Nama : Dwi Harianti
NPM : 2213053295
Kelas : 3 F
Analisis Jurnal 2
PERKEMBANGAN MORAL SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN TEORI KOHLBERG
Teori Kohlberg mengenai perkembangan moral secara formal disebut cognitive-dvelopmental theory of moralization, yang berakar pada karya Piaget. Asumsi utama Piaget adalah bahwa kognisi (pikiran) dan afek (perasaan) berkembang secara paralel dan keputusan moral merupakan proses perkembangan kognisi secara alami.
Teori (Kohlberg; L., Hersh, R.H. 1977) tentang Perkembangan Moral dibagi menjadi 3 level :
1. Moralitas Pra-konvensional
Tahap 1 - Ketaatan dan Hukuman (anak-anak melihat aturan sebagai hal yang tetap dan absolut, Mematuhi aturan itu penting karena merupakan sarana untuk menghindari hukuman), Tahap 2 - Individualisme dan Pertukaran (anak-anak menjelaskan sudut pandang individu dan menilai tindakan berdasarkan bagaimana mereka melayani kebutuhan individu).
2. Moralitas Konvensional
Tahap 3 - Hubungan Interpersonal atau "good boy-good girl" (difokuskan pada memenuhi harapan dan peran sosial), Tahap 4 - Menjaga Ketertiban Sosial (difokuskan pada menjaga hukum dan ketertiban dengan mengikuti aturan, melakukan tugas seseorang dan menghormati otoritas).
3. Moralitas Pasca-konvensional
Tahap 5 - Kontrak Sosial dan Hak Perorangan ( mulai memperhitungkan perbedaan nilai, pendapat, dan kepercayaan orang lain), Tahap 6 - Prinsip Universal, Tingkat penalaran moral terakhir Kolhberg didasarkan pada prinsip-prinsip etika universal dan penalaran abstrak (orang mengikuti prinsip-prinsip keadilan yang diinternalisasi ini, bahkan jika mereka bertentangan dengan hukum dan peraturan).
Hasil analisis data dengan menggunakan teori perkembangan moral Kohlberg, anak-anak usia 11-12 tahun memang masih berada pada tahap pra konvensional tahap ½ yang dominan diikuti tahap 2 dan 2/3, yang cenderung ingin melakukan sesuatu karena takut dihukum. Dalam hasil penelitian sederhana ini, responden yang berusia 11-12 tahun cenderung baru memasuki tingkat 1 tahap 1, meskipun pada kasus tertentu mungkin saja ada pengecualian yaitu pada usia 11-12 bisa saja berada pada tingkat perkembangan moral yang lebih rendah atau yang lebih tinggi.
NPM : 2213053295
Kelas : 3 F
Analisis Jurnal 2
PERKEMBANGAN MORAL SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN TEORI KOHLBERG
Teori Kohlberg mengenai perkembangan moral secara formal disebut cognitive-dvelopmental theory of moralization, yang berakar pada karya Piaget. Asumsi utama Piaget adalah bahwa kognisi (pikiran) dan afek (perasaan) berkembang secara paralel dan keputusan moral merupakan proses perkembangan kognisi secara alami.
Teori (Kohlberg; L., Hersh, R.H. 1977) tentang Perkembangan Moral dibagi menjadi 3 level :
1. Moralitas Pra-konvensional
Tahap 1 - Ketaatan dan Hukuman (anak-anak melihat aturan sebagai hal yang tetap dan absolut, Mematuhi aturan itu penting karena merupakan sarana untuk menghindari hukuman), Tahap 2 - Individualisme dan Pertukaran (anak-anak menjelaskan sudut pandang individu dan menilai tindakan berdasarkan bagaimana mereka melayani kebutuhan individu).
2. Moralitas Konvensional
Tahap 3 - Hubungan Interpersonal atau "good boy-good girl" (difokuskan pada memenuhi harapan dan peran sosial), Tahap 4 - Menjaga Ketertiban Sosial (difokuskan pada menjaga hukum dan ketertiban dengan mengikuti aturan, melakukan tugas seseorang dan menghormati otoritas).
3. Moralitas Pasca-konvensional
Tahap 5 - Kontrak Sosial dan Hak Perorangan ( mulai memperhitungkan perbedaan nilai, pendapat, dan kepercayaan orang lain), Tahap 6 - Prinsip Universal, Tingkat penalaran moral terakhir Kolhberg didasarkan pada prinsip-prinsip etika universal dan penalaran abstrak (orang mengikuti prinsip-prinsip keadilan yang diinternalisasi ini, bahkan jika mereka bertentangan dengan hukum dan peraturan).
Hasil analisis data dengan menggunakan teori perkembangan moral Kohlberg, anak-anak usia 11-12 tahun memang masih berada pada tahap pra konvensional tahap ½ yang dominan diikuti tahap 2 dan 2/3, yang cenderung ingin melakukan sesuatu karena takut dihukum. Dalam hasil penelitian sederhana ini, responden yang berusia 11-12 tahun cenderung baru memasuki tingkat 1 tahap 1, meskipun pada kasus tertentu mungkin saja ada pengecualian yaitu pada usia 11-12 bisa saja berada pada tingkat perkembangan moral yang lebih rendah atau yang lebih tinggi.