Kiriman dibuat oleh ANNISYA ANGGREINY

Nama : Annisya Anggreiny
NPM : 2213053229

izin bertanya kepada kelompok 5, Menurut kalian bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan dalam asesmen pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia? Apakah ada keterbatasan atau risiko yang perlu dipertimbangkan saat menggunakan teknologi untuk asesmen berbasis literasi?

PGSD_PPIPS_C_Ganjil 24/25 -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 6

oleh ANNISYA ANGGREINY -
Nama : Annisya Anggreiny
NPM : 2213053229

Izin bertanya kepada kelompok 6, Dari beberapa pendekatan yang telah kalian paparkan didalam makalah kelompok, Bagaimana pendekatan interdisiplin dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap isu-isu sosial dan lingkungan yang ada saat ini, seperti perubahan iklim dan ketidaksetaraan sosial?
Nama : Annisya Anggreiny
NPM : 2213053229

Izin menjaawab pertanyaan dari saudari Vita Mulyasari.
Jawaban dari kelompok kami yaitu, metode produktif dapat memastikan partisipasi semua siswa termasuk yang pendiam, dengan cara menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung semua siswa. Salah satu strategi utama yang dapat digunakan yaitu dengan menggunakan diskusi kelompok kecil, di mana siswa yang pendiam cenderung lebih nyaman mengungkapkan ide dibandingkan dalam kelompok besar. Guru juga bisa menerapkan teknik think-pair-share, di mana siswa pertama-tama diberi waktu untuk berpikir sendiri, lalu berdiskusi dengan pasangan atau teman sebangkunya, sebelum berbagi dengan kelas. Selain itu, penggunaan teknologi interaktif seperti platform pembelajaran digital atau alat survei online juga bisa membantu siswa pendiam berpartisipasi melalui jawaban tertulis atau anonim. Selain itu, memberikan pertanyaan terbuka yang mendorong berbagai jawaban, serta memberi waktu yang cukup untuk berpikir sebelum menjawab, dapat membantu siswa lebih percaya diri dalam menyampaikan ide mereka.
Nama : Annisya Anggreiny
NPM : 2213053229

Izin menjaawab pertanyaan dari saudari Ayu Septiana.
Menurut kelompok kami, Teknologi memainkan peran penting dalam mendukung pendekatan dan strategi pembelajaran Bahasa Indonesia di era digital. Dengan teknologi, pembelajaran dapat lebih interaktif, menarik, dan relevan bagi siswa. Misalnya, penggunaan aplikasi pembelajaran daring, video interaktif, dan platform digital dapat digunakan untuk memperkaya pengalaman belajar siswa melalui berbagai media, seperti teks, audio, dan visual, yang mendukung berbagai gaya belajar siswa. Selain itu, teknologi juga memungkinkan akses ke sumber belajar yang lebih luas yang dapat meningkatkan kemampuan literasi digital siswa. Integrasi teknologi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dapat dilakukan dengan memanfaatkan alat-alat seperti aplikasi menulis kreatif, perangkat lunak pembaca teks, serta platform kolaboratif untuk tugas-tugas menulis atau diskusi kelas. Dengan demikian, teknologi bukan hanya meningkatkan keterampilan dasar, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi, yang sangat dibutuhkan di era digital ini.
Nama : Annisya Anggreiny
NPM: 2213053229

Izin bertanya kepada kelompok 2.
Di era digital saat ini, tentunya kemampuan literasi dasar dan literasi digital menjadi sangat penting bagi peserta didik di sekolah dasar. Nah, pertanyaan saya bagaimana kalian sebagai calon pendidik menganalisis relevansi dan kelengkapan kurikulum Bahasa Indonesia di SD dalam membekali siswa dengan kedua keterampilan tersebut? Apakah kurikulum yang ada saat ini sudah cukup memadai dalam mengembangkan kemampuan membaca, menulis, serta berpikir kritis yang diperlukan di era digital ini?