གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Diva Azzahra

3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> FORUM pertanyaan

Diva Azzahra གིས-
Nama:Diva Soraya azzahra
Npm:2252053035
Kelas:3H

Izin menjawab

Hardskill dan softskill adalah dua jenis kriteria penilaian yang berbeda dalam konteks kemampuan seseorang. Berikut adalah tanggapan mengenai perbedaan kriteria nilai hardskill dan softskill:

Hardskill:

Hardskill adalah kemampuan yang dapat diukur secara konkret dan dapat diajarkan melalui pelatihan dan pendidikan.
Contoh hardskill termasuk kemampuan matematika, pemrograman komputer, kemampuan berbahasa asing, penggunaan perangkat keras komputer, atau keterampilan teknis lainnya.

Softskill:

Softskill adalah kemampuan yang berkaitan dengan interaksi sosial, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, empati, dan aspek-aspek non-teknis lainnya yang lebih sulit diukur secara konkret.
Contoh softskill termasuk kemampuan komunikasi efektif, kepemimpinan, kerjasama tim, kreativitas, adaptabilitas, dan kemampuan berpikir kritis.

Perbedaan utama antara hardskill dan softskill terletak pada sifat kemampuan tersebut. Hardskill adalah keterampilan konkret yang dapat diukur secara objektif, sementara softskill adalah keterampilan yang lebih berkaitan dengan aspek kepribadian dan interaksi sosial yang lebih sulit diukur secara langsung. Keduanya penting dalam kesuksesan seseorang, terutama dalam konteks pekerjaan dan kehidupan sehari-hari, dan keseimbangan antara keduanya seringkali diperlukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 2

Diva Azzahra གིས-
Nama :Diva Soraya Azzahra
Npm:2253053035
Kelas:2253053035

Analisis Jurnal 2
Identitas jurnal
PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA MENGATASI KENAKALAN REMAJA
Nama Penulis : Fahrudin


Pembahasan:
Keluarga merupakan institusi pendidikan utama dan pertama bagi anak. Karena
anak untuk pertama kalinya mengenal pendidikan di lingkungan keluarga, sebelum
mengenal masyarakat yang lebih luas. Di samping itu keluarga dikatakan sebagai
peletak pondasi untuk pendidikan selanjutnya. Pendidikan yang diterima anak dalam
keluarga inilah yang akan digunakan oleh anak sebagai dasar untuk mengikuti
pendidikan selanjutnya di sekolah (MI.Soelaeman, 1978:23). Orang tua memegang
peranan yang sangat penting dalam mendidik anak-anaknya. Baik buruknya anakanak di masa yang akan datang banyak ditentukan oleh pendidikan dan bimbingan
orang tuanya. Karena, di dalam keluarga itulah anak-anak pertama kali memperoleh
pendidikan sebelum pendidikan-pendidikan yang lain.Masalah moral adalah suatu masalah yang menjadi perhatian orang dimana saja,
baik dalam masyarakat yang telah maju, maupun dalam masyarakat yang masih
terbelakang. Karena kerusakan moral seseorang mengganggu ketenteraman yang
lain. Jika dalam suatu masyarakat banyak yang rusak moralnya, maka akan
goncanglah keadaan masyarakat itu.

>PERANAN KELUARGA BAGI ANAK-ANAK
Keluarga secara etimologis berasal dari rangkaian kata “kawula” dan “warga”.
Kawula artinya abdi yakni hamba sedangkan warga berarti anggota . Sebagai abdi di
dalam keluarga, seseorang wajib menyerahkan segala kepentingan kepada
keluarganya dan sebagai warga atau anggota, ia berhak untuk ikut mengurus segala
kepentingan di dalam keluarganya. Dalam Ensyclopedi Umum (MI. Soelaiman,
1978:8) bahwa yang dimaksud dengan keluarga yaitu kelompok orang yang ada
hubungan darah atau perkawinan yang terdiri dari ibu, ayah, anak–anaknya (yang
belum memisahkan diri sebagai keluarga). Dalam bahasa Inggris kata keluarga
diartikan dengan Family.Keluarga memainkan peranan yang sangat penting dalam perkembangan anak. Berikut adalah beberapa peranan utama keluarga bagi anak:

Keamanan dan Kasih Sayang: Keluarga adalah tempat di mana anak merasa aman, dicintai, dan diberikan perhatian yang mendalam. Ini menciptakan fondasi emosional yang kuat untuk pertumbuhan anak.

>PERANAN NILAI MORAL BAGI ANAK-ANAK
Ada beberapa istilah yang sering digunakan secara bergantian untuk
menunjukkan maksud yang sama, istilah moral, akhlak, karakter, etika, budi pekerti
dan susila. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, “moral” diartikan sebagai keadaan
baik dan buruk yang diterima secara umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban,
budi pekerti dan susila. Moral juga berarti kondisi mental yang terungkap dalam
bentuk perbuatan. Selain itu moral berarti sebagai ajaran Kesusilaan. Kata moral
sendiri berasal dari bahasa Latin “mores” yang berarti tata cara dalam kehidupan,
adat istiadat dan kebiasaan.
>FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KEMEROSOTAN
MORAL
Banyak sekali faktor penyebab terjadinya kenakalan pada anak-anak yang dapat
menyeret mereka pada dekadensi moral. Betapa banyak sumber kejahatan dan
kerusakan yang menyeret mereka terhadap kehancuran moral. Oleh karena itu, jika
orang tua dalam keluarga tidak dapat memikul tanggungjawab dan amanat yang
dibebankan kepada mereka, dan juga tidak mengetahui faktor-faktor yang.
>PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL UNTUK MENGATASI
KENAKALAN REMAJA DALAM KELUARGA
Setelah kita mengetahui penyebab merosotnya moral seperi yang diuraikan di
atas, menunjukkan betapa pentingnya pendidikan moral bagi anak-anak kita, dan
betapa pula besarnya bahaya yang terjadi akibat kurangnya moral itu, serta telah kita
ketahui pula faktor-faktor yang menimbulkan kemerosotan moral di tanah air kita
belakangan ini. Untuk itu, perlu kiranya kita mencari jalan yang dapat mengantarkan
kita kepada terjaminnya moral anak yang kita harapkan menjadi warga Negara yang
cinta akan bangsa dan tanah airnya, dapat menciptakan dan memelihara
ketenteraman dan kebahagiaan masyarakat dan bangsa di kemudian hari.

Kesimpulan
Lingkungan keluarga sangat besar peranannya dalam pendidikan nilai moral
keagamaan, karena di lingkungan keluargalah anak-anak pertama kali menerima
pendidikan yang dapat mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya kemerosotan moral pada
anak, di antaranya: (1) Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak, (2)
lingkungan masyarakat yang kurang baik, (3) Pendidikan moral tidak berjalan
menurut semestinya, baik di keluarga, sekolah dan masyarakat, (4) Suasana rumah
tangga yag kurang baik, (5) Banyak diperkenalkannya obat-obat terlarang dan alatalat anti hamil, (6) Banyak tulisan-tulisan, gambar-gambar, saran-siaran yang tidak
sejalan dengan nilai-nilai moral, (7) Kurang adanya bimbingan dalam mengisi waktu
luang dengan cara yang baik yang membawa kepada pembinaan nilai moral, (8)
Kurangnya markas-markas bimbingan da penyuluhan bagi anak-anak.
Agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaranpelanggaran moral, maka perlu adanya pembinaan sejak dini kepada anak-anak
dalam keluarga dan adanya kerjasama antara keluarga, sekolah dan masyarakat.
Sebaik apa pun pendidikan moral dalam keluarga tanpa adanya dukungan dari
sekolah dan masyarakat, sulit bagi anak-anak untuk memiliki moral yang baik.
Begitu juga pendidikan moral di sekolah, tanpa adanya dukungan dari keluarga dan
masyarakat sulit bagi anak untuk memiliki moral yang baik. Dengan demikian,
ketiga jenis lembaga ini tidak bisa dipisahkan dan harus saling mendukung.

3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 1

Diva Azzahra གིས-
Nama :Diva Soraya Azzahra
Npm:2253053035
Kelas:3H

Analisis Jurnal 1
Identitas jurnal
Nama Jurnal : Jurnal Humanika
Nomor : 01
Tahun Terbit : 2017
Judul : PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH
Nama Penulis : Rukiyati

Pembahasan:
Pembahasan dalam jurnal tersebut mencakup beberapa hal berikut:
1.Pentingnya pendidikan moral di sekolah: jurnal ini menekankan pentingnya pendidikan moral di sekolah dalam membentuk generasi berkualitas bagi bangsa.
Meskipun peran utama dalam mendidik moral anak-anak ada pada orang tua, guru juga memiliki peran yang signifikan dalam membentuk nilai-nilai moral siswa.
2.Komprehensifnya pendidikan moral: jurnal ini menyoroti perlunya pendidikan moral yang komprehensif di sekolah, yang mencakup berbagai aspek seperti pendidik, materi, metode, dan evaluasi.Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan moral tidak hanya sekedar menanamkan pengetahuan tentang nilai-nilai moral tetapi juga tentang mengembangkan karakter dan perilaku yang baik.
3.Peran guru sebagai pendidik moral: Jurnal ini menyoroti pentingnya peran guru sebagai pendidik moral dan pentingnya nilai-nilai moral yang dimiliki oleh guru itu sendiri.
Guru harus menjadi teladan moral yang baik bagi siswanya.
4.Isi Pendidikan Akhlak : Jurnal ini membahas tentang isi pendidikan akhlak yang meliputi akhlak pribadi, akhlak sosial, dan akhlak terhadap alam dan Tuhan.
Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan moral perlu mencakup berbagai aspek kehidupan siswa.
5.Metode pendidikan moral: jurnal ini membahas berbagai metode pendidikan moral yang dapat digunakan, seperti membaca buku, bercerita, dan memberikan fasilitas pendukung nilai-nilai moral.
Metode ini dianggap lebih cocok untuk spiritualitas modern dibandingkan metode indoktrinasi.
6. Evaluasi pendidikan moral : jurnal ini membahas tentang pentingnya evaluasi pendidikan moral dalam menentukan pencapaian tujuan.
Penilaian dapat dilakukan dengan menilai penalaran moral, menilai karakteristik emosional, dan menilai perilaku.
Evaluasi pendidikan akhlak juga menitikberatkan pada penilaian sikap dan perilaku dalam pendidikan Islam.
7. Tantangan pendidikan

>Kesimpulan dari jurnal tersebut adalah bahwa pendidikan moral di sekolah memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berkualitas.
Meskipun peran utama dalam mendidik moral anak-anak ada pada orang tua, guru juga memiliki peran yang signifikan dalam membentuk nilai-nilai moral siswa.
Pentingnya pendidikan moral yang komprehensif meliputi aspek pendidik, materi, metode, dan evaluasi.
Guru harus menjadi contoh yang baik dalam hal moralitas dan pendidikan moral harus mencakup berbagai aspek kehidupan siswa.
Metode pendidikan moral yang lebih sesuai dengan semangat modern adalah inkulkasi atau penanaman nilai, yang dapat dilakukan melalui berbagai cara seperti membaca buku, bercerita, dan memberikan fasilitas yang mendukung nilai-nilai moral.
Evaluasi pendidikan moral harus dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan, melalui penilaian penalaran moral, penilaian karakteristik emosional, dan penilaian perilaku.
Tantangan dalam pendidikan moral mencakup perbedaan cara berpikir dan berperilaku anak-anak modern serta metode indoktrinasi yang dianggap ketinggalan jaman.

3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 3

Diva Azzahra གིས-
Nama :Diva Soraya azzahra
Npm:2253053035
Kelas :3H

Analisis video 3

MENERAPKAN NILAI-NILAI MORAL DALAM KELUARGA

Fungsi Keluarga Menerapkan dan Menanamkan Nilai Moral Dalam Keluarga

>FUNGSI AGAMA
NILAI MORAL :

1. Keimanan
2.Ketakwaan
3.Kejujuran
4.Bersukur
5.kepedulian
6.Tenggang Rasa
7.kerajinan
8.Kesalehan
9.Ketaatan
10.suka menolong
11.Disiplin
12.Kesabaran
13.Kasih sayang

>FUNGSI SOSIAL BUDAYA
NILAI MORAL:
1. Gotong royong
2. Sopan santun
3. Kerukunan
4. Kepedulian
5. Kebersamaan
6. Toleransi
7. Kebangsaan

>FUNGSI CINTA KASIH
NILAI MORAL:

1. Empati
2. Keakraban
3. Keadilan
4. Pemaaf
5. Kesetiaan
6. Pengorbanan
7. Suka menolong
8. Bertanggung jawab

> FUNGSI PERLINDUNGAN
NILAI MORAL:

1. Pemaaf
2. Tanggap
3. Ketabahan

>FUNGSI REPRODUK SI
NILAI MORAL :

1. Bertanggung jawab
2. Kesehatan
3. Ketangguhan

> FUNGSI SOSIALISASI DAN PENDIDIK AN
NILAI MORAL:
1. Percaya diri
2. Keluwesan
3. Kebanggaan
4. Kerajinan
5. Kreatifitas
6. Bertanggung jawab
7.Bekerja sama

>FUNGSI EKONOMI
1. Hemat
2.Ketelitian
3.Disiplin
4.Kepedulian
5.Keuletan

>FUNGSI PEMELIHARAAN LINGKUNGAN
1.Kebersihan
2.Kedisiplinan

3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 2

Diva Azzahra གིས-
Nama :Diva Soraya Azzahra
Npm:2253053035
Kelas:3H

Analisis video 2
Pendidikan Moral anak sekolah (Pendidikan Pancasila)

Pendidikan Moral atau Pendidikan Pancasila adalah bagian penting dari pendidikan di banyak negara, termasuk Indonesia. Pendidikan Moral bertujuan untuk membentuk karakter siswa dengan nilai-nilai moral dan etika yang baik. Di Indonesia, pendidikan moral sering kali disebut sebagai "Pendidikan Pancasila," yang mencakup pemahaman dan penghayatan terhadap Pancasila, dasar negara Indonesia.
Tujuan utama pendidikan moral adalah membentuk karakter dan perilaku individu agar sesuai dengan nilai-nilai moral yang baik.
Dalam video tersebut memperlihatkan tentang seorang murid yang jahil serta tidak sopan terhadap guru.dalam kejadian tersebut sebaiknya guru memberikan hukuman agar murid seperti itu jera atas perbuatannya.

Kemudian ada murid yang sepulang sekolah tidak langsung pulang melainkan, mampir' minum minuman,dan merokok atas perilaku tersebut terdapat guru melihat aksi nya tersebut, kebijakan yang bisa di lakukan guru yaitu menegor menasehati dan memberi kan hukuman agar tidak melakukan kesalahan lagi.
Pendidikan moral berperan penting dalam membentuk individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berperilaku baik dan memiliki tanggung jawab moral dalam masyarakat. Hal ini membantu menciptakan lingkungan sosial yang lebih baik dan lebih harmonis.