Kiriman dibuat oleh Dwi Harianti 2213053295

NAMA : Dwi Harianti
NPM : 2213053295
KELAS : 2 F

Tugas Individu menyimpulkan artikel jurnal

Desain pembelajaran memiliki peranan yang
sangat penting dalam menciptakan kualitas
proses dan hasil pembelajaran di kelas. Desain pembelajaran mencerminkan keputusan guru tentang materi pelajaran, aktivitas siswa, skenario pembelajaran, metode yang mendidik, dan media yang mempermudah siswa belajar untuk mencapai tujuan dan cara mengevaluasinya. Penentuan model kurikulum SD didasari oleh pendidikan konfluen yang mengutamakan keutuhan perkembangan anak baik kognisi, sosial, maupun emosi. Desain pembelajaran tematik harus lahir dari kerangka pikir guru yang bukan hanya berorientasi pada kemudahan siswa belajar tetapi juga mudah
disusunnya. Dengan demikian pembelajaran yang mudah bagi siswa akan lahir dari desain pembelajaran yang disusun sendiri oleh guru. Di dalam penelitian ini guru merumuskan desain pembelajaran tematik terpadu dengan menggunakan pola paralel. Guru membentangkan Kompetensi Dasar, Indikator,
dan materi pelajaran semua mata pelajaran yang terjadwal disuatu hari, maka dengan mudah dapat menentukan core content yang menjadi tema dari pembelajaran di hari itu.

Model desain perencanaan pembelajaran
memiliki komponen: Kompetensi Dasar, Indikator, dan materi pelajaran yang disusun secara paralel. Penentuan materi inti (corecontent) dari salah satu materi pelajaran yang tepat untuk menjadi alat pengikat antar mata pelajaran berdasarkan homogenitas materi di dalamnya. Desain pembelajaran tematik berbasis core content berdampak pada penguasaan pengetahuan secara terpadu. Desain ini mengorganisir pengalaman belajar berpusat pada kehidupan nyata yang dilandasi oleh tuntutan ketercapaian semua indikator dari berbagai mata pelajaran, dampaknya siswa memperoleh integrasi pengetahuan melalui integrasi pengalaman.

Desain pembelajaan terpadu berbasis core
content terbukti lebih memudahkan guru dalam melihat titik temu dari sejumlah mata pelajaran, sekaligus melihat keterhubungan konten antar mata pelajaran, sehingga akhirnya memudahkan guru melihat rangkaian keterhubungan antar indikator semua mata pelajaran dalam satu RPP.

Desain pembelajaran terpadu berbasis core content efektif menciptakan pembelajaran yang diwarnai aktivitas hubungan antar guru siswa, siswasiswa, siswa-guru, siswa-guru materi yang berperan sebagai core content dengan seluruh mata pelajaran, sehingga tercipta keterpaduan pengalaman belajar siswa yang bermuatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan secara holistik.

MKU PGSD 2F 2023 -> FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Dwi Harianti 2213053295 -
NAMA : Dwi Harianti
NPM : 2213053295
KELAS : 2F

Analisis Jurnal
INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA
Oleh: Agus Maladi Irianto

Integrasi mencakup makna terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu masalah bersama, baik ideologi, ekonomi, maupun sosial. Gebrakan gerakan integrasi nasional melalui pasal berikut ini cenderung melahirkan kesadaran dan bentuk sosial yang menyebabkan banyak kelompok dengan identitas masing-masing memandang dirinya sebagai satu kesatuan: Bangsa Indonesia. Untuk membentuk asosiasi dalam pembentukan integrasi nasional, identitas memiliki fungsi ganda. Selain itu, artikel berikut mencoba membahas tentang tantangan bagi Indonesia untuk mengembangkan konsep integrasi nasional guna menghadapi konsep etnosentrisme, religiusisme, dan politikisme.
Kata kunci: integrasi nasional, etnosentrisme, dan konflik kepentingan.

Bangsa Indonesia mengalami berbagai perubahan azas, paham, ideologi dan doktrin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Berbagai perubahan azas dan idiologi tersebut, menciptakan disintegrasi dan instabilisasi nasional.

Identitas adalah representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya. Dengan demikian, identitas adalah produk kebudayaan yang berlangsung demikian kompleks. Identitas dilihat dari aspek waktu bukanlah suatu wujud yang sudah ada sejak semula dan tetap bertahan dalam suatu esensi yang abadi. Sedangkan dilihat dari aspek ruang juga bukan hanya satu atau tunggal, tetapi terdiri dari berbagai lapisan identitas.Identitas sebagai sarana pembentukan pola pikir masyarakat diperlukan adanya suatu kesadaran nasional yang dipupuk dengan menanamkan gagasan nasionalisme dan pluralisme.

Integrasi terbentuk kalau ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan.Integrasi nasional terjadi juga akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis, ekonomis, maupun sosial.

Etnosentrime merupakan kecenderungan untuk berfikir bahwa budaya etniknya lebih unggul dibandingkan dengan budaya etnik lain. Segala sudut sesuatu dilihat dari sudut pandang etniknya sendiri. konsep tentang integrasi nasional menjadi penting untuk dijadikan strategi kebudayaan bagi bangsa Indonesia yang telah berusia lebih dari enam dasa warsa ini. Strategi kebudayaan dalam hal ini mengacu pada kekuatan budaya yang bertolak pada kedekatan dan pandangan hidup pelaku kebudayaan dalam kaitannya dengan kompleksitas kebudayaan yang dianut.

Integrasi nasional adalah jalan keluar untuk menghadapi yang hingga saat ini masih terus-menerus melanda Indonesia. Konflik antar-etnik, konflik antar-daerah, konflik antar-agama, konflik antar-partai politik, konflik antar-pelajar, serta sejumlah konflik kepentingan lain semestinya tidak perlu terjadi kalau masing-masing pelaku konflik menyadari bahwa pluralitas bangsa Indonesia sudah menjadi sebuah keniscayaan. Kebijakan otonomi daerah yang kini marak di sejumlah penjuru negeri ini, justru menjadi penghambat cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional. Cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional akan terwujud, manakala sekelompok anggota masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya. Dengan demikian ia meninggalkan identitasnya, yang kemudian membuka kemungkinan untuk pembentukan integrasi yang lebih luas.

MKU PGSD 2F 2023 -> FORUM ANALISIS PRETEST

oleh Dwi Harianti 2213053295 -
NAMA : Dwi Harianti
NPM : 2213053295
KELAS : 2 F

Analisis Vidio Pre-Test : Identitas dan Integrasi Nasional

Pendidikan Kewarganegaraan
ada 2 bab yang dipelajari :

1. Identitas Nasional adalah suatu kumpulan nilai budaya yang tumbuh serta berkembang dalam aspek kehidupan.
• Hakikat identitas nasional didalam kehidupan berbangsa bernegara adalah Pancasila.
• Unsur identitas nasional ada 4: suku bangsa, agama, budaya, bahasa.
• Berdasarkan identitas nasional dibagi lagi menjadi 3 yaitu: a.) Identitas fundamental adalah Pancasila sebagai dasar dan Ideologi negara.
b.) Identitas instrumental adalah UUD 1945 bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia, bendera merah putih, lambang garuda, semboyan bhinneka tunggal ika, lagu Indonesia Raya yang semuanya tertera dalam UUD 1945.
c.) Identitas alamiah meliputi kepulauan serta pluralisme dalam suku, agama, budaya, bahasa.

2. Integrasi Nasional
adalah penyesuaian unsur yang berbeda. Integrasi menciptakan masyarakat yang memiliki keserasian fungsi.
• Faktor pendorong Integrasi: Sumpah Pemuda, adanya keinginan untuk bersatu, cinta tanah air, rela berkorban, konsensus(kesepakatan) nasional yaitu Pancasila dan UUD 1945.
• Faktor penghambat : a.) Masayarakat heterogen, b.) Etnosentrisme merasa suku sendiri lebih baik daripada yang lain, c.) Ketimpangan satu kelompok dengan kelompok lain, d.) Gangguan luar, ada kepentingan luar negeri yang masuk ke dalam negeri.

• Bentuk Integrasi Nasional ada 2:
a. Asimilasi adalah pembauran kebudayaan yang disertai ciri khas kebudayaan asli.
b. Akulturasi yaitu penerimaan sebagian unsur-unsur asing tanpa menghilangkan kebudayaan asli.

5 definisi menurut Myron Weiner (1971)
1. Intergrasi adalah upaya penyatuan kelompok budaya, meninggalkan perbedaan dan mencari persamaan yang dapat diterima semua kelompok masyarakat.
2. Pembentukan wewenang kekuasaan, dengan adanya kekuasaan mampu menyatukan perbedaan kelompok masyarakat.
3. Menghubungkan pemerintah dan yang di perintah, pemerintah melayani masyarakat dengan baik, masyarakat memberikan kontribusi kepada pemerintah.
4. Konsensus terhadap nilai, kesepakatan bersama antara Pancasila dan UUD 1945.
5. Perilaku yang terintegrasi, adanya pemahaman yang sama antar kelompok, perilaku yang menunjukkan identitas bangsa.