Posts made by DEVI KELANA RINDU BINTARA 2213053095

Nama : DEVI KELANA RINDU BINTARA
Npm : 2213053095
Analisis Jurnal 2

A) Identitas Jurnal
Judul : Pendekatan Pendidikan Nilai Secara Komprehensif Sebagai Suatu Alternatif Pembentukan Akhlak Bangsa
Penulis : Darmiyati Zuchdi
Tahun : 2001
No : 3
Th : XX
Nama jurnal : Cakrawala Pendidikan
Kata Kunci : Pendidikan nilai/moral, pendekatan komprehensif, pendekatan karakter.

B) Hasil Analisis
Terdapat empat pendekatan yang dianggap gerakan utama dalam bidang pendidikan nilai yang komprehensif, yaitu realisasi nilai, pendidikan watak, pendidikan kewaganegaraan, dan pendidikan moral.
1. Realisasi nilai
Realisasi nilai merupakan istilah yang
diutarakan oleh Sidney Simon pada tahun 1980. Hal ini merupakan gerakan utama yang pertama dalam bidang pendidikan nilai. Semua pendekatan untuk menolong individu menentukan, menyadari, mengimplementasikan, bertindak dan mencapai nilai-nilai yang mereka yakini dalam kehidupan,
temasuk pendekatan realisasi nilai.

2. Pendidikan Watak
Tujuan pendidikan watak adalah
mengajarkan nilai-nilai yang diterima secara luas sebagai landasan perilaku yang baik dan bertanggung jawab. Nilai-nilai ini juga digambarkan sebagai perilaku moral. Jika orang mengatakan bahwa kita perlu mengajarkan nilai-nilai kepada anak, biasanya yang dimaksudkan adalah nilai-nilai tradisional atau perilaku moral.

3.Pendidikan Kewarganegaraan
Secara tradisional pendidikan kewarganegaran di Amerika diberikan secara langsung kedalaman pelajaran sejarah dan ilmu pengetahuan sosial. Di Indonesia pendidikan kewarganegaran yang pada masa lampau merupakan mata pelajaran tersendiri, kemudian diintegrasikan dalam pelajaran Pendidkian Pancasila dan Kewarganegaraan.

4. Pendidikan Moral
Pendidikan moral mencakup pengetahuan, sikap, kepercayaan, ketrampilan, dan perilaku yang baik, jujur, dan penyayang dapat dinyatakan dengan istilah"bermoral". Tujuan utama pendidikan moral adalah menghasilkan individu yang otonom, yang memahami nilai-nilai moral dan memiliki komitmen untuk bertindak konsisten dengan nilai-nilai tersebut. Pendidikan moral mengandung beberapa komponen yaitu: pengetahuan tentang moralitas, penalaran moral, perasaan kasihan dan inementingkan kepentingan orang lain dan tendensi moral.
Nama : Devi Kelana Rindu Bintara
Npm : 2213053095

Analisis Jurnal 1

A) Identitas Jurnal
Judul : Pendidikan Moral Di Sekolah
Penulis : Rukiyati
Tahun : 2017
No : 1
Th : XVII
Nama jurnal : Jurnal Humanika
Kata Kunci : Tujuan pendidikan, nilai moral, sekolah dan komprehensif.

B) Hasil Analisis
Hasil analisis jurnal di atas adalah sebagai berikut, Pendidikan moral terhadap diri sendiri yang penting diberikan kepada peserta didik berkaitan dengan nilai- nilai kebersihan diri, kerajinan dalam belajar/bekerja, keuletan, disiplin waktu. Pendidikan moral untuk sesama manusia mencakup nilai-nilai moral sosial seperti kerjasama, toleransi, respek, berlaku adil, jujur, rendah hati, tanggung jawab, dan peduli. Pendidikan moral untuk hubungan manusia dengan alam semesta dapat diberikan dengan menguatkan nilai-nilai keseimbangan alam, menjaga kelestarian alam, tidak merusak alam, hemat, dan mendidik untuk menggunakan kembali barang-barang bekas (daur ulang) dalam bentuk yang baru.
Kemudian Cara atau metode pendidikan moral, yang dipayungi dalam lima kategori besar metode pendidikan moral yaitu penanaman (inkulkasi) nilai-nilai dan moralitas, modeling nilai- nilai dan moralitas, fasilitasi nilai-nilai dan moralitas, kecakapan untuk mengembangkan nilai dan melek moral, pelaksanaan program pendidikan nilai di sekolah. Indoktrinasi dipandang para ahli sebagai metode yang sudah usang dan tidak sejalan dengan semangat modern tersebut. Maka, ada metode lain yang lebih sesuai yaitu inkulkasi atau penanaman nilai, metode keteladanan, Metode klarifikasi nilai, Metode fasilitasi nilai, Metode keterampilan nilai moral.
Lalu terdapat evaluasi yang dimana dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan. Tujuan pendidikan nilai meliputi tiga kawasan, yakni penalaran nilai/moral, perasaan nilai/moral dan perilaku nilai/moral. Cara mengevaluasi capaian belajar dalam ranah afektif dapat dilakukan dengan mengukur afek atau perasaan seseorang secara tidak langsung, yaitu dengan menafsirkan ada atau tidaknya afek positif (atau negatif) yang muncul dan intensitas kemunculan afek dari tindakan atau pendapat seseorang.
Nama : DEVI KELANA RINDU BINTARA
Npm : 2253053095
Kelas : 3G

Analisis Video 2

PENDEKATAN PENTAHELIX PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL

Berdasarkan video di atas yang di maksud Nilai adalah memberikan harga pada suatu konsep yang dihadapi sedangkan moral artinya kebiasaan-kebiasaan yang beriman ulang oleh individu.
Terdapat beberapa pendekatan pentahelix yakni:
•pemerintah, membuat uu no 12 tahun 2012 mengenai pendidikan tinggi pasal 35 tentang kurikulum ayat 3.
•masyarakat, kebiasaan di masyarakat akan membantu untuk menanamkan nilai
•akademisi, siapapun yang bekerja di bidang akademisi pasti akan melakukan transfer of knowledge serta transfer of value di dalamnya.
• pengusaha, sudah jelas penerapan nilai erat kaitannya dengan bidang tersebut.
• penanaman nilai dapat di lakukan melalui berbagai media elektronik/ media sosial.

Herman(1972) mengemukakan bahwa value is neither taught nor cought, it is learned yang bermakna bahwa substansi nilai tidaklah semata mata di tangkap dan di ajarkan namun harus juga di cerna kemudian diinternalisasikan sehingga dilakukan di dalam diri kita. Maka dari itu nilai sangat perlu di ajarkan untuk menjalani kehidupan.
terdapat juga beberapa aliran dalam pengajaran nilai
•aliran relativisme (nilai tidak bisa diajarkan karena hakikat nilai bersifat relatif, subjektif, temporer, dan situasional)
•aliran kebebasan (nilai tidak perlu dan tidak boleh diajarkan karena bertentangan dengan kodrat kebebasan dasar manusia untuk menentukan pilihannya secara bebas dan mandiri).
Nama : Devi Kelana Rindu Bintara
NPM: 2213053095

Analisis Video 1

"Pentingnya Pendidikan Nilai dan Moral" menyoroti betapa esensialnya penyampaian pendidikan nilai dan moral kepada seluruh peserta didik. Ini memegang peranan penting dalam perkembangan karakter peserta didik dan berpotensi berdampak positif pada kemajuan sekolah, bangsa, dan negara. Melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, diharapkan menjadi pedoman keberhasilan penerapan nilai dan moral di lingkungan sekolah serta sebagai alat untuk mewujudkan pendidikan nilai dan moral yang berkualitas.

Kesadaran akan nilai moral berfungsi untuk membimbing anak-anak dalam membuat keputusan yang matang dalam tindakan sehari-hari, baik di sekolah maupun di masyarakat. Saat ini, kesadaran moral dalam konteks pendidikan masih kurang mendapat perhatian yang cukup, yang mengakibatkan sejumlah kasus atau masalah yang berkaitan dengan kesadaran moral yang mengkhawatirkan di dunia pendidikan. Pengetahuan tentang moral memiliki potensi untuk memengaruhi perilaku individu. Meskipun upaya penanaman moral sering dilakukan, masih ada hambatan yang perlu diatasi. Melalui pendidikan kewarganegaraan, diharapkan menjadi acuan untuk berhasilnya penerapan nilai dan moral di sekolah, serta menjadi jembatan menuju pendidikan nilai dan moral yang berkualitas. Pendidikan moral ini memiliki potensi untuk membentuk karakter yang kuat dan budi pekerti yang mulia.