Posts made by MAE LISA INDRIYANI 2253053014

Nama: Mae Lisa Indriyani
NPM: 2253053014

Judul Artikel: PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI LAMPEUNEURUT
Penulis: Ruslan, Rosma Elly, Nurul Aini

Pembahasan dari artikel diatas membahas bahwa, Bangsa Indonesia telah mengalami kemerosotan moral menyangkut persoalan kejujuran, kebenaran, dan keadilan. Sehingga bangsa ini butuh kembali menanamkan nilai-nilai moral yang dimiliki bangsa ini. Pada dasarnya pembentukan anak secara mendasar tergantung kepada orang- orang yang membentuknya dan situasi lingkungan yang mendukungnya. Jadi penanaman nilai-nilai moral adalah bertujuan menanamkan nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang mempunyai moral yang baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan mungkin mengahancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang.

Hasil wawancara yang dilakukan dengan guru-guru di SD Negeri Lampeuneurut. siswa perlu belajar agama bukan hanya di sekolah saja tetapi harus memperdalam ilmu agama juga di TPA, dan tempat pengajian. guru mengajarkan siswa untuk bertingkah laku didalam/ diluar kelas dengan baik namun kadang-kadang sedikit nakal, suka berkelahi kecil, menganggu teman namanya juga masih anak-anak yang mempunyai banyak sifat yang berbeda. guru menanaman nilai-nilai moral dilakukan dengan cara menanamkan disetiap mata pelajaran yang diajarkan, baik
berupa nasehat, teguran ataupun tingkah laku guru yang menjadi contoh panutan mereka. Penanaman nilai-nilai moral bertujuan menanamkan nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang mempunyai moral yang
baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan mungkin mengahancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang. Sehingga dibutuhkan penanaman nilai-nilai yang harus diterpakan pendidik untuk membina moral peserta didik. Adapun nilai-nilai moralitas dan budi pekerti yang perlu ditanamkan pada jenjang Sekolah Dasar adalah sebagai berikut: “1). Nilai Religius, 2). Nilai Sosialitas, 3). Nilai Gender, 4). Nilai Keadilan, 5). Nilai Demokrasi, 6). Nilai Kejujuran, 7). Nilai Kemandirian, 8). Nilai Daya juang, 9). Nilai Tanggung jawab, dan 10). Nilai Penghargaan terhadap lingkungan”. Adapun cara untuk menanamkan nilai-nilai tersebut adalah dengan menyisipkan ke semua mata pelajaran yang diajarkannya, melalui lingkungan sekolah dan kerjasama dengan orang tua.
Nama: Mae Lisa Indriyani
NPM : 225353014

Judul video : Pendidikan Moral di Sekolah Dasar oleh Fadila Ti Allutfia

Dari video diatas dijelaskan bahwa pendidikan moral adalah serangkaian usaha yang terencana dalam kegiatan untuk mengatasi perilaku dan tingkah laku peserta didik dalam masyarakat, tahap perkembangan moral terbagi menjadi beberapa tahap usia yaitu;
1. usia 6-12 bulan peran orang tua sangat dibutuhkan untuk disiplin dan membimbing bayi.
2. usia 12-18 bulan merupakan tahap perkembangan dengan ciri komitmen akan ucapan dan patuh terhadap apa yang diucapkan orang tua dalam hal kebaikan.
3. usia 18-30 bulan tolong menolong, empati, rasa bersalah, dan malu akan mendorong perkembangan moral.
4. usia 30-36 bulan agresif fisik berkurang tetapi verbal menjadi berkembangan.
5. usia 3-4 tahun anak dalma peirlaku menolong akan cenderung lebih lazim untuk mendapatkan pujian dan jika emosi akan rasa bersalah memuncak dapat menimbulkan kontrol diri yang kurang.
6. usia 4-6 tahun penalaran moral makin fleksibel.
7. usia 7-8 tahun penalaran moral makin fleksibel, perilaku dan agresi fisik anak.
8. usia 9-11 tahun penalaran makin dipandu rasa keadilan untuk baik tatanan sosial.
9. usia 12-15 tahun penalaran moral mencerminakn peningkatan peraturan.
10. usia 16-20 tahun relativisme memainkan perang penting dalam moral.
11. dewasa muda 20-40 tahun penalaran moral semakin sulit, dewasa tengah 40-60 penilaian moral menjadi lebih rumit, 65 menjadi lebih rumit.

Implikasi perkembangan sosial dan pribadi anak dalam KBM di sekolah dasar sangat diperlukan lingkungan sosial yang emndukung untuk Perkembangan moral anak sekolah, bukan hanya dilingkungan sekolah tetapi di sosial juga. Permasalahan serta solusi perkembangan moral anak di sekolah dasar;
1. Hilangnya kejujuran, jika anak sudah biasa bersikap bohong anak akan takut berkata jujur. dengan mengajarkan anak lebih percaya diri terhadap apa yang dilakukan nya, dan jangan memarahi anak jika melakukan kesalahan dalam belajar.
2. Hilangnya rasa tanggung jawab, pada pekerjaan rumah yang tidak dikerjakan, dengan mendorong siswa untuk lebih bertanggung jawab akan tugas yang diberikan.
3. Rendahnya disiplin, misalnya keterlambaatan anak dalam memasuki kelas, dikarenakan rendahnya ketegasan dalam lingkungan sekolah, guru maupun elemen pendidik harus mampu memberikan sanksi tegas untuk pelanggan disiplin.
4. Kurang bisa bekerja sama, sering terjadi dalam sebuah kelompok, membiasakan anak terlibat langsung dalam kerja sama.
5. Mengambil hak orang lain, misalnya mencuri, cara nya dengan membeiasakan anak untuk penerima apa yang dia miliki tanpa memandang kepemilikan orang lan.
Nama : Mae Lisa Indriyani
NPM : 2253053014

Judul video : Pendidikan Moral Tanggung Jawab Diri dalam Keluarga oleh Waswie channel.

Dari video yang dipaparkan bahwa tanggung jawab dalam keluarga terdapat berbagai macam, diantaranya:
1. Mendengar nasihat ayah, menjadi anak yang mampu mendengar perkataan baik orang tua yang umurnya lebih tua dari kita.
2. Menemani kakak.
3. Menjaga keselamatan adik.
4. Membantu ibu.

Kepentingan tanggung jawab dalam keluarga, dapat menjadin hubungan yang erat dalam keluarga kita, karena penting baginkuta untuk menjaga silaturahmi antarsaudara, Menjaga keselamatan yang terjamin bagi setiap anggota keluarga, Membantu anggota keluarga dalam aktivitas kebersihan rumah, serta Membanggakan keluarga dengan belajar yang rajin.
Nama: Mae Lisa Indriyani
NPM: 2253053014

Judul : MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI KELANGAN MILLENIAL
Penulis: Ahmad Yani Nasution, Moh Jazuli

Kalangan milenial, masa depan suatu bangsa sesungguhnya dipegang oleh para pemuda yang merupakan masyarakat yang berada pada usia remaja. Maka dari itu penting sekali bangsa ini untuk meningkatkan kualitas para pemudanya untuk Indonesia yang lebih baik. dekradasi berarti kemunduran kemerosotan atau penurunan dari suatu hal, sedangkan moral adalah akhlak atau budi pekerti menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jika kita interpretasikan keduanya maka degradasi moral merupakan suatu fenomena adanya kemerosotan atas budi pekerti seseorang maupun sekelompok orang sesuai dalam konteks bangsa Indonesia. Banyak diantara kalangan milenial yang telah menunjukkan degradasi moral seperti minimnya sopan santun (cara berbicara dan berpakaian), kenakalan remaja (seks bebas dan konsumsi obat-obat terlarang), dan jauh dari nilai-nilai agama. Kegiatan PKM dengan tema "menangkal degradasi moral di era digital bagi kalangan milenial" di Mts Insan Madani, Kp. Rahong, Desa Tegallega, Kecamatan cigudeg, Kabupaten Bogor yang telah dilaksanakan oleh tim pengabdian kepada masyarakat program studi Manajemen Universitas Pamulang, mengatakan bahwa siswa harus diarahkan dan dibantu agar tidak hanya cerdas dalam akademi tetapi juga mempunyai kemampuan soft skill yang baik terutama bagi siswa yang sedang mencari jati diri. Dengan kegiatan ini masyarakat juga akan mendapatkan bekal untuk menyelesaikan permasalahan dan menjawab tantangan dalam kehidupannya, masyarakat juga nantinya akan memberikan pembelajaran bagi perguruan tinggi tentang realitas kehidupan.
Nama: Mae Lisa Indriyani
NPM : 2253053014

Judul: REKONSTRUKSI EVALUASI PENDIDIKAN MORAL MENUJU HARMONI SOSIAL
Penulis: Ulil Hidayah

Pendidikan nasional memiliki peranan yang signifikan terhadap dinamika perjalanan bangsa Indonesia. Salah satu penilaian menyebutkan bahwa sistem pendidikan nasional masih bersifat parsial tidak utuh dan tidak sistematis. Implikasi dari sistem yang semacam ini merupakan output pendidikan yang memiliki karakteristik labil. Tujuan pendidikan nasional, pendidikan mengambil pada istilah ta'dzib mempunyai pengertian bahwa pendidikan merupakan proses perwujudan manusia yang mempunyai adab. Secara universal pendidikan adalah menjadikan manusia yang terus berusaha untuk mengembangkan kebaikan bagi dirinya sendiri masyarakat secara adil dan bertanggung jawab terhadap aturan-aturan Tuhan.

Tantangan materi pelajaran di sekolah, Pendidikan Agama Islam dan pendidikan kewarganegaraan pada era kurikulum 2013 memiliki porsi 3 jam pelajaran dalam satu minggu. Maka hal ini diharapkan output pendidikan memiliki nilai kepribadian yang unggul secara pribadi dan sosial, yang tidak cukup hanya diketahui dan dipahami tetapi juga dirasakan serta dijadikan sebuah aksi dalam kehidupan anak didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Persiapan pelaksanaan dan evaluasi PAI dan PKN di sekolah. Pada pelaksanaan pembelajaran pendekatan saintifik melalui kegiatan mengamati, menaya, mencoba, menalar, dan mengkomunikasikan. Dipaparkan bahwa proses pelaksanaan pembelajaran PAI dan PKN sudah di menekankan pada kegiatan aktif learning di mana peserta didik dapat mengekspor wawasan dan pengetahuannya sendiri melalui sumber belajar yang tidak terbatas. Pendidik merupakan ujung tombak dari kegiatan pendidikan dan pembelajaran yang menjadi motivator bagi peserta didik yang mengacu pada aktivitas belajarnya. Pendidik bertindak sebagai fasilitator dan pendamping dalam kegiatan pembelajaran. Pada perspektif ini peserta didik tidak hanya butuh sosok guru yang berwawasan luas dan kreatif dalam proses pembelajaran, melainkan juga sangat membutuhkan sosok panutan yang memiliki nilai-nilai moral budi luhur sebagai teladan yang baik. Maka sangat dibutuhkan peran guru yang bisa memberikan teladan moral yang disengaja maupun tidak sengaja. Melalui kurikulum laten pada tahap evaluasi salah satu komponen pembelajaran yang memiliki peranan penting dimana tolak ukur keberhasilan siswa selama melakukan proses pembelajaran dapat diketahui melalui evaluasi penilaian. Evaluasi meliputi semua aspek penilaian pembelajaran pada ranah kemampuan berpikir (kognitif), kemampuan rasa sikap atau perilaku (efektif) serta keterampilan (psikomotor).

Rekonstruksi evaluasi pendidikan moral untuk mewujudkan harmoni sosial yang diharapkan PAI dan PKN sangat menentukan bagaimana isi materi bisa diajarkan dengan baik melalui tahap perencanaan pembelajaran hingga tahap evaluasi. Pada peserta didik di sekolah inovasi kurikulum merupakan manifes yang telah banyak melakukan perubahan dari pemerintah. Tetapi seperti tidak begitu memperhatikan dampak yang optimal terhadap keberhasilan pendidikan, dilihat dari output pendidikan yang dianggap sebagai produk gagal dari sistem pendidikan di Indonesia. Kurikulum laten berpengaruh daripada yang manifest karena dapat mengkomunikasikan pada siswa tentang sikap-sikap dan tingkah laku peserta didik. Fokus pada tahap evaluasi pembelajaran ini khususnya pada mata pelajaran PAI dan PKN perlu direkonstruksi guna memberi komplikasi jangka panjang dan permanen pada peserta didik. Dimulai dari kemampuan pendidik dalam membawa materi ajar pendidikan moral kepada peserta didik, harus kompetensi bidangnya sesekali peserta didik dihadapkan dengan permasalahan yang marak terjadi untuk menemukan penyebab dan solusinya, pendidik tidak terpaku pada instrumen penilaian formalitas, tetapi lebih luas cakupannya pendidik menyisipkan pembelajaran multikultural melalui kurikulum latin secara sporadik, evaluasi tulis berupa ulangan harian bukan penilaian utama atas keberhasilan belajar, dan peserta didik sehingga otot pendidikan yang dinamakan menuju masyarakat ideal tercapai.