གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Ihya Ghulam Halim 2213053178

Nama : Ihya Ghulam Halim
NPM : 2213053178
Kelas : 2G

Setelah membaca dan mengamati jurnal di atas tentang "INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA"
Yang disusun
oleh: Agus Maladi Irianto, dapat di simpulkan bahwasanya :

*Identitas dan Integrasi Nasional*
Negara dan bangsa Indonesia, sejak proklamasi kemerdekaan hingga saat ini telah mempunyai sejumlah pengalaman. Di antara sejumlah pengalaman itulah, bangsa Indonesia mengalami berbagai perubahan azas, paham, ideologi dan doktrin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia (di antaranya adalah penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, dan seterusnya).

*Intergrasi Nasional Versus Otonomi
Daerah*
Seperti telah dideskripsikan pada pembahasan terdahulu bahwa integrasi nasional pada dasarnya memuat makna penyatuan visi dan misi suatu bangsa dari perbedaan kepentingan masing-masing anggota masyarakat.Berdasarkan sejumlah gambaran tersebut, konsep tentang integrasi nasional menjadi penting untuk dijadikan strategi kebudayaan bagi bangsa Indonesia yang telah berusia lebih dari enam dasa warsa ini. Maka dari itu hal itu merujuk sejumlah deskripsi yang telah diuraikan pada pembahasan terdahulu maka dapat dikatakan bahwa integrasi nasional adalah jalan keluar untuk menghadapi yang hingga saat ini masih terus-menerus melanda Indonesia.
Nama : Ihya Ghulam Halim
NPM : 2213053178
Kelas : 2G

Setelah membaca dan mengamati jurnal di atas bisa kita simpulkan mengenai "DESAIN PEMBELAJARAN TERPADU
BERBASIS CORE CONTENT DI SEKOLAH DASAR" yang ditulis oleh Een Y. Haenilah
Jurusan Ilmu Pendidikan FKI.

Desain pembelajaran memegang peranan yang sangat penting dalam menciptakan kualitas proses dan hasil pembelajaran di kelas. Kurikulum mendefinisikan topik penting sebagai sarana untuk mencapainya dan cara yang tepat untuk membuat materi pembelajaran berdasarkan tujuan yang ingin dicapai. Prinsip pembelajaran sekolah dasar didasarkan pada pembelajaran gestalt. Teori ini mengutamakan keseluruhan daripada bagian-bagian secara keseluruhan sebagian prinsip belajar ini sesuai dengan kondisi anak usia sekolah dasar. Hasil pembelajaran tematik dari kurikulum terintegrasi Kurikulum ini melihat blended learning untuk memberikan siswa makna penuh.
Adapun pembelajaran tematik memiliki tiga ciri:

(1) Pelanggaran batas-batas subjek.
(2) didasarkan pada dukungan siswa yang memadai.
(3) Mengekspos siswa pada situasi masalah. Pembelajaran tematik dapat menghilangkan batasan mata pelajaran. 

Kurikulum tematik berbasis core content terbukti memfasilitasi pencapaian tujuan setiap indikator, karena dibuat dengan perangkat pembelajaran bawaan. Sebagai desain kurikulum tematik, integrasi semua mata pelajaran didasarkan pada homogenitas tujuan beberapa metrik yang dicapai secara bersamaan, sehingga pengalaman belajar dapat dicakup oleh satu mata pelajaran sebagai pusat pembelajaran.
Nama : Ihya Ghulam Halim
NPM : 2213053178
Kelas : 2G

Setelah melakukan analisis video di atas yang membahas tentang pengertian identitas nasional bisa kita analisis yaitu identitas secara harfiah memiliki arti sebagai ciri-ciri ,tanda atau jati diri yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lain. Tentang kata nasional merupakan identitas yang melekat pada kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan-kesamaan baik fisik seperti budaya agama, bahasa,maupun non fisik seperti keinginan,cita-cita, dan tujuan.

Istilah identitas nasional secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa yang lain.

Identitas nasional merupakan hal yang mendasari suatu negara serta menjadikannya beda dari negara lain identitas nasional menggambarkan siapa diri kita.

Bangsa Indonesia dikenal dengan bangsa yang ada agama-agama yang tumbuh dan berkembang di Nusantara adalah Islam Kristen Katolik Hindu Budha dan Konghucu.

Kebudayaan adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang isinya adalah perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif.

Identitas nasional Indonesia tercantum dalam konstitusi Indonesia yaitu undang-undang Dasar 1945 dalam pasal 35 dan 36c identitas nasional yang menunjukkan jati diri Indonesia diantaranya adalah sebagai berikut :

1.Bahasa nasional atau bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia.
2.Bendera negara yaitu sang merah putih.
3.Lagu kebangsaan yaitu Indonesia Raya.
4.Lambang negara yaitu Pancasila.
5.semboyan negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika.
6.Dasar falsafah negara yaitu pancasila.
7.konstitusi hukum dasar negara yaitu UUD 1945.
8.Bentuk negara kesatuan Republik Indonesia yaitu berkedaulatan rakyat.
9 konsepsi wawasan nusantara.
10.kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan sebagai generasi penerus bangsa .
Nama : Ihya Ghulam Halim
NPM : 2213053178
Kelas : 2G

Setelah melakukan analisis video di atas yang membahas tentang Identitas Nasional bisa kita analisis yaitu identitas secara harfiah memiliki arti sebagai ciri-ciri ,tanda atau jati diri yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lain. Tentang kata nasional merupakan identitas yang melekat pada kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan-kesamaan baik fisik seperti budaya agama, bahasa,maupun non fisik seperti keinginan,cita-cita, dan tujuan.

Istilah identitas nasional secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa yang lain.

Adapun unsur-unsur dalam pembentukan identitas negara yang pertama yaitu suku bangsa 2 agama 3 kebudayaan dan empat bahasa. Dari unsur-unsur identitas nasional tersebut maka dapat dirumuskan pembagiannya menjadi 3 yaitu identitas fundamental identitas instrumental, dan identitas alamiah.Dan untuk faktor pembentukan identitas nasional yaitu faktor objektif dan faktor subjektif.

Faktor objektif yaitu yang meliputi faktor geografis ekologis dan demografis. Sedangkan faktor subjektif yaitu faktor historis sosial, politik dan kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia.

Menurut Robert de Ventos , teori tentang munculnya identitas nasional suatu bangsa sebagai hasil 4 faktor penting yaitu :
1. Faktor primer yaitu faktor yang mencakup etnisitas, teritorial, bahasa, agama, dan lain jenisnya.
2. Faktor pendorong yaitu faktor yang terdiri dari pembangunan komunikasi dan teknologi lahirnya Angkatan Bersenjata modern dan pembangunan lainnya dalam kehidupan negara.
3. Faktor penarik yaitu faktor yang mencakup kodifikasi bahasa dalam gramatikal yang resmi tumbuhnya birokrasi, dan pemanfaatan sistem pendidikan nasional.
4 faktor relatif yaitu faktor yang meliputi penindasan, dominasi, dan pencarian identitas alternatif melalui memori kolektif rakyat.

Adapun tujuan dan fungsi identitas yaitu sebagai alat pemersatu bangsa ,sebagai pembeda dengan bangsa lainnya, merupakan landasan negara, identitas negara tersebut, nilai potensi bangsa, menjadi penanda ikatan Solidaritas, menjadi definisi teritorial.