Posts made by Dwi Harianti 2213053295

Nama : Dwi Harianti
NPM : 2213053295
Kelas : 3 F

Analisis Jurnal 2

‘Pendekatan Pendidikan Nilai secara Komprhensif sebagai suatu Alternatif Pembentukan Akhlak Bangsa’

Pendekatan pendidikan nilai dan moral yang dabulu cukup efektif: tidak sesuai lagi untuk membangun generasi sekarang dan yang akan datang. Bagi generasi masa lalu pendidikan moral yang bersifat indoktrinatif sudah cukup memadahi untuk membendung terjadinya perilaku yang menyimpang dari norma- norma kemasyarakatan, meskipun sudah barang tentu hal itu tidak ffilUlgkin 'dapat membentuk pribadi-pribadi yang memiliki kemandirian dalam membuat keputusan moral. Sebagai gantinya diper lukan pendekatan pendidikan nilai dan moral yang memungkinkan subjek didik mampu mengambil keputusan secara mandiri dalmn memilih nilai-nilai yang saling bertentangan, seperti yang terjadi pada kehidupan saat ini.

Istilah komprehensif yang digunakan dalam pendidikan nilai mencakup berbagai aspek yakni sebagai berikut:
1) Isi pendidikan nilai harus komprehensif
2) Metode pendidikan harus komprehensif,
Termasuk didalamnya inkulkasi (penanaman) nilai, pemberian teladan, dan penyiapan generasi muda agar dapat mandiri dengan mengajarkan dan memfasilitasi pembuatan keputusan moral secara bertanggung jawab dan keterampilan- keterampilan hidup yang lain.
3) Pendidikan nilai harus terjadi dalam keseluruhan proses pendidikan di kelas
Dalam kegiatan ekstrakurikuler, dalam proses bimbingan dan penyuluhan, dalam upacara-upacara pemberiaan penghargaan, dan semua aspek kehidupan.

Pendidikan nilai dan moral hendaknya dilengkapi pengembangan kognitif tingkat tinggi sehingga peserta didik akan memiliki keterampilan dalam membuat keputusan moral yang tepat secara mandiri, memiliki komitmen yang tinggi untuk bertindak selaras dengan keputusan moral tersebut, memilki kebiasaan untuk melakukan tindakan bermoral. Pendidikan nilai dan moral pun hendaknya mampu mengembangkan peserta didik secara holistik, yang mencakup pengembangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spritual. Pendekatan pendidikan nilai dan moral yang masih bernuansa indoktrinasi perlu diinovasi dengan pendekatan komprehensif. Yakni meliputi
a. inculcating
b. modeling
c. facilitating
d. skill development
Nama : Dwi Harianti
NPM : 2213053295
Kelas : 3 F

Analisis Jurnal 1
PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH

Sekolah merupakan lingkungan mikrosistem. Bronfenbrenner (1979: 22) mengatakan bahwa mikrosistem adalah sebuah pola dari aktivitas, peran dan relasi interpersonal yang dialami oleh seseorang yang sedang tumbuh berkembang di dalam setting tertentu dengan karakteristik fisik khusus, yaitu suatu lingkungan kehidupan yang di dalamnya seorang individu menghabiskan sebagian besar waktunya, seperti keluarga, teman sebaya, sekolah dan lingkungan tetangga. Pendidikan moral di sekolah perlu dilaksanakan secara bersungguh-sungguh untuk membangun generasi bangsa yang berkualitas. Walaupun peran utama untuk mendidik moral anak adalah di tangan orang tua mereka, guru di sekolah juga berperan besar untuk mewujudkan moral peserta didik yang seharusnya. Keluarga, sekolah, dan masyarakat bersama-sama bertanggung jawab untuk mendidik anak-anak muda agar bermoral baik sekaligus pintar secara intelektual sehingga terwujud generasi muda yang unggul. Itulah tujuan utama pendidikan sebagaimana dinyatakan oleh Aristoteles. Pendidikan moral di sekolah harus dirancang komprehensif mencakup berbagai aspek, yaitu: pendidik, materi, metode, dan evaluasi sehingga hasilnya diharapkan akan optimal.

Pendidikan moral di sekolah penting dilakukan oleh guru dan segenap komponen warga sekolah agar tercapai pendidikan moral yang komprehensif. Komponen-komponen pendidikan moral di sekolah yang lain yang tidak kalah penting adalah cakupan materi, variasi metode, dan evaluasi yang menyeluruh.
Dengan memperhatikan komponenkomponen tersebut, sekolah dengan guru sebagai peran utama dapat merancang pendidikan moral secara lebih komprehensif sehingga hasilnya dapat dicapai secara optimal, yaitu berkembangnya nilai-nilai moral dalam diri peserta didik sehingga mereka menjadi generasi muda yang berkualitas.
Nama : Dwi Harianti
NPM : 2213053295
Kelas : 3 F

Analisis Video 2
PENDEKATAN PENTAHELIX PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL

Terdapat beberapa pendekatan yang dapat membantu dalam menanamkan nilai yaitu :
1.) Pemerintah, pemerintah membuat UUD nomor 12 tahun 2012 mengenai pendidikan tinggi pada pasal 35 tentang kurikulum ayat 3. yaitu Agama, Pancasila, Bahasa Indonesia, sudah sepatutnya ada dalam dunia pendidikan yang digunakan sebagai langkah dalam penanaman nilai.
2.) Masyarakat/Komunitas, kehidupan atau kebiasaan yang ada dalam masyarakat dapat membantu dalam penanaman nilai dan moral.
3.) Akademisi, guru dan dosen ataupun seluruh orang yang ada di lingkungan pendidikan akan mentransfer penanaman nilai dan moral kepada peserta didik.
4.) Pengusaha/Pemilik Modal, penerapan nilai erat dengan kaitannya bidang tersebut.
5.) Media, dalam hal ini penanaman nilai dapat dilakukan dengan memanfaatkan media elektronik, serta bsia dilakukan dalam berbagai media sosial.

Pendekatan Pentahelix bertujuan untuk menciptakan sinergi antara kelima pilar ini, sehingga pendidikan nilai dan moral tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau keluarga, melainkan juga tanggung jawab bersama dalam masyarakat yang lebih luas. Melalui kerjasama yang erat antara pemerintah, industri, akademisi, masyarakat sipil, dan media, diharapkan bahwa nilai-nilai moral dapat ditingkatkan dan diterapkan dengan lebih efektif dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Nama : Dwi Harianti
NPM : 2213053295
Kelas : 3 F

Analisis Video 1

Dalam vidio tersebut membahas mengenai pentingnya pendidikan nilai dan moral.

Sebelum mengetahui pentingnya nilai dan moral, kita perlu memahami kesadaran nilai dan moral. Kesadaran nilai moral berguna untuk mengarahkan anak agar mampu membuat pertimbangan secara matang atas perilakunya dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun di masyarakat. Jika peserta didik tidak dibekali nilai moral maka akan menimbulkan banyak masalah.

Pendidikan Moral sangat penting di sosialisasikan kepada peserta didik demi kemajuan bangsa. Pendidikan moral atau PPKN penting untuk membangun watak atau karakter peserta didik.

Peran pendidik menanamkan nilai dan moral melalui mata pelajaran PPKN. Penanaman melalui pendekatan- pendekatan:
1. Pendekatan Indoktrinasi, membantu peserta didik untuk tumbuh menjadi dewasa melalui nilai-nilai disiplin sejak dini, interaksi antara guru dan siswa. Dalam hal ini guru menyampaikan aturan mana yang harus disampaikan dengan tegas, terus menerus dan konsisten.
2. Pendekatan Klasifikasi Nilai
guru menyampaikan kepada peserta didik mengenai benar atau salah, baik atau buruk, namun siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan dan menyatakan nilai-nilai dengan caranya sendiri.
3. Teladan dan contoh
guru menjadi suri tauladan atau contoh bagi peserta didiknya pembiasaan dalam berperilaku penanaman moral.

Tujuan mata pelajaran PPKN adalah memberikan pemahaman tentang Pancasila, menanamkan nilai-nilai moral Pancasila, membentuk pola pikir sesuai dengan Pancasila, menggugah kesadaran sebagai warga negara, memberikan motivasi untuk bertindak sesuai dengan nilai moral Pancasila, dan mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab.