendidikan Islam tidak lagi dimonopoli oleh kelompok liberalis dan fundamentalis, melainkan telah diwarnai oleh sekelompok Islam lain. pendidikan Islam dipersepsikan menjadi embrio lahirnya kelompok Islam
radikal dan Islam fundamentalis. sistem pendidikan nasional masih bersifat parsial, tidak utuh dan tidak sistematis. Implikasi dari system yang semacam ini menghasikan out put pendidikan yang memiliki karakteristik labil.
Tujuan pendidikan sebagai agen perubahan adalah merubah orang yang kurang beradab menjadikan orang yang beradab atau merubah orang yang perilakunya tidak baik menjadi baik. Artinya pendidikan berperan besar dalam memproduksi ulang dan terus menerus mendampingi kelas-kelas sosial yang ada di masyarakat. melalui
pendidikan moral di sekolah khususnya yang tercakup dalam materi pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ditambah lagi dengan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang secara jelas bertanggungjawab atas penanaman nilai-nilai moral
Guru merupakan merupakan ujung tombak dari kegiatan pendidikan dan pembelajaran yang menjadi motivator bagi peserta didik dalam memacu aktivitas belajar Penanaman dan penghayatan sikap-sikap budi pekerti di sekolah.

Pada tahap evaluasi ini, merupakan salah satu komponen pembelajaran yang memiliki peranan penting, dimana tolak ukur keberhasilan siswa selama melakukan proses pembelajaran dapat diketahui melalui evaluasi penilaian. Pada tahap evaluasi ini, merupakan salah satu komponen pembelajaran yang memiliki peranan penting, dimana tolak ukur keberhasilan siswa selama melakukan proses pembelajaran dapat diketahui melalui evaluasi penilaian. Aspek psikomotorik menyangkut kemampuan melakukan persepsi, melakukan gerakan yang kompleks, melakukan penyesuaian pola gerakan dan mengembangkan kreativitas.

Kesimpulan dalam artikel ini Tantangan moral yang menjadi permasalahan identitas bangsa menjadi tanggungjawab semua elemen masyarakat, khususnya pendidikan yang memiliki peran signifikan dalam membentuk dan melahirkan generasi bangsa yang unggul secara intelektual dan moralitas. Sehingga evaluasi pendidikan perlu kiranya melakukan perbaikan secara terus menerus dan serius dalam memenuhi kebutuhan kegelisahan moral generasi bangsa. Dan melalui
pendidikan moral di sekolah khususnya yang tercakup dalam materi pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ditambah lagi dengan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang secara jelas bertanggungjawab atas penanaman nilai-nilai moral bagi warga Indonesia.