གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Karina rita yanisa Yanisa

NAMA ; KARINA RITA YANISA
NPM ; 2213053008
KELAS ; 2A

Dari analisi yang saya dapat sebagai berikut Perkembangan Demokrasi Masa Revolusi Kemerdekaan
Perkembangan demokrasi parlementer (1945-1959)Pada masa ini merupakan masakejayaan demokrasi diIndonesia, disebabkan karena hampir semua elemen demokrasi dapat ditemukan dalam perwujudan kehidupan politik di Indonesia.
Perkembangan Demokrasi Terpimpin pada masa 1959-1965 Dimana Politik pada masa ini diwarnai oleh tolak ukur yang sangat kuat antara ketiga kekuatan politik yang utama pada waktu itu.
Perkembangan Demokrasi Pada Masa Reformasi pada masa 1998 Sampai Dengan Sekarang Demokrasi yang diterapkan oleh Negara kita pada era reformasi merupakan demokrasi Pancasila, yang mana karakteristik yang berbeda dengan orde baru dan sedikit mirip dengan demokrasi perlementer tahun 1950-1959. makan negara yang memiliki sistem demokrasi yang relatif baru ini, yang mana Indonesia telah banyak mengalami perubahan dan tantangan dalam mengembangkan sistem demokrasinya. Sejak masa Orde Baru yang berkuasa selama lebih dari tiga dekade, Dimana Indonesia telah mengalami transformasi besar-besaran menuju demokrasi pasca-Orde Baru. Revolusi kemerdekaan 1945-1949.
Nama: KARINA RITA YANISA
Npm: 2213053008
Kelas: 2A


Berdasarkan analisis jurnal di atas, yang mana masalah muncul ketika fase pemilihan presiden, yang belum ditemukan solusi yang konkrit dan tepat. Kemudian permasalahan selanjutnya adalah partai politik tidak menjalankan peran dan tanggung jawabnya dan hanya menggunakan institusinya untuk memperjuangkan kekuasaan dan kepentingannya sendiri. Seperti pada Pilpres 2019, di mana masyarakat cenderung mengalami perpecahan sosial yang cukup tajam. Penggunaan istilah "cebong" sebagai julukan pemuja Jokowi dan "kampret" sebagai julukan pemuja Prabowo bertentangan dengan nilai-nilai luhur bangsa. Begitu pula dengan penggunaan politisasi identitas (SARA). Hal ini tidak mencerminkan pentingnya nilai-nilai budaya seseorang sebagai pengaman jaminan sosial bangsa, dimana empat pilar kewarganegaraan Indonesia yaitu, (Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika) menjunjung tinggi nilai saling menghormati, saling percaya dan berempati satu sama lain melalui nilai-nilai pancasila.

Bestakeholders terkait pemilu seperti partai politik, penyelenggara pemilu (KPU, Bawaslu, DKPP), pemerintah (pusat dan daerah) dan institusi penegak hukum perlu bersinergi secara profesional untuk memperbaiki kepercayaan publik terhadap hasil pilpres. Hal tersebut perlu dilakukan karena sukses tidaknya pemilu, konflik tidaknya pilpres sangat bergantung pada tinggi-rendahnya tingkat kepercayaan rakyat kepada para stakeholders tersebut. Karena itu bisa disimpulkan bahwa semakin substansial demokrasi yang terbangun melalui pemilu akan semakin besar kemungkinan munculnya public trust dan pemilu yang damai. Sebaliknya, semakin prosedural demokrasi yang terbangun melalui pemilu akan semakin besar pula ketidak percayaan publik dan semakin rentan pula sengketa/konflik yang akan muncul. Sejauh ini Indonesia mampu melaksanakan pemilu yang aman dan damai. Pemilu 2019 yang kompleks, dengan tingkat kerumitan yang cukup tinggi dan hasilnya yang dipersoalkan menjadi pelajaran yang sangat berharga.
Nama: KARINA RITA YANISA
Npm: 2213053008
Kelas: 2A

Dalam demokrasi terdapat kebebasan berpendapat maka dimana demokrasi itu berisik dan bising. Demokrasi gaduh karena mereka saling menyuarakan pendapat mereka sesuai dengan konteks atau koridor demokrasi yang prosedural. Demokrasi sering kali menimbulkan kekacauan dan kegaduhan baik secara fisik maupun politik.Didalam demokrasi merupakan tempat orang ribut ataupun gaduh yang saling silang pendapat, namun sebagai negara yang memiliki aturan tentunya ada batasan-batasan nya bagiamana berdemokrasi yang baik.

tetapi banyak negara yang menganut sistem demokrasikarena demokrasi mampu mempertahankan sistem pemerintahan nya serta keamanan nya dalam jangka waktu yang panjang, demokrasi dipandang sebagai alat yang paling efektif dalam mewujudkan kesetaraan, mengurangi konflik dan meningkatkan partisipasi publik. Melalui demokrasi Rakyat akan terlibat secara penuh dalam berjalan nya suatu pemerintahan.