Posts made by Mesri Rahayu 2213053250

NAMA: MESRI RAHAYU

NPM: 2213053250

ANALISIS JURNAL 2

IDENTITAS JURNAL

Judul : PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA MENGATASI KENAKALAN REMAJA

Nama Penulis : Fahrudin

Peranan Keluarga bagi Anak-anak

Keluarga merupakan unit pertama dan institusi pertama dalam masyarakat di mana hubungan-hubungan yang terdapat di dalamnya, sebagian besarnya bersifat hubungan langsung dan di situlah berkembang individu dan di situ pulalah terbentuknya tahap-tahap awal proses sosialisasi bagi anak-anak. Dari interaksi dalam keluarga inilah anak-anak memperoleh pengetahuan, keterampilan, minat, nilai-nilai, emosi dan sikapnya dalam hidup dan dengan itu pulalah mereka memperoleh ketenteraman dan ketenangan. Juga dari situlah ia memperoleh akhlak, nilai-nilai, kebiasaan dan emosinya dan dengan itu ia merubah banyak kemungkinan-kemungkinan, kesanggupan-kesanggupan dan kesedian-nya menjadi kenyataan dalam hidup dan tingkah laku yang tampak. Jadi keluarga itu bagi seorang individu merupakan simbol atas nilai-nilai yang mulia, seperti keimanan yang teguh kepada Allah, pengorbanan, kesediaan berkorban untuk kepentingan kelompok, cinta kepada kebaikan, kesetiaan dan lain-lain lagi nilai mulia yang dengannya keluarga dapat menolong individu untuk menanamkannya pada dirinya. Menurut M.I Silaeman (1978: 84), fungsi keluarga itu ada delapan jenis, yaitu:

  1. Fungsi edukasi
  2. Fungsi sosialisasi
  3. Fungsi proteksi
  4. Fungsi afeksi
  5. Fungsi religius
  6. Fungsi ekonomi
  7. Fungsi rekreasi
  8. Fungsi biologis

Peran Nilai Moral bagi Anak

Nilai moral diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Moral sebagai ajaran kesusilaan, berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan tuntutan untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik dan meninggalkan perbuatan jelek yang bertentangan dengan ketentuan yang berlaku dalam suatu masyarakat.
  2. Moral sebagai aturan, berarti ketentuan yang digunakan oleh masyarakat untuk menilai perbuatan seseorang apakah termasuk baik atau sebaliknya buruk.
  3. Moral sebagai gejala kejiwaan yang timbul dalam bentuk perbuatan, seperti berani, jujur, sabar, gairah dan sebagainya Sofyan Sauri, 2010: 34).

Faktor-faktor yang Menyebabkan Kemerosotan Moral

  1. Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak
  2. Lingkungan masyarakat yang kurang sehat
  3. Pendidikan nilai moral tidak terlaksana sebagaimana mestinya
  4. Susunan rumah tangga yang kurang baik
  5. Populernya obat-obatan terlarang
  6. Banyak barang-barang yang tidak mengindahkan dasar-dasar nilai moral
  7. Kurangnya bimbingan bagi anak saat ada waktu luang
  8. Pengaruh westernisasi

Proses Pendidikan Nilai Moral untuk Mengatasi Kenakalan Remaja dalam Keluarga

Agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran moral dalam kehidupannya sehari-hari, maka perlu adanya pembinaan agama sejak dini dalam keluarga. Pembinaan agama yang dapat ditanamkan kepada anak-anak adalah sebagai berikut:

  1. Penanaman pendidikan keimanan sejak dini
  2. Menanamkan pendidikan moral kepada anak
  3. Menciptakan suasana keluarga yang harmonis

NAMA: MESRI RAHAYU

NPM: 2213053250

ANALISIS JURNAL 1

IDENTITAS JURNAL

Nama Jurnal : Jurnal Humanika

Nomor : 01

Tahun Terbit : 2017

Judul : PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH

Nama Penulis : Rukiyati

Pendidikan Moral di Sekolah

Pendidik merupakan pendidik utama dalam sekolah. Namun, pendidikan moral bukan hanya semata-mata tugas seorang tenaga pendidik. Tujuan pendidikan berdasarkan Undang- Undang Nomor 2 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Selain itu pendidik juga bertugas untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak yang mulia dalam diri peserta didik.

Materi Pendidikan Moral

Pendidikan moral terhadap diri sendiri yang penting diberikan kepada peserta didik berkaitan dengan nilai- nilai kebersihan diri, kerajinan dalam belajar/bekerja, keuletan, disiplin waktu. Pada intinya materi pendidikan moral mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Zuriah, 2010).

Metode Pendidikan Moral

Kirschenbaum (1995: 31) mengusulkan 100 cara atau metode pendidikan moral, yang dipayungi dalam lima kategori besar metode pendidikan moral yaitu penanaman (inkulkasi) nilai-nilai dan moralitas, modeling nilai- nilai dan moralitas, fasilitasi nilai-nilai dan moralitas, kecakapan untuk mengembangkan nilai dan melek moral. 

  1. Inkulkasi Nilai
  2. Metode Keteladanan

Metode Klasifikasi Nilai

Sidney B. Simon, dkk (1974: 6) bahwa pendekatan klarifikasi nilai mencoba untuk membantu anak- anak muda menjawab beberapa pertanyaan dan membangun sistem nilai nya sendiri. Pendekatan klarifikasi nilai adalah salah satu contoh yang memberikan kebebasan untuk anak menentukan nilai-nilainya.

Evaluasi Pendidikan Moral

Supaya tujuan pendidikan nilai yang berwujud perilaku yang diharapkan dapat tercapai, subjek didik harus sudah memiliki kemampuan berpikir/bernalar dalam permasalahan nilai/moral sampai dapat membuat keputusan secara mandiri dalam menentukan tindakan apa yang harus dilakukan. Perilaku moral sangat sulit untuk dievaluasi. Perilaku moral hanya mungkin dievaluasi secara akurat dengan melakukan observasi (pengamatan) dalam jangka waktu yang relatif lama dan secara terus-menerus.

NAMA: MESRI RAHAYU

NPM: 2213053250

ANALISIS VIDEO 4

ETIKA DAN MORAL DALAM KELUARGA DAN PEMBELAJARAN DARING

Tiga persamaan etika dan moral

  1. Etika dan moral mengacu pada ajaran dan perbuatan, tingkah laku dan sifat seseorang.
  2. Etika dan moral merupakan prinsip atau aturan hidup manusia.
  3. Etika dan moral merupakan faktor keturunan, tetapi potensi positif yang dilakukan tiap orang untuk mengembangkan potensi tersebut perlu adanya, pendidikan, pembiasan dan keteladanan.

Hal yang paling mendasar dalam etika dan moral adalah keluarga. Karena keluarga merupakan kelompok kecil dan utama bagi manusia. Nilai yang terkandung dalam kekeluargaan:

  1. Keagamaan
  2. Sopan Santun
  3. Kejujuran, dsb.

Etika dan Moral yang Terabaikan

  1. Tidak pamit dan mencium tangan kepada orang tua sebelum pergi keluar rumah
  2. Tidak meminta maaf kepada orang tua ketika melakukan kesalahan
  3. Tidak membantu ibu dalam melakukan pekerjaan rumah
  4. Tidak bertutur kata dengan lembut dan sopan kepada orang tua.
  5. Membantah perkataan orang tua
  6. Tidak saling menghormati dan menghargai
  7. Berbohong kepada orang tua
  8. Tidak mendengarkan nasihat orang tua

Pengembangan Etika dan Moral

Perlu dukungan dari pendidikan salah satunya dari sekolah. Karena di sekolah ada aturan tata tertib untuk siswa.

Tata Cara Pembelajaran Daring sesuai dengan Nilai dan Moral

Hal yang paling utama yaitu sopan santun, banyak siswa yang kurang sopan santun ketika pembelajaran daring. Seharusnya sebagai siswa lebih peka dan tanggung jawab dalam pembelajaran daring.

Contoh Etika Berkomunikasi yang Baik dalam Pembelajaran Daring

  1. Perhatikan waktu
  2. Bahasa yang baik dan sopan
  3. Perkenalkan diri secara lengkap

Etika Berkomunikasi dalam Grup Chat

  1. Menggunakan nama asli
  2. Menggunakan foto asli di grup chat
  3. Hindari pembahasan di luar topik pembelajaran
  4. Berbicara dengan baik dan sopan

NAMA: MESRI RAHAYU

NPM: 2213053250

ANALISIS VIDEO 3

PENANAMAN DAN PENERAPAN NILAI NILAI MORAL MELALUI 8 FUNGSI KELUARGA 

Fungsi Agama

Contoh dari nilai moral yang dapat kita terapkan dalam beragama yaitu:

  1. Keimanan
  2. Ketaqwaan
  3. Kejujuran
  4. Bersyukur
  5. Kepedulian
  6. Tenggang Rasa
  7. Kerajinan
  8. Keselarasan
  9. Ketaatan
  10. Suka menolong
  11. Disiplin
  12. Kesabaran
  13. Kasih sayang

Fungsi Sosial Budaya

Dalam kaitannya dengan sosial budaya, nilai moral yang dapat kita terapkan adalah sebagai berikut

  1. Gotong Royong
  2. Sopan santun
  3. Kerukunan
  4. Kepedulian
  5. Kebersamaan
  6. Toleransi
  7. Kebangsaan

Fungsi Cinta Kasih

Nilai moral yang berikatan dengan cinta kasih yaitu meliputi:

  1. Empati (Peka)
  2. Keakraban
  3. Keadilan
  4. Pemaaf
  5. Kesetiaan
  6. Pengorbanan
  7. Suka Menolong
  8. Bertanggung Jawab

Fungsi Perlindungan

Nilai moral yang berkaitan dengan perlindungan adalah

  1. Pemaaf
  2. Tanggap
  3. Ketabahan 

Fungsi Berproduksi

Nilai moral yang berkaitan dengan fungsi ini adalah

  1. Bertanggung Jawab
  2. Kesehatan
  3. Keteguhan

Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan

Nilai moral yang berikatan dengan fungsi ini meliputi

  1. Percaya Diri
  2. Keluesan
  3. Kebanggaan
  4. Kerajinan
  5. Kreatifitas
  6. Bertanggung Jawab
  7. Bekerjasama

Fungsi Ekonomi

Nilai moral dalam fungsi ini meliputi

  1. Hemat
  2. Ketelitian
  3. Disiplin
  4. Kepedulian
  5. Keuletan

Fungsi Pemeliharaan Lingkungan

Nilai moral dalam fungsi ini meliputi

  1. Bertanggung jawab
  2. Kedisiplinan

NAMA: MESRI RAHAYU

NPM: 2213053250

ANALISIS VIDEO 1

PENTING NYA PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR

Pengertian Pendidikan Moral

Pendidikan merupakan kebutuhan manusia disamping kebutuhan akan pangan sandang dan papan. Pendidikan adalah upaya yang dilakukan masyarakat untuk mengubah perilaku agar lebih baik. Sedangkan Moral adalah ajaran tentang baik buruk yang diterima masyarakat umum mengenai perbuatan sikap dan kewajiban. Jadi pendidikan moral adalah suatu proses yang digunakan untuk menanamkan baik dan buruk mengenai perbuatan untuk mencapai kedewasaan.

Pendidikan nilai dan moral dianggap penting untuk anak sekolah dasar, karena mereka harus memiliki sikap atau perilaku yang baik, dalam lingkungan sekolah maupun keluarga.

Penyebab Menurunnya Moral pada Anak

  1. Perundungan di sekolah, Perundungan kerap terjadi di lingkungan sekolah, yang dilakukan oleh anak sekolah dasar, baik perempuan ataupun laki-laki. Perundungan yang dimaksud yaitu dengan menyakiti korban secara fisik maupun sosial.
  2. Kekerasan fisik dalam keluarga, Hal yang menyebabkan perundungan oleh anak yaitu adanya kekerasan secara fisik yang dilakukan oleh saudara kandungnya kepada anak itu dirumah.

Peranan Orang Tua dan Guru

  1. Orang Tua, Memiliki peranan yang penting untuk terbentuknya moral yang baik. Orang tua juga merupakan model untuk anak, karena anak akan mencontoh perilaku dari orang tua.
  2. Guru, memiliki peran untuk memperkokoh kepribadian anak serta membekali mereka dengan nilai-nilai yang dipersiapkan agar menjadi insan yang bertanggung jawab terhadap dirinya, masyarakat dan keluarga.

Penyelesaian Terhadap Moral Anak

Supaya siswa tidak menyimpan dari tujuannya, diperlukan motivator untuk memberikan pelajaran tentang kebaikan agar tujuannya tercapai