Posts made by MAE LISA INDRIYANI 2253053014

Nama: Mae Lisa Indriyani
NPM: 2253053014

Judul Jurnal: Solusi Pencegahan Permasalahan Moralitas dalam Masyarakat.
Penulis: James

Dari Analisis terhadap artikel jurnal diatas dapat kita ketahui bahwa Saat ini, Indonesia sedang menghadapi krisis multidimensi dalam perekonomian, politik, keamanan, budaya, agama, ruang hidup, dan bidang lainnya. Akhirnya, masalah moralitas tidak hanya mendengar dan berteori, tetapi lebih dari itu, masalah moralitas adalah masalah yang perlu dipikirkan bersama-sama dan bagaimana menyelesaikannya. Karena berbagai suku, agama, dan wilayah di Indonesia, dibutuhkan beberapa
berbagai cara untuk memecahkan moralitas masalah menangani setiap komunitas.

Berikut ini berbagai contoh permasalahan moralitas yang terjadi dalam masyarakat:
1. Penyalahgunaan narkoba dan obat- obatan terlarang. Narkoba kini menjadi penyakit masyarakat jaman modern itu sebab maka narkoba menjadi salah satu permasalahan moralitas dalam
masyarakat. Sasaran dan yang menjadi
korban narkoba pada umumnya adalah
anak-anak, siswa sekolah, remaja pemuda dan mahasiswa.
2. Pola hidup (Life Style), Ada berbagai
pola hidup yang merusak moral manusia, beberapa diantaranya yang sangat relevan dan actual dalam kehidupan masyarakat kita adalah: Free sex (seks bebas). Model kehidupan seperti ini adalah sejenis perkawinan yang sama sekali illegal, baik secara hukum terlebih-lebih agama manapun negara.
3. Pornografi, Istilah pornografi terdiri
dari dua kata, yakni “porno” dan “grafis”. Istilah yang mengatakan gambar, bentuk, ataupun film-film yang tidak layak untuk ditanyangkan.
4. Konsumerisme dan materialism, Persamaan yang dapat kita lihat
adalah bahwa bagi mereka segala sesuatu diukur dengan materi, uang atau harta.
5. KKN adalah singkatan dari Kolusi, Korupsi dan Nepotisme. Penyakit ini merupakan masalah serius dan sulit diberantas sebab memiliki jaringan-jaringan yang berlapis-lapis.

Dalam hal ini beberapa faktor yang perlu kita perhatikan, yaitu; Faktor spiritual, Faktor keluarga, Faktor lingkungan, dan Faktor pendidikan yang mempengaruhi permasalahan moralitas bagi kalangan masyarakat sehingga pembenahan yang dilakukan juga harus pada lingkungan terlebih dahulu, supaya permasalahan ini tidak muncul dalam dunia sosial.
Nama: Mae Lisa Indriyani
NPM: 2253053014

Judul artikel jurnal: Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan.
Penulis: Suparlan Suhartono

Memasuki abad ke-21, kehidupan nyata masyarakat manusia masih tetap diliputi berbagai macam konflik. Secara klasik, ada dua jenis konflik kepentingan yaitu antara kepentingan umum keseluruhan masyarakat dan kepenti ngan khusus bagi setiap individu. Secara etimologis, istilah filsafat berakar dari bahasa Yunani “philo sophia”, tersusun dari kata -kata ‘philein’ atau ‘philia’ yang berarti cinta, dan “sophia” yang berarti kearifan (Suhartono, 2005). Jadi, istilah filsafat berarti cinta kearifan. Pada dasarnya dalam ungkapan cinta dan kearifan terkandung suatu pengetahuan mendalam (hakikat).

Menurut Franz Magnis Suseno (1991), “aja ran moral memuat pandangan-pandangan nilai-nilai dan norma-norma moral yang terdapat di antara sekelompok manusia. Norma moral adalah aturan tentang bagaimana manusia harus hidup supaya menjadi baik sebagai manusia”. Mengenai pemikiran filosofis tentang manusia, pada umumnya pandangan “Timur” menitikberatkan sifat hakikat manusia sebagai makhluk sosial. Ki Ageng Suryomentaram (1974) misalnya, berpendapat bahwa: “manusia termasuk jenis yang cara hidupnya berkelompok.

Ada tiga komponen moral dan etika bermasyarakat yang perlu dibina untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Pertama, kesadaran moral. Kesadaran moral mendorong terbentuknya suatu keterikatan sosial dalam bentuk kerja
sama dalam kehidupan bermasyarakat. Atas kesadaran moral itulah kemudian berfungsi menjadi satu wawasan bagi seluruh individu dalam bermasyarakat. Kedua, kreativitas dalam reproduksi. Ketiga, pengendalian perilaku dalam berproduksi.

Nama: Mae Lisa Indriyani

NPM: 2253053014

Judul artikel jurnal : Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat

Penulis : Kanesa Putri, Muhammad Eko, Maryana.

Dari Artikel jurnal diatas dapat di analisis bahwa Penegakan hukum terhadap pelanggaran etika yang terjadi di masyarakat Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi. Moral adalah prinsip yang membantu individu dalam kehidupan ber masyarakat. Meski moral dapat berubah seiring waktu, moral menjadi standar perilaku yang digunakan untuk menilai benar dan salah. Pelanggaran adalah perbuatan yang melawan hukum yang hanya dapat ditentukan setelah ada hukum atau undang undang yang mengaturnya. Krisisnya mentalitas masyarakat pada saat ini merupakan bagian dari krisis multidimensional yaitu suatu masalah yang dialami oleh negara dimana banyak terjadi masalah dalam berbagai aspek kehidupan, yang dihadapi khususnya pada kalangan masyatakat. 

Upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa saat ini. Dalam bermasyarakat manusia dituntut harus mempunyai etika, agar dapat dihormati oleh 

sesamanya. 

1. Meningkatkan peran keluarga dalam 

membentuk moral

2.  Menciptkan lingkungan yang baik dalam 

masyarakat

3. Membatasi teknologi yang ada. 


Moral banyak terdapat dalam kehidupan manusia sehari-

hari dan selalu dituntut untuk menggunakan moral untuk bertindak atau melakukan sesuatu. Dengan menggunakan moralnya, seseorang akan dihormati dan akan timbul rasa saling menghormati satu sama lain. Oleh dan sebab itu, upaya internal mampu membangun moral sejak dini yang diharapkan kepada individu khususnya orang tua untuk lebih mendidik dan mengawasi anak untuk bersikap sopan dan satun yang menjunjung nilai tinggi moral agar tidak terjadinya pelanggaran etika di dalam masyarakat. Selain upaya internal ada juga upaya eksternal yang meliputi :

1. Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah.

2. Seminar tentang kesadaran hukum.

3. Menegakan HAM dimasyarakat.

4.  Pemerintah harus bertindak


Menjamin adanya hukum yang mengatur tentang etika dan moral terutama ketika terjadi pelanggan etika. Hukum etika dan moral Menjadi mata pelajaran wajib disekolah atau Perguruan tinggi. Membuat aturan sebagai payung hukum yang dapat melindungi terhapa pelanggan etika dan moral

buat aturan yang dapat menyaring keluar masuk nya informasi yang dapat merusak etika dan moral bangsa.

Nama: Mae Lisa Indriyani
NPM: 2253053014

Judul video film pendek korupsi - pelajar anti korupsi oleh Hanafi siswa SMK N 3 Wonosari.
Dari film pendek tersebut kita dapat mengambil analisis bahwa korupsi merupakan tindakan yang tidak bisa dianggap sebagai mendapat keuntungan. Jika kita melakukan sesuatu dengan jujur kita akan mendapatkan kebaikan. Tindakan korupsi hanya bersifat sementara dan tidak dapat menghidupkan kita. Korupsi dari hal-hal kecil akan menjadi sebuah kebiasaan jika kita sudah besar nanti. Pembiasaan perilaku terpuji, jujur, dan tanpa pamrih adalah sikap yang harus kita tanamkan dalam menolong sesama. Korupsi juga menghantarkan kita pada uang haram menjadikan dosa bagi diri kita maupun badan kita yang menerima uang haram tersebut. Mari hidup dengan jujur dan terapkan bahwa Tuhan itu tidak pernah tidur dan senantiasa melihat segala perilaku kita.
Nama: Mae Lisa Indriyani
NPM: 2253053014

Judul Video Perbedaan pendidikan dasar jepang dan indonesia oleh daftar populer

Dari video tersebut dapat kita lihat bahwa pendidikan di setiap negara pasti berbeda perbedaan itu disebabkan oleh ekonomi, budaya, watak, maupun penduduknya sendiri.
1. Kebersihan sejak dini, Pendidikan mengenai cara dan pengelolahan sampah yang benar tidak diterapkan dalam pendidikan kita. Hal ini berbeda dengan jepang yang mengharuskan kebersihan dan tanggung jawab terhadap apa yang ia lakukan.
2. Makan bersama, mengatur dan pengelola makanan yang masuk dalam diri peserta didik sangat diperlukan oleh setip sekolah, karena gizi yang harus didapatkan setara dan membangun hubungan positif antara guru dan peserta didik.
3. Mata pelajaran sedikit, Indonesia terkenal dengan pelajaran yang sangat banyak. Di Negara Jepang untuk pendidikan dasar dan sedikit serta jadwal yang hanya di hari tertentu.
4. Pendidikan Karakter, Ujian yang menjadi syarat kenaikan kelas sudah menjadi kebiasaan, tetapi di Jepang peserta didik tidak melakukan ujian selama 3 tahun pertama supaya fokus dalam pendidikan karakter seperti tolong menolong, saling menghormati dll.
5. Membaca buku, Indonesia urutan 60 dalam urutan membaca, dalam Negara Jepang wajib membaca selama 10 menit sebelum memulai pelajaran.
6. Perlengkapan sekolah, pemerataan dan sama ratakan perlengkapan di sekolah dadar Jepang sangat baik untuk menggeser budaya unjuk barang atau pamer. Pendidikan harus menyediakan dan memfasilitasi perlengkapan sekolah yang sesuai standar untuk dapat mengatasi pergaulan yang saling unjuk pamer atau kepunyaan yang berbeda dengan teman nya.
7. Seragam, berbeda di indonesia yang memang diatur dalam pemakaian seragam, tetapi indonesia banyak sekali dalam penggunaan seragam, di Negara Jepang penggunaan seragam hanya terdapat satu macam saja.

Tetapi pendidikan di Jepang memiliki tingkat bunuh diri yang tinggi disebabkan oleh tekanan pendidikan yang berat. Hal ini justru menjadikan pendidikan di negara manapun bisa menjadi baik atau buruk, tergantung bagaimana kita mendapatkan nya.